70. TRINITAS: SIAPAKAH OKNUM ROH KUDUS?
Umat Kristen percaya bahwa Tuhan terdiri dari tiga substansi/oknum dalam satu pribadi, yang dikenal dengan istilah Trinitas atau Tritunggal, yaitu: Bapa, Anak, dan Roh Kudus. Dasar yang mereka pakai adalah pernyataan Yesus dalam Alkitab sekarang:
Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, (Matius 28:19) 1
Bapa merujuk kepada Allah, sedangkan Anak merujuk kepada Yesus. Namun demikian, siapakah oknum yang disebut sebagai Roh Kudus?
Tidak ada keterangan yang lebih solid dalam Alkitab kecuali hanya dengan mengontraskan dua laporan Matius dan Lukas berikut ini:
Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri. (Matius 1:18)
Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret, kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria. (Lukas 1:26-27)
Dari pengontrasan di atas akan didapat jawabannya bahwa Roh Kudus tidak lain adalah malaikat Gabriel. Malaikat Gabriel adalah malaikat yang bertugas menyampaikan pesan atau wahyu dari Allah, misalnya saja, menyampaikan pesan kepada Zakharia (Lukas 1:11-20) dan menyampaikan pesan kepada Maria (Lukas 1:26-27). 2
Paulus sendiri dalam suratnya kepada jemaat di Korintus secara tegas menyatakan bahwa Tuhan terdiri dari dua substansi, yaitu Bapa dan Yesus:
namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup. (1 Korintus 8:6)
Roh Kudus dalam pandangan pengarang Yohanes digambarkan sebagai makhluk ghaib yang bertugas menyampaikan pesan kepada orang-orang pilihan Allah:
yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu. (Yohanes 14:17)
Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang. (Yohanes 16:13)
Alkitab sendiri mencatat beberapa nama orang yang menerima pesan dari Roh Kudus, yaitu: Daud (Mazmur 51:11; Markus 12:36; Kisah Para Rasul 1:16; 4:25), Yesaya (Kisah Para Rasul 28:25), Elisabet (Lukas 1:41), Zakharia (Lukas 1:67), Simeon (Lukas 2:25), Yohanes Pembaptis (Lukas 1:15), Maria (Lukas 1:35), dan tentu saja Yesus sendiri (Matius 1:20; 3:11; Markus 1:8; Lukas 3:16,22; 4:1; 10:21; Yohanes 1:33; Kisah Para Rasul 10:38). Dalam sekala besar, Roh Kudus jugalah yang mengilhami dan mencerahkan seluruh bangsa Israel (Yesaya 63:10-11).
Jadi, sekali lagi, Roh Kudus adalah malaikat Gabriel!
Roh Kudus bukan Malaikat Gabriel, tanggapan no. 69 di http://www.kebohongan-kristen.150m.com/ ... _roh_kudus sudah menjelaskannya.
Kita baca dulu penjelasan mengenai Bayi yang dikandung Maria adalah dari Roh Kudus :
* Matius 1:20
LAI TB : Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus
KJV : But while he thought on these things, behold, the angel of the LORD appeared unto him in a dream, saying, Joseph, thou son of David, fear not to take unto thee Mary thy wife: for that which is conceived in her is of the Holy Ghost.
TR, ταυτα δε αυτου ενθυμηθεντος ιδου αγγελος κυριου κατ οναρ εφανη αυτω λεγων ιωσηφ υιος δαβιδ μη φοβηθης παραλαβειν μαριαμ την γυναικα σου το γαρ εν αυτη γεννηθεν εκ πνευματος εστιν αγιου
Interlinear, tauta {(hal-hal) ini} de {tetapi} autou {dia} enthumêthentos {ketika memikirkan,} idou {perhatikanlah,} aggelos {Malaikat} kuriou {Tuhan} kat {didalam} honar {mimpi} ephanê {menampakkan dii} autô {kepada dia,} legôn {berkata,} iôsêph {Yusuf,} huios {anak (keturunan)} dabid {Daud} mê {janganlah} phobêthês {engkau merasa trakut} paralabein {untuk mengambil} mariam {Maria} tên gunaika {sebagai isteri} sou {mu,} to {(Anak yang)} gar {sebab} hen {didalam} autê {dia} gennêthen {terjadi/ dilahirkan} ek {dari} pneumatos {Roh} estin {yang} agiou {Kudus}
* Lukas 1:35
Jawab malaikat itu kepadanya: "Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah.
KJV, And the angel answered and said unto her, The Holy Ghost shall come upon thee, and the power of the Highest shall overshadow thee: therefore also that holy thing which shall be born of thee shall be called the Son of God.
TR, και αποκριθεις ο αγγελος ειπεν αυτη πνευμα αγιον επελευσεται επι σε και δυναμις υψιστου επισκιασει σοι διο και το γεννωμενον αγιον κληθησεται υιος θεου
Interlinear, kai {lalu} apokritheis {menjawab} ho {itu} aggelos {malaikat} eipen {berkata} autê {kepadanya, pneuma {Roh} agion {Kudus} epeleusetai {akan datang} epi {atas} se {engkau,} kai {dan} dunamis {kuasa} upsistou {Yang Mahatinggi} episkiasei {akan menaungi} soi {engkau;} dio {karena itu} kai {juga} to {yang} gennômenon {dilahirkan} agion {Kudus} klêthêsetai {akan dipanggil} huios {Anak} theou {Allah}
Demikian jelas pemakaiannya : Yesus disebut Anak Allah sebab Roh Allah tinggal didalam Dia. Roh Allah tinggal didalam Yesus, karena Ia lahir dari Roh Kudus :
-----
Alkitab tidak pernah menulis bahwa Yesus lahir dari Malaikat Gabriel:
Seperti halnya asal setiap kehidupan, terlebih lagi pemunculan Yesus ke dunia tidak bisa dicerna oleh sains!. KedatanganNya bukanlah hasil hubungan fisik/biologis antar sepasan pria dan wanita. Allah meminjam rahim seorang perawan yang bernama Maria yang belum disentuh laki-laki, dan mengutus malaikat Gabriel untuk menyampaikan suatu berita yang “ajaib” kepadanya, dan juga kepada tunangannya Yusuf, dengan pokok berita sebagai berikut :
• Bahwa kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menauni Maria
• Bahwa ia akan mengandung dari Roh Kudus
• Dan melahirkan seorang Anak laki-laki
• Dan hendaklah Sang Anak itu dinamai Yesus
• Dan Anak ini akan disebut dengan tambahan 5 nama atau gelar lainnya, yaitu Kudus, Anak Allah Yang Mahatinggi, Juruselamat, Kristus, dan Tuhan.
Berbohongkah Gabriel? Mungkinkah dan perlukah?. Ataukah manusia yang justru tanpa sadar terperangkap dalam “pembohongan diri”, karena ingin memaksakan kebenaran pandangannya sendiri?. Tanda-tanda itu memang telah muncul secara riil. Sosok Gabriel yang telah dikaburkan dengan jati-diri yang lain, dan pesannya digeser dengan makna lain dengan mengaburkan sosok Roh Kudus menjadi sosok Gabriel (Jibril):
Kita jarang mendengar orang-orang menuduh Roh Allah atau malaikat bohong. Namun kita banyak mengdengar orang-orang yang menafsirkan Roh Kudus itu sebagai makhluk ciptaan, yaitu Gabriel (Jibril) atau bahkan sebagai manusia “nabi terakhir”. Padahal di seluruh Alkitab – dalam kitab yang mana saja – selalu Roh Kudus atau Roh Allah itu adalah RohNya Allah sendiri yang bersifat kekal, dan yang ada sejak semula :
* Kejadian 1:2
Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air
Hebrew Translit, VEHAARETS HAITA TOHU VAVOHU VEKHOSHEKH AL-PENEI TEHOM VERUAKH ELOHIM MERAKHEFET AL-PENEI HAMAYIM
Amat Sederhana untuk melihat bahwa Roh Kudus itu sama sekali tak ada kaitan-identitasnya dengan Gabriel/Jibril atau makhluk ciptaan lainnya. Bandingkan saja bagaimana Gabriel memperkenalkan dirinya dan bagaimana ia memperkenalkan Roh Kudus.
Kepada Zakharia, ia berkata :
* Lukas 1:19
Jawab malaikat itu kepadanya: "Akulah Gabriel yang melayani Allah dan aku telah diutus untuk berbicara dengan engkau dan untuk menyampaikan kabar baik ini kepadamu
TR Translit, kai apokritheis ho aggelos eipen autô egô eimi gabriêl ho parestêkôs enôpion tou theou kai apestalên lalêsai pros se kai euaggelisasthai soi tauta
Sebaliknya, kepada Maria (yang sedang berada dihadapannya) ia berkata : "Roh Kudus akan turun atasmu" :
* Lukas 1:35
Jawab malaikat itu kepadanya: "Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah
TR Translit, kai apokritheis ho aggelos eipen autê pneuma agion epeleusetai epi se kai dunamis upsistou episkiasei soi dio kai to gennômenon agion klêthêsetai huios theou
Jelas sekali dalam Lukas 1:35 tersebut Gabriel tidak berkata : “Aku (jibril), akan turun atasmu”.
Lebih jauh lagi, bilamana manusia yang tidak kenal Roh Allah itu tetap besi-kukuh "MEN-Jibril-kan" Roh Kudus, maka tentulah kandungan Maria itu adalah malaikat Jibril yang akan tinggal disana selama 9 bulan masa kehamilan. Maka dapatlah makhluk Jibril yang sama ("Roh Kudus") sekaligus masuk memenuhi Yohanes Pembabtis, dan bapaknya dan ibunya (yaitu Zakharia dan Elizabeth), karena mereka inipun dipenuhi oleh Roh Kudus sebelum dan semasa Maria mengandung? (Lukas 1:15, 41,67).
Bukankah keberadaan makhluk manapun tidak bisa Maha-Ada, serentak dimana-mana?. Maka Injil dengan amat jelas mengatakan bahwa Roh Kudus akan diberikan Allah kepada setiap kita yang memintanya sebagai anak-anak Allah yang dikasihiNya (Lukas 11:13). Cukup satu Roh Kudus untuk semua orang!.
* 1 Korintus 12:4
Ada rupa-rupa karunia, tetapi satu Roh
TR Translit, diaireseis de charismatôn eisin to de auto pneuma
Namun, apakah satu Jibril untuk semua?.
Sesungguhnya, tidak ada satupun kitab-suci di dunia yang secara explisit menyamakan Gabriel/Jibril itu dengan Roh Kudus. Tidak ada Gabriel yang memperkenalkan dirinya sebagai Roh Kudus dan tak ada Roh Kudus yang mengklaim diriNya sebagai Gabriel. Malahan takada Gabriel yang memperkenalkan dirinya sendiri sebagai Gabriel selain di Alkitab (Lukas 1:19).
Jadi, darimana “orang-orang pintar” itu bisa tahu bahwa "dia adalah Roh Kudus"?, sementara untuk meyakini "dia adalah Gabriel sendiri" saja masih bermasalah. Sesungguhnyalah penyamaan kedua sosok yang amat berbeda itu hanyalah penafsiran yang dipaksakan manusia tertentu, yang tidak mengenal dan mengalami lawatan Roh Kudus.
CATATAN:
1. Dalam kutipan abad ke-4 M dari ayat Matius di atas, Eusebius Pamphili, seorang uskup Caesarea, pengarang karya monumental Ecclesiastical History, Chronicle, dan pelbagai macam apologi serta komentar, menyatakan sebagai "baptislah mereka dalam nama-Ku", bukan "baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus". Karenanya, paling tidak hingga akhir abad ke-4 M, ayat Matius di atas masih mengalami proses penyuntingan dan penambahan oleh mereka yang ada di gereja-gereja Kristen! Fakta ini sendiri cukup untuk menilai bahwa kesejarahan ayat Matius menjadi sama sekali tidak berarti (Jerald F. Dirks, The Cross and The Crescent, 2001).
Formula babtisan "Bapa dan Anak dan Roh Kudus" terdapat dalam Naskah Bahasa Asli Textus Receptus (TR) dan bahkan dalam Naskah yang lebih tua yaitu Wescott Hort (WH), kita baca bersama sbb :
* Matius 28:19
LAI TB, Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,
KJV, Go ye therefore, and teach all nations, baptizing them in the name of the Father, and of the Son, and of the Holy Ghost:
NIV, Therefore go and make disciples of all nations, baptizing them in the name of the Father and of the Son and of the Holy Spirit,
Textus Receptus, πορευθεντες ουν μαθητευσατε παντα τα εθνη βαπτιζοντες αυτους εις το ονομα του πατρος και του υιου και του αγιου πνευματος
TR Translit, poreuthentes mathêteusate panta ta ethnê baptizontes autous eis to onoma tou patros kai tou huiou kai tou agiou pneumatos
Wescott & Hort, πορευθεντες ουν μαθητευσατε παντα τα εθνη βαπτιζοντες αυτους εις το ονομα του πατρος και του υιου και του αγιου πνευματος
WH Translit, poreuthentes oun mathêteusate panta ta ethnê baptizontes autous eis to onoma tou patros kai tou huiou kai tou agiou pneumatos
Sebagai perbandingan, simaklah pernyataan Petrus berikut ini:
Jawab Petrus kepada mereka: "Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus. (Kisah Para Rasul 2:38)
Didalam Kepercayaan kristiani mengenal ada Babtisan Air yaitu dengan formula dibabtis didalam nama "Bapa dan Anak dan Roh Kudus". Dan ada lagi babtisan yang disebut dengan "Babtisan Roh Kudus" seperti yang dijelaskan oleh Petrus diatas.
Kita baca dulu :
* Yohanes 3:5
Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah
KJV, Jesus answered, Verily, verily, I say unto thee, Except a man be born of water and of the Spirit, he cannot enter into the kingdom of God.
TR, απεκριθη ο ιησους αμην αμην λεγω σοι εαν μη τις γεννηθη εξ υδατος και πνευματος ου δυναται εισελθειν εις την βασιλειαν του θεου
Interlinear, apekrithê {menjawab} ho iêsous {Yesus} amên {sesungguhnya} amên {sesungguhnya} legô {Aku berkata} soi {kepadamu} ean mê {kecuali} tis {seorang} gennêthê {dilahirkan} ex {dari} udatos {air} kai pneumatos {Roh} ou {tidak} dunatai {ia dapat} eiselthein {masuk} eis {kedalam} tên basileian {kerajaan} tou theou {Allah}
Babtisan sebagai tanda pertobatan adalah Babtisan Air, formulanya seperti ini :
* Matius 28:19
"Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,"
Sedangkan babtisan dalam Nama Yesus yang dimaksudkan Petrus adalah babtisan 'Roh Kudus' :
* Kisah 2:38
Jawab Petrus kepada mereka: "Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus
KJV, Then Peter said unto them, Repent, and be baptized every one of you in the name of Jesus Christ for the remission of sins, and ye shall receive the gift of the Holy Ghost.
TR, πετρος δε εφη προς αυτους μετανοησατε και βαπτισθητω εκαστος υμων επι τω ονοματι ιησου χριστου εις αφεσιν αμαρτιων και ληψεσθε την δωρεαν του αγιου πνευματος
Interlinear, petros {Petrus} de {lalu} ephê {berkata} pros {kepada} autous {mereka} metanoêsate {bertobatlah} kai {dan} baptisthêtô {hendaklah dibabtis} ekastos {masing-masing} humôn {dari kamu} epi {atas} tô onomati {nama} iêsou {Yesus} christou {Kristus} eis {untuk} aphesin {pengampunan} amartiôn {dosa-dosa} kai {dan} lêpsesthe {kamu akan menerima} tên dôrean {sebagai pemberian (karunia)} tou agiou {Kudus} pneumatos {Roh}
Petrus menekankan perlunya Babtis untuk pengampunan dosa dan syarat untuk menerima karunia Roh Kudus :
* KISAH 10:42-48
10:42 Dan Ia telah menugaskan kami memberitakan kepada seluruh bangsa dan bersaksi, bahwa Dialah yang ditentukan Allah menjadi Hakim atas orang-orang hidup dan orang-orang mati.
10:43 Tentang Dialah semua nabi bersaksi, bahwa barangsiapa percaya kepada-Nya, ia akan mendapat pengampunan dosa oleh karena nama-Nya."
10:44 Ketika Petrus sedang berkata demikian, turunlah Roh Kudus ke atas semua orang yang mendengarkan pemberitaan itu.
10:45 Dan semua orang percaya dari golongan bersunat yang menyertai Petrus, tercengang-cengang, karena melihat, bahwa karunia Roh Kudus dicurahkan ke atas bangsa-bangsa lain juga,
10:46 sebab mereka mendengar orang-orang itu berkata-kata dalam bahasa roh dan memuliakan Allah. Lalu kata Petrus:
10:47 "Bolehkah orang mencegah untuk membaptis orang-orang ini dengan air, sedangkan mereka telah menerima Roh Kudus sama seperti kita?"
10:48 Lalu ia menyuruh mereka dibaptis dalam nama Yesus Kristus. Kemudian mereka meminta Petrus, supaya ia tinggal beberapa hari lagi bersama-sama dengan mereka.
Perintah diatas tidak mengejutkan para pendengar Petrus, karena mereka sudah mendengar dan mengenal babtisan. Babtisan air umat Kristiani adalah sama dengan model babtisan Nabi Yahya (Yohanes Pembabtis) yaitu babtisan sebagai tanda pertobatan, dan yang dilakukan setelah pertobatan.
Tetapi babtisan dalam Nama Yesus ini dihubungkan dengan pencurahan/ karunia Roh Kudus.
Jenis-jenis babtisan dalam Kekristenan :
Babtisan Air
Babtisan Roh
Babtisan Api
Yesus membabtis dengan Roh dan Api :
* LUKAS 3:15-17
3:15 Tetapi karena orang banyak sedang menanti dan berharap, dan semuanya bertanya dalam hatinya tentang Yohanes, kalau-kalau ia adalah Mesias,
3:16 Yohanes menjawab dan berkata kepada semua orang itu: "Aku membaptis kamu dengan air, tetapi Ia yang lebih berkuasa dari padaku akan datang dan membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak. Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus dan dengan api.
3:17 Alat penampi sudah di tangan-Nya untuk membersihkan tempat pengirikan-Nya dan untuk mengumpulkan gandum-Nya ke dalam lumbung-Nya, tetapi debu jerami itu akan dibakar-Nya dalam api yang tidak terpadamkan.
* Matius 3:11
Aku membaptis kamu dengan air sebagai tanda pertobatan, tetapi Ia yang datang kemudian dari padaku lebih berkuasa dari padaku dan aku tidak layak melepaskan kasut-Nya. Ia akan membaptiskan kamu dengan Roh Kudus dan dengan api.
KJV, I indeed baptize you with water unto repentance. but he that cometh after me is mightier than I, whose shoes I am not worthy to bear: he shall baptize you with the Holy Ghost, and with fire:
TR, εγω μεν βαπτιζω υμας εν υδατι εις μετανοιαν ο δε οπισω μου ερχομενος ισχυροτερος μου εστιν ου ουκ ειμι ικανος τα υποδηματα βαστασαι αυτος υμας βαπτισει εν πνευματι αγιω και πυρι
Interlinear, egô {aku} men {memang} baptizô {membabtis} humas {kamu} en {dalam/dengan} udati {air} eis {untuk/karena} metanoian {pertobatan} ho {Ia yang} de {tetapi} opisô {kemudian} mou {daripadaku} erchomenos {datang} ischuroteros {lebih kuat} mou {dari aku} estin {adalah} ou {yang} ouk {tidak} eimi {aku adalah} ikanos {layak} ta upodêmata {alas kakiNya} bastasai {untuk melepas} autos {Ia} umas {kamu} baptisei {akan membabtis} en {dalam/dengan} pneumati {Roh} agiô {Kudus} kai {dan} puri {api}
2. Umat Kristen enggan mengidentifikasi siapa sebenarnya oknum Roh Kudus ini. Mereka lebih memilih untuk membuat pandangan dengan mengutip ayat-ayat tertentu dari Alkitab agar Roh Kudus seolah-olah adalah Roh Allah, sehingga Roh Kudus adalah Allah itu sendiri.
Wassalaam.
Tidak ada pengaburan/ usaha menutup-nutupi identitas Roh Kudus dalam Alkitab. Sejak dalam Perjanjian Lama, Alkitab dengan jelas menyatakan bahwa Roh Kudus adalah Roh Allah yang Kudus. Dalam tanggapan sebelumnya, yaitu tanggapan no. 69 di http://www.kebohongan-kristen.150m.com/ ... _roh_kudus sudah dijelaskan pemakaian istilah Roh Kudus dan Allah (ELOHIM) / Tuhan (ADONAI) / TUHAN (YHVH) secara interchangeable (= bisa dibolak-balik). Menunjukkan bahwa Roh Kudus adalah Roh Allah sendiri.
71. POLITEISME DALAM AJARAN KRISTEN (Alkitab VS Trinitas)
Kaum misionaris Kristen senantiasa mengajarkan bahwa Tuhan itu terdiri atas tiga pribadi dalam satu substansi atau yang lebih dikenal dengan istilah Trinitas atau Tritunggal (Bapa, Anak/Yesus, dan Roh Kudus) . Dari manakah dasar ajaran dan keyakinan ini? Adakah tertulis dalam Alkitab/Bibel?
Pada bagian ini kita akan mencermati apa yang dikatakan Alkitab tentang konsep ketuhanan dengan mengkonfrontasikannya dengan ajaran/doktrin Trinitas. Tentu saja dalam pembahasan ini kita harus memisahkan antara ajaran dan keyakinan tentang Trinitas dengan apa saja yang dikatakan Alkitab tentang konsep ketuhanan.
1. Bapa/Allah.
Perjanjian Lama secara tegas menyatakan bahwa tidak ada tuhan-tuhan lain bagi umat Israel kecuali Allah.
Akulah Tuhanmu, yang telah membebaskanmu dari negeri Mesir, keluar dari tempat perbudakan; engkau tidak ada memiliki tuhan-tuhan lain selain Aku. (Keluaran 20:2-3 - al. Douay-Rheims Bible 1582 M & King James Version 1611 M)
Engkau diberi melihatnya untuk mengetahui, bahwa Tuhanlah Allah, tidak ada yang lain kecuali Dia. (Ulangan 4:35)
Bahkan, dalam Perjanjian Baru, Yesus sendiri menyatakan secara tegas bahwa Tuhan itu hanyalah Allah saja.
Jawab Yesus: "Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa. (Markus 12:29)
Jawab Yesus: "Mengapa engkau memanggilku Guru yang baik? ]Hanya Satu yang baik, yaitu Allah. Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah-Nya. (Matius 19:17 - al. Douay-Rheims Bible 1582 M & King James Version 1611 M)
Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus. (Yohanes 17:3)
Konsep ketuhanan dan keesaan Allah ini sangat jelas dikatakan oleh Alkitab.
2. Anak Allah.
Frasa "anak Allah" banyak ditemukan dalam Alkitab. Namun demikian, Alkitab tidak pernah menyatakan bahwa "anak Allah", siapa pun dia, memiliki kesetaraan dengan Allah. Tampaknya, Alkitab hanya ingin menggambarkan bahwa siapa saja yang memiliki hubungan kedekatan secara spiritual dengan Allah dianugerahi gelar sebagai "anak Allah".
Ketika manusia itu mulai bertambah banyak jumlahnya di muka bumi, dan bagi mereka lahir anak-anak perempuan, maka anak-anak Allah melihat, bahwa anak-anak perempuan manusia itu cantik-cantik, lalu mereka mengambil isteri dari antara perempuan-perempuan itu, siapa saja yang disukai mereka. (Kejadian 6:1-2)
Menurut ayat di atas, disiratkan bahwa sebelum Allah menciptakan manusia, anak-anak Allah telah terlebih dahulu diciptakan, hingga ketika jumlah manusia bertambah banyak, konon anak-anak Allah tersebut tertarik kepada anak-anak perempuan manusia lalu mengambil istri dari antara perempuan-perempuan itu dan melahirkan keturunan bagi mereka (Kejadian 6:4).
Simak juga anak-anak Allah yang lain berikut ini:
Maka engkau harus berkata kepada Firaun: Beginilah firman TUHAN: Israel ialah anak-Ku, anak-Ku yang sulung ; (Keluaran 4:22)
Dengan menangis mereka akan datang, dengan hiburan Aku akan membawa mereka; Aku akan memimpin mereka ke sungai-sungai, di jalan yang rata, di mana mereka tidak akan tersandung; sebab Aku telah menjadi Bapa Israel, [I] Efraim adalah anak sulung-Ku[/COLOR] . (Yeremia 31:9)
Inilah permulaan Injil tentang Yesus Kristus, anak Allah. (Markus 1:1)
anak Enos, anak Set, anak Adam, anak Allah. (Lukas 3:38)
Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. (Matius 5:9)
Selain itu, Alkitab juga menggambarkan bahwa orang-orang yang memiliki hubungan kedekatan secara sepiritual dengan Allah dianggap menjadi satu kesatuan dengan Allah. Yesus berkata:
Bapaku, yang memberikan mereka kepadaku, lebih besar daripada siapapun, dan seorangpun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa. Aku dan Bapa adalah satu. (Yohanes 10:29-30)
Dan bukan untuk mereka ini saja aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang, yang percaya kepadaku oleh pemberitaan mereka, supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam aku dan aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus aku ... Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam aku, supaya mereka sempurna menjadi satu, agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi aku ... dan aku telah memberitahukan nama-Mu kepada mereka dan aku akan memberitahukannya, supaya kasih yang Engkau berikan kepadaku ada di dalam mereka dan aku di dalam mereka. (Yohanes 17:20-21,23,26)
Singkatnya, Alkitab mengatakan bahwa yang disebut "anak Allah" tidak hanya menunjuk kepada pribadi tertentu, tetapi bahkan meliputi segenap umat dan makhluk tertentu (anak-anak Allah yang bukan golongan manusia sebagaimana disebutkan dalam Kejadian 6:1-5).
Sebagian besar umat Kristen menuhankan Yesus bersandarkan pada ayat berikut:
Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibunya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami istri. (Matius 1:18)
Umat Kristen berkeyakinan bahwa Roh Kudus adalah Roh Allah atau Allah sendiri, karenanya, bisa dipahami bahwa Yesus merupakan pengejawantahan dari Roh Kudus atau Allah. Namun demikian, Alkitab mencatat tentang peristiwa kelahiran Yohanes Pembaptis (Nabi Yahya) yang tidak kalah ajaibnya dibandingkan dengan peristiwa kelahiran Yesus dari perawan Maria. Konon, Yohanes Pembaptis lahir dari seorang perempuan mandul yang sudah tua bangka, namanya Elisabet, istri Nabi Zakharia. Peristiwa kehamilan Elisabet ini, dijelaskan dalam Alkitab, tidak terlepas dari bantuan penuh Roh Kudus. Konon, Yohanes Pembaptis diperkuat oleh Roh Kudus mulai dari rahim ibunya. Berikut petikan ayat-ayatnya:
Pada zaman Herodes, raja Yudea, adalah seorang imam yang bernama Zakharia dari rombongan Abia. Istrinya juga berasal dari keturunan Harun, namanya Elisabet ... Tetapi mereka tidak mempunyai anak, sebab Elisabet mandul dan keduanya telah lanjut umurnya ... Tetapi malaikat (Gabriel) itu berkata kepadanya: "Jangan takut, hai Zakharia, sebab doamu telah dikabulkan dan Elisabet, istrimu, akan melahirkan seorang anak laki-laki bagimu dan haruslah engkau menamai dia Yohanes ... Sebab ia (Yohanes) akan besar di hadapan Tuhan dan ia tidak akan minum anggur atau minuman keras dan ia akan penuh dengan Roh Kudus mulai dari rahim ibunya ... Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabetpun penuh dengan Roh Kudus. (Lukas 1:5,7,13,15,41)
Jika kita mau konsisten, maka kisah kelahiran Yohanes Pembaptis di atas tidak kalah ajaibnya dengan kisah kelahiran Yesus menurut Alkitab. Keduanya, memiliki kualifikasi yang sama, yakni sama-sama berkat campur tangan langsung Roh Kudus. Bedanya, jika Yesus lahir dari seorang perawan muda, maka Yohanes Pembaptis lahir dari seorang perempuan mandul yang sudah tua bangka. Keduanya tidak mungkin lahir tanpa bantuan langsung Roh Kudus.
Jika Yesus dianggap Tuhan karena kejadiannya oleh sebab campur tangan langsung Roh Kudus, maka, mengapa umat Kristen tidak menuhankan Yohanes Pembaptis, yang juga kejadiannya oleh sebab campur tangan langsung Roh Kudus?
3. Roh Kudus.
Tidak ada satu ayat pun dalam Alkitab yang menyatakan bahwa Roh Kudus memiliki derajat kesetaraan dengan Allah. Dalam hal ini perlu ditegaskan bahwa Roh Allah (Perjanjian Lama) tidak sama dengan Roh Kudus (Perjanjian Baru), karena umat Israel hanya memiliki satu Tuhan yaitu Allah (Elohim/Jahweh). Simak ayat berikut:
Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air. (Kejadian 1:2)
Roh Allah sebagaimana tersebut dalam ayat di atas (Perjanjian Lama) bermakna Allah sendiri dan tidak ada hubungannya sama sekali dengan Roh Kudus dalam Perjanjian Baru. Demikian juga dengan roh Allah sebagaimana tersebut dalam pesan Yesaya berikut ini:
Lihat, itu hamba-Ku yang Kupegang, orang pilihan-Ku, yang kepadanya Aku berkenan. Aku telah menaruh roh-Ku ke atasnya, supaya ia menyatakan hukum kepada bangsa-bangsa. (Yesaya 42:1)
Roh Allah dalam pesan Yesaya di atas bermakna roh ciptaan Allah. Allah telah menentukan "orang pilihan"-Nya dengan memberikan roh kepadanya sejak masih dalam kandungan. Makhluk hidup seperti malaikat, jin, manusia, dan binatang semuanya memiliki roh yang diciptakan oleh Allah. Namun demikian, hanya tertentu saja dari mereka yang menjadi "orang pilihan"-Nya.
Berkenaan dengan pesan Yesaya di atas, Perjanjian Baru secara khusus menyebut istilah roh Allah berikut ini:
Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan ia melihat roh Allah seperti burung merpati turun ke atasnya, lalu terdengarlah suara dari langit yang mengatakan: "Inilah anak-Ku yang Kukasihi, kepadanyalah Aku berkenan." (Matius 3:16-17)
Ayat Matius tersebut sebenarnya merupakan distorsi dari pesan Yesaya di atas. Dalam hal ini, bukanlah maksud pengarang Matius untuk menyatakan kesetaraan Yesus dengan Allah, tetapi bahwa pengarang Matius berupaya keras untuk menggenapi seluruh nubuat Perjanjian Lama dengan menyuguhkan sosok Yesus. Bagaimanapun juga, roh Allah dalam kasus Matius ini tidak memiliki hubungan sama sekali dengan Roh Kudus. Lebih jauh, tidak ada konfirmasi sama sekali dalam seluruh Perjanjian Baru yang menyatakan bahwa Roh Kudus memiliki derajat kesetaraan dengan Allah.
Bahkan, dalam Perjanjian Baru sendiri, dengan mengkontraskan Matius 1:18 dan Lukas 1:26-27 dapat diidentifikasi bahwa Roh Kudus sebenarnya adalah malaikat Gabriel.
Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri. (Matius 1:18)
Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret, kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria. (Lukas 1:26-27)
Ringkasnya, identifikasi yang paling mungkin atau bahkan paling tepat tentang pribadi Roh Kudus adalah malaikat Gabriel. Malaikat Gabriel adalah malaikat yang mempunyai tugas sebagai penyampai wahyu/ilham/pesan dari Allah kepada orang-orang tertentu yang menjadi pilihan Allah di muka bumi. Ia sering berubah-ubah bentuk fisik. ** Ia bisa menjelma menjadi manusia, binatang, benda mati, raksasa, hingga kembali ke bentuk aslinya sebagai Roh Kudus (Roh Suci yang ghaib). Dalam hal ini perlu dijelaskan ketika malaikat Gabriel menghampiri Maria dalam wujud manusia dengan menjanjikan Roh Kudus:
Kata Maria kepada malaikat itu: "Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?" Jawab malaikat itu kepadanya: " Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, anak Allah. (Lukas 1:34-35)
Dijelaskan dalam ayat di atas, bahwa ketika menghampiri Maria untuk mengabarkan kehamilannya, malaikat Gabriel berubah wujud seperti manusia, dan ketika memperkuat janin Yesus (Nabi Isa) dalam kandungan rahim Maria, malaikat Gabriel kembali ke wujud aslinya sebagai Roh Kudus. Demikian pula ketika memperkuat janin Yohanes Pembaptis (Nabi Yahya) dalam kandungan rahim Elisabet, malaikat Gabriel berwujud sebagai Roh Kudus. Konon, janin Yohanes Pembaptis melonjak kegirangan ketika mendengan salam Maria:
Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabetpun penuh dengan Roh Kudus. (Lukas 1:41)
Roh Kudus juga konon memberi wahyu/ilham kepada Nabi Zakharia untuk bernubuat:
Dan Zakharia, ayahnya, penuh dengan Roh Kudus, lalu bernubuat, katanya: ... (Lukas 1:67)
Terlepas dari persoalan siapa sebenarnya Roh Kudus itu, yang pasti Alkitab tidak pernah meninggikan derajat Roh Kudus hingga setara dengan Allah.
4. Doktrin Paulus Tarsus.
Berikut doktrin ketuhanan menurut Paulus:
Namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup. (1 Korintus 8:6)
Dari ayat di atas, Paulus ingin mempengaruhi orang-orang Korintus pada waktu itu agar mengikuti ajarannya, bahwa Tuhan terdiri dari dua substansi yaitu Bapa dan Yesus Kristus. Doktrin Paulus di atas, bukan saja bertentangan dengan konsep ketuhanan dalam Perjanjian Lama, tetapi juga bertentangan dengan pernyataan Yesus dalam kitab-kitab kanonik (Markus, Matius, Lukas, dan Yohanes).
Lebih jauh, Paulus juga menyampaikan sebuah konsep tentang kemanunggalan Tuhan bersama Melkisedek:
Ia (Melkisedek) tidak berbapak, tidak beribu, tidak bersilsilah, harinya tidak berawal dan hidupnya tidak berkesudahan, dan karena ia dijadikan sama dengan Anak Allah (Yesus), ia tetap menjadi imam sampai selama-lamanya. (Ibrani 7:3)
Jadi, menurut Doktrin Paulus, Tuhan merupakan kemanunggalan dari tiga mitra yang sejajar yang terdiri atas Bapa, Yesus, dan Melkisedek.
Tentu saja, yang membuat kita terheran-heran adalah, mengapa surat-surat Paulus yang berjumlah 14 kitab itu begitu saja diterima dan dimasukkan ke dalam kanon Perjanjian Baru hanya oleh usulan Athanasius, uskup Aleksandria pada tahun 367 M? Sebagaimana dapat dibaca dalam berbagai literatur, Paulus bukan dan tidak pernah menjadi murid Yesus. Pernyataan-pernyataanya merupakan tulisan yang sangat jelas membesarkan diri sendiri.
Perlu diketahui, bahwa tidak ada nabi/rasul yang menulis kitab dengan tangan sendiri. Semua ajaran nabi/rasul ditulis dan diabadikan oleh para pengikutnya yang percaya akan kenabian/kerasulannya. Jika ada seorang yang mengaku nabi/rasul dengan menulis sendiri ajarannya dalam sebuah kitab tertentu dan menyebarkannya kepada orang lain maka dapat dipastikan ia adalah nabi/rasul palsu, terlebih jika tulisan tersebut tampak jelas berisi ajaran dengan membesarkan diri sendiri.
KESIMPULAN:
Konsep ketuhanan Trinitas yang dikumandangkan para misionaris Kristen sesungguhnya tidak ada dalam Alkitab. Ia adalah doktrin gereja dan merupakan pengembangan sayap dari Doktrin Paulus, yang selanjutnya dipercaya begitu saja oleh umat Kristen tanpa dasar yang kuat.
Keterangan:
** Beberapa wujud malaikat Gabriel yang dicatat dalam Alkitab/Bibel antara lain:
(a) Wujud raksasa.
Konon digambarkan dalam Alkitab, ketika Nabi Zakharia hendak membakar ukupan di dalam Bait Suci, ia melihat malaikat Gabriel berdiri di sebelah kanan mezbah dalam wujud raksasa. Kontan saja, Nabi Zakharia terkejut dan ketakutan:
Maka tampaklah kepada Zakharia seorang malaikat Tuhan berdiri di sebelah kanan mezbah pembakaran ukupan. Melihat hal itu ia terkejut dan menjadi takut ...[/COLOR[ Jawab malaikat itu kepadanya: "Akulah Gabriel yang melayani Allah dan aku telah diutus untuk berbicara dengan engkau dan untuk menyampaikan kabar baik ini kepadamu. (Lukas 1:11-12,19)
(b) Wujud manusia biasa.
Ketika hendak mengabarkan kehamilan Maria, malaikat Gabriel berwujud seperti manusia biasa dengan memasuki rumah Maria:
Ketika [COLOR=BLUE]malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: "Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau." Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu. (Lukas 1:28-29)
(c) Wujud asli sebagai Roh Kudus.
Dijelaskan dalam Alkitab, sebagaimana yang konon dituturkan oleh malaikat Gabriel, Yohanes Pembaptis (Nabi Yahya) akan diperkuat oleh Roh Kudus mulai dari rahim ibunya (Elisabet).
Sebab ia akan besar di hadapan Tuhan dan ia tidak akan minum anggur atau minuman keras dan ia akan penuh dengan Roh Kudus mulai dari rahim ibunya. (Lukas 1:15)
Wassalaam.
Kaum misionaris Kristen senantiasa mengajarkan bahwa Tuhan itu terdiri atas tiga pribadi dalam satu substansi atau yang lebih dikenal dengan istilah Trinitas atau Tritunggal (Bapa, Anak/Yesus, dan Roh Kudus) . Dari manakah dasar ajaran dan keyakinan ini? Adakah tertulis dalam Alkitab/Bibel?
Pada bagian ini kita akan mencermati apa yang dikatakan Alkitab tentang konsep ketuhanan dengan mengkonfrontasikannya dengan ajaran/doktrin Trinitas. Tentu saja dalam pembahasan ini kita harus memisahkan antara ajaran dan keyakinan tentang Trinitas dengan apa saja yang dikatakan Alkitab tentang konsep ketuhanan.
1. Bapa/Allah.
Perjanjian Lama secara tegas menyatakan bahwa tidak ada tuhan-tuhan lain bagi umat Israel kecuali Allah.
Akulah Tuhanmu, yang telah membebaskanmu dari negeri Mesir, keluar dari tempat perbudakan; engkau tidak ada memiliki tuhan-tuhan lain selain Aku. (Keluaran 20:2-3 - al. Douay-Rheims Bible 1582 M & King James Version 1611 M)
Engkau diberi melihatnya untuk mengetahui, bahwa Tuhanlah Allah, tidak ada yang lain kecuali Dia. (Ulangan 4:35)
Bahkan, dalam Perjanjian Baru, Yesus sendiri menyatakan secara tegas bahwa Tuhan itu hanyalah Allah saja.
Jawab Yesus: "Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa. (Markus 12:29)
Jawab Yesus: "Mengapa engkau memanggilku Guru yang baik? ]Hanya Satu yang baik, yaitu Allah. Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah-Nya. (Matius 19:17 - al. Douay-Rheims Bible 1582 M & King James Version 1611 M)
Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus. (Yohanes 17:3)
Konsep ketuhanan dan keesaan Allah ini sangat jelas dikatakan oleh Alkitab.
Telah dijelaskan bahwa TRINITAS sama sekali tidak berarti adanya 3 allah (politeisme) di "Tanggapan No. 43 : KEBOHONGAN KONSEP TRINITAS !" di http://www.sarapanpagi.org/viewtopic.php?p=1596#1596
Karena asumsi sepihak, muncullah banyak kekeliruan pemahaman dari pihak non-kristiani mengenai apa yang diimani dan yang dilakukan oleh umat Kristiani. Salah satunya adalah konsep TRINITAS, dimana Tuhan yang Esa Monoteis dari para ahli Kitab telah dikelirukan dengan 3 Tuhan yang politeis.
Berdasarkan matematika SD mereka menuduh bahwa Kristianitas mengajarkan kesesatan yang tidak masuk akal, yaitu bahwa jelas-jelas Allah yang disembah itu tiga, tetapi dibilang satu. Hal ini terjadi karena si penuduh mengenakan 2 kekeliruan terhadap keberadaan Allah, keberadaan yang exclusive (saling pisah) dengan finite (terbatas) sehinggal 1+1+1=3. Padalah rumusan yang lebih mirip adalah inclusive dan infinite, yaitu 1~ x 1 ~ x 1~ = 1 ~
Kedua, berdasarkan penarfsiran Qs 5:73-75, 116 mereka beranggapan bahwa umat Kesalah-pahaman pertama dari teman-teman Muslim sebenarnya amat kasat mata.
Kristianitas sama sekali tidak berurusand engan 3 Tuhan yang bergabung jadi satu, tetapi satu keilahian Allah yang memiliki 3 Pribadi. Dengan pendekatan istlah lain Trinitas adalah Allah dengan satu APA dan tiga SIAPA. Satu Hakekat/ substansi Ilahi dengan tiga Relasi. Yakni bahwa Bapa itu Allah (Yohanes 6:27; 5:18; Matius 6:5-14), Anak itu Allah (Yohanes 1:1; 14:10,11; 17:10; 20:28; Wahyu 1:8; 1 Yohanes 5:20) , dan Roh Kudus itu Allah (al. Yohanes 15:26; Kisah 5:3-4) dan Allah tetap Esa (al. Yakobus 2:19; Ulangan 6:4).
Sengaja kami tampilkan ayat-ayat pembuktian diatas yang tidak satupun terambil dari suray-surat Paulus (!). Melainkan dari Rasul dan murid-murid Yesus lainnya. Ini merupakan bukti lanjutan bahwa Trinitas itu bukan karangan-karangan Paulus (atau hanya hadir di kalangan Paulus) seperti yang sering dituduhkan orang.
Alkitablah yang menyingkapkan keberadaanNya sendiri :
* Matius 28:19
"Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam 'nama' ('ONOMA') Bapa dan Anak dan Roh Kudus,"
Bapa dan Anak dan Roh Kudus, oleh kalangan Muslim dipandang sebagai politeisme (3 allah).
Tetapi di dalam Alkitab bahasa asli ditulis dengan 'ONOMA' bentuk tunggal, bukan dengan 'ONOMATA' bentuk jamak.
Text bahasa aslinya adalah demikian :
TR, πορευθεντες ουν μαθητευσατε παντα τα εθνη βαπτιζοντες αυτους εις το ονομα του πατρος και του υιου και του αγιου πνευματος
Interlinear, poreuthentes {pergilah} oun {karena itu} mathêteusate {jadikanlah murid(-Ku)} panta {semua} ta ethnê {bangsa-bangsa} baptizontes {babtiskanlah} autous {mereka} eis {dalam} to onoma {nama (singular)} tou patros {Bapa} kai {dan} tou huiou {Anak} kai {dan} tou Hagiou {Kudus} pneumatos {Roh}.
Perubahan bentuk kata 'ONOMA':
Tunggal:
Nominatif, 'ONOMA'
Genitif, 'ONOMATOS'
Datif, 'ONOMATI'
Akusatif, 'ONOMA'
Jamak:
Nominatif, 'ONOMATA'
Genitif, 'ONOMATON'
Datif, 'ONOMASIN'
Akusatif, 'ONOMATA'
Bapa, Anak, dan Roh Kudus, masing-masing bukanlah "nama".
Konsep ini tidak bertentangan dengan TANAKH IBRANI :
Salah satu contoh ayat :
* Kejadian 1:1
"Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi."
Hebrew Translit Interlinear, "BERE'SYIT {pada mulanya} BARA' {(Dia) menciptakan} 'ELOHIM {Allah} 'ET HASYAMAYIM {langit itu} VE'ET {dan} HA'ARETS {bumi itu}"
Kata Allah dalam bahasa Ibrani 'ELOHIM menggunakan bentuk jamak tetapi dengan kata kerja tunggal, hal ini saja sudah menyiratkan keesaan Allah yang serba kompleks.
Alkitab mengajar dengan jelas bahwa Allah itu Esa :
* Ulangan 6:4
"Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa!"
SYEMA' {dengarlah} YISRÂ'ÊL {wahai Israel} YHVH {baca: 'ADONÂY, TUHAN) 'ELOHÊYNU {Allah kita} YHVH {baca: 'ADONÂY, TUHAN} 'EKHÂD {satu, esa}
Yesus sendiri menekankan pentingnya ajaran Kitab Suci ini tentang ke-Esa-an Allah :
* Markus 12:29
Jawab Yesus: "Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.
TR, ο δε ιησους απεκριθη αυτω οτι πρωτη πασων των εντολων ακουε ισραηλ κυριος ο θεος ημων κυριος εις εστιν
Interlinear, ho de {dan} iêsous {Yesus} apekrithê {Dia menjawab} AUTÔ {kepadanya} hoti {bahwa} prôtê {pertama} asôn {dari segala} tôn entolôn {perintah-perintah} akoue {dengarlah engkau} israêl {Israel} kurios {Tuhan} ho theos {Allah} hêmôn {kita} kurios {Tuhan} heis {satu} estin {Dia adalah}
Paham Trinitas sama sekali tidak berarti adanya tiga allah sebagaimana yang dibayangkan secara salah oleh teman-teman Muslim. Arti dari paham ini ialah bahwa Allah itu satu adanya.
Yesus berkata kepada murid-muridNya, "Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa muridKu dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus" (Matius 28:19). Monoteisme jelas sekali dalam kata-kataNya, "baptislah mereka dalam nama"--> 'ONOMA' (single).
Yesus tidak berkata baptislah mereka dalam nama-nama 'ONOMATA' (plural) Bapa, Anak dan Roh Kudus. Namun Keesaan dipaparkan dengan jelas dalam kata-kataNya, 'ONOMA' TOU PATROS KAI TOU HUIOU KAI TOU HAGIOU PNEUMATOS" (lihat penjelasan diatas)
Allah yang Esa bukan berarti Allah seperti seonggok batu. Kami meyakini keesaan Allah yang multi-kompleks. Kata Allah dalam bahasa Ibrani 'ELOHIM menggunakan bentuk jamak tetapi dengan kata kerja tunggal, hal ini saja sudah menyiratkan keesaan Allah yang serba kompleks.
Perhatikan beberapa contoh sifat-sifat yang dipunyai oleh setiap Pribadi Allah Trinitas tersebut, semuanya sungguh mengkonfirmasikan sifat keilahian :
Bapa :
- Maha Tahu (1 Yohanes 3:20)
- Pencipta (Yesaya 64:8; 44:24)
- Ada dimana-mana (1 Raja 8:27)
- Kekal (Mazmur 90:2)
- Pemberi hidup (Kejadian 2:7)
- Menguduskan (1 Tesalonika 5:23)
- Kasih (Yohanes 3:16)
Putera :
- Maha Tahu (Yohanes 16:30)
- Pencipta (Yohanes 1:3; Kolose 1:15-17)
- Ada dimana-mana (Matius 28:20)
- Kekal (Mikha 5:1-2)
- Pemberi hidup (Yohanes 1:3; 5:21)
- Menguduskan (Ibrani 2:11)
- Kasih (Efesus 5:25)
Roh Kudus :
- Maha Tahu (1 Korintus 2:10-11)
- Pencipta (Ayub 33:4; 26:13)
- Ada dimana-mana (Mazmur 139:7-10)
- Kekal (Roma 8:11)
- Pemberi hidup (2 Korintus 3:6-8 )
- Menguduskan (1 Petrus 1:2)
- Kasih (Roma 15:30)
Kesalahpahaman tentang Trinitas, datang dari para penafsir kalangan Muslim ketika mereka salah merincikan SIAPA 3 Oknum Allah yang dimaksud oleh Qur'an (Qs 4: 171). Dimanapun Muhammad tidak pernah berkata "Tuhan itu tiga" adalah "Bapa, Anak, dan Roh Kudus" seperti yang diimani orang Kristen.
Karena tidak kena-mengena dengan Kristianitas, maka tuduhan ini sebaiknya kita kembalikan kepada yang empunya tuduhan dengan mempertanyakan balik :
"Ahli kitab (Kristen dan Yahudi) manakah yang dituduh menyembah TUHAN ITU TIGA? Siapakah tuhan-tuhan yang tiga itu? .
2. Anak Allah.
Frasa "anak Allah" banyak ditemukan dalam Alkitab. Namun demikian, Alkitab tidak pernah menyatakan bahwa "anak Allah", siapa pun dia, memiliki kesetaraan dengan Allah. Tampaknya, Alkitab hanya ingin menggambarkan bahwa siapa saja yang memiliki hubungan kedekatan secara spiritual dengan Allah dianugerahi gelar sebagai "anak Allah".
Ketika manusia itu mulai bertambah banyak jumlahnya di muka bumi, dan bagi mereka lahir anak-anak perempuan, maka anak-anak Allah melihat, bahwa anak-anak perempuan manusia itu cantik-cantik, lalu mereka mengambil isteri dari antara perempuan-perempuan itu, siapa saja yang disukai mereka. (Kejadian 6:1-2)
Menurut ayat di atas, disiratkan bahwa sebelum Allah menciptakan manusia, anak-anak Allah telah terlebih dahulu diciptakan, hingga ketika jumlah manusia bertambah banyak, konon anak-anak Allah tersebut tertarik kepada anak-anak perempuan manusia lalu mengambil istri dari antara perempuan-perempuan itu dan melahirkan keturunan bagi mereka (Kejadian 6:4).
Simak juga anak-anak Allah yang lain berikut ini:
Maka engkau harus berkata kepada Firaun: Beginilah firman TUHAN: Israel ialah anak-Ku, anak-Ku yang sulung ; (Keluaran 4:22)
Dengan menangis mereka akan datang, dengan hiburan Aku akan membawa mereka; Aku akan memimpin mereka ke sungai-sungai, di jalan yang rata, di mana mereka tidak akan tersandung; sebab Aku telah menjadi Bapa Israel, [I] Efraim adalah anak sulung-Ku[/COLOR] . (Yeremia 31:9)
Inilah permulaan Injil tentang Yesus Kristus, anak Allah. (Markus 1:1)
anak Enos, anak Set, anak Adam, anak Allah. (Lukas 3:38)
Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. (Matius 5:9)
"Anak Allah" adalah "gelar" bagi Yesus Kristus dalam status inkarnasiNya di dunia ini :
* Lukas 1:35
Jawab malaikat itu kepadanya: "Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah.
King James Version (KJV), And the angel answered and said unto her, The Holy Ghost shall come upon thee, and the power of the Highest shall overshadow thee: therefore also that holy thing which shall be born of thee shall be called the Son of God.
Textus Receptus (TR), και αποκριθεις ο αγγελος ειπεν αυτη πνευμα αγιον επελευσεται επι σε και δυναμις υψιστου επισκιασει σοι διο και το γεννωμενον αγιον κληθησεται υιος θεου
Interlinear, kai {lalu} apokritheis {menjawab} ho {itu} aggelos {malaikat} eipen {berkata} autê {kepadanya, pneuma {Roh} agion {Kudus} epeleusetai {akan datang} epi {atas} se {engkau,} kai {dan} dunamis {kuasa} upsistou {Yang Mahatinggi} episkiasei {akan menaungi} soi {engkau;} dio {karena itu} kai {juga} to {yang} gennômenon {dilahirkan} agion {Kudus} klêthêsetai {akan dipanggil} huios {Anak} theou {Allah}
Sekalipun Gabriel berpesan kepada Maria dengan mengatasnamakan Allah, bahwa Maria akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, namun pada awalnya, Maria tidak mampu memahami konsep ANAK diluar kerangka biologis. Maka, Maria bertanya : “Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?[/u]”
Namun, Gabriel segera mengkoreksi konsep "ANAK" seperti yang dibenak Maria yang harus bercirikan sentuhan sex/biologis. Gabriel menjelaskan “[i]Roh Kudus akan turun atasmu dan Kuasa Allah yang Mahatinggi akan menaungi engkau: sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah”
Sedemikian jelasnya, sejelas-jelasnya dan sah-nya sebutan "Anak Allah" ini berasal, namun kita masih menyaksikan bahwa istilah ini tetap dipermasalahkan oleh orang-orang yang merasa lebih mengetahui ketimbang Gabriel dan Maria sendiri.
Teman Muslim sering menyalah-artikan bahwa "Anak Allah" dimaknakan dalam pengertian "Allah itu beranak". Istilah "Anak Allah" ini disebutkan Gabriel sampai dua kali kepada Maria. Sebutan kedua disusulkan untuk mengkoreksi persepsi yang salah dari Maria, dan ternyata ia akhirnya dapat menerima penjelasan itu, lalu menyerahkan konsepsi (pembuahan) ANAK untuk dikuasai sepenuhnya oleh Allah yang Mahatinggi.
Maka terjadilah mujizat yang terbesar dalam sejarah kemanusiaan yaitu inkarnasi Allah menjadi anak manusia, yaitu istilah teologis untuk masuknya keilahian dalam ujud dan kehidupan kemanusiaan.
Lebih jauh, kita masih melihat betapa pengkritik kalangan Muslim ini mencoba mengaburkan istilah Anak Allah menjadi pengertian insani saja, bukan rohani. Seperti dalam artikel diatas ini, mereka mendalihkan itu sebagai istilah Alkitab karena dikenakan kepada semua orang percaya kepada Allah, dan dinamakan anak-anak Allah. Namun, mereka justru sungguh memperlihatkan ketidak-pahaman akan bahasa Alkitab, lalu tersesat sendiri, karena yang disebut "Anak Allah" itu adalah satu-satunya, yaitu singkatan dari "Anak Tunggal Allah" (Yohanes 1:14, 18; 3:16), atau yang sering disingkat menjadi "Anak" saja :
1. Anak Allah
* Yohanes 1:14
Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.
KJV, And the Word was made flesh, and dwelt among us, and we beheld his glory, the glory as of the only begotten of the Father, full of grace and truth.
TR, και ο λογος σαρξ εγενετο και εσκηνωσεν εν ημιν και εθεασαμεθα την δοξαν αυτου δοξαν ως μονογενους παρα πατρος πληρης χαριτος και αληθειας
Interlinear, kai {adapun} ho {itu} logos {Firman} sarx {manusia (yang berdaging)} egeneto {menjadi,} kai {dan} eskênôsen {berdiam} en {diantara} êmin {kita,} kai {(bahkan)} etheasametha tên {kita melihat} doxan {kemuliaan} autou {-Nya} hôs {SEBAGAI} monogenous {Yang Unik/ Yang Tunggal/(of an only begotten)} para {dari} patros {Bapa} plêrês {penuh} charitos {anugerah} kai {DAN} alêtheias {kebenaran}
*Yohanes 1:18
Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya.
KJV, No man hath seen God at any time, the only begotten Son, which is in the bosom of the Father, he hath declared him.
TR, θεον ουδεις εωρακεν πωποτε ο μονογενης υιος ο ων εις τον κολπον του πατρος εκεινος εξηγησατο
Interlinear, theon {Allah} oudeis {tidak satupun} eôraken {melihat} pôpote {pernah} ho monogenês {Yang Tunggal} theos {Allah} huios {Anak} ho {yang} hôn {ada} eis {di} ton kolpon {pangkuan/pelukan} tou patros {Bapa} ekeinos {Dia itu} exêgêsato {menyatakanNya}
* Yohanes 3:16
Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
KJV, For God so loved the world, that he gave his only begotten Son, that whosoever believeth in him should not perish, but have everlasting life.
TR, ουτως γαρ ηγαπησεν ο θεος τον κοσμον ωστε τον υιον αυτου τον μονογενη εδωκεν ινα πας ο πιστευων εις αυτον μη αποληται αλλ εχη ζωην αιωνιον
Translit Interlinear, outôs {demikian} gar {karena} êgapêsen {mengasihi} ho theos {Allah} ton kosmon {manusia di dunia} hôste {sehingga} ton uion{anak} autou ton monogenê {yang tunggal/ yang unik} edôken {Ia telah memberikan} ina {supaya} pas {setiap (orang yang)} ho pisteuôn {percaya} eis {kepada} auton {Dia} mê {tidak} apolêtai {menjadi binasa} all {melainkan} echê {beroleh} zôên {hidup} aiônion {kekal}
Tulisan "Anak Allah" sebagai "gelar" bagi Yesus Kristus, 'huios theou' selalu dalam bentuk tunggal (dalam terjemahan bahasa-bahasa yang menggunakan huruf latin ditulis dengan awalan huruf kapital).
Kata "Tunggal", Yunani "monogenous/ monogenes", menurut leksikon Yunani : single of its kind (unique), only . Maka pengertiannya dalam bahasa Indonesia adalah "yang tunggal; yang unik, yang khas/ khusus; yang tiada taranya". Maksud gelar "Tunggal" disini adalah Yesus "berbeda" dengan gelar anak-anak Allah yang disandang oleh manusia lainnya. Sebab Yesus yang asali bukanlah ciptaan, melainkan Ia adalah Allah sendiri yang inkarnasi ke dunia, lahir dengan meminjam rahim seorang perawan, dan kelahiranNya ini bukan akibat proses pembuahan/ perkawinan perempuan dan laki-laki. melainkan Ia lahir secara khusus dari Roh Kudus :
* Matius 1:20
Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus
KJV, But while he thought on these things, behold, the angel of the LORD appeared unto him in a dream, saying, Joseph, thou son of David, fear not to take unto thee Mary thy wife: for that which is conceived in her is of the Holy Ghost.
TR, ταυτα δε αυτου ενθυμηθεντος ιδου αγγελος κυριου κατ οναρ εφανη αυτω λεγων ιωσηφ υιος δαβιδ μη φοβηθης παραλαβειν μαριαμ την γυναικα σου το γαρ εν αυτη γεννηθεν εκ πνευματος εστιν αγιου
Interlinear : tauta {hal-hal ini} de {tetapi} autou {dia} enthumêthentos {ketika memikirkan} idou {perhatikanlah} aggelos {Malaikat} kuriou {Tuhan} kat {didalam} onar {mimpi} ephanê {menampakkan diri} autô {kepada dia} legôn {berkata} iôsêph {Yusuf} huios {anak (keturunan)} dabid {Daud} mê {janganlah} phobêthês {engkau merasa takut} paralabein {untuk mengambil} mariam {Maria} tên gunaika {tunangan} sou {mu} to {(Anak yang)} gar {sebab} hen {didalam} autê {dia} gennêthen {terjadi} ek {dari} pneumatos {Roh} estin agiou {Kudus}
* Lukas 1:35
Jawab malaikat itu kepadanya: "Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah.
KJV, And the angel answered and said unto her, The Holy Ghost shall come upon thee, and the power of the Highest shall overshadow thee: therefore also that holy thing which shall be born of thee shall be called the Son of God.
TR, και αποκριθεις ο αγγελος ειπεν αυτη πνευμα αγιον επελευσεται επι σε και δυναμις υψιστου επισκιασει σοι διο και το γεννωμενον αγιον κληθησεται υιος θεου
Interlinear, kai {lalu} apokritheis {menjawab} ho {itu} aggelos {malaikat} eipen {berkata} autê {kepadanya} pneuma {Roh} agion {Kudus} epeleusetai {akan datang} epi {atas} se {mu} kai {dan} dunamis {kuasa} upsistou {Yang Mahatinggi} episkiasei {akan menaungi} soi {engkau} dio {karena itu} kai {juga} to {yang} gennômenon {dilahirkan} agion {Kudus} klêthêsetai {akan dipangil} huios {Anak} theou {Allah}
KelahiranNya yang "unik" ini berkaitan dengan gelar "ho monogenes huios", "Sang Anak yang tunggal" ("Yang Unik/Yang satu-satunya/ Yang tiada taranya").
Anak Tunggal Bapa / Yang Tunggal dari Bapa yang dimaksudkan dalam Yohanes 1:14 adalah sebutan bagi Yesus yang adalah Allah itu datang ke bumi sebagai manusia. Kekhususan gelar "Anak Tunggal Allah" sebagai kekhususan pribadi Yesus yang adalah Sang Firman yang 'nuzul' dalam wujud manusia. Di dalam kemanusiaan Yesus telah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allahan, artinya, bahwa seluruh hakekat Allah dinyatakan di dalam diri Yesus.
* Kolose 2:9
"Sebab dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allahan,
TR : hoti en autô katoikei pan to plêrôma tês theotêtos sômatikôs
Di dalam diri Yesus itulah Allah menyatakan atau memperkenalkan diri-Nya secara sempurna. Oleh karena itu maka Yesus juga disebut "cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah", sehingga barangsiapa telah melihat Yesus, ia telah melihat Bapa :
* Yohanes 14:9
... "Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa" ...
TR Translit, ho eôrakôs eme eôraken ton patera
*Ibrani 1:3
Ia adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah dan menopang segala yang ada dengan firman-Nya yang penuh kekuasaan. Dan setelah Ia selesai mengadakan penyucian dosa, Ia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar, di tempat yang tinggi
TR Translit, hos hôn apaugasma tês doxês kai charaktêr tês upostaseôs autou pherôn te ta panta tô rêmati tês dunameôs autou di eautou katharismon poiêsamenos tôn amartiôn êmôn ekathisen en dexia tês megalôsunês en upsêlois
Itulah yang membedakan istilah "Anak Tunggal Allah" (monogenes) dengan istilah "anak-anak Allah" yang diberikan kepada manusia biasa. Perlu dicatat bahwa iman Kristiani tidak pernah memandang istilah "Anak Allah" itu berarti Allah sebagai makhluk biologis, kawin, kemudian mempunyai anak. Penggelaran "Anak Allah" diberikan setelah Dia dibabtis di sungai Yordan:
* Matius 3:16-17
3:16 Sesudah dibabtis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun keatasNya,
3:17 Lalu terdengarlah suara dari Sorga yang mengatakan: "Inilah Anakku yang Kukasihi, kepadaNyalah Aku berkenan.
Yesus disebut Anak Allah "huios theou" (bentuk tunggal). Anak Allah bukan berarti bahwa Allah itu seperti seorang perempuan beranak. "Anak Allah" adalah gelar yang diberikan untuk menunjukkan keakraban hubungan. Yesus dan Bapa memiliki "satu" hakikat, tidak berarti bahwa kedua-duanya itu identik.
2. anak-anak Allah
Sebenarnya telah terjadi kesalah-pahaman dari orang yang teman-teman Muslim tentang sebutan "Anak Allah" dan "anak-anak Allah" Tidak pernah ada seorang nabi yang disebut sebagai "Anak Allah" dalam 'bentuk tunggal' kecuali kepada Yesus Kristus. Ungkapan "anak-anak Allah" dalam bentuk jamak di era Perjanjian Lama, istilah itu ditujukan kepada keturunan Adam lewat Set yang saleh (Kejadian 6:2), juga ditujukan kepada para malaikat (Ayub 1:6) dan kepada bangsa pilihan, yaitu Israel. Cara penggunaan kepada bangsa Israel sebagai keseluruhan dan kepada raja mereka secara khusus, menyatakan hubungan mereka dengan Allah dalam arti Allah memelihara dan melindungi mereka di satu pihak, dan pada pihak lain, pelayanan dan ketaatan manusia kepada Allah. Dalam hal ini Allah dipandang sebagai seorang Bapa.
Umat Kristiani dan orang-orang percaya juga disebut anak-anak Allah (terjemahan anak = ditulis dalam huruf kecil dan jamak) Alkitab menyatakan :
* Roma 8:14
Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah.
KJV, For as many as are led by the Spirit of God, they are the sons of God.
TR, οσοι γαρ πνευματι θεου αγονται ουτοι εισιν υιοι θεου
Interlinear, hosoi {semua (orang) yang} gar {karena} pneumati {oleh Roh} theou {Allah} agontai {dipimpin,} outoi {orang-orang ini} eisin {adalah} huioi {anak-anak (sons)} theou {Allah}
* Galatia 3:26
Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena iman di dalam Yesus Kristus.
KJV, For ye are all the children of God by faith in Christ Jesus.
TR, παντες γαρ [color=olive]υιοι θεου εστε δια της πιστεως εν χριστω ιησου
Interlinear, pantes {semua} gar {sebab} huioi {anak-anak (sons)} theou {Allah} este {kamu adalah} dia {melalui} tês pisteôs {iman} hen {didalam} christô {Kristus} iêsou {Yesus}
'huioi theou' adalah bentuk jamak dari 'huios theou'. "Anak-anak Allah" adalah manusia yang diangkat oleh Allah menjadi anak-anak-Nya. Pengangkatan ini bersyarat, menerima dan beriman kepada Yesus Kristus.
Orang-orang Kristen dan orang-orang percaya yang dipimpin Roh Allah (Roh Kudus), disebut anak-anak Allah. Yesus Kristus juga disebut Anak Allah. Apakah perbedaan antara sebutan Anak Allah bagi Yesus dan bagi orang Kristen?
Dari semua umat Kristen yang berhak disebut ANAK TUNGGAL ALLAH adalah Yesus Kristus sendiri. Sedangkan orang Kristen disebut anak-anak Allah karena mereka dipimpin Roh Allah.
Selain itu, Alkitab juga menggambarkan bahwa orang-orang yang memiliki hubungan kedekatan secara sepiritual dengan Allah dianggap menjadi satu kesatuan dengan Allah. Yesus berkata:
Bapaku, yang memberikan mereka kepadaku, lebih besar daripada siapapun, dan seorangpun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa. Aku dan Bapa adalah satu. (Yohanes 10:29-30)
Dan bukan untuk mereka ini saja aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang, yang percaya kepadaku oleh pemberitaan mereka, supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam aku dan aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus aku ... Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam aku, supaya mereka sempurna menjadi satu, agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi aku ... dan aku telah memberitahukan nama-Mu kepada mereka dan aku akan memberitahukannya, supaya kasih yang Engkau berikan kepadaku ada di dalam mereka dan aku di dalam mereka. (Yohanes 17:20-21,23,26)
Konteks "satu", Yunani, "hen" dalam pernyataan "satu hakikat" ke-Allah-an :
* Yohanes 10:30
Aku dan Bapa adalah satu
KJV, I and my Father are one.
TR, εγω και ο πατηρ εν εσμεν
Interlinear, egô {Aku} ka i{dan} ho patêr {Bapa itu} hen {satu} esmen {kami adalah}
Yohanes 10:30 dari segi kaidah bahasa Yunani, menyatakan bahwa Yesus dan Bapa memiliki satu Dzat, satu Hakekat yaitu Allah. Kata satu "hen" diatas menunjukkan pernyataan Yesus adalah Allah, yang "satu" sama hakekat dengan Bapa. Ayat diatas lebih lanjut dipertegas dalam ayat-ayat : "Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa" (Yohanes 14:9), dan "Akulah jalan dan kebenaran, dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa kalau tidak melalui Aku." (Yohanes 14:6).
Lalu bagaimana dengan Doa Yesus yang mengatakan bahwa Yesus menyatu "hen" dengan murid-muridnya? Mari kita tinjau bukan dari kata "hen" saja, tetapi juga meneliti tata-bahasa Yunani :
* Yohanes 17:11
Dan Aku tidak ada lagi di dalam dunia, tetapi mereka masih ada di dalam dunia, dan Aku datang kepada-Mu. Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita.
TR, και ουκ ετι ειμι εν τω κοσμω και ουτοι εν τω κοσμω εισιν και εγω προς σε ερχομαι πατερ αγιε τηρησον αυτους εν τω ονοματι σου ους δεδωκας μοι ινα ωσιν εν καθως ημεις
Interlinear, kai {adapun} ouk {tidak} eti {lama} eimi {Akiu ada} hen {di dalam} tô kosmô {dunia} kai {tetapi} outoi {mereka} hen {didalam} tô kosmô {dunia} eisin {masih ada} kai {dan} egô {Aku} pros {kepada} se {Engkau} erchomai {pergi} pater {ya Bapa} agie {Yang Kudus} têrêson {peliharakanlah} autous {mereka} hen {dengan} tô onomati {Nama} sou {Mu} ous {yang} dedôkas {Engkau telah memberikan} moi {kepada-Ku} hina {supaya} ôsin {mereka} hen {satu} kathôs {sama} hêmeis {seperti kita}
Dalam Yohanes 17:11, menjadi satu ditulis hina ôsin hen kathôs hêmeis. Kata ôsin adalah "to be" dalam modus subjunktif, modus probabilitas, kemungkinan, dapat saja terjadi seperti yang diharapkan, dapat pula tidak, sedangkan esmen dalam Yohanes 10:30 adalah "to be" dalam modus indikatif, pernyataan fakta. Hanya ada dua ayat yang menulis tentang "hen esmen" yaitu Yohanes 10:30 dan Yohanes 17:22 di bawah ini:
* Yohanes 17:22
Dan Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan, yang Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu:
TR, και εγω την δοξαν ην δεδωκας μοι δεδωκα αυτοις ινα ωσιν εν καθως ημεις εν εσμεν
Interlinear, kai {dan} egô {Aku} tên doxan {kemuliaan} hên {yang} dedôkas {Engkau telah memberikan} moi {kepadaKu} dedôka {telah memberikan} autois {kepada mereka} hina {supaya} ôsin {mereka menjadi} hen {satu} kathôs {sama seperti} hêmeis {kita} hen {satu} esmen {kita adalah}
Perhatikan perbedaan antara "hina ôsin hen", harfiah : "supaya – mereka (barangkali) adalah, menjadi –satu", dengan "hêmeis hen esmen : "kita - satu - kita adalah (fakta). "
to be indikatif (fakta)
ειμι – eimi : aku adalah
ει – ei : engkau adalah
εστιν – estin : ia adalah
εσμεν – esmen : kami/kita adalah
εστε – este : kalian adalah
εισιν – eisin : mereka adalah
to be subjunktif (probabilitas, kemungkinan :
ω – ô : aku (barangkali) menjadi
ης – ês : engkau (barangkali) menjadi
η – ê : ia (barangkali) menjadi
ωμεν – ômen : kami/kita (barangkali) menjadi
ητε – ête : kalian (barangkali) menjadi
ωσιν – ôsin : mereka (barangkali) menjadi
Kemudian, silahkan cek ayat-ayat dibawah ini :
* Yohanes 17:21,23
17:21 supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.
TR, ινα παντες εν ωσιν καθως συ πατερ εν εμοι καγω εν σοι ινα και αυτοι εν ημιν εν ωσιν ινα ο κοσμος πιστευση οτι συ με απεστειλας
Interlinear, ina {supaya} pantes {semua} hen {satu} ôsin {menjadi} kathôs {sama seperti} su {Engkau} pater {ya Bapa} hen {didalam} emoi {Aku} kagô {dan Aku} hen {didalam} soi {Engkau} ina {supaya} kai {juga} autoi {mereka} hen {didalam} êmin {kita} hen {satu} ôsin {berada} ina {supaya} ho kosmos {dunia} pisteusê {percaya} hoti {bahwa} su {Engkau} me {Aku} apesteilas {telah mengutus}
17:23 Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna menjadi satu, agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku.
TR, εγω εν αυτοις και συ εν εμοι ινα ωσιν τετελειωμενοι εις εν και ινα γινωσκη ο κοσμος οτι συ με απεστειλας και ηγαπησας αυτους καθως εμε ηγαπησας
Interlinear, egô {Aku} hen {didalam} autois {mereka} kai {dan} su {Engkau} hen {didalam} emoi {Aku} ina {supaya} ôsin teteleiômenoi {mereka (boleh) dengan sempurna} eis {menjadi} hen {satu} kai {dan} ina {supaya} ginôskê {tahu} ho kosmos {dunia} hoti {bahwa} su {Engkau} me {Aku} apesteilas {telah mengutus} kai {dan} êgapêsas {Engkau telah mengasihi} autous {mereka} kathôs {sama seperti} eme {Aku} êgapêsas {Engkau telah mengasihi}
YESUS MENYATU DENGAN MURID-MURIDNYA :
Murid-murid Yesus akan menjadi bagian dari Yesus; Yesus dan Bapa adalah satu.
Pernyataan Yesus yang mengatajan ia menyatu dengan murid-muridnya adalah pernyataan yang ajaib dimana orang-orang percaya "dimuliakan" menjadi bagian dari Yesus. Dan ini jelas tidak bermakna bahwa murid-murid Yesus akan "sama hakikat denganNya", namun makna pernyataan Yesus dalam doaNya itu adalah murid-muridNya menjadi bagian dari diriNya.
Perhatikan ayat dibawah ini yang menyatakan jemaat/Gereja Tuhan adalah terdiri dari orang-orang percaya dan Yesus sebagai kepala jemaat/gereja itu.
* Efesus 1:22-23
1:22 Dan segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus dan Dia telah diberikan-Nya kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada.
TR, και παντα υπεταξεν υπο τους ποδας αυτου και αυτον εδωκεν κεφαλην υπερ παντα τη εκκλησια
Interlinear, kai {lalu} panta {segala (sesuatu)} upetaxen {ia menundukkan} upo {dibawah} tous podas {kaki-kaki} autou {Nya} kai {dan} auton {Dia} edôken {Ia mengangkat} kephalên {(menjadi) Kepala} uper {atas} panta {segala (sesuatu)} tê ekklêsia {bagi jemaat}
1:23 Jemaat yang adalah tubuh-Nya, yaitu kepenuhan Dia, yang memenuhi semua dan segala sesuatu.
TR, ητις εστιν το σωμα αυτου το πληρωμα του παντα εν πασιν πληρουμενου
Interlinear, êtis {yaitu} estin to sôma {tubuh} autou {NYA} to plêrôma {pelengkap/ Dia yang dipenuhi} tou {(dari Dia/ oleh Dia)} panta {segala} en {didalam} pasin {segala} plêroumenou { (yang) sipenuhi/ (yang) memenuhi}
Inilah yang dimaksud dengan kesatuan antara Kristus dengan murid-muridNya yang menjadi jemaat Tuhan. Dimana diibaratkan bahwa Yesus Kristus menjadi kepala dari jemaat dan jemaat adalah Tubuhnya
Maka Pengertian Tentang Yohanes 17, perikop ini harus dibaca secara lengkap mulai ayat 6 sampai dengan 26; Anda tidak akan menemukan pertentangan dalam pernyataan Yesus bahwa "Yesus dan Bapa adalah satu" (satu hakikat)
Singkatnya, Alkitab mengatakan bahwa yang disebut "anak Allah" tidak hanya menunjuk kepada pribadi tertentu, tetapi bahkan meliputi segenap umat dan makhluk tertentu (anak-anak Allah yang bukan golongan manusia sebagaimana disebutkan dalam Kejadian 6:1-5).
Sebagian besar umat Kristen menuhankan Yesus bersandarkan pada ayat berikut:
Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibunya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami istri. (Matius 1:18)
Umat Kristen berkeyakinan bahwa Roh Kudus adalah Roh Allah atau Allah sendiri, karenanya, bisa dipahami bahwa Yesus merupakan pengejawantahan dari Roh Kudus atau Allah. Namun demikian, Alkitab mencatat tentang peristiwa kelahiran Yohanes Pembaptis (Nabi Yahya) yang tidak kalah ajaibnya dibandingkan dengan peristiwa kelahiran Yesus dari perawan Maria. Konon, Yohanes Pembaptis lahir dari seorang perempuan mandul yang sudah tua bangka, namanya Elisabet, istri Nabi Zakharia. Peristiwa kehamilan Elisabet ini, dijelaskan dalam Alkitab, tidak terlepas dari bantuan penuh Roh Kudus. Konon, Yohanes Pembaptis diperkuat oleh Roh Kudus mulai dari rahim ibunya. Berikut petikan ayat-ayatnya:
Pada zaman Herodes, raja Yudea, adalah seorang imam yang bernama Zakharia dari rombongan Abia. Istrinya juga berasal dari keturunan Harun, namanya Elisabet ... Tetapi mereka tidak mempunyai anak, sebab Elisabet mandul dan keduanya telah lanjut umurnya ... Tetapi malaikat (Gabriel) itu berkata kepadanya: "Jangan takut, hai Zakharia, sebab doamu telah dikabulkan dan Elisabet, istrimu, akan melahirkan seorang anak laki-laki bagimu dan haruslah engkau menamai dia Yohanes ... Sebab ia (Yohanes) akan besar di hadapan Tuhan dan ia tidak akan minum anggur atau minuman keras dan ia akan penuh dengan Roh Kudus mulai dari rahim ibunya ... Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabetpun penuh dengan Roh Kudus. (Lukas 1:5,7,13,15,41)
Jika kita mau konsisten, maka kisah kelahiran Yohanes Pembaptis di atas tidak kalah ajaibnya dengan kisah kelahiran Yesus menurut Alkitab. Keduanya, memiliki kualifikasi yang sama, yakni sama-sama berkat campur tangan langsung Roh Kudus. Bedanya, jika Yesus lahir dari seorang perawan muda, maka Yohanes Pembaptis lahir dari seorang perempuan mandul yang sudah tua bangka. Keduanya tidak mungkin lahir tanpa bantuan langsung Roh Kudus.
Jika Yesus dianggap Tuhan karena kejadiannya oleh sebab campur tangan langsung Roh Kudus, maka, mengapa umat Kristen tidak menuhankan Yohanes Pembaptis, yang juga kejadiannya oleh sebab campur tangan langsung Roh Kudus?
Kita baca
* Matius 1:20
LAI TB : Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus
KJV : But while he thought on these things, behold, the angel of the LORD appeared unto him in a dream, saying, Joseph, thou son of David, fear not to take unto thee Mary thy wife: for that which is conceived in her is of the Holy Ghost.
TR, ταυτα δε αυτου ενθυμηθεντος ιδου αγγελος κυριου κατ οναρ εφανη αυτω λεγων ιωσηφ υιος δαβιδ μη φοβηθης παραλαβειν μαριαμ την γυναικα σου το γαρ εν αυτη γεννηθεν εκ πνευματος εστιν αγιου
Interlinear, tauta {(hal-hal) ini} de {tetapi} autou {dia} enthumêthentos {ketika memikirkan,} idou {perhatikanlah,} aggelos {Malaikat} kuriou {Tuhan} kat {didalam} honar {mimpi} ephanê {menampakkan dii} autô {kepada dia,} legôn {berkata,} iôsêph {Yusuf,} huios {anak (keturunan)} dabid {Daud} mê {janganlah} phobêthês {engkau merasa trakut} paralabein {untuk mengambil} mariam {Maria} tên gunaika {sebagai isteri} sou {mu,} to {(Anak yang)} gar {sebab} hen {didalam} autê {dia} gennêthen {terjadi/ dilahirkan} ek {dari} pneumatos {Roh} estin {yang} agiou {Kudus}
Bandingkan dengan :
* Lukas 1:41
Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabetpun penuh dengan Roh Kudus,
KJV, And it came to pass, that, when Elisabeth heard the salutation of Mary, the babe leaped in her womb; and Elisabeth was filled with the Holy Ghost:
TR, και εγενετο ως ηκουσεν η ελισαβετ τον ασπασμον της μαριας εσκιρτησεν το βρεφος εν τη κοιλια αυτης και επλησθη πνευματος αγιου η ελισαβετ
Interlinear, kai {maka} egeneto {(itu) terjadi} hôs {ketika} êkousen {mendengar} hê elisabet {(kepada) Elisabet} ton aspasmon {salam} tês marias {Maria} eskirtêsen {melonjak (karena gembira)} to brephos {janin} en {didalam} tê koilia {rahim} autês {nya} kai {dan} eplêsthê {dipenuhi} pneumatos {Roh} agiou {Kudus} hê elisabet {Elisabet}
Kita melihat dalam Lukas 1:41, Elizabeth dipenuhi dengan Roh Kudus; perbedaannya dengan Maria adalah dia mengandung seorang Anak dari benih Roh Kudus
Apa yang dialami oleh Elisabet dialami pula oleh semua orang percaya
(Roma 8:14 Semua orang yang dipimpin Roh Allah (Kudus) adalah anak Allah.) Tetapi apa yang dialami Maria tidak dialami oleh umat percaya lainnya.
* Matius 1:18
"Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut : Pada waktu Maria, ibuNya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami istri"
TR Translit, tou de iêsou christou hê gennêsis outôs ên mnêsteutheisês gar tês mêtros autou marias tô iôsêph prin hê sunelthein autous eurethê en gastri echousa ek pneumatos agiou
Meskipun ada campur tangan Roh Kudus pada masa kehamilan Elisabet, namun hakikat bayi yang dikandungnya berbeda dengan Bayi yang sedang dikandung Maria. Kelahiran Yesus dengan meminjam kandungan perawan Maria adalah berkaitan dengan inkarnasi Allah ke dalam dunia. Menjadi manusia berdaging.
INKARNASI dari kata latin "in carne", merujuk pada istilah Yunani pada Alkitab kita "en sarki"; arti harfiahnya "menjadi daging" (sarx).
Dapat kita pahami istilah ini ditujukan kepada Yesus yang adalah Allah sendiri, dimana hakekat Allah adalah Roh (Yohanes 4:24), namun karena kasihNya, Ia datang ke dunia dalam daging / in the flesh (sarx Yunani; carne, Latin)
Hal tersebut dijelaskan dalam Nyanyian pujian yang dikutip dalam 1 Timotius 3:16 menyebut ‘Dia, yang telah menyatakan diriNya dalam rupa manusia’ :
* 1 Timotius 3:16
LAI TB : "Dan sesungguhnya agunglah rahasia ibadah kita: 'Dia, yang telah menyatakan diri-Nya dalam rupa manusia, dibenarkan dalam Roh; yang menampakkan diri-Nya kepada malaikat-malaikat, diberitakan di antara bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah; yang dipercayai di dalam dunia, diangkat dalam kemuliaan.'"
KJV : And without controversy great is the mystery of godliness: God was manifested in the flesh, Justified in the Spirit, Seen by angels, Preached among the Gentiles, Believed on in the world, Received up in glory
TR, και ομολογουμενως μεγα εστιν το της ευσεβειας μυστηριον θεος εφανερωθη εν σαρκι εδικαιωθη εν πνευματι ωφθη αγγελοις εκηρυχθη εν εθνεσιν επιστευθη εν κοσμω ανεληφθη εν δοξη
Interlinear, kai {adapun} omologoumenôs {yang harus diakui (siapapun)} mega {besar} estin {adalah} to tês {(itu)} eusebeias {ibadah} mustêrion {rahasia:} theos {Allah } ephanerôthê {Dia dinyatakan} en {dalam} sarki {daging,} edikaiôthê {terbukti benar/ dibebaskan} en {oleh [dalam]} pneumati {Roh (Kudus)/ Roh-Nya,} ôphthê {dilihat} aggelois {oleh malaikat-malaikat,} ekêruchthê {diberitakan} en {diantara} ethnesin {bangsa-bangsa (bukan Yahudi),} episteuthê {dipercayai} en {didalam} kosmô {dunia,} anelêphthê {diangkat} en {ke dalam/ dengan} doxê {kemuliaan}
Terhadap teks bahasa asli Yunani, Alkitab terjemahan LAI menterjemahkan "Dia, yang telah menyatakan diri-Nya dalam rupa manusia", sedangkan naskah Textus Receptus menulis 'theos ephanerôthê en sarki', harfiah : "Allah - Dia dinyatakan - dalam - daging". itulah arti dari INKARNASI atau in carne.
Dan kelahiran yang unik seperti ini tentu saja berbeda dengan jenis kelahiran Yohanes Pembabtis ataupun kelahiran bayi-bayi lainnya di dunia ini.
3. Roh Kudus.
Tidak ada satu ayat pun dalam Alkitab yang menyatakan bahwa Roh Kudus memiliki derajat kesetaraan dengan Allah. Dalam hal ini perlu ditegaskan bahwa Roh Allah (Perjanjian Lama) tidak sama dengan Roh Kudus (Perjanjian Baru), karena umat Israel hanya memiliki satu Tuhan yaitu Allah (Elohim/Jahweh). Simak ayat berikut:
Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air. (Kejadian 1:2)
Roh Allah sebagaimana tersebut dalam ayat di atas (Perjanjian Lama) bermakna Allah sendiri dan tidak ada hubungannya sama sekali dengan Roh Kudus dalam Perjanjian Baru. Demikian juga dengan roh Allah sebagaimana tersebut dalam pesan Yesaya berikut ini:
Lihat, itu hamba-Ku yang Kupegang, orang pilihan-Ku, yang kepadanya Aku berkenan. Aku telah menaruh roh-Ku ke atasnya, supaya ia menyatakan hukum kepada bangsa-bangsa. (Yesaya 42:1)
Roh Allah dalam pesan Yesaya di atas bermakna roh ciptaan Allah. Allah telah menentukan "orang pilihan"-Nya dengan memberikan roh kepadanya sejak masih dalam kandungan. Makhluk hidup seperti malaikat, jin, manusia, dan binatang semuanya memiliki roh yang diciptakan oleh Allah. Namun demikian, hanya tertentu saja dari mereka yang menjadi "orang pilihan"-Nya.
Berkenaan dengan pesan Yesaya di atas, Perjanjian Baru secara khusus menyebut istilah roh Allah berikut ini:
Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan ia melihat roh Allah seperti burung merpati turun ke atasnya, lalu terdengarlah suara dari langit yang mengatakan: "Inilah anak-Ku yang Kukasihi, kepadanyalah Aku berkenan." (Matius 3:16-17)
Ayat Matius tersebut sebenarnya merupakan distorsi dari pesan Yesaya di atas. Dalam hal ini, bukanlah maksud pengarang Matius untuk menyatakan kesetaraan Yesus dengan Allah, tetapi bahwa pengarang Matius berupaya keras untuk menggenapi seluruh nubuat Perjanjian Lama dengan menyuguhkan sosok Yesus. Bagaimanapun juga, roh Allah dalam kasus Matius ini tidak memiliki hubungan sama sekali dengan Roh Kudus. Lebih jauh, tidak ada konfirmasi sama sekali dalam seluruh Perjanjian Baru yang menyatakan bahwa Roh Kudus memiliki derajat kesetaraan dengan Allah.
Roh Kudus adalah Roh Allah, Roh Allah adalah Allah sendiri karena Allah adalah Roh.
* Yohanes 4:24
Allah itu Roh…
TR, πνευμα ο θεος …
pneuma {ROH} ho {ITU} theos {ALLAH}
* Matius 3:16
Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat 'Roh Allah' seperti burung merpati turun ke atas-Nya,
TR Translit, kai baptistheis ho iêsous anebê euthus apo tou udatos kai idou aneôchthêsan autô oi ouranoi kai eiden to pneuma tou theou katabainon ôsei peristeran kai erchomenon ep auton
* Lukas 3:22
dan turunlah 'Roh Kudus' dalam rupa burung merpati ke atas-Nya. Dan terdengarlah suara dari langit: 'Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan.'
TR Translit, kai katabênai to pneuma to agion sômatikô eidei hôsei peristeran ep auton kai phônên ex ouranou genesthai legousan su ei ho huios mou o agapêtos en soi êudokêsa
* Yohanes 4:24
Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran.
TR Translit, pneuma ho theos kai tous proskunountas auton en pneumati kai alêtheia dei proskunein
BUKTI BUKTI KEILAHIAN ROH KUDUS
a) Interchangeable
Kitab Suci menggunakan sebutan Roh Kudus dan Allah / Tuhan (ADONAI) / TUHAN (YHVH) secara interchangeable (= bisa dibolak-balik) :
1. Bandingkan Yesaya 6:8-10 dengan Kisah 28:25-27:
* Yesaya 6:8-10
6:8 Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata: "Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"
6:9 Kemudian firman-Nya: "Pergilah, dan katakanlah kepada bangsa ini: Dengarlah sungguh-sungguh, tetapi mengerti: jangan! Lihatlah sungguh-sungguh, tetapi menanggap: jangan!
6:10 Buatlah hati bangsa ini keras dan buatlah telinganya berat mendengar dan buatlah matanya melekat tertutup, supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya, lalu berbalik dan menjadi sembuh."
* Kisah 28:25-27
28:25 Maka bubarlah pertemuan itu dengan tidak ada kesesuaian di antara mereka. Tetapi Paulus masih mengatakan perkataan yang satu ini: "Tepatlah firman yang disampaikan Roh Kudus kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi Yesaya:
28:26 Pergilah kepada bangsa ini, dan katakanlah: Kamu akan mendengar dan mendengar, namun tidak mengerti, kamu akan melihat dan melihat, namun tidak menanggap.
28:27 Sebab hati bangsa ini telah menebal, dan telinganya berat mendengar, dan matanya melekat tertutup; supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya, lalu berbalik sehingga Aku menyembuhkan mereka.
Kalau kita membandingkan 2 bagian Kitab Suci diatas, maka jelas terlihat bahwa apa yang dikatakan Paulus dalam Kisah 28:25-27 itu ia kutip dari Yesaya 6:8-10. Tetapi dalam Yesaya 6:8-10 itu dikatakan bahwa itu adalah ‘suara Tuhan’ kepada nabi Yesaya, sedangkan dalam Kisah 28:25-27 itu Paulus berkata bahwa ‘firman itu disampaikan oleh Roh Kudus’ dengan per-antaraan nabi Yesaya. Ini menunjukkan bahwa Roh Kudus adalah Tuhan sendiri!
2. Bandingkan Ibrani 3:7-11 dengan Mazmur 95:7b-11 dan Keluaran 17:1-7:
*Ibrani 3:7-11
3:7 Sebab itu, seperti yang dikatakan Roh Kudus: "Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya,
3:8 janganlah keraskan hatimu seperti dalam kegeraman pada waktu pencobaan di padang gurun,
3:9 di mana nenek moyangmu mencobai Aku dengan jalan menguji Aku, sekalipun mereka melihat perbuatan-perbuatan-Ku, empat puluh tahun lamanya.
3:10 Itulah sebabnya Aku murka kepada angkatan itu, dan berkata: Selalu mereka sesat hati, dan mereka tidak mengenal jalan-Ku,
3:11 sehingga Aku bersumpah dalam murka-Ku: Mereka takkan masuk ke tempat perhentian-Ku."
Karena kata-kata dalam Ibrani 3:7-11 ini merupakan kata-kata Roh Kudus, maka kata-kata ‘mencobai Aku’ berarti ‘mencobai Roh Kudus’.
Kalau sekarang kita melihat dalam Mazmur 95:7b-11, yang hampir-hampir identik dengan Ibrani 3:7-11 tadi, maka bisa kita dapatkan dari Mazmur 95:8 bahwa itu adalah peristiwa yang terjadi di Masa dan Meriba. Dan peristiwa Masa dan Meriba itu diceritakan dalam Keluaran 17:1-7. Sekarang perhatikan Keluaran 17:7 yang berbunyi:
"Dinamailah tempat itu Masa dan Meriba, oleh karena orang Israel telah bertengkar dan oleh karena mereka telah mencobai TUHAN dengan mengatakan: ‘Adakah TUHAN di tengah-tengah kita atau tidak?’".
Jadi disini dipakai istilah ‘mencobai TUHAN (YHVH)’, padahal tadi dalam Ibrani 3:7-11 dikatakan bahwa mereka ‘mencobai Roh Kudus’. Ini menunjukkan bahwa Roh Kudus itu adalah TUHAN (YHVH)!
3. Bandingkan Ibrani 10:15-17 dengan Yeremia 31:33-34.
* Ibrani 10:15-17
10:15 Dan tentang hal itu Roh Kudus juga memberi kesaksian kepada kita,
10:16 sebab setelah Ia berfirman: "Inilah perjanjian yang akan Kuadakan dengan mereka sesudah waktu itu," Ia berfirman pula: "Aku akan menaruh hukum-Ku di dalam hati mereka dan menuliskannya dalam akal budi mereka,
10:17 dan Aku tidak lagi mengingat dosa-dosa dan kesalahan mereka."
* Yeremia 31:33-34
31:33 Tetapi beginilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu, demikianlah firman TUHAN: Aku akan menaruh Taurat-Ku dalam batin mereka dan menuliskannya dalam hati mereka; maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku.
31:34 Dan tidak usah lagi orang mengajar sesamanya atau mengajar saudaranya dengan mengatakan: Kenallah TUHAN! Sebab mereka semua, besar kecil, akan mengenal Aku, demikianlah firman TUHAN, sebab Aku akan mengampuni kesalahan mereka dan tidak lagi mengingat dosa mereka."
Jelas terlihat bahwa Ibrani 10:16-17 merupakan kutipan sebagian (tidak seluruhnya) dari Yeremia 31:33,34. Tetapi dalam Yeremia 31 dikatakan bahwa kata-kata itu diucapkan oleh TUHAN (YHVH) (perhatikan kata-kata ‘firman TUHAN’ dalam Yeremia 31:31,32c,34b). Sedangkan dalam Ibrani 10:15-17 dikatakan bahwa itu merupakan ‘kesaksian / firman Roh Kudus’ (Ibrani 10:15b,16b).
Disamping itu, dalam Yeremia 31 itu, yang mengadakan perjanjian, yang menaruh Taurat dalam batin umatNya, dan yang mengam-puni / tidak mengingat dosa umatNya, adalah TUHAN / Yahweh sendiri. Sedangkan dalam Ibrani 10:15-17, yang mengadakan per-janjian, yang menaruh hukum dalam hati, dan yang mengam-puni / tidak mengingat dosa, adalah Roh Kudus.
Juga perlu diperhatikan bahwa Roh Kudus dikatakan ‘tidak mengingat dosa’. Ini menunjukkan bahwa Roh Kudus mempu-nyai kuasa untuk mengampuni dosa.
Semua ini menunjukkan bahwa Roh Kudus adalah TUHAN (YHVH) sendiri!
4. Sekarang mari kita melihat pada Kisah 5:3-4,9 yang berbunyi sebagai berikut:
"Tetapi Petrus berkata: 'Ananias, mengapa hatimu dikuasai Iblis, sehingga engkau mendustai Roh Kudus dan menahan sebagian dari hasil penjualan tanah itu? Selama tanah itu tidak dijual, bukankah itu tetap kepunyaanmu, dan setelah dijual, bukankah hasilnya itu tetap dalam kuasamu? Mengapa engkau merencana-kan perbuatan itu dalam hatimu? Engkau bukan mendustai manusia, tetapi mendustai Allah. ... Kata Petrus: ‘Mengapa kamu berdua bersepakat untuk mencobai Roh Tuhan?’".
Perhatikan bahwa kalau dalam Kisah 5:3 Petrus berkata bahwa Ananias ‘mendustai Roh Kudus’, maka dalam Kisah 5:4 Petrus berkata bahwa Ananias ‘mendustai Allah’. Lalu dalam Kisah 5:9 Petrus berkata bahwa mereka ‘mencobai Roh Tuhan’. Ini lagi-lagi menunjukkan bahwa Roh Kudus adalah Allah!
5. Roh Kudus tinggal didalam orang percaya
Dalam 1 Korintus 3:16 Paulus berkata bahwa tubuh kita adalah ‘bait Allah’ (= rumah Allah), tetapi anehnya ia melanjutkan dengan kata-kata ‘dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu’. Kalau memang tubuh kita adalah bait / rumah Allah, maka itu seha-rusnya berarti bahwa Allahlah yang tinggal di dalam tubuh kita. Tetapi Paulus mengatakan Roh Allah (= Roh Kudus) yang tinggal di dalam kita.
Dan kalau kita melihat dalam 1 Korintus 6:19 maka di sana Paulus berkata bahwa tubuh kita adalah ‘bait Roh Kudus’.
Semua ini menunjukkan bahwa Roh Kudus itu adalah Allah!
6. Roh TUHAN adalah TUHAN
* Yesaya 40:13
Siapa yang dapat mengatur Roh TUHAN atau memberi petunjuk kepada-Nya sebagai penasihat?
* Yesaya 40:14
Kepada siapa TUHAN meminta nasihat untuk mendapat pengertian, dan siapa yang mengajar TUHAN untuk menjalankan keadilan, atau siapa mengajar Dia pengetahuan dan memberi Dia petunjuk supaya Ia bertindak dengan pengertian?
Dengan cara yang sama, kalau kita membandingkan Yesaya 40:13 dengan Yesaya 40:14 maka bisa kita simpulkan bahwa ‘Roh TUHAN’ dalam Yesaya 40:13 itu adalah ‘TUHAN’ dalam Yesaya 40:14.
b) ALKITAB menunjukkan bahwa Roh Kudus mempunyai sifat-sifat Allah:
1. Kekal
* Ibrani 9:14
betapa lebihnya darah Kristus, yang oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat, akan menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup
2. Maha-ada
* Mazmur 139:7-10
139:7 Ke mana aku dapat pergi menjauhi roh-Mu, ke mana aku dapat lari dari hadapan-Mu?
139:8 Jika aku mendaki ke langit, Engkau di sana; jika aku menaruh tempat tidurku di dunia orang mati, di situ pun Engkau.
139:9 Jika aku terbang dengan sayap fajar, dan membuat kediaman di ujung laut,
139:10 juga di sana tangan-Mu akan menuntun aku, dan tangan kanan-Mu memegang aku.
3. Maha-tahu
* 1 Korintus 2:10-11
2:10 Karena kepada kita Allah telah menyatakannya oleh Roh, sebab Roh menyelidiki segala sesuatu, bahkan hal-hal yang tersembunyi dalam diri Allah.
2:11 Siapa gerangan di antara manusia yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri manusia selain roh manusia sendiri yang ada di dalam dia? Demikian pulalah tidak ada orang yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri Allah selain Roh Allah.
* Yesaya 40:13
Siapa yang dapat mengatur Roh TUHAN atau memberi petunjuk kepada-Nya sebagai penasihat?
1 Korintus 2:10-11 yang menunjukkan bahwa Roh Kudus itu tahu apa yang ada dalam diri Allah, jelas menunjukkan bahwa Roh Kudus itu mahatahu!
4. Maha-kuasa
* Matius 12:28
Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Roh Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu.
5. Suci.
Ini terlihat dari sebutan ‘kudus’, dan juga terlihat dari Efesus 4:30 yang menunjukkan bahwa dosa kita mendukakan Roh Kudus.
* Efesus 4:30
Dan janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah, yang telah memeteraikan kamu menjelang hari penyelamatan
c) Kitab Suci juga menunjukkan bahwa Roh Kudus melakukan pekerjaan-pekerjaan ilahi:
1. Penciptaan
* Kejadian 1:2
Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air
* Ayub 33:4
Roh Allah telah membuat aku, dan nafas Yang Mahakuasa membuat aku hidup
2. Melahir-baru-kan
* Yohanes 3:5-6
3:5 Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.
3:6 Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh.
* Titus 3:5
pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus
3. Membangkitkan Yesus
* Roma 8:11
Dan jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu.
d) Nama Roh Kudus ditempatkan dalam posisi yang sejajar dengan nama Bapa dan Anak
* Matius 28:19
Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus
* 2 Korintus 13:13
Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, dan kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus menyertai kamu sekalian.
Perlu kita ingat bahwa dalam Matius 28:19 nama Bapa, Anak dan Roh Kudus disejajarkan bukan dalam sembarang peristiwa, tetapi dalam formula baptisan. Adalah aneh, bahkan tidak masuk akal, kalau Yesus memerintahkan supaya seseorang dibaptis dalam nama Bapa (yang adalah Allah), Anak (yang juga adalah Allah), dan Roh Kudus (yang bukan Allah, bahkan bukan pribadi).
Demikian juga dalam 2 Korintus 13:13 Paulus menyejajarkan Yesus, Allah (Bapa) dan Roh Kudus, bukan dalam peristiwa sembarangan, tetapi pada saat ia memberi berkat kepada gereja Korintus.
Karena itu bisa disimpulkan bahwa dalam 2 ayat tersebut, penyejajaran Bapa, Anak dan Roh Kudus menunjukkan bahwa 3 pribadi itu setingkat! Dan ini membuktikan bahwa Roh Kudus adalah Allah sendiri!
Bahkan, dalam Perjanjian Baru sendiri, dengan mengkontraskan Matius 1:18 dan Lukas 1:26-27 dapat diidentifikasi bahwa Roh Kudus sebenarnya adalah malaikat Gabriel.
Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri. (Matius 1:18)
Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret, kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria. (Lukas 1:26-27)
Ringkasnya, identifikasi yang paling mungkin atau bahkan paling tepat tentang pribadi Roh Kudus adalah malaikat Gabriel. Malaikat Gabriel adalah malaikat yang mempunyai tugas sebagai penyampai wahyu/ilham/pesan dari Allah kepada orang-orang tertentu yang menjadi pilihan Allah di muka bumi. Ia sering berubah-ubah bentuk fisik. ** Ia bisa menjelma menjadi manusia, binatang, benda mati, raksasa, hingga kembali ke bentuk aslinya sebagai Roh Kudus (Roh Suci yang ghaib). Dalam hal ini perlu dijelaskan ketika malaikat Gabriel menghampiri Maria dalam wujud manusia dengan menjanjikan Roh Kudus:
Kata Maria kepada malaikat itu: "Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?" Jawab malaikat itu kepadanya: " Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, anak Allah. (Lukas 1:34-35)
Dijelaskan dalam ayat di atas, bahwa ketika menghampiri Maria untuk mengabarkan kehamilannya, malaikat Gabriel berubah wujud seperti manusia, dan ketika memperkuat janin Yesus (Nabi Isa) dalam kandungan rahim Maria, malaikat Gabriel kembali ke wujud aslinya sebagai Roh Kudus. Demikian pula ketika memperkuat janin Yohanes Pembaptis (Nabi Yahya) dalam kandungan rahim Elisabet, malaikat Gabriel berwujud sebagai Roh Kudus. Konon, janin Yohanes Pembaptis melonjak kegirangan ketika mendengan salam Maria:
Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabetpun penuh dengan Roh Kudus. (Lukas 1:41)
Roh Kudus juga konon memberi wahyu/ilham kepada Nabi Zakharia untuk bernubuat:
Dan Zakharia, ayahnya, penuh dengan Roh Kudus, lalu bernubuat, katanya: ... (Lukas 1:67)
Terlepas dari persoalan siapa sebenarnya Roh Kudus itu, yang pasti Alkitab tidak pernah meninggikan derajat Roh Kudus hingga setara dengan Allah.
Rupanya pengkritik kalangan Muslim ini tidak bisa membedakan yang mana Nabi Zakharia dan yang mana Imam Zakharia. Keduanya namanya saja yang sama, tetapi masa hidup dua tokoh Alkitab ini jelas jauh. Nabi Zakharia hidup 500tahun lebih sM, sedangkan Imam Zakharia hidup di zaman Masehi. (Akan dijelaskan dalam dalam tanggapan tuduhan yang lain).
Keilahian Roh Kudus adalah jelas, Ia Maha Kuasa (akan dijelaskan di bawah). Jikalau Roh Kudus ini di-inferiorkan menjadi Makhluk Malaikat (Gabriel/Jibri), dapatkah makhluk Jibril yang sama (“Roh Kudus”) sekaligus masuk memenuhi Yohanes Pembabtis, dan bapaknya dan ibunya (yaitu Zakharia dan Elizabeth), karena mereka inipun dipenuhi oleh Roh Kudus sebelum dan semasa Maria mengandung? (Lukas 1:15, 41,67) dan sekaligus ada didalam kandungan Maria?.
Sesungguhnya, tidak ada satupun kitab-suci di dunia yang secara explisit menyamakan Gabriel/Jibril itu dengan Roh Kudus. Tidak ada Gabriel yang memperkenalkan dirinya sebagai Roh Kudus dan tak ada Roh Kudus yang mengklaim diriNya sebagai Gabriel. Malahan takada Gabriel yang memperkenalkan dirinya sendiri sebagai Gabriel selain di Alkitab! (Lukas 1:19). Jadi, bagaimana mungkin manusia yang tidak kenal Roh Allah itu tetap besi-kukuh “MEN-Jibril-kan” Roh Kudus?. Bukankah keberadaan makhluk manapun tidak bisa Maha-Ada, serentak dimana-mana?.
Harus diingat bahwa Malaikat Gabriel berkata kepada kepada Maria (yang sedang berada dihadapannya) ia berkata : "Roh Kudus akan turun atasmu", Gabriel tidak berkata : "Aku (jibril), akan turun atasmu" :
* Lukas 1:35
Jawab malaikat itu kepadanya: "Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah.
KJV, And the angel answered and said unto her, The Holy Ghost shall come upon thee, and the power of the Highest shall overshadow thee: therefore also that holy thing which shall be born of thee shall be called the Son of God.
TR, και αποκριθεις ο αγγελος ειπεν αυτη πνευμα αγιον επελευσεται επι σε και δυναμις υψιστου επισκιασει σοι διο και το γεννωμενον αγιον κληθησεται υιος θεου
Interlinear, kai {lalu} apokritheis {menjawab} ho {itu} aggelos {malaikat} eipen {berkata} autê {kepadanya, pneuma {Roh} agion {Kudus} epeleusetai {akan datang} epi {atas} se {engkau,} kai {dan} dunamis {kuasa} upsistou {Yang Mahatinggi} episkiasei {akan menaungi} soi {engkau;} dio {karena itu} kai {juga} to {yang} gennômenon {dilahirkan} agion {Kudus} klêthêsetai {akan dipanggil} huios {Anak} theou {Allah}
Lebih lanjut, tidak ada rujukan dalam Kitab Suci yang menuliskan bahwa Roh Kudus adalah Malaikat Gabriel, bahkan tidak ada ayat dalam Al~Qur'an yang menulis bahwa Roh Kudus adalah malaikat Jibril, kalau pun ada hanyalah tambahan penerjemah dalam tanda kurung.
Jadi, tidak ada dalam bahasa Arab yang menulis demikian.
* Q.S. 2:87
"WA LAQAD AATAINAA MUUSAL KITAABA WA QAFFAINAA MIM BA'DIHII BIR RUSULI WA AATAINAA 'IISABNA MARYAMAL BAYYINAATI WA AYYADNAAHU BI RUUHIL QUDUSI A FA KULLAMAA JAA-AKUM RASUULUM BI MAA LAA TAHWAA ANFUSUKUMUS TAKBARTUM FA FARIIQAN KADZDZABTUM WA FARIIQAN TAQTULUUN"
"Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan Al Kitab kepada Musa, dan Kami telah menyusulinya sesudah itu dengan rasul-rasul, dan telah Kami berikan bukti-bukti kebenaran kepada Isa putera Maryam dan Kami memperkuatnya dengan Ruhul Qudus. Apakah setiap datang kepadamu seorang rasul membawa sesuatu yang tidak sesuai dengan keinginanmu lalu kamu menyombong; maka beberapa orang kamu dustakan dan beberapa orang kamu bunuh?"
* Q.S. 2:253
"TILKAR RUSULU FADHDHALNAA BA'DHAHUM 'ALAA BA'DHIM MINHUM MAN KALAAMALLAAHU WA RAFA'A BA'DHAHUM DARAJAATIW WA AATAINAA 'IISABNA MARYAMAL BAYYINAATI WA AYYADNAAHU BI RUUHIL QUDUSI WA LAU SYAA-ALLAAHU MAQ TATALAL LADZIINA MIM BA'DIHIM MIN BA'DI MAA JAA-AT HULUM BAYYINAATU WALAAKINIKH TALAFUU FA MINHUM MAN AAMANA WA HIMHUM MAN KAFARA WA LAU SYAA-ALLAAHU MAQ TATALUU WALAAKINNALLAAHA YAF'ALU MAA YURIID"
"Rasul-rasul itu Kami lebihkan sebagian mereka atas sebagian yang lain. Di antara mereka ada yang Allah berkata-kata dan sebagiannya Allah meninggikannya beberapa derajat. Dan Kami berikan kepada 'Isa putera Maryam beberapa mu'jizat serta Kami perkuat dia dengan Ruhul Qudus. Dan kalau Allah menghendaki, niscaya tidaklah berbunuh-bunuhan orang-orang sesudah rasul-rasul itu, sesudah datang kepada mereka beberapa macam keterangan, akan tetapi mereka berselisih, maka ada diantara mereka yang beriman dan ada di antara mereka yang kafir. Seandainya Allah menghendaki, tidaklah mereka berbunuh-bunuhan. Akan tetapi Allah berbuat apa yang dikehendaki-Nya."
* Q.S. 5:110
"IDZ QAALALLAAHU YAA 'IISABNA MARYAMADZKUR NI'MATIL 'ALAIKA WA 'ALAA WAALIDATIKA IDZ AYYATTUKA BI RUUHIL QUDUSI TUKALLIMUN NAASA FIL MAHDI WA KAHLAW WA IDZ 'ALLAMTUKAL KITAABA WAL HIKMATA WAT TAURAATA WAL INJIILA WA IDZ TAKHLUQU MINATH THIINI KA HAI-ATITH THAIRI BI IDZII FA TANFUKHU FIIHAA FA TAKUUNU THAIRAM BI IDZNII WA TUBRI-UL AKMAHA WAL ABRASHA BI IDZNII WA IDZ TUKHRIJUL MAUTAA BI IDZNII WA IDZ KAFAFTU BANII ISRAA-IILA 'ANKA IDZ JI'TAHUM BIL BAYYINAATI FA QAALAL LADZIINA KAFARUU MINHUM IN HAADZAA ILLAA SIHRUM MUBIIN"
"ketika Allah mengatakan: 'Hai 'Isa putra Maryam, ingatlah ni'mat-Ku kepadamu dan kepada ibumu di waktu Aku menguatkan kamu dengan ruhul qudus. Kamu dapat berbicara dengan manusia di waktu masih dalam buaian dan sesudah dewasa; dan di waktu Aku mengajar kamu menulis, hikmah, Taurat dan Injil, dan diwaktu kamu membentuk dari tanah yang berupa burung dengan ijin-Ku, kemudian kamu meniup kepadanya, lalu bentuk itu menjadi burung dengan seizin-Ku. Dan di waktu kamu menyembuhkan orang yang buta sejak dalam kandungan ibu dan orang yang berpenyakit sopak dengan seizin-Ku, dan di waktu kamu mengeluarkan orang mati dari kubur dengan seizin-Ku, dan di waktu Aku menghalangi Bani Israil di kala kamu mengemukakan kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, lalu orang-orang kafir diantara mereka berkata: 'Ini tidak lain melainkan sihir yang nyata'".
* Q.S. 16:102
"QUL NAZZALAHUU RUUHUL QUDUZI MIR RABBIKA BIL HAQQI LI YUTSABBITAL LADZIINA AAMANUU WA HUDAW WA BUSYRAA LIL MUSLIMIIN"
"Katakanlah: 'Ruhul Qudus menurunkan Al Qur'an itu dari Tuhanmu dengan benar, untuk meneguhkan orang-orang yang telah beriman, dan menjadi petunjuk serta kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri".
4. Doktrin Paulus Tarsus.
Berikut doktrin ketuhanan menurut Paulus:
Namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup. (1 Korintus 8:6)
Dari ayat di atas, Paulus ingin mempengaruhi orang-orang Korintus pada waktu itu agar mengikuti ajarannya, bahwa Tuhan terdiri dari dua substansi yaitu Bapa dan Yesus Kristus. Doktrin Paulus di atas, bukan saja bertentangan dengan konsep ketuhanan dalam Perjanjian Lama, tetapi juga bertentangan dengan pernyataan Yesus dalam kitab-kitab kanonik (Markus, Matius, Lukas, dan Yohanes).
Ajaran (doktrin) Allah Tritunggal (Trinitas) adalah produk era Katolik. Pertama kali dicanangkan oleh Tertulianus yang merumuskan tentang Allah Tritunggal : Allah Bapa, Anak, dan Roh Kudus, yang bersama-sama disembah dan dimuliakan. Namun, seperti telah dijelaskan diatas TRINITAS sama sekali tidak bermakna 3 allah. Melainkan justru menunjukkan Keesaan Allah.
Paulus tidak pernah mengajarkan Allah yang politeisme, karena Ia adalah orang Ibrani asli dan pengikut aliran paling keras, yaitu golongan Farisi. Hal ini bukan hanya memberi dampak yang mendalam atasnya, tapi juga memberi kebanggaan yang besar. Ia telah mendapat pelajaran dari Gamaliel yang masyhur itu, dan telah berkembang lebih maju daripada kebanyakan temannya sezaman dalam soal agama Yahudi.
* Kisah Para Rasul 26:5
Sudah lama mereka mengenal aku dan sekiranya mereka mau, mereka dapat memberi kesaksian, bahwa aku telah hidup sebagai seorang Farisi menurut mazhab yang paling keras dalam agama kita.
TR Translit, proginôskontes me anôthen ean thelôsin marturein hoti kata tên akribestatên hairesin tês hêmeteras thrêskeias ezêsa pharisaios
Suatu corak lain dari pendekatan keagamaan Paulus adalah besarnya pengaruh Perjanjian Lama atas dia. Sebagai Yahudi, Paulus kuat kepercayaannya kepada Allah yang satu dan benar. Lebih dari itu ia memiliki keyakinan tentang kekudusan Allah. Dalam agama Yahudi kepercayaan ini memimpin kepada transendentalisme, tapi dalam teologia Kristen Paulus tidak ada persoalan tentang Allah yang jauh. Allah didekatkan di dalam Yesus Kristus. Tapi tidak dapat diragukan bahwa bagi konsepsinya yang mulia tentang Allah.
* Roma 3:30
Artinya, kalau ada satu Allah, yang akan membenarkan baik orang-orang bersunat karena iman, maupun orang-orang tak bersunat juga karena iman.
TR Translit, epeiper heis ho theos hos dikaiôsei peritomên ek pisteôs kai akrobustian dia tês pisteôs
* 1 Korintus 8:4
Tentang hal makan daging persembahan berhala kita tahu: "tidak ada berhala di dunia dan tidak ada Allah lain dari pada Allah yang esa.
TR Translit, peri tês brôseôs oun tôn eidôlothutôn oidamen hoti ouden eidôlon en kosmô kai hoti oudeis theos heteros ei mê heis.
* Galatia 3:20
Seorang pengantara bukan hanya mewakili satu orang saja, sedangkan Allah adalah satu.
TR Translit, ho de mesitês henos ouk estin ho de theos heis estin
Pandangan Paulus tentang Allah dipengaruhi sekali oleh Perjanjian Lama dan oleh kepercayaan Yahudi yang konsekuen. Pandangan itu pada hakekatnya juga sama dengan yang terdapat dalam ajaran Yesus. Pandangannya tentang Allah tinggi, tapi ia tidak mengikuti kesalahan orang Yahudi sezamannya, yang menjadikan Allah jauh sekali (transendentalisme). Konsepnya tentang Allah dikuasai oleh gagasan tentang kasih karunia, yaitu kebaikan Allah yang bukan berdasarkan kelayakan manusia. Paulus tidak pernah dapat melepaskan diri dari gagasan, bahwa seluruh proses keselamatan itu adalah inisiatif Allah dan tidak tergantung pada usaha manusia. Ia tahu benar kasih Allah di dalam Kristus dan tidak pernah jemu untuk mengucapkan hal itu.
Yesus Kristus sendiri senantiasa berpatokan kepada Perjanjian Lama sedangkan monotheisme adalah dasar dan inti Perjanjian Lama.
* Markus 12:29
Jawab Yesus: "Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.
TR, ο δε ιησους απεκριθη αυτω οτι πρωτη πασων των εντολων ακουε ισραηλ κυριος ο θεος ημων κυριος εις εστιν
Interlinear, ho de {dan} iêsous {Yesus} apekrithê {Dia menjawab} AUTÔ {kepadanya} hoti {bahwa} prôtê {pertama} asôn {dari segala} tôn entolôn {perintah-perintah} akoue {dengarlah engkau} israêl {Israel} kurios {Tuhan} ho theos {Allah} hêmôn {kita} kurios {Tuhan} heis {satu} estin {Dia adalah}
Perjanjian Lama memang tidak menulis bahwa Allah yang Esa terdiri atas tiga pribadi yang berbeda sebagaimana rumusan TRINITAS. Namun Klimaks Perjanjian Lama adalah Allah sendiri yang telah turun ke bumi untuk melaksanakan penyelamatan dunia dalam rupa Mesias yang ilahi, Manusia Ilahi, Allah yang turun ke dunia menjadi manusia daging, inilah yang tidak dipahami oleh teman-teman Muslim, dan hal ini sama sekali tidak bermakna menuhankan manusia, ataupun menjadikan Allah politeisme :
* 1 Timotius 3:16
"Dan sesungguhnya agunglah rahasia ibadah kita: "Dia (naskah Yunani: Allah), yang telah menyatakan diri-Nya dalam rupa manusia, dibenarkan dalam Roh; yang menampakkan diri-Nya kepada malaikat-malaikat, diberitakan di antara bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah; yang dipercayai di dalam dunia, diangkat dalam kemuliaan."
TR Translit, kai homologoumenôs mega estin to tês eusebeias mustêrion theos ephanerôthê en sarki edikaiôthê en pneumati ôphthê aggelois ekêrukhthê en ethnesin episteuthê en kosmô anelêphthê en doxê
Dalam keimanan Kristiani, ada ayat-ayat lain yang menjelaskan arti inkarnasi ini, Allah yang Mahatinggi itu merendahkan diriNya menjadi manusia, Ia mengosongkan kemulyaanNya demi misi penyelamanat umat manusia dari dosa. Inilah yang disebut dengan istilah kenosis :
* Filipi 2:6-8
2:6 yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,
KJV, Who, being in the form of God, thought it not robbery to be equal with God:
TR, ος εν μορφη θεου υπαρχων ουχ αρπαγμον ηγησατο το ειναι ισα θεω
Translit Interlinear, hos {yang} hen {dalam} morphê {rupa/sifat} theou {Allah} huparchôn {walaupun adalah} ouch {tidak} arpagmon {suatu rampasan/ sesuatu yang dipertahankan} êgêsato {menganggap} to {hal} einai {menjadi} hisa {yang setara} theô {dengan Allah}
2:7 melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.
KJV, But made himself of no reputation, and took upon him the form of a servant, and was made in the likeness of men:
TR, αλλ εαυτον εκενωσεν μορφην δουλου λαβων εν ομοιωματι ανθρωπων γενομενος
Translit Interlinear, all {melainkan} eauton {diriNya sendiri} ekenôsen {telah mengosongkan} morphên {rupa} doulou {seorang hamba} labôn {mengambil} hen {dalam} homoiômati {kesamaan} anthrôpôn {(dengan) manusia} genomenos {menjadi}
2:8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
KJV, And being found in fashion as a man, he humbled himself, and became obedient unto death, even the death of the cross.
TR, και σχηματι ευρεθεις ως ανθρωπος εταπεινωσεν εαυτον γενομενος υπηκοος μεχρι θανατου θανατου δε σταυρου
Translit Interlinear, kai {dan} schêmati {dalam wujud} euretheis {ditemui} hôs {sebagai} anthrôpos {manusia} etapeinôsen {ia telah merendahkan} eauton {diriNya} genomenos {menjadi} hupêkoos {taat} mechri {sampai} thanatou {kematian} thanatou {kematian} de {yaitu} staurou {(di) kayu salib}
Kata "KENOSIS" (mengosongkan diri) berasal dari kata Yunani "Kenoo", menurut Leksikon Yunani :
1. to empty, make empty :
of Christ, he laid aside equality with or the form of God
2. to make void :
deprive of force, render vain, useless, of no effect
3. to make void :
cause a thing to be seen to be empty, hollow, false
Kata lain yang menarik terdapat di ayat 8, "etapeinôsen" (ia telah merendahkan, membungkuk) dari kata "tapeinoo", leksikon Yunani :
To make low, bring low
a. to level, reduce to a plain
b. metaph. to bring into a humble condition, reduce to meaner circumstances
1. to assign a lower rank or place to
2. to abase
3. to be ranked below others who are honoured or rewarded
4. to humble or abase myself by humble living
c. to lower, depress
5. of one's soul bring down one's pride
6. to have a modest opinion of one's self
7. to behave in an unassuming manner
8. devoid of all haughtiness
Dalam buku "Jesus I Never Knew", Philip Yancey, menjelaskan makna "etapeinôsen" keadaan kenosis Yesus Kristus, dengan bagus sekali. Ia menjabarkannya dengan "Allah telah membungkuk begitu rendah sampai menjadi salah satu makhluk merayap dan merangkak". Ini adalah cara lain untuk mengungkapkan arti inkarnasi (harfiah : menjadi-daging).
Peristiwa Allah yang "telah membungkuk begitu rendah" diungkapkan dengan bahasa teologis yang sudah kita kenal, yaitu "pengosongan diri" (kenosis) : "Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, ... telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia" (Filipi 2: 6-8 ).
Dengan kata lain, Allah yang begitu absolute kuasanya, tinggi, kudus, tak terbatas, kekal dan transenden memasuki dan menjadi bagian dari dunia yang terbatas, fana, rendah, immanen,dst. Allah yang adalah "Super" menjadi "minor"; Dia yang mengatasi segalanya mau terikat dan di bawah aturan dan hukum-hukum alam yang terbatas.
Ungkapan "Allah membungkuk begitu rendah, mengosongkan diriNya (kenosis)" merupakan bahasa religius yang revolusioner. Ungkapan ini hanya ada dalam Kristianitas. Allah yang begitu besar yang begitu berbeda dengan mahkluk ciptaan-Nya, telah bersedia datang menjadi serupa dengan ciptaanNya untuk misi penyelamatan umat ciptaanNya.
Kenosis Allah yang Esa ini tidak menjadikanNya politeisme. Allah tetaplah Allah yang Esa.
Lebih jauh, Paulus juga menyampaikan sebuah konsep tentang kemanunggalan Tuhan bersama Melkisedek:
Ia (Melkisedek) tidak berbapak, tidak beribu, tidak bersilsilah, harinya tidak berawal dan hidupnya tidak berkesudahan, dan karena ia dijadikan sama dengan Anak Allah (Yesus), ia tetap menjadi imam sampai selama-lamanya. (Ibrani 7:3)
Jadi, menurut Doktrin Paulus, Tuhan merupakan kemanunggalan dari tiga mitra yang sejajar yang terdiri atas Bapa, Yesus, dan Melkisedek.
Tidak ada dalam doktrin Kristianitas yang menyatakan bahwa TRINITAS adalah Bapa, Yesus, dan Melkisedek.
Para bapa Gereja dengan mendasarkan doktrin Trinitas adalah : Bapa dan Anak dan Roh Kudus seperti dalam :
* Matius 28:19
"Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,"
TR, πορευθεντες ουν μαθητευσατε παντα τα εθνη βαπτιζοντες αυτους εις το ονομα του πατρος και του υιου και του αγιου πνευματος
Interlinear, poreuthentes {pergilah} oun {karena itu} mathêteusate {jadikanlah murid(-Ku)} panta {semua} ta ethnê {bangsa-bangsa} baptizontes {babtiskanlah} autous {mereka} eis {dalam} to onoma {nama (singular)} tou patros {Bapa} kai {dan} tou huiou {Anak} kai {dan} tou Hagiou {Kudus} pneumatos {Roh}.
Pembahasan dalam Kitab Ibrani itu adalah mengenai : "Typologi Keimaman Melkisedek yang menggambarkan keimaman Yesus Kristus ". Namun, Melkisedek adalah manusia biasa, bukan Yesus Kristus, ataupun jelmaan Yesus Kristus. Tokoh Melkisedek adalah sebagaimana Musa juga menggambarkan (typology) Kenabian Yesus Kristus. Dan Musa, bukan Yesus Kristus.
Tentang TYPOLOGY KEIMAMAN Melkisedek ini, penjelasannya sbb :
Kitab Ibrani -- sesuai nama kitabnya -- kitab ini ditujukan kepada orang Ibrani. Adalah suatu kebiasaan orang Ibrani, mereka selalu menyertakan "silsilah" dari seseorang untuk mengetahui asal-usul orang tersebut, perhatikan Injil Matius dan Lukas yang juga menulis silsilah Yesus Kristus. Demikian juga tiap-tiap tokoh penting Israel, senantiasa ditulis darimana ia berasal, siapa ayahnya dan/ atau siapa ibunya.
Melkisedek bukan bangsa Israel (meskipun kemungkinan besar ia orang "Sem" atau bangsa/ras "semitik"), maka ia tidak harus mempunyai kebiasaan seperti orang Israel yang menulis silsilahnya.
Melkisedek sezaman dengan Abraham sedangkan Israel adalah bangsa yang lahir dari keturunan cucu Abraham. Melkisedek adalah manusia biasa, disamping itu pula, tidak ada rujukan dalam Perjanjian Lama yang menyatakan bahwa Melkisedek adalah Allah.
* Ibrani 7:3
LAI TB, Ia tidak berbapa, tidak beribu, tidak bersilsilah, harinya tidak berawal dan hidupnya tidak berkesudahan, dan karena ia dijadikan sama dengan Anak Allah, ia tetap menjadi imam sampai selama-lamanya.
KJV, Without father, without mother, without descent, having neither beginning of days, nor end of life; but made like unto the Son of God; abideth a priest continually.
TR, Translit. apatôr amêtôr agenealogêtos mête archên êmerôn mête zôês telos echôn aphômoiômenos de tô uiô tou theou menei iereus eis to diênekes
1. TIDAK BERSILSILAH
Dalam bahasa asli ditulis 'apatôr amêtôr' yaitu kata 'peter', "ayah" dan kata "meter" plus negatif pertikel "a" di depannya. Hal itu tidak berarti bahwa ia tidak memiliki ayah dan tidak memiliki ibu tetapi maksudnya adalah seorang yang "ayah dan ibunya tidak ditulis" (dalam silsilahnya).
Demikian pula istilah Yunani lain 'alogos', "tidak punya logos", diterjemahkan "tidak berakal" padahal masih punya akal.
Orang yang kurang imannya terkadang ditulis tidak beriman, 'apistos', padahal punya iman sedikit (Matius 17:20)
Jadi, 'apator' atau "tidak berbapa" biasanya ditujukan kepada seseorang yang tidak memiliki ayah, kehilangan ayahnya atau seorang "yatim", seseorang yang lahir setelah kematian ayahnya sehingga ayahnya tidak dikenal, demikian pula halnya dengan 'ametor', "tidak beribu".
Seorang filsuf Yunani, Philo menulis bahwa Sara, istri Abraham (Ibrahim) adalah 'ametor' karena ibunya tidak ditulis dalam Alkitab.
Coba bandingkan dengan terjemahan "bebas" ala Alkitab dalam bahasa sehari-hari:
Mengenai Melkisedek ini tidak ada keterangan di mana pun bahwa ia mempunyai bapak atau ibu atau nenek moyang; tidak ada juga keterangan tentang kelahirannya, ataupun kematiannya. Ia sama seperti Anak Allah; ia adalah imam yang abadi.
Penulis Arab (In Hottinger. Smegma Orientale, l. 1. c. 8. p. 269, 254) mengatakan bahwa ayah Melkisedek bernama Peleg dan ibunya bernama Elmasinus. Peleg ini masih ada dalam silsilah Abraham, putra Eber, dan saudara Yoktan, masih banyak lagi tulisan tentang keluarga Melkisedek, dalam bahasa Inggris:
"they who say Melchizedek had neither beginning of days, nor end of life, and argue from the words of the Apostle Paul, asserting the same, do not rightly understand the saying of the Apostle Paul; for Shem, the son of Noah, after he had taken Melchizedek, and withdrew him from his parents, did not set down in writing how old he was, when he went into the east, nor what was his age when he died; but Melchizedek was the son of Peleg, the son of Eber, the son of Salah, the son of Cainan, the son of Arphaxad, the son of Shem, the son of Noah; and yet none of those patriarchs is called his father.
This only the Apostle Paul means, that none of his family served in the temple, nor were children and tribes assigned to him. Matthew and Luke the evangelists only relate the heads of tribes: hence the Apostle Paul does not write the name of his father, nor the name of his mother." (Smegma Orientale, p. 305, 306, 254).
Sahid Aben Batric sebagaimana dikutip dalam Mr. Gregory's Preface to his Works menulis "MALKI-TSEDEG BEN PA'LEQ"; Catena, seorang Arab, dalam buku yang sama menulis bahwa Peleg adalah ayah dari Heraklim, ayah dari Melkisedek, selengkapnya:
"Melchizedek was the son of Heraclim, the son of Peleg, the son of Eber; and his mother's name was Salathiel, the daughter of Gomer, the son of Japheth, the son of Noah; and Heraclim, the son of Eber, married his wife Salathiel, and she was with child, and brought forth a son, and called his name Melchizedek, called also king of Salem: after this the genealogy is set down at length. Melchizedek, son of Heraclim, which was the son of Peleg, which was the son of Eber, which was the son of Arphaxad, till you come to, which was the son of Adam, on whom be peace."
Siapakah ibu Abraham?
Abraham pun dapat ditulis 'ametor', "tidak beribu" alias ibunya tidak ditulis dalam silsilahnya.
2. DIJADIKAN SAMA
Perhatikan juga dalam ayat diatas yaitu ungkapan "dijadikan sama"
Kita baca terjemahan Ibraninya (HABRIT HAKHADASYA) untuk ungkapan "dijadikan sama":
"BELO'-AV BELO'-EM BELO' YAKHAS VE'EYN LO HAYAMIM VE'AF LO' QETS VEDOMEH LEVEN-HA'ELOHIM HU' 'OMED KOHEN LE'OLAM"
Note:
'VEDOMEH', "diserupakan", "dijadikan seperti", "disamakan" adalah kata kerja Ibrani 'DAMAH', "serupa", "seperti" (bandingkan dengan Mazmur 89:7, 102:7, 144:4, Kidung Agung 1:9, 2:9, 17, 7:7, 8:14, Yesaya 14:14, 40:18, 25, 46:5, dan lain-lain).
* Yesaya 40:18
"Jadi dengan siapa hendak kamu 'samakan' Allah, dan apa yang dapat kamu anggap serupa dengan Dia?"
Hebrew Translit., "VE'EL-MI TEDAMEYUN 'EL UMAH-DEMUT TA'ARKHU LO"
"Ia dijadikan sama dengan Anak Allah", 'aphômoiômenos de tô uiô tou theou
Dijadikan sama, bukan berarti 2 pribadi itu identik.
Subjek adalah Melkisedek, "dijadikan sama" ini diibaratkan dengan 'photocopy'.
ada beberapa typology lain yang menggambarkan pelayanan Yesus di Perjanjian Lama, Misalnya :
Musa --> Ulangan 18:15-18 ungkapan '(seorang nabi) sama seperti aku' mengandung arti, typology pelayanan Musa menggambarkan pelayanan Yesus. Tetapi Musa tidak sama dengan Yesus.
3. TYPOLOGY KEIMAMAN
Dalam Kitab Kejadian, tercatat Abraham memberikan persembahan kepada Melkisedek. Dalam tradisi Ibrani (Israel) "Seorang yang menerima persembahan" adalah seorang IMAM. Seorang yang "menerima persembahan" menggambarkan bahwa kedudukannya 'lebih tinggi' dari yang memberi persembahan. Dalam tradisi Ibrani seorang IMAM adalah seorang yang dari keturunan LEWI. Sedangkan Melkisedek bukan orang Lewi.
Siapa Melkisedek? apa peranannya?
"Melkisedek, raja Salem, membawa roti dan anggur; ia seorang imam Allah Yang Mahatinggi." (Kejadian 14:18, Ibrani 7:1 )
Ibrani 7:1-10 --> Subject-nya adalah imam seperti Melkisedek
--> Yesus Kristus adalah Imam!
Persamaannya :
Melkisedek bukan dari kalangan Lewi, sama seperti Kristus bukan dari keturunan Lewi (tetapi Yehuda). Namun, dalam Alkitab, Baik Kristus maupun Melkisedek diakui sebagai imam
Pada Ibrani 7:3 kita melihat perbandingan antara Kristus dengan Melkisedek dengan mengacu kepada nubuat dalam Mazmur 110:4 "Engkau adalam Imam untuk selama-lamanya, menurut peraturan Melkisedek".
Dalam tradisi Israel, sebelum Yesus Kristus, tidak ada imam lain menurut cara Melkisedek, maksudnya tidak ada IMAM dari kalangan lain selain dari kalangan Lewi.
Kita dapat menarik ungkapan (nubuat) yang ditulis oleh pemazmur itu bahwa nanti akan ada seorang imam seperti Melkisedek, yaitu seorang yang bukan dari kalangan Lewi namun menjabat sebagai imam (lihat Ibrani 7:15).
Dengan ini penulis Ibrani menuliskan perbandingan Kristus dengan Melkisedek, sbb :
Kristus adalah Imam abadi. Seperti juga Melkisedek dimana gelar keimamannya adalah selama-lamanya.
Unsur yang penting yang diungkapkan dalam Ibrani adalah kenyataan bahwa Melkisedek memberkati Abraham dan bahwa Abraham memberikan sepersepuluh dari barang-barang rampasan perang kepada Melkisedek. Maka kedua hal ini menunjukkan 'keunggulan' Melkisedek yang "memberkati" Abraham, moyangnya Israel.
Karena Lewi dan semua imam keturunan Lewi adalah keturunan Abraham, dengan demikian posisi imam-imam Lewi ada dibawah Melkisedek (ayat 4-10).
Dengan mengacu pada Mazmur 110:4 diatas. Suatu nubuat yang akan diungkapkan kelak yaitu "akan ada seorang Imam seperti Melkisedek, yaitu imam yang lebih unggul daripada imam-imam Israel", Dia adalah Kristus!
KESAMAAN :
Baik Melkisedek maupun Kristus lebih besar daripada imam-imam Lewi, sebab para imam Lewi melakukan hal-hal yang jahat dimata Tuhan (baca Maleakhi pasal 1 & 2, dan kelakuan para imam-imam yang memusuhi Yesus).
Dalam Kitab Ibrani, Kesimpulan yang ingin diungkapkan oleh penulis Ibrani disini adalah "telah ada seorang imam 'seperti' Melkisedek", yaitu Pribadi yang lebih besar daripada seimam-imam Lewi. Dia adalah Kristus.
Tetapi, Yesus Kristus tidak identik dengan Melkisedek!
Keimaman Melkisedek hanyalah typology keimaman Yesus Kristus.
seperti halnya kenabian Musa adalah typology kenabian Yesus
kepahlawanan Yosua adalah typology kepahlawanan Yesus
juga tahta Daud merupakan typology tahta Kristus, dimana Yesus adalah Raja dari Israel rohani (orang-orang percaya)
Peristiwa Abraham mengorbankan anaknya yang tunggal, merupakan typology dari Yesus sebagai Anak Domba Allah.
Walaupun Melkisedek dan para nabi menggambarkan pelayanan Kristus (typology pelayanan Kristus) tentu saja mereka tidak boleh disamakan dengan Kristus.
Dengan ini tidak ada rumusan TRINITAS " Bapa, Yesus, dan Melkisedek". Yang ada hanyalah "Bapa dan Anak dan Roh Kudus" (Matius 28:19).
Tentu saja, yang membuat kita terheran-heran adalah, mengapa surat-surat Paulus yang berjumlah 14 kitab itu begitu saja diterima dan dimasukkan ke dalam kanon Perjanjian Baru hanya oleh usulan Athanasius, uskup Aleksandria pada tahun 367 M? Sebagaimana dapat dibaca dalam berbagai literatur, Paulus bukan dan tidak pernah menjadi murid Yesus. Pernyataan-pernyataanya merupakan tulisan yang sangat jelas membesarkan diri sendiri.
Perlu diketahui, bahwa tidak ada nabi/rasul yang menulis kitab dengan tangan sendiri. Semua ajaran nabi/rasul ditulis dan diabadikan oleh para pengikutnya yang percaya akan kenabian/kerasulannya. Jika ada seorang yang mengaku nabi/rasul dengan menulis sendiri ajarannya dalam sebuah kitab tertentu dan menyebarkannya kepada orang lain maka dapat dipastikan ia adalah nabi/rasul palsu, terlebih jika tulisan tersebut tampak jelas berisi ajaran dengan membesarkan diri sendiri.
Paulus diangkat sebagai rasul dan diakui oleh murid-murid Yesus Kristus lainnya.
* Kisah Para Rasul 15:22
Maka rasul-rasul dan penatua-penatua beserta seluruh jemaat itu mengambil keputusan untuk memilih dari antara mereka beberapa orang yang akan diutus ke Antiokhia bersama-sama dengan Paulus dan Barnabas, yaitu Yudas yang disebut Barsabas dan Silas. Keduanya adalah orang terpandang di antara saudara-saudara itu.
* 2 Petrus 3:15
Anggaplah kesabaran Tuhan kita sebagai kesempatan bagimu untuk beroleh selamat, seperti juga Paulus, saudara kita yang kekasih, telah menulis kepadamu menurut hikmat yang dikaruniakan kepadanya.
KESIMPULAN:
Konsep ketuhanan Trinitas yang dikumandangkan para misionaris Kristen sesungguhnya tidak ada dalam Alkitab. Ia adalah doktrin gereja dan merupakan pengembangan sayap dari Doktrin Paulus, yang selanjutnya dipercaya begitu saja oleh umat Kristen tanpa dasar yang kuat.
Keterangan:
** Beberapa wujud malaikat Gabriel yang dicatat dalam Alkitab/Bibel antara lain:
(a) Wujud raksasa.
Konon digambarkan dalam Alkitab, ketika Nabi Zakharia hendak membakar ukupan di dalam Bait Suci, ia melihat malaikat Gabriel berdiri di sebelah kanan mezbah dalam wujud raksasa. Kontan saja, Nabi Zakharia terkejut dan ketakutan:
Maka tampaklah kepada Zakharia seorang malaikat Tuhan berdiri di sebelah kanan mezbah pembakaran ukupan. Melihat hal itu ia terkejut dan menjadi takut ... Jawab malaikat itu kepadanya: "Akulah Gabriel yang melayani Allah dan aku telah diutus untuk berbicara dengan engkau dan untuk menyampaikan kabar baik ini kepadamu. (Lukas 1:11-12,19)
(b) Wujud manusia biasa.
Ketika hendak mengabarkan kehamilan Maria, malaikat Gabriel berwujud seperti manusia biasa dengan memasuki rumah Maria:
Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: "Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau." Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu. (Lukas 1:28-29)
(c) Wujud asli sebagai Roh Kudus.
Dijelaskan dalam Alkitab, sebagaimana yang konon dituturkan oleh malaikat Gabriel, Yohanes Pembaptis (Nabi Yahya) akan diperkuat oleh Roh Kudus mulai dari rahim ibunya (Elisabet).
Sebab ia akan besar di hadapan Tuhan dan ia tidak akan minum anggur atau minuman keras dan ia akan penuh dengan Roh Kudus mulai dari rahim ibunya. (Lukas 1:15)
Wassalaam.
Perihal Malaikat Gabriel, sudah dijelaskan diatas.
TRINITAS bukan doktrin yang berasal dari Rasul Paulus. Rumusan TRINITAS yang asli adalah yang dikemukakan oleh Tertulianus (120 – 225 AD) yaitu , 'una substantia tres personae', "satu substansi/hakekat tiga pribadi". Memahami ketritunggalan sama halnya dengan memahami hakekat Allah itu sendiri. Mustahil kita percaya kepada Allah tanpa memahami hakekat-Nya yang meskipun tidak terbatas tetapi berkenan memberikan penyataan tentang diri-Nya di dalam Alkitab sesuai dengan kemampuan akal kita yang terbatas.
Doktrin Trinitas sama sekali tidak mengatakan adanya 3 allah, tetapi justru menekankan Keesaan Allah. Tidak dipungkiri bahwa TRINITAS adalah doktrin yang rumit. Titik kerumitan Doktrin Trinitas adalah pada hakikat Yesus Kristus. Doktrin Trinitas ini akan sulit sekali dimengerti/diimani sebelum seseorang memahami dulu Hakikat Yesus Kristus (Allah yang menjadi manusia).
Ketika Yesus Kristus menyebut Allah sebagai Bapa, dan Dia berdoa kepada Bapa, dalam kemanusiaanNya mengatakan "Bapa lebih besar daripada Aku" semuanya terkait dengan keadaan INKARNASI-NYA yang dalam Kristologi disebut dengan KENOSIS (pengosongan diri). Yesus dalam status inkarnasi di dunia ini yang memang lebih rendah. Namun ketika Yesus naik ke surga maka Yesus yang adalah Allah itu sendiri kembali dalam pada eksistensiNya yang hakiki :
* Ibrani 2:9
Tetapi Dia, yang untuk waktu yang singkat dibuat sedikit lebih rendah dari pada malaikat-malaikat, yaitu Yesus, kita lihat, yang oleh karena penderitaan maut, dimahkotai dengan kemuliaan dan hormat, supaya oleh kasih karunia Allah Ia mengalami maut bagi semua manusia.
* Filipi 2:5-11
2:5 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,
2:6 yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,
2:7 melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.
2:8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
2:9 Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,
2:10 supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi,
2:11 dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa!
Allah yang Esa bukan bilangan matematika. Demikian juga TRINITAS bukan bilangan matematika. Seorang Kristiani seharusnya tidak menyodorkan doktrin TRINITAS kepada seorang yang belum bisa menerima dwi hakikat Yesus Kristus sebagai sepenuhnya Allah dan sepenuhnya Manusia. Sebaliknya, seorang yang "belum Kristen" juga tidak seharusnya mengerti/memahami dulu apa itu TRINITAS, sebelum ia memahami Hakikat Yesus yang kompleks itu. Kompleks disini bukan berarti Allah plin-plan (kadang 2 kadang 1 atau yang lain). Allah memang kompleks, hakikatNya, Ia sama sekali berbeda dengan manusia, bahkan Ia tidak cukup diwakili oleh 1 doktrin Trinitas saja. Untuk itu bagi kalangan non-Kristen yang belum bisa mengimani Yesus Kristus adalah Tuhan dan Allah, jangan terburu-buru harus memahami doktrinTrinitas. Sebaliknya, seorang yang mengimani Yesus Kristus adalah Tuhan dan Allah, ia dengan sendirinya bisa memahami doktrin TRINITAS. Dengan demikian, doktrin TRINITAS adalah eksklusif bagi Kekristenan saja.
Kepustakaan :
- Yohannes/Biblika
- Eja Kalima, Kitab Tuhan menjamu Tuduhan Salah-Paham, p 14-17
- Ensiklopedia Alkitab Masa Kini, Jilid 2 ayasan Komunikasi Bina Kasih/OMF, halaman 440-443.
- Samawi Tada, Yesus menyaksikan Yesus.
Dan beberapa sumber lain.
72. ALKITAB MENGUTUK POHON NATAL !
Tidak ada perayaan Natal tanpa pohon Natal. Inilah yang saat ini dirayakan oleh orang-orang kafir dari golongan Kristen setiap tanggal 25 Desember. Padahal, sebagaimana dapat dibaca dari buku-buku sejarah, perayaan Natal dan pohon Natal sudah ada semenjak zaman dahulu kala, jauh sebelum Yesus dilahirkan. Perayaan Natal ini sesungguhnya merupakan tradisi lama dari para penganut penyembah berhala.
Barulah pada abad keempat Masehi perayaan Natal ini diadopsi menjadi perayaan kelahiran Yesus oleh orang-orang kafir Kristen. Padahal, bukan saja tidak mungkin Yesus dilahirkan pada tanggal 25 Desember, akan tetapi, tanggal 25 Desember itu sendiri diyakini sebagai tanggal lahirnya para berhala (tuhan-tuhan buatan manusia) yang disembah oleh orang-orang kafir pada masa jauh sebelum Yesus.
Secara tegas, Alkitab/Bibel mengutuk keras perayaan Natal dan pohon Natal, berikut petikan ayat-ayatnya:
Yeremia 10:2-4:
"Beginilah firman Tuhan: "Janganlah biasakan dirimu dengan tingkah langkah bangsa-bangsa, janganlah gentar terhadap tanda-tanda di langit, sekalipun bangsa-bangsa gentar terhadapnya. Sebab yang disegani bangsa-bangsa adalah kesia-siaan. Bukankah berhala itu pohon kayu yang ditebang orang dari hutan, yang dikerjakan dengan pahat oleh tangan tukang kayu? Orang memperindahnya dengan emas dan perak, orang memperkuatnya dengan paku dan palu supaya jangan goyang."
Jadi, Alkitab/Bibel sendiri dengan tegas mengutuk keras pembuatan pohon Natal. Mengapa umat Kristen yang mengklaim Alkitab sebagai pedoman hidupnya malah justru menodai firman Tuhannya sendiri?
Wassalaam.
Konteks dalam Yeremia 10:2-4 adalah mengenai adanya berhala yang dibuat dari pahatan kayu, dimana orang-orang kemudian memberhalakannya (menyembahnya). Dalam kebiasaan umat Kristiani yang merayakan hari natal, tidak pernah ada pemberhalaan suatu jenis barang/ kayu/ pohon natal sekalipun yang diperlakukan sebagai berhala.
Umat Kristiani sangat mengerti bahwa kami tidak diperbolehkan menyembah berhala. Kesepuluh firman (Keluaran 20:1-17), diantaranya menulis demikian
* Keluaran 20:1-6
20:1 Lalu Allah mengucapkan segala firman ini:
20:2 "Akulah TUHAN, Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari tempat perbudakan.
20:3 Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku.
20:4 Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apa pun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi.
20:5 Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku,
20:6 tetapi Aku menunjukkan kasih setia kepada beribu-ribu orang, yaitu mereka yang mengasihi Aku dan yang berpegang pada perintah-perintah-Ku.
Jelas sekali ada larangan "beribadah kepada ilah-ilah selain Allah".
Sekalipun artikel diatas yang menuduh bahwa kekristenan menyembah "pohon", namun tidak ada data sejarah yang menunjang hal itu, selain bahwa pohon cemara merupakan simbol kekekalan. Adanya pohon natal sebagai hiasan, adalah bagian dari tradisi saja, tidak ada, tidak ada perintah merayakan natal juga tidak ada perintah memasang pohon natal.
Bagaimana sampai terjadi bahwa pohon natal (pohon terang) dijadikan hiasan perayaan Natal?
Adanya pohon natal ini adalah bagian dari tradisi di Eropa. Dalam iklim 4 musim seperti di Eropah dimana umumnya pohon-pohon mengalami perubahan sesuai dengan iklim yang terjadi, yaitu musim salju (pohon gundul), musim semi (pohon mulai bersemi/bertunas), musim kemarau (pohon berbunga), dan musim gugur (pohon daunnya berguguran), maka kita dapat melihat bahwa pohon cemara ini merupakan pohon yang tetap hijau sepanjang ke-4 musim itu. Maka dipakailah pohon cemara ini sebagai simbol menunjukkan simbol kekekalan di tengah ketidak kekalan pohon-pohon lain, dan kemudian dijadikan lambang bahwa Kebenaran Tuhan Yesus menggambarkan ajaran yang kekal di tengah dunia yang berubah-ubah dan tidak kekal. Kemudian untuk mempercantik pohon cemara itu dihiasilah pohon itu dengan berbagai hiasan, juga lilin atau lampu-lampu.
Pohon cemara sendiri ada disebut dalam Alkitab, yaitu:
* Yesaya 41:19
LAI TB, Aku akan menanam pohon aras di padang gurun, pohon penaga, pohon murad dan pohon minyak; Aku akan menumbuhkan pohon sanobar di padang belantara dan pohon berangan serta pohon cemara di sampingnya.
KJV, I will plant in the wilderness the cedar, the shittah tree, and the myrtle, and the oil tree; I will set in the desert the fir tree, and the pine, and the box tree together:
Hebrew,
אֶתֵּן בַּמִּדְבָּר אֶרֶז שִׁטָּה וַהֲדַס וְעֵץ שָׁמֶן אָשִׂים בָּעֲרָבָה בְּרֹושׁ תִּדְהָר וּתְאַשּׁוּר יַחְדָּו׃
Translit, 'ETEN BAMIDBAR 'EREZ SITAH VAHADAS VE'ETS SYAMEN 'ASIM BA'ARAVAH BERUSY TIDHAR UTE'ASYUR YAKHDAV
* Yesaya 60:13
LAI TB, Kemuliaan Libanon, yaitu pohon sanobar, pohon berangan dan pohon cemara, akan dibawa bersama-sama kepadamu, untuk mempersemarak tempat bait kudus-Ku, sebab Aku hendak memuliakan tempat kaki-Ku berjejak.
KJV, The glory of Lebanon shall come unto thee, the fir tree, the pine tree, and the box together, to beautify the place of my sanctuary; and I will make the place of my feet glorious.
Hebrew,
כְּבֹוד הַלְּבָנֹון אֵלַיִךְ יָבֹוא בְּרֹושׁ תִּדְהָר וּתְאַשּׁוּר יַחְדָּו לְפָאֵר מְקֹום מִקְדָּשִׁי וּמְקֹום רַגְלַי אֲכַבֵּד׃
Translit, KEVOD HALEVANON 'ELAIKH YAVO' BROSY TIDHAR UTE'ASYUR YAKHDAV LEFA'ER MEQON MIQDASYI UMEQOM RAGLEY 'AKABED
Pohon cemara (Ibrani תאשור - TE'ASYUR), pohon kecil (buxus longifolia boiss), tingginya ± 7 meter, daunnya selalu hijau, kayunya keras sekali. Pada Pesta Pondok Daun, kalangan Yahudi, pondok-pondok itu dibuat dari kayu cemara.
Sekali lagi tidak ada pemberhalaan bagi pohon cemara. Pohon natal ini dalam kehidupan umat Kristiani yang merayakan natal, selain sebagai hiasan saja yang menambah semarak perayaan natal. Sebagaimana halnya perayaan-perayaan lain yang ada di dunia ini seringlkali mengkaitkan simbol-simbol tertentu dalam perayaan suatu hari besar. Misalnya, di perayaan Paskah, ada telur Paskah. Di perayaan tahun baru Lunar (Imlek) ada lampion dan jenis-jenis barang tertentu. Dalam perayaan hari lebaran umat Muslim di Indonesia ini kita melihat ada hiasan-hiasan ketupat, dll. Namun, dalam perayaan-perayaan tersebut simbol-simbol itu bukan berarti suatu berhala/ dijadikan berhala.
73. ALKITAB VERSUS ILMU PENGETAHUAN MODERN !
Ada beberapa kasus dalam Alkitab yang secara tegas bertentangan dengan ilmu pengetahuan (sains) modern. Pertentangan ini membuktikan bahwa Alkitab sama sekali bukan firman Allah, tetapi merupakan karya tulis tangan-tangan jahil pada masa lampau.
1. KITAB KEJADIAN: Penciptaan siang dan matahari.
1:1. Pada mulanya Ellohim menciptakan langit dan bumi.
1:2 Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air.
1:3. Berfirmanlah Allah: "Jadilah terang." Lalu terang itu jadi.
1:4 Allah melihat bahwa terang itu baik, lalu dipisahkan-Nyalah terang itu dari gelap.
1:5 Dan Allah menamai terang itu siang, dan gelap itu malam. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari pertama.
AYAT2 DI ATAS BERBICARA TENTANG PENCIPTAAN HARI PERTAMA. BANDINGKAN DENGAN PENCIPTAAN HARI KEEMPAT BERIKUT INI:
1:16 Maka Ellohim menjadikan kedua benda penerang yang besar itu, yakni yang lebih besar untuk menguasai siang dan yang lebih kecil untuk menguasai malam, dan menjadikan juga bintang-bintang.
1:17 Ellohim menaruh semuanya itu di cakrawala untuk menerangi bumi,
1:18 dan untuk menguasai siang dan malam, dan untuk memisahkan terang dari gelap. Ellohim melihat bahwa semuanya itu baik.
1:19 Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keempat.
Penjelasan:
Dijelaskan menurut Alkitab, bahwa pada hari pertama, Ellohim (Tuhan-Tuhan) telah menciptakan siang dan malam. Ini sesuatu yang sangat aneh dan tidak bisa diterima secara ilmiah oleh sains modern, oleh karena Ellohim baru menciptakan matahari pada hari keempat. Sesuatu yang sangat tidak masuk akal, bahwa "siang dan malam" sudah ada sebelum matahari diciptakan!
Sebuah kitab yang seharusnya menjadi petunjuk bagi kemaslahatan umat manusia, ternyata bertentangan dengan ilmu pengetahuan yang ada dalam umat manusia.
Menurut sains modern, kejadian siang dan malam disebabkan oleh rotasi/berputarnya bumi pada porosnya terhadap matahari. Matahari yang terus-menerus bersinar menerangi sistem tata surya, menimbulkan terjadinya siang dan malam bukan saja terhadap bumi, tetapi juga terhadap delapan planet lainnya dalam sistem tata surya, berikut satelit-satelitnya (bulan dan semacamnya).
Jadi, bukannya siang dan malam itu muncul secara tiba-tiba, tetapi ia muncul disebabkan oleh sinar matahari.
Ada yang berpendapat bahwa terang yang dimaksud adalah terang "kosmis" karena matahari bukanlah satu-satunya sumber terang.
Adalah sangat menarik anda mengatakan bahwa Alkitab membuat perbedaan antara "terang" yang diciptakan oleh Allah -- ELOHIM (Plural Majesty) -- pada hari yang pertama dari penciptaan, dengan "matahari" yang diciptakan pada hari ke-empat dari penciptaan (Kejadian 1).
Kisah yang dicatat dalam Kitab Kejadian bukan laporan ilmiah tentang penciptaan. Kitab Kejadian tidak menceritakan tentang cara Allah menciptakan, hanya bahwa yang menciptakan adalah Allah. Ia sekelumit pun tidak menceritakan tentang "jangka waktu" penciptaan itu; bahwa hari-hari itu lamanya bukan 24 jam seperti hari-hari manusia, itu jelas, sebab kitab Kejadian sendiri mengatakan, bahwa hari pertama usai sebelum matahari diciptakan.
Terdapat sejumlah tanggapan tentang arti hari-hari yang disebut dalam cerita Kejadian itu, bahwa yang dimaksud dengan itu adalah abad-abad geologis, atau, bukan hari-hari penciptaan itu sendiri, melainkan hari-hari pada mana penciptaan itu dinyatakan kepada manusia. Justru tepat bila berpendapat, bahwa yang dimaksud dengan hari-hari itu adalah hari-hari Allah, dan bahwa sia-sialah untuk mencoba mengukurnya dengan ukuran waktu manusia. Alkitab sendiri mengatakan bahwa waktu Allah tidak sama dengan waktu manusia.
* 2 Petrus 3:8
Akan tetapi, saudara-saudaraku yang kekasih, yang satu ini tidak boleh kamu lupakan, yaitu, bahwa di hadapan Tuhan satu hari sama seperti seribu tahun dan seribu tahun sama seperti satu hari.
EN DE TOUTO MÊ LANTHANETÔ HUMAS AGAPÊTOI HOTI (bahwa) MIA (satu) HÊMERA (hari) PARA (di samping) KURIÔ (Tuhan) HÔS (sama seperti) KHILIA (seribu) ETÊ (tahun) KAI (dan) KHILIA (seribu) ETÊ (tahun) HÔS (sama seperti) HÊMERA (hari) MIA (satu)
Ada pula pandangan lain mengenai pengadaan matahari, bulan, dan bintang-bintang. Pandangan yang satu menyatakan bahwa matahari, bulan, dan bintang-bintang diciptakan pada penciptaan mula-mula yang disebut di Kejadian 1:1 dan seterusnya, tetapi bahwa pada hari keempat berubah terang benda-benda penerang itu menembus kabut dan mencapai bumi. Mungkin ada yang keberatan ketika mendengar bahwa Allah telah menjadikan dua penerang yang besar.
* Kejadian 1:16
Maka Allah menjadikan kedua benda penerang yang besar itu, yakni yang lebih besar untuk menguasai siang dan yang lebih kecil untuk menguasai malam, dan menjadikan juga bintang-bintang.
VAYA'AS (dan Dia menjadikan) 'ELOHÎM 'ET-SYENÊY HAME'OROT HAGEDOLÎM 'ET-HAMÂ'ÔR HAGÂDOL LEMEMSYELET HAYÔM VE'ET-HAMÂ'ÔR HAQÂTON LEMEMSYELET HALAYLÂH VE'ÊT HAKÔKHÂVÎM
Kata yang diterjemahkan menjadikan, Ibrani VAYA'AS (dan Dia menjadikan) dari kata 'ÂSÂH, belum tentu menyangkut sebuah tindakan penciptaan, karena berbeda dari kata menciptakan, Ibrani BÂRÂ' yang digunakan dalam Kejadian 1:1 sbb :
* Kejadian 1:1
Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.
BERÊ'SYÎT BÂRÂ' (Dia menciptakan) 'ELOHÎM 'ÊT HASYÂMAYIM VE'ÊT HÂ'ÂRETS
Lagi pula dalam ayat berikutnya (Kejadian 1:17) dikatakan bahwa Allah menaruh semuanya (Ibrani: NÂTAN) itu di cakrawala. Ayat ini menggunakan kata Ibrani yang biasanya diterjemahkan memberi, yang sering digunakan dalam pengertian mengadakan. Bila kata NÂTAN diartikan sebagai mengadakan, kita dapat menerjemahkan Kejadian 1:17, "Dan Allah mengadakan (yakni mengangkat) semuanya itu di cakrawala untuk menerangi bumi." Jadi, ayat ini mungkin menunjuk pada pernyataan Allah mengenai fungsi benda-benda penerang dan bukan kepada penciptaannya. Kata menciptakan (Ibrani: BÂRÂ') tidak digunakan di sini.
Pandangan selanjutnya berpendapat bahwa sementara terang diciptakan pada hari pertama, terang itu dipusatkan pada matahari pada hari keempat; yakni, pada waktu Allah berfirman, benda-benda angkasa mulai bekerja sebagai penerang alam semesta.
Meskipun Alkitab bukan Buku Science, namun bagaimanapun juga Alkitab tidak pernah bertentangan dengan ilmu pengetahuan modern, semua bukti-bukti yang pernah ada, tidak ada yang bertentangan dengan Alkitab, bahkan sebaliknya ada banyak hal-hal yang ditemukan pada zaman modern mendukung tulisan-tulisan yang ada di dalam Alkitab. Seluruh isi Alkitab mutlak dapat dipercaya baik secara ilmiah maupun rohani, karena Alkitab adalah firman Allah yang asli.
Sayangnya ada orang-orang yang kurang mengerti atau kurang berhati-hati dalam menafsirkan isi Alkitab sehingga kelihatannya ada kesalahan-kesalahan di dalam Alkitab, tetapi sebetulnya tidak ada kesalahan di dalam Alkitab. Semua kesalahan yang terjadi adalah kesalahan dari pihak manusia yang menafsirkannya dengan sembarangan dan tidak berhati-hati, atau manusia yang percaya kepada ilmu pengetahuan yang buruk dan tidak mempunyai bukti-bukti yang pasti.
2. KITAB MARKUS: Jatuhnya bintang pada hari kiamat.
13:24. "Tetapi pada masa itu, sesudah siksaan itu, matahari akan menjadi gelap dan bulan tidak bercahaya
13:25 dan bintang-bintang akan berjatuhan dari langit, dan kuasa-kuasa langit akan goncang.
Penjelasan:
Menurut ayat 25, pengarang Markus menduga bahwa bintang2 di angkasa itu sebesar batu kali, sehingga pada hari kiamat nanti bintang2 itu akan berjatuhan menimpa bumi. Padahal, terdapat milyaran bintang di jagat raya ini, yang besarnya bahkan jauh melebihi bumi. Sebagai gambaran, dalam sistem jagat raya, matahari adalah sebuah bintang kecil yang bisa jadi tidak terlihat. Ini menunjukkan bahwa masih ada milyaran "matahari2" lain di jagat raya ini.
Dalam sistem tata surya sendiri, matahari merupakan "bintang" terbesar, berturut2 disusul planet yupiter, saturnus, uranus, neptunus, mars, baru kemudian bumi.
Jadi, bagaimana mungkin bintang2 tersebut akan berjatuhan ke bumi? Sangat tidak ilmiah dan tidak masuk akal!
Kontroversi:
**Markus 13:25 mungkin dapat dikontroversikan dengan ayat Al-Qur'an berikut ini:
"Maka apakah mereka tidak melihat langit dan bumi yang ada di hadapan dan di belakang mereka? Jika Kami menghendaki, niscaya Kami benamkan mereka di bumi atau Kami jatuhkan kepada mereka gumpalan dari langit. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Tuhan) bagi setiap hamba yang kembali (kepada-Nya). (QS. 34:9)
Wassalaam.
Pada dasarnya Pengkritik kalangan muslim ini tidak mempercayai Alkitab, sehingga apapun yang tertulis akan dikatakan tidak masuk akal. Nubuat adanya hari kiamat dalam kepercayaan Muslim-pun juga "tidak masuk akal", saya kutip artikel dari http://hudzaifah.org/PrintArticle211.phtml
pernahkah terbersit dipikiranmu? Tatkala manusia dikumpulkan di Padang Mahsyar? Pernahkah terbersit dipikiranmu wahai saudaraku, tatkala disana matahari sangat dekat di ujung kepala? Rasulullah SAW bersabda : Di hari kiamat nanti matahari akan mendekati manusia, sehingga jaraknya hanya satu mil. Manusia akan berada dalam keringatnya masing-masing sesuai dengan amal perbuatannya. Ada yang keringatnya sampai mata kaki, ada yang sampai lutut, ada yang sampai setengah badan dan ada yang tenggelam sampai mulutnya.?
Bisakah dimasukkan ke akal kita bahwa nanti pada hari kiamat Matahari menekati manusia dengan jarak 1 mil saja?
Selanjutnya, silahkan lihat juga di http://www.al-shia.com/html/id/shia/mesbah/50.htm
Al-Qur’an memberikan gambaran tentang keadaan benda-benda langit ketika Hari Kiamat tiba. Bahwa bulan, matahari, bintang-bintang yang begitu besar, bahkan sebagian bintang-bintang itu lebih besar dari bumi yang kita tempati ini, yang lebih terang jutaan kali lipat dan sinarnya dari matahari yang kita lihat, semua itu akan hancur dan sinarnya menjadi pudar lalu padam. Segala gerak, tatanan dan aturannya menjadi hancur. Matahari bertabrakan dengan bulan. Adapun langit yang kita lihat akan bergoncang, terbelah dan hancur. Gugusan langit akan luluh bagaikan barang-barang tambang yang diluluhkan dan mencair. Alam ini dipenuhi dengan asap tebal dan awan gelap.[Lihat surah Al-Qiyamah: 8-9, Al-Takwir: 1-2, Al-Infithar: 2, Ath-Thur: 1, Al-Haqqah: 16, Ar-Rahman: 37, Al-Mursalat: 9, An-Naba’: 19, Al-Anbiya’: 104, Al-Furqan: 25, Ad-Dukhan: 10.]
Apakah hari kiamat Hari Kiamat menurut Al-Qur'an ini juga tidak masuk akal?
Kemudian silahkan baca QS 18:86 sbb :
Al-Kahf 86. Hingga apabila dia telah sampai ke tempat terbenam matahari, dia melihat matahari terbenam di dalam laut yang berlumpur hitam, dan dia mendapati di situ segolongan umat. Kami berkata: "Hai Zulkarnain, kamu boleh menyiksa atau boleh berbuat kebaikan terhadap mereka".
http://quran.al-islam.com/Targama/DispT ... a=86&t=ind
Menurut pengkritik Muslim diatas : "Dalam sistem tata surya sendiri, matahari merupakan "bintang" terbesar, berturut2 disusul planet yupiter, saturnus, uranus, neptunus, mars, baru kemudian bumi".
Dapatkah pengertian QS 18:86 diselaraskan seturut iptek (scientific)?
13:32 Tetapi tentang hari atau saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa saja."
Lebih lanjut, menurut ayat 32, Yesus sendiri tidak mengetahui kapan datangnya hari kiamat. Bagaimana mungkin Yesus yang konon adalah Tuhan sampai tidak tahu kapan datangnya hari kiamat? Konsep Tuhan yang sangat lemah!
* Markus 13:32,
Tetapi tentang hari atau saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di surga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa saja.
TR Translit, peri de tês hêmeras ekeinês kai tês hôras oudeis oiden oude hoi aggeloi hoi en ouranô oude ho huios ei mê ho patêr
* Matius 24:36,
Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di surga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa sendiri.
TR Translit, peri de tes hêmeras ekeinês kai tês hôras oudeis oiden oude hoi aggeloi ton ouranôn ei mê ho patêr mou monos
Ayat diatas ini menunjuk kepada waktu Yesus masih ada di dunia, dimana ayat diatas diucapkan dalam masa inkarnasi Yesus. Pastilah Yesus yang kembali pada kemuliaan-Nya yang semula kini telah mengetahui saat kedatangan-Nya kembali. Apakah benar Yesus tidak Maha Tahu? Ayat-ayat di bawah ini menunjukkan bahwa Yesus memperlihatkan pengetahuan tentang hal-hal yang hanya dapat diketahui jika Ia Maha Tahu.
* Matius 16:21,
"Sejak waktu itu Yesus mulai menyatakan kepada murid-murid-Nya bahwa Ia harus pergi ke Yerusalem dan menanggung banyak penderitaan dari pihak tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga."
* Lukas 6:8,
"Tetapi Ia mengetahui pikiran mereka, lalu berkata kepada orang yang mati tangannya itu: 'Bangunlah dan berdirilah di tengah!' Maka bangunlah orang itu dan berdiri."
* Yohanes 4:29,
"Mari, lihat! Di sana ada seorang yang mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat. Mungkinkah Dia Kristus itu?"
Yesus Maha Tahu. Namun dalam hal hari kiamat bisa saja memang Yesus membatasi pengetahuanNya, dalam keadaanNya sebagai manusia. Perlu dipahami perendahan diri Yesus ('kenosis'). Artinya, dalam keadaanNya sebagai manusia, ada hal-hal yang bersifat kemanusiawian yang harus dipikul oleh Yesus. Dalam hal ini, Ia telah membuat diriNya menjadi lebih rendah dari BapaNya, sehingga kapan kiamat tiba, hanya Bapa yang tahu.
Lebih jauh ttg Matius 24:36 tidak ditulis "Aku 'tidak tahu", tapi "Anak 'tidak tahu".
Coba bandingkan variasi penulisan antara "Aku" dengan "Anak".
* Yohanes 10:30
Aku dan Bapa adalah satu
TR Translit, egô kai ho patêr hen esmen
* Matius 24:36
Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di surga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa sendiri.
TR Translit, peri de tês hêmeras ekeinês kai tês hôras oudeis oiden oude oi aggeloi tôn ouranôn ei mê ho patêr mou monos
Sekedar ilustrasi, saat Megawati masih menjadi Presiden RI...
Ketua Umum Partai (PDI-P) tidak dapat memberhentikan Menteri Luar Negeri, tetapi Presiden RI dapat, nah, apakah Megawati tidak dapat memberhentikan Menteri Luar Negeri?
Megawati sebagai ketua PDI-P tidak berwenang memecat Meteri Luar Negeri.
Tetapi Megawati adalah Presiden, yang bisa memecat Menteri Luar Negeri
Apakah disimpulkan Megawati tidak bisa memecat Menteri Luar Negeri?
Yesus sebagai manusia, 'Anak', tidak berwenang mengetahui hari Kiamat.
tetapi Yesus adalah Allah, yang Maha Tahu
Apakah disimpulkan Yesus sebagai Allah tidak tahu hari kiamat?
Yesus tidak mengucapkannya dengan "Aku tidak tahu" tetapi mengucapkannya dengan "Anak tidak tahu".
Matius 24:36/ Markus 13:32, menekankan bahwa 'tidak ada manusia yang tahu akan hari itu', Anak-pun tidak, artinya Yesus dalam keadaan sementaraNya sebagai manusia yang sedang mengucapkan hal itu tidak mempunyai wewenang untuk tahu hari itu.
Maka ayat diatas mempunyai penekanan bahwa "hari itu benar-benar misteri/ tak diduga-duga"
Tetapi apakah sebagai Allah, Yesus tidak tahu?
Tentu saja Ia Maha Tahu......
Ia tahu kapan Ia disalib, Ia tahu siapa yang akan mengkianatinya, Ia tahu pikiran jahat orang2 Farisi yang hendak menyerangnya, Ia tahu perasaan perempuan yang kedapatan berzinah dan hendak dirajam, Ia tahu kualitas iman perempuan Kanaan yang disebutNya 'kunarion' Ia mengucapkannya sebab Ia tahu bagaimana iman perempuan ini. Ia tahu sejarah perempuan samaria yang sedang bercakap2 denganNya, Ia Tahu kebiasaan ritual orang Samaria........ dst.....
Ada banyak bukti yang membuktikan Ia tahu, sebab Ia adalah Allah.
Artikel Terkait :
1. YESUS TIDAK MAHA TAHU ?, di http://www.sarapanpagi.org/viewtopic.php?p=132#132
2. Yesus Kristus adalah YHVH, di : http://www.sarapanpagi.org/viewtopic.php?p=97#97
3. Yesus Kristus adalah Allah : http://www.sarapanpagi.org/viewtopic.php?p=80#80
4. Yesus Kristus adalah Tuhan : http://www.sarapanpagi.org/viewtopic.php?p=1440#1440
Sumber : Yohannes/Biblika
74. BANTAHAN BARABBAS TERHADAP PENYALIBAN YESUS !
Bukti : Pelepasan Barabbas
Dari Arreestus ke Barabbas
Sebelum membahas langsung kisah pelepasan Barabbas, ada baiknya kita memetakan gerakan-gerakan yang dituduhkan kepada Yesus Kristus dari saat penangkapannya hingga waktu pelepasan Barabbas. Dengan menggunakan empat injil kanonik sebagai sumber informasi ini, perbandingan yang singkat atas keempat injil ini menyingkapkan ketaksepakatan yang signifikan di atanra keempatnya. Informasi ini disuguhkan dalam tabel 2, dan pembaca bebas untuk menarik kesimpulan sendiri mengenai reliabilitas catatan-catatan injil atas pelbagai macam gerakan Yesus Kristus selama terjadi peristiwa-peristiwa ini.
Tabel 2 :
Rangkaian Gerakan Yesus Kristus yang dilaporkan antra penangkapannya dan pelapasan Barabbas
Matius :
Kepada Kayafas
Kepada Sanhedrin?
Kepada pilatus
Rangkaian Matius didasarkan pada
Matius 26: 57, 27: 1, 27:1-2.
Markus :
Kepada Kayafas
Kepada Sanhedrin
Kepada pilatus
Rangkaian Markus didasarkan pada
Markus 14: 53; 15: 1, 15:1
Lukas:
Kepada Kayafas
Kepada Sanhedrin
Kepada pilatus
Kepada Herodes
Kepada Pilatus
Rangkaian Lukas didasarkan pada
Lukas 22: 54; 22:66; 23:1, 23:6-8; 23:11
Yohanes :
Kepda Ann
Kepada Kayafas
Kepada pilatus
Rangkaian Yihanes didasarkan pada
Yohanes 18:12-13, 18:24; 18:28.
Pelepasan Barabbas
Pelepasan Barabbas diceritakan oleh keempat injil kanonik di atas, 1 dan di antara keempatnya, banyak rincian yang sama mengenai peristiwa tersebut. Dalam masing-masing laporan, Pontius Pilatus, gubernur Roma untuk Yudaea, memberikan pilihan kepada sekelompok orang Yahudi antara melepaskan dua orang tahanan, salah satunya digambarkan sebagai Yesus Kristus, dan yang lainnya digambarkan sebagai seorang terkenal yang berada di luar perlindungan hukum, yang hanya dikenal sebagai Barabbas. Kelompok yang kebingungan itu memilih Barabbas untuk dilepaskan. Oleh karenanya, Pilatus melepaskan Barabbas, dan Yesus kristus konon disalib. Namun demikian, seperti akan segera dijelaskan, interpretasi Sekolah Minggu atas penggambaran injil ini kurang akurat, utamanya karena sebagian besar teks kuno yang akurat dari injil-injil tersebut telah lama dihindarkan dari orang awam hingga masa-masa sekarang. Di antara empat laporan tersebut, laporan Matius sejauh ini paling menjelaskan dan rinci, dan penuturan inilah yang dikutip di bawah :
Kini Yesus berdiri di hadapan gubernur; lalu gubernur bertanya kepadanya, "Apakah engkau Raja orang-orang Yahudi?" Yesus menjawab, "Engkau yang berkata demikian". Kini saat perayaan pesta, gubernur biasanya melepaskan seorang tahanan untuk dikembalikan ke kelompoknya, seseorang yang diinginkan kelompoknya. Pada saat itu, mereka memiliki seorang tahanan termasyur, yang dipanggil Yesus Barabbas. Demikianlah, setelah mereka berkumpul, Pilatus bertanya kepada mereka, "Siapakah yang ingin kalian lepaskan, Yesus Barabbas atau Yesus yang disebut Juru Selamat?" karena ia menyadari bahwa bukanlah karena iri hati sehingga mereka menyerahkannya. Sementara ia duduk di kursi pengadilan, istrinya berkata kepdanya, "Tidak ada yang harus dilakukan dengan orang suci itu, karena hari ini aku banyak menderita disebabkan oleh mimpi tentangnya". Kini para pendeta ketua dan para sesepuh membujuk kelompok itu agar meminta Barabbas dan membunuh Yesus. Gubernur bertanya lagi kepada mereka, "Siapakah yang kalian ingin aku lepaskan untuk kalian?" Dan mereka menjawab, "Barabbas". Pilatus berkata kepada mereka, "maka apa yang harus aku lakukan dengan Yesus yang disebut Juru Selamat ini?" mereka semua menjawab, "Biarlah ia disalib!" Kemudian ia bertanya, "Mengapa, kejahatan apa yang telah ia lakukan?" Tetapi mereka semua berteriak lebih keras lagi, "Biarkanlah ia disalib!" Demikianlah, ketika Pilatus memahami bahwa tidak ada yang bisa ia lakukan, kecuali kerusuhan itu telah dimulai, ia mengambil hati dan membasuh tangannya di hadapan kelompok tersebut, seraya mengatakan, "Aku suci dari darah orang ini; lihatlah darah itu pada diri kalian sendiri". Kemudian orang-orang itu menjawab, "Darahnya menjadi tanggungan kami dan anaj-anak kami!" demikianlah ia melepaskan Barnabbas untuk mereka; dan setelah mencambuk Yesus, ia menyerahkan Yesus untuk disalib. 2
Sebagai lanturan sekilas, perlu dicatat bahwa tulisan-tulisan apokrif secara konsisten mengidentifikasi nama istri Pilatus sebagai Procla. 3 (Lebih jauh mengenai statusnya menurut gereja-gereja Kristen awal akan diuraikan kemudian dalam bab ini).
Identitas Barabbas
Teks yang dikutip dari Matius di atas, seperti ditemukan dalam The Holy Bible: New Revised Standard Version (NRSV) , dengan jelas mengidentifikasi Barabbas sebagai orang yang memiliki nama Yesus. Dalam melakukan identifikasi ini, NRSV menggunakan sebagian besar teks-teks kuno, 4 agar bisa mengoreksi penghapusan nama yang diberikan kepada Barabbas, yaitu Yesus, yang terjadi pada versi-versi awal Alkitab.
Sebenarnya, para sarjana alkitabiah telah lama mengetahui dari teks-teks Matius kuno ini bahwa nama Barabbas adalah Yesus. Namun, informasi ini secara khusus tidak disampaikan kepada masyarakat awam. Dalam King James Version dari Alkitab tahun 1611, sama sekali tidak ada penyebutan nama Barabbas sebagai Yesus. Dalam Revised Standard Version (RSV) tahun 1946, informasi ini akhirnya dimasukkan dalam teks tersebut sebagai catatan kaki yang tidak jelas. Akhirnya, dalam New Revised Standard Version (NRSV) tahun 1989, informasi paling awal dan paling lengkap berkenaan dengan Barabbas disuguhkan secara langsung dalam teks tersebut, dimana ia pada awalnya diduga (bernama yesus Barabbas), dan Barabbas yang sebelumnya tidak dikenal sekali lagi telah menjadi Yesus Barabbas.
Namun demikian, para penerjemah Alkitab masih merahasiakannya dari masyarakat awam. Mereka masih belum menggenapi tugas mereka untuk mendidik masyarakat Kristen awam dan menjadikan teks Alkitab bisa diakses oleh sebagian besar umat Kristen. Mereka kini telah mempresentasikan Barabbas sebagai Yesus Barabbas, tetapi mereka masih belum menunjukkan bahwa "Barabbas" bukanlah nama, tetapi merupakan patronimik (nama yang hampir sama dengan nama ayahnya). 5 Patronimik meruapkan sebuah pengenal, sementara orangnya dikatakan sebagai putra X. Oleh karenanya, dalam Perjanjian Baru, kita menemukan murid Simon Petrus juga dipanggil Simon bar Jonah, yaitu, Simon putra Yunus. 6 Namun demikian, para penerjemah Alkitab secara konsisten sama-sama memberlakukan kata-kata bahasa Arama bar dan Abbas, karenanya menerjemahkan Jesus bar Abbas sebagai Yesus Barabbas, atau lebih buruk lagi, sebagai Barabbas saja. Dengan demikian seperti ini, dan dengan menyadari bahwa bar hanyalah berarti putra dari, sekarang kita bisa mengidentifikasi Barabbas sebagai Yesus putra Abbas. Namun demikian, bahkan dengan menerima terjemahan tersebut sampai titik ini, terjemahan tersebut tetap agak salah-arah, karena Abbas bukanlah sebuah nama. Kata Abbas masih harus diterjemahkan lagi dari bahasa Arama. Abbas berarti ayah, dan Barabbas secara langsung dan tak-ambigu diidentifikasi dalam Matius sebagai "Yesus, putra Bapa"! 7 Kini, jika kita harus bertanya kepada seratus orang Kristen yang dipilih secara acak mengenai identitas "Yesus, putra Bapa", niscaya kita akan mendapatkan seratus identifikasi positif mengenai Yesus Kristus.
Barabbas tidak lain adalah Yesus sendiri, putra Bapa! 8 Ini bukanlah identifikasi yang didasarkan pada sebagian kitab apokrif, yang mungkin atau tidak mungkin memiliki bukti yang mengacu pada gereja-gereja Kristen awal, seperti halnya kasus Injil Barnabas. Bahkan, ini juga bukan identifikasi yang didasarkan pada kitab-kitab apokrif, yang bisa secar alangsung ditelusuri hingga ke gereja-gereja Kristen awal, seperti dalam kasus Kitab Jeus, Wahyu Petrus, Risalah Kedua Set Agung, atau Perbuatan-perbuatan Yohanes. Ini merupakan identifiaksi yang dibuat langsung oleh Injil kanonik Matius.
Namun demikian, ini merupakan identifikasi yang hanya bisa dilakukan sekali: teks-teks awal Matius pada kahirnya menjadi teks-teks yang diakui, seperti dalam kasus NSRV; dan pembaca telah menggenapi terjemahan dua kata tersebut, yang masih belum diterjemahkan oleh para penerjemah Alkitab, dan karenanya, pernyataan-Matius yang sebenarnya masih gelap bagi orang awam. Memahami kutipan dari Matius ini sama artinya dengan mengupas sebuah opini. Dari lapisan demi lapisan yang harus disingkap sebelum kita sampai pada inti yang sebenarnya. Sementara sebelum kita sampai pada inti yang sebenarnya. Sementara kita bisa memahami bahwa para penerjemah Alkitab telah mulai mengupas opini tersebut untuk masyarakat awam, proses pengupasan tersebut amat-sangat lambat, dan masih belum lengkap. Pelbagai macam lapisan ini disuguhkan pada Tabel 3 di bawah :
Tabel 3: Lapisan-lapisan Identitas Barabbas
Lapisan 1
Versi Alkitab : Versi Raja James 1611, Identitas yang diungkap : Barabbas
Lapisan 2
Versi Alkitab : Versi Standar yang Direvisi, 1946, Identitas yang diungkap : Yesus Barabbas sebagai catatan
Lapisan 3
Versi Alkitab : Versi Standar Baru yang Direvisi, 1989, Identitas yang diungkap : Yesus Barabbas
Lapisan 4
Versi Alkitab : …, Identitas yang diungkap : Yesus bar Abbas
Lapisan 5
Versi Alkitab : …, Identitas yang diungkap : Yesus Putra Abbas
Lapisan 6
Versi Alkitab : …, Identitas yang diungkap : Yesus Putra Bapa
Berdasarkan pembahasan di atas, kita bisa melihat bahwa menurut Matius, Pontius Pilatus menawarkan untuk melepskan salah seorang dari dua tawanan pada hari itu, yaitu "Yesus, putra Bapa" atau "Yesus yang disebut Juru Selamat".9 Menurut penuturan Matius, kelompok tersebut memilih "Yesus putra Bapa" untuk dilepaskan. Pilatus memenuhi permintaan mereka, dengan melapaskan "Yesus, putra Bapa" dan menghukum "Yesus yang disebut Juru Selamat".10 Paling tidak, laporan Matius menujukkan bahwa ada kekaburan berkenaan dengan siapa yang dilepaskan dan siapa yang disalib. Terombang-ambing di antara dua, "Yesus, putra Bapa" dan "Yesus yang disebut Juru Selamat", bagaimana kita bisa memutuskan siapa adalah siapa?
Jawaban atas pertanyaan tersebut memang bisa dipeoleh, tetapi memerlukan kecermatan. Sebelum Pilatus bertanya kepada kelompok itu perihal siapa yang ingin mereka lepaskan, Matius menuturkan bahwa Pilatus menanyakan sebuah pertanyaan tunggal dan tajam kepada Yesus, yaitu. "Apakah engkau adalah Raja orang-orang Yahudi?" 11 ini merupakan satu-satunya hal yang membuat Pilatus tertarik. Apakah Yesus mengajukan klaim sebagai Raja orang-orang Yahudi, dan karenanya mempimpin pemberontakan melawan Roma? Pilatus sama sekali tidak peduli dengan perselisihan internal di antara para penguasa agama Yahudi. Baik seseorang mengklaim atau tidak sebagai seorang tokoh agama seperti Juru Selamat, tidaklah menjadi perhatiannya. Ia hanya ingin meneguhkan klaim kedudukan sebagai raja (kingship) , karena hal ini mencakup otoritas duniawi dan sekuler, yang merupakan ancaman bagi kekuasaan imperial Roma. Oleh karenanya, ia tidak bertanya apakah Yesus seorang Juru Selamat teologis, karena Pilatus tidak peduli dengan masalah ini. Akan tetapi, Pulatus benar-benar peduli jika Yesus mengklaim sebagai raja orang-orang Yahudi. Mengklaim diri sebagai Juru Selamat teologis bukanlah kejahatan menurut hukum Roma, sementara mengklaim diri sebagai Raja orang-orang Yahudi tentu saja merupakan kejahatan.
Di sini, kita harus menguji apa yang dimaksud dengan "Yesus yang disebut Juru Selamat". Generasi-generasi kaum Kristen yang menghadiri Sekolah Minggu telah diindoktrinasi dengan konsep teologis Sang Juru Sealmat, yang sudah dimulai sejak zaman gereja-gereja Kristen awal. Namun demikian, kata Mashiah dalam bahasa Ibrani, yang diterjemahkan menjadi Messiah [Juru selamat] dalam Alkitab, sebenarnya berarti ditahbiskan. Sama halnya, kata bahasa Yunani Chritos, yang diterjemahkan menjadi Crist [Kristus] dalam alkitab sebenarnya merupakan terjemahan Yunani dari kata Mashiah dalam bahasa Ibrani. Oleh karenanya, meskipun kata-kata Pilatus adalah Yesus yang disebut Juru Selamat, sebenarnya yang ia katakan adalah "Yesus yang disebut orang yang ditasbihkan". Siapakah yang telah disucikan dari bangsa Israel? Jawabannya adalah para raja dan para pendeta tinggi Iarael. Dalam hal ini, setiap pemberontak yang mengajukan klaim sebagai raja Israel - dan banyak orang semacam ini pada abad pertama Masehi - maka ia akan ditasbihkan sebagai raja Israel, dan bisa disebut sebagai "Juru Selamat".12
Setelah memantapkan perhatian Pilatus, dan karenanya setelah memantapkan tuduhan sebanarnya terhadap Yesus, yaitu mengklaim sebagai Raja orang-orang Yahudi, dan setelah menetapkan makan sebenarnya dari kata "Juru Selamat", kini kita beralih pada keterangan yang sama mengenai pelepasan "Yesus, putra Bapa" dalam Markus.
Demikianlah, kelompok itu datang dan mulai miminta Pilatus melakukan sesuatu untuk mereka sesuai dengan adat kebiasaannya. Kemudian ia memberi jawaban kepada mereka, "Apakah kalian ingin aku melepaskan Raja orang-orang Yahudi itu untuk kalian?" ? Namun, para pendeta ketua menghasut mereka agar meminta Pilatus melepaskan Barabbas untuk mereka. 13
Perhatikanlah adanya perubahan yang halus, tetapi amat sangat penting. Pilihannya dalah antara "Yesus, raja orang-orang Yahudi" dan "Yesus, putra Bapa!" Dalam versi ini tidak ada ambiguitas atau kebingungan kerkenaan dengan identitas. Yesus, yang mengklaim sebagai raja orang-orang Yahudi, dan dengan demikian juga telah ditasbihkan, yaitu, telah menjadi seorang Juru Selamat, diserahkan untuk disalib, sementara Yesus, putra Bapa, dilepaskan. Apalagi yang lebih sederhana atau lebih gamblang daripada hal itu? Kini, siapakah Yesus ini, yang mengklaim dirinya sebagai raja orang-orang Yahusi? Mungkin dia adalah seseorang yang telah ditemui dalam bab ini, yaitu, "Yesus, orang Galilea", yaitu, pemberontak paramiliter, yang disangkal oleh Petrus tadi. 14 Dialah Yesus ini, yang merupakan pembunuh dan pemberontak sebenarnya, yang tuduhan-tuduhannya secara keliru dinisbahkan kepada Yesus, putra Bapa, melalui kebingungan, baik sengaja maupun tidak, yang diciptakan oleh para penulis injil atau penerjemah, para redaktur, atau para penyuntingnya. 15
Ikhtisar
Kisah mengenai pelepasan Yesus, putra Bapa, memiliki arti penting yang sangat besar. Meskipun pembaca menolak reka-ulang kutipan Matius yang diusulkan oleh pengarang ini, yang didasarkan pada pertanyaan Pilatus kepada Yesus dan pada penuturan Markus yang sama, tetapi pembaca injil-injil kanonik masih bergulat dengan kebingungan dan ambiguitas. Identitas masing-masing mengenai siapa yang dilepaskan (Yesus, putra Bapa) dan siapa yang disalib (Yesus yang disebut Juru Selamat) benar-benar membingungkan dan merupakan pertanyaan tak-terjawab. Kebingungan dan ambiguitas itu cukup untuk menyatakan bahwa setidaknya ada satu jawaban yang tersedia bagi pertanyaan-pertanyaan di atas dari injil-injil kanonik yang mendukung keterangan Alquran soal penyaliban. Lebih jauh, jika kita menerima reka-ulang laporan Matius sebagaimana dikemukakan oleh pengarang ini, maka jelaslah bahwa Yesus, Raja orang-orang Yahudi (atau disebut juga Yesus, orang Galilea), disalib, sementara Yesus, putra Bapa, dilepaskan. Di sini, kita menemukan pembelaan total atas penjelasan Alquran tentang penyaliban yang kita butuhkan berdasarkan injil-injil kanonik semata.
Hingga titik ini, pembaca Kristen, yang diindoktrinasi sejak masa kecil dalam pelajaran-pelajaran Sekolah Minggu, mungkin berpikir bahwa seluruh jajaran argumen ini tidak masuk akal. Tidak peduli apa yang sebenarnya dikatakan Matius mengenai Yesus, putra Bapa, adalah lebih mudah untuk mengabaikan seluruh hal ini begitu saja. Namun demikian, sebelum melalukan langkah tersebut, ada satu keping informasi lagi yang harus dipertimbangkan. Jika Pilatus memang benar-benar menghukum Yesus Kristus hingga mati dengan cara disalib, bagaimanakah seharusnya gereja-gereja Kristen awal memandang Pilatus dan sekutu-sekutunya? Tidakkah Pilatus seharusnya dibuang ke tempat yang paling jauh oleh gereja-gereja Kristen awal? Tidak mungkinkah Pilatus secara formal dihukum oleh gereja-gereja Kristen awal? Kita tentunya berpikir demikian.
Akan tetapi, fakta-fakta yang ada sungguh sangat berbeda. Tanggal 28 Oktober oleh penanggalan Gereja Ortodoks Timur ditentukan sebagai hari pesta Santa Procla, istri Pontius Pilatus. 16 Tanggal 25 Juni oleh Gereja Kristen Koptik ditentukan sebagai hari pesta Santa Procla dan Santo Pontius Pilatus. 17 Procla diresmikan sebagai seorang santa, baik oleh Gereja Ortodoks Timur maupun oleh Gereja Kristen Koptik, sementara Pontius Pilatus diresmikan sebagai seorang santo oleh Gereja Kristen Koptik. Bagaimanakah gereja Kristen Koptik awal bahkan membenarkan kononisasi orang tersebut sebagai santo, orang yang telah menghukum Yesus Kristus hingga mati dengan cara disalib? Ini benar-benar bertentangan dengan seluruh nalar dan logika. Apakah yang diketahui oleh umat Kristen awal ini yang tidak diketahui oleh umat Kristen modern? Mungkin, mereka tahu bahwa Pontius Pilatus, santo mereka tercinta, adalah orang yang melepaskan Yesus Kristus. Mungkin juga mereka memeiliki pemahaman yang lebih baik tentang Matius daripada sebagian besar orang Kristen modern.
Pada titik ini, sangat menggoda untuk mengatakan, "Kasus ditutup, sidang ditunda". Namun demikian, ada satu keping lagi bukti dari injil-injil kanonik yang harus ditelaah.
Keterangan:
1. Matius 27:11-26; Markus 15:6-15; Lukas 23:13-25; Yohanes 18:38-40
2. Matius 27:11, 15-26.
3. Platt RH, Brett JA.
4. A) Fenton JC (1973) B) - (1998a)
5. A) - (1998a) B) Leon-Dufour X (1983) C) Asimov I (1969) D) Schonfield HJ (1967) E) Fenton JC (1973) F) Pherigo LP (1971)
6. Matius 16:17. Dalam RSV: Simon Bar Jonah (Simon bin Yunus).
7. A) - (1998a) B) Leon-Dufour X (1983) C) Asimov I (1969) D) Fenton JC (1973) E) Pherigo LP (1971)
8. Frasa "putra Bapa" tidak mengisyaratkan status "dilahirkan".
9. Matius 27:17
10. Matius 27:17-26
11. Matius 27:11
12. A) Leon-Dufour X (1983) B) Schonfield HJ (1967)
13. Markus 15:8-9, 11.
14. Matius 26:69-70
15. Platt RH, Brett JA
16. A) Hennecke E, Schneemelcher W, Wilson RM (1963) B) Platt RH, Brett JA C) - (1998g)
17. - (1998n)
Wassalaam.
* Matius 27:11-16
27:11 Lalu Yesus dihadapkan kepada wali negeri. Dan wali negeri bertanya kepada-Nya: "Engkaukah raja orang Yahudi?" Jawab Yesus: "Engkau sendiri mengatakannya."
27:12 Tetapi atas tuduhan yang diajukan imam-imam kepala dan tua-tua terhadap Dia, Ia tidak memberi jawab apa pun.
27:13 Maka kata Pilatus kepada-Nya: "Tidakkah Engkau dengar betapa banyaknya tuduhan saksi-saksi ini terhadap Engkau?"
27:14 Tetapi Ia tidak menjawab suatu kata pun, sehingga wali negeri itu sangat heran.
27:15 Telah menjadi kebiasaan bagi wali negeri untuk membebaskan satu orang hukuman pada tiap-tiap hari raya itu atas pilihan orang banyak.
27:16 Dan pada waktu itu ada dalam penjara seorang yang terkenal kejahatannya yang bernama Yesus Barabas.
Ada 2 tahanan yang menjadi pokok pembicaraan sidang yang dipimpin Pilatus yang satu adalah Yesus Kristus, yang lainnya adalah yang disebut Yesus Barabas.
Siapakah yang disebut Barabas ini?
1. Matius mengatakan Barabas adalah seorang yang terkenal akan kejahatannya :
* Matius 27:16
Dan pada waktu itu ada dalam penjara seorang yang terkenal kejahatannya yang bernama Yesus Barabas.
2. Selaras dengan Matius, Markus menulis jelas bahwa Barabas adalah pemberontak dan pembunuh
* Markus 15:7
Dan pada waktu itu adalah seorang yang bernama Barabas sedang dipenjarakan bersama beberapa orang pemberontak lainnya. Mereka telah melakukan pembunuhan dalam pemberontakan.
3. Selaras dengan Matius & Markus, Lukas juga menulis Barabas adalah pembunuh :
* Lukas 23:19
Barabas ini dimasukkan ke dalam penjara berhubung dengan suatu pemberontakan yang telah terjadi di dalam kota dan karena pembunuhan.
3. Selaras dengan ketiga tulisan diatas, dengan istilah yang lain, Yohanes menulis jelas bahwa Barabas adalah penyamun, yang identik dengan "orang jahat" :
* Yohanes 18:40
Mereka berteriak pula: "Jangan Dia, melainkan Barabas!" Barabas adalah seorang penyamun.
Dalam ke-4 Injil, terdapat kecocokan karakter Barabas ini, bahwa ia adalah orang jahat, pembunuh, pemberontak dan seorang penyamun.
Kata "BAR" dalam bahasa Aram artinya "anak"
"ABA" adalah kata Aram artinya adalah "Bapak", Ibrani AV.
Arti harfiahnya adalah "anaknya bapak", namun memparalelkan Barabas dengan Yesus Kristus tidaklah tepat.
Memang Yesus Kristus mendapat gelar Anak Allah, dan Ia sendiri merujuk diriNya diutus oleh BapaNya yang di Surga. Namun bukan berarti "Anak Allah" inilah yang dibebaskan oleh Pilatus. Disamping itu pula Yesus Kristus tidak pernah diperkenalkan dengan julukan/gelar "Anak Bapa" melainkan "Anak Allah" ('huios theou'), seperti dalam contoh ayat dibawah ini :
* Lukas 1:35
Jawab malaikat itu kepadanya: "Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah.
KJV, And the angel answered and said unto her, The Holy Ghost shall come upon thee, and the power of the Highest shall overshadow thee: therefore also that holy thing which shall be born of thee shall be called the Son of God.
TR, και αποκριθεις ο αγγελος ειπεν αυτη πνευμα αγιον επελευσεται επι σε και δυναμις υψιστου επισκιασει σοι διο και το γεννωμενον αγιον κληθησεται υιος θεου
Interlinear, kai {lalu} apokritheis {menjawab} ho {itu} aggelos {malaikat} eipen {berkata} autê {kepadanya} pneuma {Roh} agion {Kudus} epeleusetai {akan datang} epi {atas} se {mu} kai {dan} dunamis {kuasa} upsistou {Yang Mahatinggi} episkiasei {akan menaungi} soi {engkau} dio {karena itu} kai {juga} to {yang} gennômenon {dilahirkan} agion {Kudus} klêthêsetai {akan dipangil} huios {Anak} theou {Allah}
Dan, Alkitab dengan jelas membedakan 2 karakter orang yang dalam tahanan itu, dan siapakah yang akhir nya dibebaskan oleh Pilatus :
* Matius 27:17
Karena mereka sudah berkumpul di sana, Pilatus berkata kepada mereka: "Siapa yang kamu kehendaki kubebaskan bagimu, Yesus Barabas atau Yesus, yang disebut Kristus?"
Bandingkan dengan :
* Yohanes 18:39-40
18:39 Tetapi pada kamu ada kebiasaan, bahwa pada Paskah aku membebaskan seorang bagimu. Maukah kamu, supaya aku membebaskan raja orang Yahudi bagimu?"
18:40 Mereka berteriak pula: "Jangan Dia, melainkan Barabas!" Barabas adalah seorang penyamun.
* Markus 15:15
Dan oleh karena Pilatus ingin memuaskan hati orang banyak itu, ia membebaskan Barabas bagi mereka. Tetapi Yesus disesahnya lalu diserahkannya untuk disalibkan.
* Lukas 23:18
Tetapi mereka berteriak bersama-sama: "Enyahkanlah Dia, lepaskanlah Barabas bagi kami!"
Dengan demikian sudah sangat jelas sekali bahwa Barabas-lah yang dibebaskan oleh Pilatus.
Harap anda jangan menjebak/terjebak terminology "Barabas" dengan pribadi lain yaitu Yesus Kristus yang disebut Anak Allah.
Lebih jauh marilah kita selidiki :
* Matius 26:63-68
26:63 Tetapi Yesus tetap diam. Lalu kata Imam Besar itu kepada-Nya: "Demi Allah yang hidup, katakanlah kepada kami, apakah Engkau Mesias, Anak Allah, atau tidak."
26:64 Jawab Yesus: "Engkau telah mengatakannya. Akan tetapi, Aku berkata kepadamu, mulai sekarang kamu akan melihat Anak Manusia duduk di sebelah kanan Yang Mahakuasa dan datang di atas awan-awan di langit." 26:65 Maka Imam Besar itu mengoyakkan pakaiannya dan berkata: "Ia menghujat Allah. Untuk apa kita perlu saksi lagi? Sekarang telah kamu dengar hujat-Nya.
26:66 Bagaimana pendapat kamu?" Mereka menjawab dan berkata: "Ia harus dihukum mati!"
26:67 Lalu mereka meludahi muka-Nya dan meninju-Nya; orang-orang lain memukul Dia,
26:68 dan berkata: "Cobalah katakan kepada kami, hai Mesias, siapakah yang memukul Engkau?"
Jelas sekali Yesus yang diinterograsi oleh Imam besar ini adalah Yesus yang disebut Mesias (Kristus), dalam pengadilan ini Yesus dinyatakan bersalah dengan delik "menghujat Allah".
Bandingkan dengan kejahatan Barabas, dimana ia tidak mendapat tuduhan "menghujat Allah", Barabas ditahan atas tuduhan kejahatan diantaranya pembunuhan.
Sedangkan Yesus Kristus dituntut hukuman mati dengan disalib bukan karena tuduhan pembunuhan melainkan dengan tuduhan "menghujat Allah" :
Setelah itu kita lanjut ke pasal berikutnya :
* Matius 27:20-21,26
27:20 Tetapi oleh hasutan imam-imam kepala dan tua-tua, orang banyak bertekad untuk meminta supaya Barabas dibebaskan dan Yesus dihukum mati.
27:21 Wali negeri menjawab dan berkata kepada mereka: "Siapa di antara kedua orang itu yang kamu kehendaki kubebaskan bagimu?" Kata mereka: "Barabas."
27:26 Lalu ia membebaskan Barabas bagi mereka, tetapi Yesus disesahnya lalu diserahkannya untuk disalibkan.
Perhatikan, Imam-imam memilih Barabas dibebaskan, dan Yesus Kristus lah yang menerima hukuman salib.
Jelas , dalam Yohanes 19:7 menceritakan latar belakang mengapa Yesus disalib. Karena Yesus Kristus menganggap diriNya sebagai Anak Allah.
Yesus dalam inkarnasinya ke dunia, mendapat gelar "Anak Allah" (Ibrani, BEN ELOHIM), Terhadap gelar yang satu ini, anda tidak boleh menyamakan dengan sitilah lain "anak bapak" dan kemudian dikaitkan dengan seorang lain yang bernama BARABAS.
Disamping itu pula dalam naskah Alkitab tidak pernah ada istilah "anak bapa" dipakai sebagai "nama" atau "gelar" untuk Yesus Kristus.
Dengan ini Alkitab dengan jelas menulis BARABAS seorang pembunuh/penyamun itu yang dibebaskan, Sedangkan seorang lainnya lagi yaitu Yesus Kristus tetap dituntut hukuman mati dengan cara disalib untuk memenuhi tuntutan para imam-imam dan orang-orang Yahudi, dengan tuduhan "menghujat Allah" bukan karena tuduhan kriminal pembunuhan.
Dalam hal ini bukan sekedar mengutak-utik kata, Yesus Barabas dan Yesus Kristus adalah 2 pribadi yang berbeda. Dan yang mendapat hukuman salib adalah Yesus Kristus, sejarah dan kesaksian ke-4 Injil menyatakan hal itu.
75. BANTAHAN SIMON SIRENUS TERHADAP PENYALIBAN YESUS !
Bukti : Perekrutan Simon Sirenus
Interpretasi Kristen teradisional atas penyaliban manyatakan bahwa Yesus Kristus berpindah dari tempat hukuman di hadapan Pontius Pilatus menuju tempat penyaliban, yaitu Golgotha (Calvary dalam bahasa Latin). Perjalanan ini diritualkan oleh Gereja Katolik Roma sebagai bagian dari 14 Stasiun Salibnya, dimana stasiun kelima memperoleh perhatian khusus, stasiun Salib Kelima merunjuk pada suatu peristiwa yang dituturkan dalam tiga injik sinoptik, tetapi tidak diceritakan dalam Yohanes. Pada Stasiun kelima ini, Simor Sirenus konon ditemukan untuk membawa salib Yesus.
Setelah mareka keluar, mereka menemukan seorang laki-laki dari Sirenus bernama Simon; mereka memaksa orang ini untuk membawa salibnya. Dan ketika mereka sampai di sebuah tempat yang disebut Golgotha (yang berarti Tempat Tengkorak), mereka menawarkan anggur kepadanya untuk diminum, yang telah dicampur dengan cuka; tetapi ketika ia mencicipinya, dia tidak mau meminumnya. Dan ketika mereka menyalibkannya, mereka membagikan pakaiannya di antara mereka sendiri dengan melemparkan undian; kemudian mereka duduk di sana dan tetap mengawasinya. 1
Mereka memaksa seorang musafir, yang datang dari negeri itu, untuk membawa salibnya; ia adalah Simon Sirenus ayah Aleksander dan Rufus. Kemudian, mreka membawa Yesus ke tempat yang disebut Golgotha (yang berarti tempat tengkorak). Kemudian mereka menawarinya anggur yang telah dicampur dengan myrrh; tetapi ia tidak menerimanya. Kemudian mereka menyalibnya, dan membagikan pakaiannya di antara mereka, dengan melemparkan undian untuk menentukan apa yang harus diterima oleh masing-masing. 2
Setelah mereka membawanya, mereka menangkap seorang laki-laki, Simon Sirenus, yang datang dari negeri itu, dan mereka meletakkan salib itu di [pundak]-atasnya, dan menyuruhnya membawa salib itu di belakang Yesus. Dua orang lainnya, yang merupakan para penjahat, dibawa untuk dibunuh bersamanya. Ketika mereka sampai ke tempat yang disebut Tengkorak, mereka menyalib Yesus di sana bersama para penjahat, satu di sebelah kanannya dan satu lagi di sebelah kirinya. 3
Kini, ada dua persoalan yang harus dijelaskan menyangkut penuturan di atas. Pertama , injil-injil kanonik tidak pernah menyatakan bahwa salib diserahkan kembali kepda Yesus dari Simon. Kedua, dalam kutipan dari Markus dan dalam kutipan dari Lukas, pengarang saat ini mencetak-miuring kata "Yesus" di satu tempat. Di masing-masing tempat ini, catatan NRSV berkenaan dengan teks tersebut dengan jelas menyatakan bahwa orang Yunani membawa "dia", bukan "Yesus". Dengan kata lain, para penerjemah khawatir kalau-kalau sebagian besar pembaca akan membaca "dia" sebagai kata-ganti yang merujuk pada Simon Sinerus juka mereka tidak memasukkan "Yesus" untuk mengganti "dia". Dalam hal ini, para penerjemah sepenuhnya benar. Sebagian besar pembaca akan membaca "dia" sebagai kata-ganti yang merujuk pada Simon Sirenus, yang menunjukkan bahwa Simon Sirenus adalah orang yang disalib. Dalam kutipan-kutipan di atas, Matius, Markus, dan Lukas, semuanya tampaknya mengatakan bahwa Simon Sirenus disalib sebagai pengganti Yesus.
Harus ditekankan bahwa interpretasi terhadap tradisi sinoptik di atas tidak terbatas bagi pengarang saat ini. Kenyataannya, itulah interpretasi yang diyakini secara luas oleh segmen-segmen gereja-gereja Kristen awal. Para pembaca bab ini sudah menemukan bahwa interpretasi adalah Risalah Kedua Set Agung, kitab apokrif dari gereja-gereja Kristen awal, menyatakan, "adalah orang lain, Simon, yang memikul salib di pundaknya". Kenyataannya, penggantian Simon Sirenus (sebagai korban penyaliban) untuk Yesus merupakan prinsip kepercayaan utama di antara orang-orang Kristen awal yang dikenal sebagai kelompok Basilidian, 4 yang menonjol pada pertengahan abad abad ke-2 M. mereka mengadakan kongregasi di Mesir dan tetap eksis hingga abad ke-4 M. garis keturuannya bisa ditelusuri kembali pada orang-orang yang menjadi pengikut Basilides, yang diklaim sebagai penerima tradisi-tradisi rahasia tertentu dari Glaucias (seorang penafsir Petrus, murid Yesus). 5
IKHTISAR DAN SIMPULAN-SIMPULAN
Bukanlah maksud pengarang untuk membuktikan satu tradisi, setelah dipertentangkan dengan tradisi lainnya, akhirnya sampai pada simpulan bahwa bukanlah yesus Kristus yang disalib. Namun, tinjauan-tinjauan terdahulu atas kitab suci Kristen, baik yang apokrif maupun kanonik, secara dramatis mengilustrasikan bahwa gereja-gereja Kristen awal tidak secara bulat menerima doktrin penyaliban Kristus. Jelasnya, mereka masih bingung mengenai apa yang sebenarnya terjadi saat itu. Ada banyak teroi yang berbeda mengenai pokok bahasan ini dalah gereja-gereja Kristen awal. Di antara banyak kandidat untuk kehormatan yang meragukan sebagai korban yang disalib ini, bisa kita sebutkan: Yudas Iskariot; Simon Sinerus; simulacrum-simulacrum Yesus Kristus; orang-orang lain yang tidak-teridentifikasi; dan seorang pemberontak paramiliter yang dikenal sebagai Yesus, orang Galilea, yang mengklaim dirinya sebagai Raja orang-orang Yahudi, dan yang dibedakan dari Yesus, putra Bapa, yaitu Yesus Kristus.
Alquran dengan jelas menyatakan bahwa Yesus Kristus tidak disalib. Sebagian besar segmen gereja-gereja Kristen awal, dan sebagian besar kitab suci Kristen awal mengamini pernyataan itu.
Bagi kaum muslim, pelajaran yang mungkin bisa diambil adalah bahwa banyak gereja Kristen awal jauh lebih dekat dengan Islam daripada yang pernah dipikirkan sebelumnya. Bagi kaum Kristen, pelajaran yang mungkin bisa diambil adalah bahwa doktrin penyaliban ternyata sangat di ragukan dan diperdebatkan oleh gereja-gereja awal. Dengan pemikiran semacam ini, mungkin mereka bersedia melihat kembali ajaran-ajaran Islam, dan mempertimbangkan persamaan-persamaan antara ajaran-ajaran Islam dan fondasi-fondasi agama Kristen awal.
Keterangan:
1. Matius 27:32-36
2. Markus 15:21-24
3. Lukas 23:26, 32-33
4. Norwood FA (1971)
5. - (1998b)
Dikutip dari buku: "Salib di Bulan Sabit", karya DR. Jerald F. Dirks, 2003.
Wassalaam.
Perlu diketahui bahwa tidak ada rujukan bahwa Simon dari Kirene yang disalib menggantikan Yesus. Simon dari Kirene hanya menggantikan untuk memikul salib Yesus ke bukit Golgota karena keadaan Yesus terlalu lemah untuk memanggulnya. Hal ini diputuskan oleh serdadu Roma untuk menghindari Yesus "mati" sebelum waktunya Ia dihukum salib di bukit Golgota.
* Yohanes 19:17-18
19:17 Sambil memikul salib-Nya Ia pergi ke luar ke tempat yang bernama Tempat Tengkorak, dalam bahasa Ibrani: Golgota.
19:18 Dan di situ Ia disalibkan mereka dan bersama-sama dengan Dia disalibkan juga dua orang lain, sebelah-menyebelah, Yesus di tengah-tengah.
* Matius 27:31-32
27:31 Sesudah mengolok-olokkan Dia mereka menanggalkan jubah itu dari pada-Nya dan mengenakan pula pakaian-Nya kepada-Nya. Kemudian mereka membawa Dia ke luar untuk disalibkan.
27:32 Ketika mereka berjalan ke luar kota, mereka berjumpa dengan seorang dari Kirene yang bernama Simon. Orang itu mereka paksa untuk memikul salib Yesus.
bandingkan dengan :
* Markus 15:20b-22
15:20b Kemudian Yesus dibawa ke luar untuk disalibkan.
15:21 Pada waktu itu lewat seorang yang bernama Simon, orang Kirene, ayah Aleksander dan Rufus, yang baru datang dari luar kota, dan orang itu mereka paksa untuk memikul salib Yesus.
15:22 Mereka membawa Yesus ke tempat yang bernama Golgota, yang berarti: Tempat Tengkorak.
Yohanes 18:17 menyatakan bahwa Yesus memikul salibnya sendiri ke tempat yang bernama "tempat tengkorak". Sedangkan Matius 27:31-32 mengatakan bahwa Ia disalibkan di Golgota tetapi Simon dari Kirene lah yang dipaksa untuk memikul salibNya menuju ke Golgota. Markus 15:20b-22 sama dengan Matius memberikan informasi tambahan bahwa Yesus mulai memikul salib sejak dari istana Pilatus (Praetorium). Sedangkan Simon, ia sedang berjalan dari luar kota meintasi jalan yang dilalui oleh Yesus yang sedang memikul salib. Ini menunjukkan bahwa Yesus telah melalui jalan yang cukup jauh, mulai dari tempat Pilatus sampai di jalan tersebut. Saat itu, kondisi Yesus teramat lemah akibat dicambuk dan disiksa, dan Ia tidak sanggup lagi membawa salib yang berat sehingga Ia terjatuh dan hampir tak mampu berjalan kedepan. Melihat hal ini, seorang pasukan kemudian memaksa Simon untuk menggantikan Yesus membawakan salibNya. Lukas 23:26 juga sepakat menyatakan bahwa Simon ditahan untuk ganti memikul salib Yesus, sementara Yesus dibebaskan dari pikulan.
* Lukas 23:26
Ketika mereka membawa Yesus, mereka menahan seorang yang bernama Simon dari Kirene, yang baru datang dari luar kota, lalu diletakkan salib itu di atas bahunya, supaya dipikulnya sambil mengikuti Yesus.
I. PENYALIBAN YESUS MENURUT KE 4 INJIL
Ke-empat Injil sepakat bahwa Yesuslah yang disalib bukan Simon dari Kirene :
* Matius 27:32-44 Yesus disalibkan
27:32 Ketika mereka berjalan ke luar kota, mereka berjumpa dengan seorang dari Kirene yang bernama Simon. Orang itu mereka paksa untuk memikul salib Yesus.
27:33 Maka sampailah mereka di suatu tempat yang bernama Golgota, artinya: Tempat Tengkorak.
27:34 Lalu mereka memberi Dia minum anggur bercampur empedu. Setelah Ia mengecapnya, Ia tidak mau meminumnya.
27:35 Sesudah menyalibkan Dia mereka membagi-bagi pakaian-Nya dengan membuang undi.
27:36 Lalu mereka duduk di situ menjaga Dia.
27:37 Dan di atas kepala-Nya terpasang tulisan yang menyebut alasan mengapa Ia dihukum: "Inilah Yesus Raja orang Yahudi."
27:38 Bersama dengan Dia disalibkan dua orang penyamun, seorang di sebelah kanan dan seorang di sebelah kiri-Nya.
27:39 Orang-orang yang lewat di sana menghujat Dia dan sambil menggelengkan kepala,
27:40 mereka berkata: "Hai Engkau yang mau merubuhkan Bait Suci dan mau membangunnya kembali dalam tiga hari, selamatkanlah diri-Mu jikalau Engkau Anak Allah, turunlah dari salib itu!"
27:41 Demikian juga imam-imam kepala bersama-sama ahli-ahli Taurat dan tua-tua mengolok-olokkan Dia dan mereka berkata:
27:42 "Orang lain Ia selamatkan, tetapi diri-Nya sendiri tidak dapat Ia selamatkan! Ia Raja Israel? Baiklah Ia turun dari salib itu dan kami akan percaya kepada-Nya.
27:43 Ia menaruh harapan-Nya pada Allah: baiklah Allah menyelamatkan Dia, jikalau Allah berkenan kepada-Nya! Karena Ia telah berkata: Aku adalah Anak Allah."
27:44 Bahkan penyamun-penyamun yang disalibkan bersama-sama dengan Dia mencela-Nya demikian juga.
Apabila Simon dari Kirene yang disalib, tentu tidak ada julukan "Raja orang Yahudi" (Matius 27:37) dan "Anak Allah" (Matius 27:40). Matius jelas mencatat Yesus yang disalib.
* Markus 15:20b-32 Yesus disalibkan
15:20b Kemudian Yesus dibawa ke luar untuk disalibkan.
15:21 Pada waktu itu lewat seorang yang bernama Simon, orang Kirene, ayah Aleksander dan Rufus, yang baru datang dari luar kota, dan orang itu mereka paksa untuk memikul salib Yesus.
15:22 Mereka membawa Yesus ke tempat yang bernama Golgota, yang berarti: Tempat Tengkorak.
15:23 Lalu mereka memberi anggur bercampur mur kepada-Nya, tetapi Ia menolaknya.
15:24 Kemudian mereka menyalibkan Dia, lalu mereka membagi pakaian-Nya dengan membuang undi atasnya untuk menentukan bagian masing-masing.
15:25 Hari jam sembilan ketika Ia disalibkan.
15:26 Dan alasan mengapa Ia dihukum disebut pada tulisan yang terpasang di situ: "Raja orang Yahudi".
15:27 Bersama dengan Dia disalibkan dua orang penyamun, seorang di sebelah kanan-Nya dan seorang di sebelah kiri-Nya.
15:28 Demikian genaplah nas Alkitab yang berbunyi: "Ia akan terhitung di antara orang-orang durhaka."
15:29 Orang-orang yang lewat di sana menghujat Dia, dan sambil menggelengkan kepala mereka berkata: "Hai Engkau yang mau merubuhkan Bait Suci dan mau membangunnya kembali dalam tiga hari,
15:30 turunlah dari salib itu dan selamatkan diri-Mu!"
15:31 Demikian juga imam-imam kepala bersama-sama ahli Taurat mengolok-olokkan Dia di antara mereka sendiri dan mereka berkata: "Orang lain Ia selamatkan, tetapi diri-Nya sendiri tidak dapat Ia selamatkan!
15:32 Baiklah Mesias, Raja Israel itu, turun dari salib itu, supaya kita lihat dan percaya." Bahkan kedua orang yang disalibkan bersama-sama dengan Dia mencela Dia juga.
Apabila Simon dari Kirene yang disalib, tentu tidak ada julukan "Raja orang Yahudi" (Markus 15:26). Dan orang-orang merujuk pada perkataan Yesus dalam menubuatkan kematianNya sendiri (Markus 15:29-30), menandakan Yesus sendirilah yang disalib. Dengan demikian Markus jelas mencatat Yesus yang disalib.
* Lukas 23:26-43 Yesus disalibkan
23:26 Ketika mereka membawa Yesus, mereka menahan seorang yang bernama Simon dari Kirene, yang baru datang dari luar kota, lalu diletakkan salib itu di atas bahunya, supaya dipikulnya sambil mengikuti Yesus.
23:27 Sejumlah besar orang mengikuti Dia; di antaranya banyak perempuan yang menangisi dan meratapi Dia.
23:28 Yesus berpaling kepada mereka dan berkata: "Hai puteri-puteri Yerusalem, janganlah kamu menangisi Aku, melainkan tangisilah dirimu sendiri dan anak-anakmu!
23:29 Sebab lihat, akan tiba masanya orang berkata: Berbahagialah perempuan mandul dan yang rahimnya tidak pernah melahirkan, dan yang susunya tidak pernah menyusui.
23:30 Maka orang akan mulai berkata kepada gunung-gunung: Runtuhlah menimpa kami! dan kepada bukit-bukit: Timbunilah kami!
23:31 Sebab jikalau orang berbuat demikian dengan kayu hidup, apakah yang akan terjadi dengan kayu kering?"
23:32 Dan ada juga digiring dua orang lain, yaitu dua penjahat untuk dihukum mati bersama-sama dengan Dia.
23:33 Ketika mereka sampai di tempat yang bernama Tengkorak, mereka menyalibkan Yesus di situ dan juga kedua orang penjahat itu, yang seorang di sebelah kanan-Nya dan yang lain di sebelah kiri-Nya.
23:34 Yesus berkata: "Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat." Dan mereka membuang undi untuk membagi pakaian-Nya.
23:35 Orang banyak berdiri di situ dan melihat semuanya. Pemimpin-pemimpin mengejek Dia, katanya: "Orang lain Ia selamatkan, biarlah sekarang Ia menyelamatkan diri-Nya sendiri, jika Ia adalah Mesias, orang yang dipilih Allah."
23:36 Juga prajurit-prajurit mengolok-olokkan Dia; mereka mengunjukkan anggur asam kepada-Nya
23:37 dan berkata: "Jika Engkau adalah raja orang Yahudi, selamatkanlah diri-Mu!"
23:38 Ada juga tulisan di atas kepala-Nya: "Inilah raja orang Yahudi".
23:39 Seorang dari penjahat yang di gantung itu menghujat Dia, katanya: "Bukankah Engkau adalah Kristus? Selamatkanlah diri-Mu dan kami!"
23:40 Tetapi yang seorang menegor dia, katanya: "Tidakkah engkau takut, juga tidak kepada Allah, sedang engkau menerima hukuman yang sama?
Lukas juga merujuk pada julukan "Raja orang Yahudi", "Mesias", dan mencatat Yesus yang berdoa (Lukas 23:34). Maka Lukas dengan jelas menulis bahwa Yesuslah yang disalib.
* Yohanes 19:16b-30 Yesus disalibkan
19:16b Mereka menerima Yesus.
19:17 Sambil memikul salib-Nya Ia pergi ke luar ke tempat yang bernama Tempat Tengkorak, dalam bahasa Ibrani: Golgota.
19:18 Dan di situ Ia disalibkan mereka dan bersama-sama dengan Dia disalibkan juga dua orang lain, sebelah-menyebelah, Yesus di tengah-tengah.
19:19 Dan Pilatus menyuruh memasang juga tulisan di atas kayu salib itu, bunyinya: "Yesus, orang Nazaret, Raja orang Yahudi."
19:20 Banyak orang Yahudi yang membaca tulisan itu, sebab tempat di mana Yesus disalibkan letaknya dekat kota dan kata-kata itu tertulis dalam bahasa Ibrani, bahasa Latin dan bahasa Yunani.
19:21 Maka kata imam-imam kepala orang Yahudi kepada Pilatus: "Jangan engkau menulis: Raja orang Yahudi, tetapi bahwa Ia mengatakan: Aku adalah Raja orang Yahudi."
19:22 Jawab Pilatus: "Apa yang kutulis, tetap tertulis."
19:23 Sesudah prajurit-prajurit itu menyalibkan Yesus, mereka mengambil pakaian-Nya lalu membaginya menjadi empat bagian untuk tiap-tiap prajurit satu bagian -- dan jubah-Nya juga mereka ambil. Jubah itu tidak berjahit, dari atas ke bawah hanya satu tenunan saja.
19:24 Karena itu mereka berkata seorang kepada yang lain: "Janganlah kita membaginya menjadi beberapa potong, tetapi baiklah kita membuang undi untuk menentukan siapa yang mendapatnya." Demikianlah hendaknya supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci: "Mereka membagi-bagi pakaian-Ku di antara mereka dan mereka membuang undi atas jubah-Ku." Hal itu telah dilakukan prajurit-prajurit itu.
19:25 Dan dekat salib Yesus berdiri ibu-Nya dan saudara ibu-Nya, Maria, isteri Klopas dan Maria Magdalena.
19:26 Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya, berkatalah Ia kepada ibu-Nya: "Ibu, inilah, anakmu!"
19:27 Kemudian kata-Nya kepada murid-murid-Nya: "Inilah ibumu!" Dan sejak saat itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya.
19:28 Sesudah itu, karena Yesus tahu, bahwa segala sesuatu telah selesai, berkatalah Ia -- supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci --: "Aku haus!"
19:29 Di situ ada suatu bekas penuh anggur asam. Maka mereka mencucukkan bunga karang, yang telah dicelupkan dalam anggur asam, pada sebatang hisop lalu mengunjukkannya ke mulut Yesus.
19:30 Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: "Sudah selesai." Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya
Yohanes, murid yang dikasihi Yesus, menjadi saksi mata penyaliban Yesus Kristus. Ia mencatat percakapannya dengan Yesus. Sepakat dengan ke 3 kitab Injil lainnya, iapun bersaksi bahwa Yesuslah yang disalib.
Dari ayat-ayat panjang yang dikutip diatas, kesimpulannya adalah Ke 4 Injil menyatakan jelas bahwa Yesus disalibkan dan mati dikayu salib :
* Matius 27:50
Yesus berseru pula dengan suara nyaring lalu menyerahkan nyawa-Nya.
* Markus 15:37
Lalu berserulah Yesus dengan suara nyaring dan menyerahkan nyawa-Nya.
* Lukas 23:46
Lalu Yesus berseru dengan suara nyaring: "Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku." Dan sesudah berkata demikian Ia menyerahkan nyawa-Nya.
* Yohanes 19:30
Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: "Sudah selesai." Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya.
II. PENYALIBAN YESUS MENURUT SUMBER SEKULER
1. CORNELIUS TACITUS
Seorang sejarawan Romawi yang lahir sekitar 52 – 54 masehi dan meninggal sekitar 120 M. Ditahun 112 M menjadi Gubernur Asia. Mengarang buku Annals yang berisi sejarah kekaisaran Romawi periode 14 M – 68 M. Dalam bukunya Annals, volume XV, tentang Nero, Tacitus menuliskan :
Sumber :
Apologetika
Josh McDowell
Gandum Mas, 2002, jilid 1, halaman 44 :
…… Nero dari keaiban oleh karena dituduh telah sengaja menimbulkan kebakaran besar di Roma. Jadi untuk menghentikan desas desus itu dia mengalihkan tuduhan dengan memfitnah dan menghukum dengan siksaan paling keji terhadap orang-orang yang disebut Kristen, yang dibenci karena kejahatannya. KRISTUS YANG MENJADI PENDIRI KEPERCAYAAN ITU, TELAH DIHUKUM MATI OLEH PONTIUS PILATUS, wali negeri Yudea dibawah pemerintahan Tiberius ………
2. LUCIANUS DARI SAMOSATA
Seorang filsuf dan sejarawan Yunani yang lahir di Samosata tahun 120 M dan meninggal sekitar 180 M di Athena. Dalam salah satu bukunya The Passing Perregrinus, Lucianus menuliskan sebagai berikut :
Sumber :
Ibid, halaman 139 :
…… ORANG YANG DISALIBKAN DI PALESTINA karena memperkenalkan aliran kepercayaan baru ini kepada dunia
…. Selanjutnya pemimpin mereka yang pertama-tama meyakinkan bahwa mereka semua adalah saling bersaudara …. Dengan menyangkal dewa-dewa Yunani dan menyembah pecundang yang DISALIBKAN itu sendiri serta mentaati hukum-hukumnya …
3. FLAVIUS JOSEPHUS
Nama aslinya adalah Joseph bin Matthias, seorang sejarawan Yahudi yang lahir tahun 37 M di Yerusalem dan meninggal tahun 100 M di Roma. Di tahun 93 M menuliskan buku Antiquitates Judaicae, yang terdiri dari 20 buku yang menuliskan sejarah Yahudi dari penciptaan hingga pecahnya pemberontakan tahun 66 – 70 M. Dalam buku ke 18 menuliskan sebagai berikut :
Sumber :
Ibid, halaman 139 :
Pada masa inilah Yesus, seorang manusia bijaksana, kalau boleh disebut manusia ….. Dia adalah Kristus, dan ketika Pilatus atas desakan orang-orang penting diantara kita, telah MENGHUKUMNYA DIKAYU SALIB, mereka yang mengasihinya sejak semula tidak melupakan dia karena dia telah MENAMPAKKAN DIRI lagi kepada mereka dalam keadaan hidup pada hari ketiga ……
Beberapa kritikus menganggap bahwa tulisan ini tidak asli dari Josephus karena berisi indikasi akan sifat ketuhanan Yesus, namun tetap saja penolakan itu masih merupakan hipotesa yang belum dapat dibuktikan.
4. TALMUD YAHUDI
Talmud Babilonnia memberikan informasi sebagai berikut :
Sumber :
Ibid, halaman 144
Pada hari sebelum paskah merka MENGGANTUNG YESHU (DARI NAZARETH) dan selama 40 hari sebelumnya telah beredar pengumuman yang mengatakan bahwa (Yeshu dari Nazaret) akan dilontari batu ……. Tetapi karena tidak ayang datang untuk membela dia, mereka menyalibkannya pada hari menjelang Paskah”
Jadi sumber sejarawan sekuler Romawi, Yunani dan Yahudi yang saat itu memusuhi agama Kristenpun menuliskan tentang penyaliban Yesus dan penampakannya kepada murid-muridnya.
III. PENYALIBAN MENURUT KITAB-KITAB APOKRIF
Keberadaan kitab-kitab Apokrif ini menjadi salah satu gunjingan muslim untuk menuduh bahwa adanya pemusnahan kitab apokrip karena mendukung ajaran Islam.
Salah satu komentar kalangan muslim adalah sbb :
Bukan hanya tulisan-tulisan Arius yang dibakar tetapi juga Injil-Injil yang sepaham dengan Ariuspun dilenyapkan bahkan bagi siapa saja yang menyimpannya dianggap sebuah kejahatan negara.
Lalu kemana Injil-Injil Apokrif itu sekarang. ???????
Kebanyakan kitab-kitab apokrif masih terpelihara sampai sekarang. Dan yang sangat menarik adalah sekalipun dinyatakan apokrif oleh gereja, ternyata kitab-kitab apokrif juga menguatkan bahwa Yesus disalibkan sesuai informasi dibawah ini.
1. THE GOSPEL OF PETER / INJIL PETRUS
Kemungkinan ditulis di Syria sekitar tahun 100 – 130 M. Injil ini memiliki banyak kesamaan dengan 4 Injil Kanonik. Sebelum 1884 hanya dikenal dari informasi Origen dalam bukunya Commentary on Matthew (Tafsir Injil Matius). Keberadaan Injil Petrus ini juga disinggung oleh Eusebius. Fragmen Injil Petrus baru ditemukan tahun 1884 dalam sebuah makam di Akhmimin – Mesir.
Sumber :
From-The Apocryphal New Testament
M.R. James-Translation and Notes
Oxford: Clarendon Press, 1924
Fragmen I
II. 3 Now there stood there Joseph the friend of Pilate and of the Lord, and he, knowing that they were about to crucify him, came unto Pilate and begged the body of Jesus for burial. And Pilate sending unto Herod, begged his body. 5 And Herod said: Brother Pilate, even if none had begged for him, we should have buried him, since also the Sabbath dawneth; for it is written in the law that the sun should not set upon one that hath been slain (murdered).
IV. 10 And they brought two malefactors, and crucified the 11 Lord between them ….
19 …….. And the Lord cried out aloud saying: My power, my power, thou hast forsaken me. And when he had so said, he was taken up.
terjemahan :
Fragmen I
II.3 Dan sekarang berdirilah Yosef teman Pilatus dan teman Yesus, dan dia mengetahui bahwa Yesus akan disalibkan, datang menemui Pilatus dan MEMOHON TUBUH YESUS UNTUK DIMAKAMKAN, dan Pilatus mengirimnya kepada Herodes, meminta tubuh Yesus. (5) Dan Herodes berkata, “Saudaraku Pilatus, sekalipun tidak ada yang yang meminta tubuhnya, kami tetap harus menguburkannya karena hari Sabath akan tiba, karena telah ditulis dalam hukum bahwa matahari tidak boleh terbenam diatas tubuh yang baru dibunuh.
IV.10. Dan mereka membawa 2 laki-laki, dan menyalibkan (11) Tuhan diantara mereka … (19) Dan Tuhan berseru : “Kekuatanku, kekuatanku, engkau telah meninggalkanku”. DAN SETELAH ITU DIA MENINGGAL.[/i]
2. THE GOSPEL OF THE HOLY TWELVE / INJIL EBIONIT
Buku ini disebutkan oleh beberapa bapa gereja diantaranya Origen, Ambrose dan Jerome. Kemungkinan besar ditulis antara 100 – 150 M disekitar Yordania. Pakar menyamakan Injil ini dengan Injil Ebionit yang dikutip oleh Epiphanius. Dari kutipan Epiphanius terlihat kesamaan Injil ini dengan Injil Sinoptik. Fragmen kitab ini dalam bahasa Aramaic ditemukan disebuah biara Budha di Tibet ditahun 1870.
Sumber :
The Gospel of The Holy Twelve
Terjemahan oleh Rev. G.J.R. Ouseley
Edisi tahun 1956
Lextion 82 : Crucifixion
9. And there were also two other malefactors led with him to be put to death. And when they were come unto a place called Calvary, and Golgotha, that is to say a place of a skull, there they crucified him; and the malefactors, one on the right hand, and other on the left.
10. And it was the third hour when they crucified him, and they gave him vinegar to drink mingled with gall, and when he had tasted thereof, he would not drink. And Jesus said, Abba Amma, forgive them, for they know not what they do.
25. And Iesus cried with a loud voice, saying, Abba Amma, into Thy hand I commend my spirit.
26. When Iesus had therefore received the vinegar, he cried aloud, It is finished; and he bowed his head and gave up the ghost. And it was the ninth hour.
Terjemahan :
Lextion 82 : Penyaliban
9. Dan disana ada juga 2 laki-laki yang juga dihukum mati. Dan saat mereka sampai di wilayah Kalvari dan Golgota, tempat tengkorak, mereka MENYALIBKANNYA, bersama dengan 2 laki-laki, satu dikananNya dan satu dikiriNya.
10. Dan waktu adalah jam ke tiga saat mereka MENYALIBKANNYA, …….
25. Dan Yesus berseru dengan suara nyaring, berkata, Abba Amma, kedalam tanganMu kuserahkan rohKu.
26. Dan ketika Yesus telah mendapat minuman asam, dia berseru dengan keras, “Sudah selesai”. Dan DIA MENUNDUKKAN KEPALANYA DAN MENYERAHKAN ROHNYA. Waktu adalah jam kesembilan.[/i]
3. THE GOSPEL OF PHILIP / INJIL PHILIPUS
Berisi banyak kutipan dari pengajaran Gnostik dari Valentinus yang mengajar di Roma sekitar 138 – 158 M.
Sumber :
New Testament Apocrypha
Hans-Martin Schenke
Volume 1, halaman 182 – 183
… versi Koptik dari Injil Philip adalah yang sudah ditemukan mencerminkan sebagai terjemahan dari bahasa Yunani. ……… Satu-satunya hal pasti adalah keberadaan aktivitas pemimpin aliran Gnostik yaitu Valentinus di Roma sekitar 138 – 158 M karena Injil ini jelas mengandung pengajaran Valentinus …... Isenberg menyatakan Injil ini ditulis sekitar paruh kedua abad ke 3 ….. Pandangan yang lebih kuno menyatakan Injil ini ditulis sekitar abad ke 2 yang tampaknya lebih mungkin.
Berikut kutipan yang diambil dari :
The Nag Hammadi Library, Edisi Revisi.
James M. Robinson
HarperCollins, San Francisco, 1990
"My God, my God, why, O Lord, have you forsaken me?" (Mk 15:34). It was on the cross that he said these words, for he had departed from that place.
Philip the apostle said, "Joseph the carpenter planted a garden because he needed wood for his trade. It was he who made the cross from the trees which he planted. His own offspring hung on that which he planted. His offspring was Jesus, and the planting was the cross.
Terjemahan :
“AllahKu, AllahKu, mengapa Engkau meninggalkan Aku?”. Itulah kalimat yang diucapkannya SAAT DI KAYU SALIB
Philip sang rasul berkata, “Yosef sang tukang kayu berkebun karena dia membutuhkan kayu untuk dijual. Dari kayu yang dia juallah dibuat salib tersebut. KETURUNANNYA SENDIRI YANG KEMUDIAN DISALIBKAN dikayu yang dia tanam. Keturunannya itu adalah Yesus, dan kayunya adalah tiang salib.[/i]
4. THE GOSPEL OF TRUTH / INJIL KEBENARAN
Irenaeus melaporkan bahwa murid-murid Valentinus menggunakan Injil ini sebagai kitab sucinya. Injil ini diperkirakan ditulis sekitar 140 – 180 M. Dengan mendasarkan dari banyaknya persamaan antara teks Injil ini dengan tulisan-tulisan Valentinus, maka banyak pakar yang meyakini bahwa Injil ini ditulis oleh Valentinus sendiri.
Kutipan berikut diambil dari :
Sumber :
The Other Bible
Willis Barnstone
Harper & Row, San Francisco, 1984
He was nailed to a cross. He became a fruit of the knowledge of the Father. He did not, however, destroy them because they ate of it. He rather caused those who ate of it to be joyful because of this discovery.
Oh, such great teaching! He abases himself even unto death, though he is clothed in eternal life.
Terjemahan :
DIA DIPAKU DI TIANG SALIB. Dia menjadi buah pengetahun sang Bapa. Dia tidak membinasakan mereka karena mereka memakannya. Namun lebih dari itu, Dia memberikan kebahagiaan kepada yang memakannya.
Oh, betapa pengajaran yang mulia. Dia telah merendahkan dirinya bahkan HINGGA MENINGGAL, kemudian dia dibungkus dengan kehidupan abadi.
5. GOSPEL OF NICODEMUS / INJIL NIKODEMUS
Berasal dari abad ke 4. Disebut juga Kisah Pilatus (Acts of Pilate), karena memuat suatu laporan mengenai pengadilan Yesus yang disampaikan kepada Kaisar Tiberias yang bersifat khayali.
Sumber :
"The Apocryphal New Testament"
M.R. James-Translation and Notes
Oxford: Clarendon Press, 1924, halaman 94 ff.
X
1 And Jesus went forth of the judgement hall and the two malefactors with him. And when they were come to the place they stripped him of his garments and girt him with a linen cloth and put a crown of thorns about his head: likewise also they hanged up the two malefactors. But Jesus said: Father forgive them, for they know not what they do. And the soldiers divided his garments among them. ………
XI
1 And it was about the sixth hour, and there was darkness over the land until the ninth hour, for the sun was darkened: and the veil of the temple was rent asunder in the midst. And Jesus called with a loud voice and said: Father, baddach ephkid rouel, which is interpreted: Into thy hands I commend my spirit. And having thus said he gave up the ghost. ……..
Terjemahan :
X
1. Dan Yesus memasuki ruang pengadilan dan 2 laki-laki bersamanya. Saat mereka masuk, pengawal melepas bajunya dan memakaikan kain linen dan mahkota di kepalanya ; mereka juga menggantung ke 2 laki-laki tersebut. Namun Yesus berkata, “Bapa ampunilah mereka karena mereka tidak tahu apa yang mereka lakukan.” Dan para pengawal membagi-bagi bajunya diantara mereka. ……
XI
1. Waktu kira-kira jam ke enam, dan kegelapan menyelimuti bumi hingga jam kesembilan, matahari gelap, dan tirai bait suci terbelah ditengah. Dan Yesus berseru dengan nyaring, “Bapa, baddach ephkid rouel, yang berarti : Kedalam tanganMu Kuserahkan rohKu.” Dan setelah itu DIA MENYERAHKAN ROHNYA …[/i]
6. INJIL TENTANG MASA KECIL YESUS
Injil ini diterjemahkan kedalam bahasa Inggris di tahuan 1697 oleh Henry Sike seorang professor dalam bahasa-bahasa asing di Universitas Cambridge. Penulisnya diperkirakan adalah rasul Thomas sekalipun tidak ada kepastian. Di tahun 1599 M saat Sinode Angamala, buku ini dinyatakan tidak layak dibaca. Diperkirakan dari Injil ini dan versi Arabnyalah Muhammad SAW mendapatkan materi tentang Yesus Kristus.
Di Injil ini, Yesus kanak-kanak sudah menubuatkan bahwa dia akan disalibkan di Yerusalem bersama dengan 2 orang penjahat.
Sumber :
The Apocraphal Books of the New Testament", 1901
CHAPTER VIII
……………... 6 Then the Lord Jesus answered, and said to his mother, When thirty years are expired, O mother, the Jews will crucify me at Jerusalem;
7 And these two thieves shall be with me at the same time upon the cross, Titus on my right hand, and Dumachus on my left,
Terjemahan :
PASAL VIII
……………… 6. Kemudian Tuhan Yesus menjawab, dan berkata kepada ibunya, “Ketika tiga puluh tahun telah berlalu, oh ibu, ORANG-ORANG YAHUDI AKAN MENYALIBKANKU DI YERUSALEM.
(7) dan dua pencuri akan bersamaku saat dikayu salib, Titus disebelah kananku, dan Dumachus disebelah kiriku …
7. THE ARABIC GOSPEL OF THE INFANCY OF THE SAVIOUR
Berasal dari sekitar akhir abad ke 6 / awal abad ke 7. Sejaman dengan kehidupan Muhammad SAW.
Dalam Injil ini dikisahkan Yosef, Maria dan Yesus kanak-kanak bertemu dengan 2 orang perampok dan Yesus menubuatkan bahwa ke 2 perampok tersebut kelak akan disalibkan bersamaNya.
23. And turning away from this place, they came to a desert; and hearing that it was infested by robbers, Joseph and the Lady Mary resolved to cross this region by night. But as they go along, behold, they see two robbers lying in the way, and along with them a great number of robbers, who were their associates, sleeping. Now those two robbers, into whose hands they had fallen, were Titus and Dumachus. Titus therefore said to Dumachus: I beseech thee to let these persons go freely, and so that our comrades may not see them. And as Dumachus refused, Titus said to him again: Take to thyself forty drachmas from me, and hold this as a pledge. At the same time he held out to him the belt which he had about his waist, to keep him from opening his mouth or speaking. And the Lady Mary, seeing that the robber had done them a kindness, said to him: The Lord God will sustain thee by His right hand, and will grant thee remission of thy sins. And the Lord Jesus answered, and said to His mother: Thirty years hence, O my mother, the Jews will crucify me at Jerusalem, and these two robbers will be raised upon the cross along with me, Titus on my right hand and Dumachus on my left
Terjemahan :
23. Dan mereka berlalu dari tempat tersebut, sampai disebuah gurun pasir, dan mendengar bahwa daerah itu dikuasai kawanan perampok. Josef dan Mary memutuskan untuk melintas di malam hari. Namun saat mereka berjalan, mereka bertemu dengan 2 perampok yang sedang berbaring.Bersama keduanya ada sekawanan perampok sedang tidur. Kedua perampok itu adalah Titus dan Dumachus. Titus berkata kepada temanya, “Aku mohon agar mereka dilepaskan agar teman-teman kita tidak melihat mereka.” Namun Dumachus menolak, sehingga Titus berkata lagi, “ambil dariku 40 drachma, dan anggap ini sebagai jaminanku.” Dan Titus menyerahkan sabuk yang melingkar di pinggangnya, agar Dumachus menutup mulutnya. Bunda Maria melihat bahwa Titus telah berbuat kebaikan dan berkata kepadanya, “Tuhan akan menjagamu dengan tangan kananNya dan akan mengampuni dosa-dosamu.” Dan Yesus berkata kepada Maria, “Tiga puluh tahun kemudian, o ibu, ORANG-ORANG YAHUDI AKAN MENYALIBKANKU, dan dua perampok ini akan disalibkan juga bersamaKu, Titus disebelah kananKu dan Dumachus disebelah kiriKu.”
8. EPISTLE OF BARNABAS / SURAT BARNABAS
Ditulis di Alexandria dimana pendapat ini didasarkan karena banyaknya ungkapan alegoris dalam narasinya, sesuatu yang paling banyak dipakai di Alexandria. Waktu penulisannya tampaknya setelah Yerusalem dihancurkan tahun 70 M, namun sebelum dibangun kembali oleh Hadrianus di tahun 135 M. Surat Barnabas karena memang berupa surat kiriman, maka tidak mengisahkan tentang peristiwa penyaliban. Namun sangat mementingkan salib sebagai harapan bagi hidup kekal karena disalib itulah dosa-dosa manusia ditanggung oleh Yesus.
Sumber :
Apostolic Fathers
J.B. Lightfoot
8:13 This means that the kingdom of Jesus is on the cross, and that they who set their hope on Him shall live for ever.
Terjemahan :
8 : 13 Ini berarti bahwa KERAJAAN YESUS TERLETAK DI SALIB, dan mereka yang menaruh harapan padaNya akan hidup kekal.
9. ACT OF ANDREWS / KISAH ANDREAS
Dalam Kisah Andreas ini juga tidak dituliskan tentang peristiwa penyaliban, namun sangat ditekankan tentang kuasa salib yang menjadi berarti dengan penyaliban Yesus. Tulisan ini berasal dari sekitar tahun 150 – 200 M.
Sumber :
The Anchor Bible Dictionary
Jean-Marc Prieur
Volume 1, halaman 246 :
…… but the Acts had to have originated earlier, between 150 and 200, closer to 150 than to 200…….
Terjemahan :
….. Namun Kisah ini pasti berasal lebih awal, antara 150 dan 200 M, lebih dekat ke 150 daripada 200 M
Terjemahan berikut ddikutip dari :
"The Apocryphal New Testament"
M.R. James-Translation and Notes
Oxford: Clarendon Press, 1924
O cross, device (contrivance) of the salvation of the Most High! O cross, trophy of the victory [of Christ] over the enemies! O cross, planted upon the earth and having thy fruit in the heavens! O name of the cross, filled with all things (lit. a thing filled with all).
Terjemahan Indonesia :
OH SALIB, SARANA PENYELAMATAN OLEH YANG MAHA TINGGI. O salib, mahkota kemenangan Kristus terhadap mush-musuhNya. O salib, ditanam di bumi dan berbuah di surga. O nama salib, dipenuhi segala sesuatu.
10. ACT OF JOHN / KISAH YOHANES
Buku ini diperkirakan pertama kali muncul di di Efesus sekitar tahun 150 M – 200 M. Kemungkinan ditulis oleh Leucius yang dilaporkan adalah seorang teman perjalanan rasul Yohanes. Karena sifatnya sebagai kisah Yohaanes, maka tidak ada laporan tentang penyaliban, namun jelas ada indikasi kisah penyaliban tersebut.
Sumber
"The Apocryphal New Testament"
M.R. James-Translation and Notes
Oxford: Clarendon Press, 1924
101 ……………….Perceive thou therefore in me the praising (al. slaying al. rest) of the (or a) Word (Logos), the piercing of the Word, the blood of the Word, the wound of the Word, the hanging up of the Word, the suffering of the Word, the nailing (fixing) of the Word, the death of the Word. And so speak I, separating off the manhood. Perceive thou therefore in the first place of the Word; then shalt thou perceive the Lord, and in the third place the man, and what he hath suffered.
Terjemahan :
101……….. maka pahamilah engkau dalam diriku memuji sang Firman, PENUSUKAN SANG FIRMAN, DARAH SANG FIRMAN, LUKA SANG FIRMAN, PENYALIBAN SANG FIRMAN, PENDERITAAN SANG FIRMAN, PEMAKUAN SANG FIRMAN, KEMATIAN SANG FIRMAN. ……
11. APOCALYPSE OF PETER / WAHYU PETRUS
Asal dari Wahyu Petrus tidak diketahui. Salinan kuno dalam bahasa Yunani dan Ethiopia terlihat banyak berbeda. Diperkirakan oleh H. Weinel ditulis sekitar 135 M. (C. Detlef G. Müller, New Testament Apocrypha, vol. 2, halaman 622).
Karena sifatnya sebagai tulisan Wahyu, maka memang tidak ada kisah penyaliban. Namun ada referensi tentang keutamaan salib yang jelas menjadi berarti dengan penyaliban Yesus.
Sumber :
"The Apocryphal New Testament"
M.R. James-Translation and Notes
Oxford: Clarendon Press, 1924
And our Lord answered us, saying : ……. For the coming of the Son of God shall not be plain (i.e. foreseen); but as the lightning that shineth from the east unto the west, so will I come upon the clouds of heaven with a great host in my majesty; with my cross going before my face will I come in my majesty, shining sevenfold more than the sun will I come in my majesty with all my saints, mine angels (mine holy angels).
Terjemahan :
Dan Tuhan kami menjawab, berkata, “……. Karena kedatangan Anak Allah tidak akan terlihat, tetapi akan seperti kilat yang bersinar dari timur hingga ke barat, maka Aku akan datang dalam awan surgawi dengan diiringi keagunganKu, DENGAN SALIB BERADA DIDEPAN WAJAHKU Aku akan datang dengan penuh keagungan, bersinar tujuh kali dari matahari Aku akan datang dengan keagunganKu dengan seluruh orang-orang suci, malaikat-malaikat ……
Jadi alih-alih dari menyokong pendapat muslim tentang tidak disalibkannya Yesus, ternyata kitab-kitab apokrif justru mendukung pendapat bahwa YESUS DISALIBKAN.
Sumber : dikutip dari Vivaldi
76. INJIL-INJIL KANONIK MEMBANTAH PENYALIBAN YESUS !
Sumber
Setelah melantur untuk menelaah sumber kitab-kitab apokrif, cukup adil rasanya jika di sini saya suguhkan ulasan singkat mengenai sumber Injil Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes. Tanpa memasuki pembahasan yang rinci dan panjang-lebar mengenai sumber dan kritik teks, agaknya berguna untuk dicatat bahwa Matius, Markus, dan Lukas sering kali mewakili sebuah fron bersatu yang sedikit berada dengan Yohanes, dan itulah sebabnya ketiga injil pertama biasanya dirujuk sebagai Injil-Ijjil Sinoptik. Lebih jauh, keempat injil tersebut didasarkan, setidaknya sebagian, pada sumber-sumber tertulis sebelumnya, seperti Q, proto-Markus, M, L, dan dokumen-dokumen lain yang dihipotesiskan serta tidak satupun dari keempat injil katonik ini yang benar-benr ditulis oleh salah seorang murid Yesus.
Lebih jauh lagi, tatanan komposisi injil-injil biasanya diyakini secara berurutan dimulai dari Markus, Matius, Lukas, dan terakhirYohanes. Harus dicatat lebih lanjut bahwa baik Matius maupun Lukas mendasarkan sebagian catatan-catatannya pada Markus. Dalam bentuk awalnya yang lengkap, tidak satu pun dari keempat injil itu bisa ditelusuri waktunya lebih awal daripada sekitar perempat terakhir abad ke-2 M. Penyuntingan keempat injil kanonik tersebut terus dilakukan selama beberapa abad pertama Masehi. Jumlah total hal-hal di atas membuktikan bahwa tidak satu pun dari pada pengarang keempat injil kanonik itu benar-benar merupakan saksi-mata atas peristiwa-peristiwa penyaliban, meskipun kitab mereka masing-masing tampaknya memasukkan catatan-catatan tangan pertama ini, yang pada kenyataannya hanya kisah-kisah tentang kejadian baru yang dituturkan kepada mereka, baik secara langsung maupun melalui para perantara. 1
Dalam uraian berikut, beragam kisah penyaliban dalam injil-injil kanonik akan diuji. Dalam masing-masing kasus, pembacaan yang hati-hati akan dengan jelas mengisyaratkan bahwa orang yang disalib sama sekali bukanlah Yesus.
BANTAHAN PETRUS TENTANG PENYALIBAN YESUS !!!
Bukti : Penyangkalan Petrus
Petrus yang Heroik
Keempat Injil kanonik tersebut sepakat tentang banyak persoalan menyangkut penangkapan Yesus. Keempatnya sepakat bahwa Yesus dan murid-muridnya tengah makan bersama di Yerusalem pada malam terjadinya penangkapan (meskipun Matius, Markus, dan Lukas menggambarkan makanan ini sebagai hidangan Paskah, sementara Yohanes menggambarkannya sebagai hari sebelum Paskah). 2 Lebih jauh, semuanya melihat dengan mata kepala sendiri fakta bahwa Yesus ditangkap pada malam sebelum penyaliban, dan bahwa penangkapannya terjadi di luar tembok kota Yerusalem (yang secara konsisten, tetapi bervariasi, diidentifiaksi sebagai Taman Gethsemane, sebuah tempat di Bukit Zaitun, dan sebuah taman di sisi Lembah Kidron yang jauh dari Yerusalem). Mereka juga memiliki pandangan yang sama bahwa dalam peristiwa penangkapan itu, salah seorang murid Yesus melemparkan pedangnya dan menyerang, dengan maksud untuk membela Yesus. Sementara Yohanes mengidentifikasi murid ini sebagai Petrus (Simon bar Jonah), 3 Matius, Markus, dan Lukas tidak menyebutkan namanya.
Setelah mengucapkan kata-kata ini, ia pergi bersama murid-muridnya melintasi lembah Kidron menuju suatu tempat di mana terdapat sebuah taman, yang pernah dimasukinya bersama murid-muridnya. Kini Yudas, yang mengkhianatinya, juga mengetahui tempat itu, karena Yesus sering bertemu dengan murid-muridnya di sana. Demikianlah Yudas membawa satu detasemen pasukan bersama dengan pengawal para pendeta ketua dan kaum Pharisi, mereka datang ke sana dengan membawa lampu dan obor serta senjata. Kemudian Yesus, karena mengetahui segala yang akan terjadi padanya, melangkah ke depan dan bertanya kepada mereka, "Siapakah yang kalian cari?" Mereka menjawab, "Yesus dari Nazareth". Yesus menjawab, "Akulah orangnya." Yudas, mengkhianatinya, berdiri bersama mereka. Ketika Yesus berkata kepada mereka, "Akulah orangnya", mereka melangkah muncul dan jatuh ke tanah. Lagi-lagi ia bertanya kepada mereka, "Siapakah yang kalian cari?" Dan mereka menjawab, "Yesus dari Nazareth". Yesus pun menjawab, "Sudah kukatakan bahwa akulah orangnya. Jadi jika kalian mencari aku, biarkanlah orang-orang ini pergi". Ini untuk melengkapi kata yang telah ia ucapkan, "Aku tidak boleh kehilangan seorang pun dari orang-orang yang telah kalian berikan kepadaku". Kemudian Simon Petrus, yang memiliki pedang, menariknya, menyerang salah seorang pengawal pendeta tinggi, dan memotong telinga kanannya. Nama budak itu adalah Malchus. Yesus berkata kepada Petrus, "Masukkan kembali pedangmu ke dalam sarungnya. Apakah aku tidak boleh minum dari piala yang telah diberikan Bapa kepadaku?" Demikianlah para tentara, pejabat mereka, dan pengawal Yahudi menangkap Yesus dan mengikatnya. 4
Dalam laporan Yohanes di atas Yudas Iskariot, murid yang konon mengkhianati Yesus, memimpin sekelompok orang bersenjata untuk menangkap Yesus. Yohanes mengidentifikasi orang-orang bersenjata untuk menangkap Yesus. Yohanes mengidentifikasi orang-orang bersenjata ini sebagai "satu detasemen pasukan" dan "pengawal para pendeta ketua dan kaum Farisi".5 Identifikasi sebelumnya mengisyaratkan bahwa para anggota legium Roma berada di bawah arahan para pejabat Yahudi, dengan maksud untuk membantu penangkapan Yesus. Identifikasi kemudian dengan jelas menunjuk pada pasukan pengawal Kuil.
Dalam menghadapi otoritas yang lebih banyak jumlah dan bersenjata ini, salah seorang murid memperjuangkan haknya. Petrus dengan berani menarik pedangnya, dan seorang menyerang banyak pasukan bersenjata yang terdiri dari para tentara dan pengawal profesional yang bersiap-siap melawannya. Ia sudah tahu bahwa tidankan heroisme ini akan mengantarkannya pada kematian, tapi dia lebih berkeinginan untuk mengorbankan hidupnya demi menyelamatkan Yesus. Namun, Petrus baru mampu mengayunkan padangnya sekali, yang memotong telinga Malchus, seorang pengawal pendeta tinggi, sebelum Yesus menghentikannya. Setelah menghentikan pertempuran itu sebelum benar-benar dimulai, Yesus menyerahkan dirinya pada pasukan penangkap, dan murid-muridnya kemudian lari menembus gelapnya malam. 6 (Lukas menambahkan bahwa Yesus menyembuhkan telinga Malchus). 7
Petrus yang Pengecut
Setelah penangkapannya, Yesus diserahkan kepada Annas, ayah-mertua Kayafas, pendeta tinggi Yahudi, kemudian kepda Kayafas; 8 atau langsung kepada Kayafas. 9 Tidak seperti murid-murid yang lain, Petrus yang selalu setia dan heroik mengikuti dari jarak jauh, kemudian memasuki halaman luar. 10 Di sana, Petrus menunggu keputusan atas takdir Yesus.
Namun, sementara Petrus berdiri di halaman itu, pada pengarang empat injil kanoik akan membuat pembaca percaya bahwa Petrus telah berputar haluan spenuhnya. Mereka akan meyakinkan pembaca bahwa Petrus yang heroik, yang telah menyerang para anggota legiun Roma dan penjaga Kuil seorang diri, dan yang mempertaruhkan nyawanya untuk mengikuti Yesus ke halaman luar, tiba-tiba menjadi seorang pengecut, karena ia tiga kali menyangkal penisbahan apapun dengan Yesus sebelum ayam jantan berkokok pagi itu. Karena ungkapan pasti penyangkalan-penyangkalan Petrus demikian penting, maka keempat cara injil tersebut disuguhkan secara langsung di bawah ini :
Laporan Matius mengenai penyangkalan-penyangkalan Petrus :
Kini Petrus duduk di luar di halaman gedung. Seorang gadis pelayan menghampirinya dan berkata, "Engkau juga bersama Yesus, orang Galilea". Namun, ia menyangkalnya di haapan mereka semua, dengan mengatakan, "Aku tidak mengerti apa yang kamu bicarakan". Ketika ia keluar menuju serambi, seorang gadis-pelayan lain melihatnya, dan gadis itu berkata kepada orang-orang di sana yang menyaksikan kejadian itu, "Orang ini bersama Yesus dari Nazaret". Setelah sesaat menunggu orang-orang itu menghampiri dan berkata kepada Petrus", "Tentunya kamu juga salah seorang dari mereka, karena aksenmu mengungkapkan siapa kamu sebenarnya". "Aku tidak mengenal orang itu!" Pada saat itu ayam jantan berkokok. Kemudian Petrus ingat apa yang pernah dikatakan Yesus, "Sebelum ayam jantan berkok, engkau akan menyangkalku tiga kali". Lalu ia pun keluar dan menangis sejadi-jadinya. 11
Laporan Lukas :
Ketika mereka menyalakan api unggun di tengah-tengah halaman itu dan duduk bersama, Petrus pun duduk di antara mereka. Kemudian menatapnya dan berkata, "Orang ini juga bersamanya". Tetapi ia menyangkalnya, dengan mengatakan, "Nona, aku tidak mengenalnya". Sejenak kemudian orang lain, ketika melihatnya, berkata, "Kamu juga salah satu dari mereka!" Tetapi Petrus berkata, "Tuan, aku bukan salah satu dari mereka!" kemudian sekitar satu jam kemudian, ada orang lain yang tetap bersikukuh, "Tentu saja orang ini juga bersamanya; karena ia adalah orang Gallilea." Tetapi Petrus berkata, "Tuan, aku tidak mengerti apa yang kami bicarakan!" Pada saat itu, sementara ia masih berbicara, ayam jantan berkokok. Tuhan berpaling dan memandang Petrus. Kemudian Petrus ingat akan sabda Tuhan, bagaimana dia telah berkata kepada Petrus, "Sebelum ayam jantan berkokok hari ini, engkau akan menyangkalku tiga kali". Lalu ia pun keluar dan menangis sejadi-jadinya. 12
Penuturan Markus :
Sementara Pertus berada di halaman, salah seorang gadis-pelayan pendeta tinggi melintas. Ketiga gadis itu melihat Petrus yang tengah menghangatkan diri, ia menatapnya dan berkata, "Kamu juga bersama Yesus, orang dari Nazareth". Tetapi ia menyangkalnya, dengan mengatakan, "Aku tidak tahu atau mengerti apa yang kamu bicarakan". Dan iapun keluar menuju halaman depan. Kemudian ayam jantan berkokok. Dan gadis-pelayan itu, sambil memandanginya, mulai lagi berkata kepada orang-orang yang menyaksikannya, "Orang ini adalah salah satu dari mereka". Tetapi lagi-lagi ia menyangkal. Kemudian setelah sesaat orang-orang yang menyaksikan itu berkata kembali kepda Petrus, "Tentu saja kamu adalah salah satu dari mereka; karena kamu adalah orang Galilea". Tetapi ia mulai mengutuk, dan mengucapkan sumpah, "Aku tidak mengenal orang yang kalian bicarakan". Pada saat itu ayam jantan berkokok untuk kedua kalinya. Kemudian Petrus ingat bahwa Yesus pernah berkata kepadanya, "Sebelum ayam jantan berkokok dua kali, engkau akan menyangkalku tiga kali". Lalu ia pun jatuh dan menangis. 13
Terakhir, laporan Yohanes :
Perempuan itu berkata kepada Petrus, "Bukanlah engkau salah seorang dari murid orang ini?" Petrus berkata, "Bukan". Kini para budak dan pengawal telah menyalakan kayu bakar karena cuaca sangat dingin, dan mereka berdiri mengelilinginya untuk menghangatkan diri. Petrus juga berdiri bersama mereka untuk menghangatkan diri ? Kini Simon Petrus berdiri dan menghangatkan diri. Mereka bertanya kepadanya, "Bukanlah engkau adalah salah seorang muridnya,?" Petrus menyangkalnya dan berkata, "Bukan". Salah seorang budak pendeta tinggi, seorang kerabat dari orang yang telinganya dipotong Petrus, bertanya, "Bukankah aku pernah melihatmu di taman besamanya?" Lagi-lagi Petrus menyangkalnya, dan pada saat itu ayam jantan berkokok. 14
Yang Disangkal Petrus
Dalam mempertimbangkan empat versi kejadian yang konon sama ini, kita harus secara saksama mempertimbangkan apa saja yang diangkal Petrus. Untuk itu, Tabel 1 disuguhkan di bawah ini.
Tabel 1 : Dakwaan-dakwaan (A) yang disangkal Petrus (D)
Mt1 A : Engkau besama Yesus, orang Galilea.
D : Aku tidang mengerti apa yang kamu bicarakan.
Mt2 A : Orang ini bersama Ysus dari Nazaret.
D : Aku tidak mengenal orang itu.
Mt3 A : Engkau adalah salah satu dari mereka, karena aksenmu mengungkapkannya siapa kamu sebenarnya.
D : Aku tidak mengenal orang itu.
L1 A : Orang ini juga bersamanya.
D : Aku tidak mengenalnya.
L2 A : Engkau adalah salah satu dari mereka
D : Tuan, aku bukan salah satu dari mereka.
L3 A : Orang ini juga bersamanya.
D : Aku tidak mengerti apa yang kamu bicarakan.
M1 A : Engkau bersama Yesus dari Nazaret.
D : Aku tidak mengerti apa yang kamu bicarakan.
M2 A : Orang ini adalah salah satu dari mereka.
D : Tetapi lagi-lagi ia menyangkalnya.
M3 A : Engkau adalah salah seorang dari mereka; karena engkau orang Galilea.
D : Aku tidak mengenal orang ini.
J1 A : Engkau adalah salah seorang murid orang ini.
D : Bukan
J2 A : Engkau adalah seorang muridnya.
D : Bukan
J3 A : Bukanlah aku pernah melihatmu di taman itu bersamanya.
D : Petrus menyangkalnya.
Keterangan:
Mt1, Mt2, & Mt3 = dakwaan ke-1, ke-2, dan ke-3 dan penyangkalan-penyangkalan yang dilaporkan oleh Matius.
L1, L2, & L3 = dakwaan ke-1, ke-2, dan ke-3 dan penyangkalan-penyangkalan yang dilaporkan oleh Lukas.
M1, M2, & M3 = dakwaan ke-1, ke-2, dan ke-3 dan penyangkalan-penyangkalan yang dilaporkan oleh Markus.
J1, J2, & J3 = dakwaan ke-1, ke-2, dan ke-3 dan penyangkalan-penyangkalan yang dilaporkan oleh Yohanes.
Sebagai lanturan singkat, harus diingat bahwa keempat injil kanonik sepakat bahwa Petrus melakukan tiga penyangkalan, dan mereka juga sekapat dalam melaporkan tiga dakwaan. Namun demikian, injil-injil kanonik tidak sepakat soal dakwaan-dakwaan tersebut. Mungkin sekali data yang disuguhkan pada Tabel 2 bisa diikhtisarkan menjadi dakwaan-dakwaan berikut : (1) Petrus bersama Yesus, orang Galilea (Mt1); (2) Petrus bersama Yesus dari Nazaret (Mt2, M1); (3) Petrus bersama "mereka", dimana konteksnya menunjukkan bahwa mereka "merujuk" pada orang-orang Galilea dan/atau kepada murid-murid Yesus dari Nazaret (Mt3, M2, M3); (4) Petrus bersama murid-murid dari orang yang tengah diadili (L2, J1, J2); (5) Petrus bersama orang yang tengah diadili (L1, L3); dan (6) Petrus pernah berada di taman bersama orang yang tengah diadili (J3). Dalam membuat ikhtisar dari enam dakwaan ini, kita harus berhati-hati agar tidak menimbulkan prasangka, yaitu, kita tidak bisa mengasumsikan bahwa Yesus dari Nazaret adalah orang yang tengah diadili, tetapi kita harus melihat langsung pada pernyataan-pernyataan yang dilibatkan.
Sebagaimana bisa dilihat, Lukas dan Yohanes mewakili satu kubu, dimana penyangkalan-penyangkalan Petrus secara spesifik diarahkan pada orang yang tengah diadili atau diinterogasi. Sederhananya, Petrus menyangkal penisbahan apa pun dengan orang yang tengah diadili atau diinterogasi. Bagaimana jika orang itu bukan Yesus Kristus? Bagaimana jika Yudas ditangkah alih-alih Yesus Kristus (Injil Barnabas), bagaimana jika pengganti lain atau simulacrum Yesus Kristus ditangkap sebagai pengganti Yesus Kristus (Wahyu Petrus, Risalah Kedua Set Agung, dan Perbuatan perbuatan Yohanes)?
Dalam kasus ini, penyangkalan-penyangkalan Petrus sepenuhnya benar. Dalam kasus ini juga tidak ada kontradiksi yang membingungkan, yang konon hanya berselang beberapa jam, antara : kesediaan Petrus untuk bertarung seorang diri melawan para tentara Roma dan penajga Kuil, yang mengisyaratkan keberaniannya yang heroik dan imannya yang teguh; dan penyangkalan-penyangkalan Petrus, yang mengisyaratkan kepengecutan dan kurangnya iman. Singkatnya, ada hipotesis bahwa pembacaan superfisial atas injil-injil kanonik salah-merepresentasikan penyangkalan-penyangkalan Petrus menjadi penyangkalan terhadap Yesus Kristus, padahal kenyataannya, Petrus hanya menyatakan "Aku tidak mengenal orang ini", dimana "orang ini" mungkin saja bukan Yesus Kristus. Jika dibaca dalam arti mempertahankan konsistensi penggambaran Petrus dalam injil-injil kanonik, maka penyangkalan-penyangkalan Petrus merefleksikan sebuah penyangkalan bahwa orang yang tengah diadili dan/atau diintegogasi adalah Yesus Kristus.
Namun demikian, bagaimana dengan laporan Matius dan Markus? Di sini kita menemukan penyangkalan-penyangkalan danlam konteks frasa-frasa semacam "Yesus orang Galilea", "Yesus dan Nazaret", dan "Yesus, orang dari Nazaret". Satu pilihan adalah menghilangkan frasa-frasa ini sebagai elaborasi yang kemudian dan keliru atas catatan awal, sebagaimana dipertahankan dalam Lukas dan dalam Yohanes. Tentu saja, pilihan berkaitan dengan banyak hal yang dipertimbangkan dan tidak bisa dihilangkan begitu saja. Namund emiukian, ada juga pilihan kedua, yang didasarkan pada pengujian kata-kata kunci "orang Galilea" dan "Nazaret", dalam hal ini diungkapkan bahwa sebagian besar pembaca superfisial atas Alkitab menyamakan "orang Galilea" engan "orang dari wilayah geografis Galiles", yang ditunjukkan sebagai yesus Kristus. Sama halnya. Sebagian besar pembaca semacam ini menyamakan "Nazaret" dengan sebuah kota di Galilee, yang oleh Alkitab ditunjukkan bahwa di kota itulah Yesus Kristus dibesarkan. Namun, kedia istilah ini memilki makna-makna alternatif yang sangat berbeda selama paruh pertama abad pertama Masehi.
Yahudi pada Abad Pertama Masehi
Selama paruh pertama abad pertama Masehi, Yahudi terpecah-belah menjadi banyak sekte keagamnaan dan poitik. Sebagian daftar sekte-sekte ini dan pembagian-pembagiannya yang beragam mencakup: Saduki (Zadokite); Hasidisme (kelompok yang menjadi akar Pharisi dan Essenes); Farisi (Perishaiya); Zealot; Hasmonea; Sikarii; Essene; Haridia; Nazorea (Nazarite atau Nazirite); dan kelompok Galilea. 15 Hanya dalam konteks inilah istilah semacam "Yesus orang Galilea", "Yesus, orang dari Nazaret", bisa dipahammi sepenuhnya dengan tepat.
ORANG-ORANG GALILEA
Jika kita harus memperingkatkan berbagai sekte dan sebsekte Yahudi ini menurut dimensi kultural-politis, maka poros kiri-kanan akan dilabuhkan sebagai berikut. Ujing kiri (the far left) akan menunjukkan penerimaan terhadap, dan akomodasi dengan, kebudayaan Helenistik dan dengan kekuasaan Roma, dan ujung kanan (the far right) merupakan penolakan total terhadap kebudayaan Helenistik dan kekuasaan Roma, yang dirangkaikan dengan cita-cita nasionalistik ekstrem. Mengingat poros dan definisi ini, maka kaun Saduki akan menduduki ujung kiri, kaum farisi akan menduduki posisi tengah yang bertumpu pada sisi kanan, sedangkan kaum Zelot dan Hasmonea akan menempati posisi ujung kanan. 16
Kelompok ujung kananlah yang secara konsisten melahirkan gerakan-gerakan revolusioner melawan kekuasaan Roma. Secara tipikal, kelompok-kelompok dari ujung kanan disebut kelompok Zelot, dimana Zelot menjadi sebuah kata yang mengandung banyak makna, yang mencakup pelbagai macam kelompok dan subkelompok, termasuk kelompok Sikarii (dari kata Yunani sikarioi yang berarti manusia-manusia belati, dan menunjukkn salah satu subkelompok Zelot, yang merupakan para pembunuh17) dan kelompok Galilea. Alkitab menunjukkan bahwa setidaknya ada dua murid Yesus yang berasal dari ujung kanan dalam spektrum kultural dan politiknya: Simon, sang Zelot, 18 dan Yudas Iskariot (Sikarii). 19
Sebagaimana dijelaskan di atas, gerakan Zelot mewakili poros kultural-politik ujung kanan dalam agama Yahudi pada abad pertama Masehi. Namun demikian, identifikasi seseorang sebagai seorang Zelot hanya bisa sedikit menjelaskan perosalan orientasi-keagamaan sebenarnya orang itu. Sebagai kaum Zelot adalah quasisekuler, dan yang lainnya melaksanakan tradisi keagamaan Yahudi secara mendalam. Di antara kelompok Zelot kemudian, terdapat subkelompok yang dikenal sebagai Orang Galilea (the Galileans). 20 Asal-muasal sejarah kelompok Galilea adalah sebagai berikut :
Pada tahun 6 M, Quirinius, seorang senator Roma berpangkat Konsuler, ditunjuk menjadi gubernur Suriah oleh Kaisr Agustus. 21Salah satu tugas awalnya adalah melaksanakan sensus di Palestina untuk mendata kepemilikan guna menciptakan aturan pajak yang tepat. 22 Sementara sebagian besar orang Yahudi di Palestina menyepakati sensus ini, faksi pembangkang Yahudi, yang dipimpin oleh Yudas Gamala (yang juga dikenal sebagai Yudas, orang Galilea) melakukan pemberontakan terbuka terhadap sensus itu berarti persetujuan oleh orang-orang Yahudi bahwa orang-orang pagan (penyembah berhala, pen) memiliki hak untuk memerintah Palestina; dan bahwa sudah waktunya bagi orang-orang Yahudi untuk menegakkan negara teokratik mereka sendiri. 23 Pemberontakan Yudas, orang galilea, hanya berlangsung sebentar. Yudas terbunuh, dan para pengikutnya berpencar untuk sementara. 24 Namun demikian, pemberontakan Yudas, orang Galilea, merupakan awal-lahirnya gerakan Zelot, dan utamanya bagian dari gerakan Zelot yang dikenal sebagai kelompok Galilea (the Gallileans). 25
Mengikuti pemberontakan Yudas - orang Galilea yang gagal - kelompok Galilea terus-menerus terlibat dalam aksi-aksi perang gerilya melawan Roma, yang semakin meningkat intensitasnya selama beberapa dasawarsa antara tahun 6 dan 70 M. pada tahun 44 M, aktivitas-aktivitas revolusioner dan para militer kelompok Galilea ini mengantarkan pada penyaliban Yakobus dan Simon, putra-putra Yudas, orang Galilea, atau perintah Tiberius Aleksander, pejabat Yudaea. Akhirnya, pada tahun 66 M, Manhem, putra Yudas yang lain, orang Galilea, memimpin kelompok Galilea dan Zelot dalam pemberontakan terbuka melawan Roma. Menahem dan para pengikutnya merampas gudang senjata di Masada, kemudian berjalan menuju Yerusalem. Setelah menguasai sebagian besar Yerusalem, Menahem, orang yang berpretensi menjadi raja, menerapkan kekuasaan despotik, dan membunuh Ananias, pendeta tinggi Yahudi. Namun, Menahem kemudian dibunuh oleh Eleazar, putra Ananias di kuil Yerusalem. Para pengikut Menahem kemudian melarikan diri kembali ke Masada, di bawah komando Eleazar yang lain, yang merupakan keturunan Yudas, oleh Galilea. Di Masada, pemberontakan Yahudi berlanjut hingga tahun 73 M, ketika para penduduk Masada yang terkepung melakukan bunuh-diri massal, dengan maksud agar tidak tertangkap oleh tentara Roma yang mengepung mereka. 26
Berdasarkan catatan di atas, kita sekarang bisa memahami bahwa didentifikasi "Yesus orang Galilea" tidak bisa secara otomatis disamakan dengan "Yesus dari wilayah geografis Galilee". Mengingat konteks waktunya, maka identifikasi yang lebih mungkin adalah "Yesus, seorang anggota kelompok Galilea yang terdiri atas para pemberontak paramiliter". Yesus ini jelas sekali bukanlah Yesus Kristus, dan penyangkalan Petrus atau Yesus ini tentu saja benar.
Orang Nazorea
Di antara dakwaan-dakwaan yang ditujukan terhadap Petrus, salah satunya menyebutkan "Yesus dari Nazaret",27 dan satu lagi menyebutkan "Yesus, orang dari Nazaret".28 Pernyataan pertama sebenarnya merupakan terjemahan yang salah-salah dari kata Yunani Nazorean, 29 sedangkan pernyataan kedua merupakan terjemahan yang salah-arah dari istilah Yunani Nazarene. 30 Istilah Yunani Nazorean dan Nazarene merupakan transliterasi (Nazarenoi atau Nazoraioi) dati kata bahasa Arama Nasren atau Nasraya, yang berarti para pemelihara. 31 Pada gilirannya, kata bahasa Arama itu bisa ditelusuri kembali pada istilah Nazir dalam bahasa Ibrani, yang berarti suci, kudus, atau pemantang. 32 Jika sekte-sekte dan subsekte-subsekte agama Yahudi pada abad pertama Masehi dijajarkan pada poros keagamaan, dimana kutub kiri mewakili liberalisme Yahudi, dan kutub kanan mewakili konservatisme religius, maka kaum Farisi akan berada di tengah-tengah, sedangkan kaum Essene dan Nazorea akan berada di ujung kanan.
Jadi, siapakah, dan apakah sebenarnya, orang-orang Nazorea itu? Sederhananya, mereka adalah kelompok yang sama yang dirujuk dalam perjanjian Lama sebagai orang-orang Nazarite atau Nazirite. Nazarite atau Nazorea adalah seseorang yang melaksanakan sumpah pemantangan dan kesetiaan penuh kepada Hukum Musa, dimana sumpah semacam ini bisa berlaku selama hidup atau untuk jangka waktu trertentu. 33 Aturan-aturan khusus yang mengatur periode menjadi seorang Nazarite atau Nazorea disebutkan satu per satu dalam Kitab Bilangan 6:1-21 dalam Alkitab, tetapi tidak diulangi dalam bab ini. Namun demikian, dijelaskan bahwa orang-orang Nazarite atau Nazorea dicirikahasi dengan penolakan mereka untuk memotong rambut, dengan pemantangan mutlak terhadap alkohol dan seluruh minuman yang berasal dari anggur, dengan penolakan mutlak untuk berada dekat jenazah, dan sebagainya. Tokoh-tokoh alkitabiah termasyur yang diidentifikasi sebagai orang-orang Nazarite atau Nazorea antara lain : Samson; 34 Samuel; 35 mungkin Yohanes (Yahya) Sang Pembaptis, 36 mungkin juga James, imam pertama gereja Kristen di Yerusalem; 37 dan untuk sementara Paulus. 38 Namun demikian, penggambaran alkitabiah mengenai Yesus Kristus sama sekali tidak ada sangkut-pautnya dengan penggambaran tentang seorang Nazorea, karena seorang Nazorea tidak akan pernah menerima apapun yang berasal dari buah anggur, dan tidak bisa mendekati Lazarus yang sudah meninggal, yang oleh Yesus, melalui kekuasaan Allah, konon dibangkitkan dari kematian. 39
Mengingat pembahasan di atas, penyangkalan Petrus untuk diasosiasikan dengan Yesus, orang Nazorea, tampaknya merupakan pernyataan yang benar, karena Yesus orang Nazorea bukanlah Yesus Kristus. Penting dicatat bahwa seorang Nasorea mungkin juga adalah seorang Galilea, tetapi itu tidak pernah terjadi. (Selain itu, dijelaskan bahwa dalam keterangan yang dikutip sebelumnya dari Yohanes 18:1-12, frasa "Yesus dari Nazaret" seharusnya dibaca "Yesus, orang Nazorea", karenanya menimbulkan kemungkinan bahwa Yesus Kristus mungkin tidak pernah ditangkap di tempat pertama).
Nama "Yesus"
Selama abad pertama Masehi, Yesus (terjemahan bahasa Yunani dari Joshua) merupakan nama yang sangat populer di Palestina. Misalnya, dari 28 pendeta tinggi Yahudi dari zaman Herod Agung hingga penghancuran Kuil, empat di antaranya diberi nama Yesus (Yesus putra Phabet atau Phiabi, Yesus putra Sek atau Sie, Yesus putra Dameneus, Yesus putra Gameliel). 40 Dengan menggunakan daftar pada pendeta tinggi Yahudi ini sebagai contoh representatif dari nama lelaki di Palestina pada abad pertama Masehi, mungkin ada sekitar 14% penduduk laki-laki yang diberi nama Yesus. Jelasnya, tidaklah terlalu sulit untuk membayangkan bahwa Yesus kedua adalah orang yang diinterogasi pada malam sebelum penyaliban, bahwa orang inilah yang disangkal Petrus, dan bahwa orang inilah yang akan disalib pada hari berikutnya.
Ikhtisar
Penyangkalan Petrus menyuguhkan injil-injil kanonik dengan dua pilihan yang sama sekali tidak berkaitan. (1) Dalam selang hanya beberapa jam, Petrus berubah dari seorang tokoh heroik yang memiliki keberanian tiada tara menjadi seorang pengecut, yang secara verbal menyangkal afiliasinya dengan Yesus Kristus dalam tiga saat berbeda dengan jeda yang begitu cepat. Senyatanya, penggambaran Petrus ini cenderung mengganggu imajinasi. (2) Petrus berterus-terang dan jujur dalam menyangkal afiliasinya, baik dengan orang tak-dikenal, atau dengan pemberontak paramiliter dan penganut Yahudi sayap-kanan ekstrem, yang bernama Yesus. Dengan mengasumsikan bahwa orang itu memang tidak dikenal, maka penyangkalan Petrus Penyangkalan Petrus menjadi cukup sesuai dengan bukti dari kitab-kitab apokrif yang disuguhkan sebelumnya. Dengan mengasumsikan bahwa orang tersebut memang seorang pemberontak paramiliter yang beranama Yesus, maka penyangkalan Petrus sejalan dengan kisah tentang pelepasan Barabbas yang diuraikan di bawah.
Keterangan:
1. Perbuatan Yohanes 97-99, 101. Dalam Cameron R (1982), hal. 94-96).
2. A) Moffat J (1929) B) Robertson AT (1929) C) Burch EW (1929) D) Peritz IJ (1929) E) Scott E (1929) F) Davies JN (1929b) G) Davies JN (1929a) H) Findlay JA (1929) I) Garvie AE (1929) J) Kee HC (1971) K) Pherigo LP (1971) L) Baird W (1929) M) Shepherd MH (1971) N) Wilson RM (1971) O) Filson FV (1971) P) Sunberg AC (1971) Q) Duncan GB (1971) R) Marsh J (1972) S) Caird GB (1972) T) Nineham DE (1973) U) Fenton JC (1973) V) Hamilton W (1959) W) Mack BL (1996) X) Koester H (1982) Y) Robinson JM, Koester H (1971) Z) Cameron R (1982)
3. Shepherd MH (1971)
4. Yohanes 18:1-12
5. Lukas 22:47; Markus 14:43; Matius 26:47.
6. Matius 26:56; Markus 14:50-52
7. Lukas 22:50-51
8. Yohanes 18:13-16
9. Matius 26:57; Markus 14:53; Lukas 22:54
10. Matius 26:57-58; Markus 14:53-54; Lukas 22:54-55; Yohanes 18:15-16
11. Matius 26:69-75
12. Lukas 22:55-62
13. Markus 14:66-72
14. Yohanes 18:17-18, 25-27
15. A) Danielou J, Marrou H (1964) B) Asimov I (1969) C) Leon-Dufour X (1983) D) Schonfield HJ (1967) E) - (1998p) F) Bornkamm G (1998)
16. A) Josephus F (1988) B) Leon-Dufour X (1983)
17. A) Josephus F (1988p) B) Asimov I (1969)
18. Lukas 6:15; Perbuatan 1:13
19 Matius 10:4; 26:14; Markus 3:19; 14:10; Lukas 6:16; 22:3; Yohanes 6:71; 12:4; 13:2,26
20. A) Dupont-Sommer A (1967) B) Leon-Dufour X (1983)
21. Josephus F (1988)
22. A) Lukas 2:1-3 B) Josephus F (1988) C) Bornkamm G (1998)
23. A) Perbuatan 5:37 B) Josephus F (1998) C) Bornkamm G (1998) D) Leon-Dufour X (1983)
24. Perbuatan 5:37
25. A) Josephus F (1988) B) Leon-Dufour X (1983)
26. A) Josephus F (1988) B) Bornkamm G (1998)
27. Matius 26:71
28. Markus 14:67
29. A) Matius 26:71 B) Stegemann H (1998) C) Perjanjian Matius 2:23 D) Kee HC (1971)
30. Stegemann H (1998)
31. Stegemann H (1998)
32. A) Leon-Dufour X (1983) B) - (1998f)
33. A) Schonfield HJ (1967) B) - (1998f)
34. Hakim-hakim 13:1-24; 16:13-17
35. Samuel I 1:1-22
36. A) Strugnell J (1998) B) Schonfield HJ (1967)
37. Perbuatan 21:17-26
38. Perbuatan 21:17-26
39. Yohanes 11:38-44. Dijelaskan bahwa Yesus memiliki kemiripan fisik yang sangat dekat dengan jenazah seorang Nazorea.
40. A) Josephus F (1988) B) Schonfield HJ (1967) C) Wilson J (1985)
Sumber
Setelah melantur untuk menelaah sumber kitab-kitab apokrif, cukup adil rasanya jika di sini saya suguhkan ulasan singkat mengenai sumber Injil Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes. Tanpa memasuki pembahasan yang rinci dan panjang-lebar mengenai sumber dan kritik teks, agaknya berguna untuk dicatat bahwa Matius, Markus, dan Lukas sering kali mewakili sebuah fron bersatu yang sedikit berada dengan Yohanes, dan itulah sebabnya ketiga injil pertama biasanya dirujuk sebagai Injil-Ijjil Sinoptik. Lebih jauh, keempat injil tersebut didasarkan, setidaknya sebagian, pada sumber-sumber tertulis sebelumnya, seperti Q, proto-Markus, M, L, dan dokumen-dokumen lain yang dihipotesiskan serta tidak satupun dari keempat injil katonik ini yang benar-benar ditulis oleh salah seorang murid Yesus.
Lebih jauh lagi, tatanan komposisi injil-injil biasanya diyakini secara berurutan dimulai dari Markus, Matius, Lukas, dan terakhirYohanes. Harus dicatat lebih lanjut bahwa baik Matius maupun Lukas mendasarkan sebagian catatan-catatannya pada Markus. Dalam bentuk awalnya yang lengkap, tidak satu pun dari keempat injil itu bisa ditelusuri waktunya lebih awal daripada sekitar perempat terakhir abad ke-2 M. Penyuntingan keempat injil kanonik tersebut terus dilakukan selama beberapa abad pertama Masehi. Jumlah total hal-hal di atas membuktikan bahwa tidak satu pun dari pada pengarang keempat injil kanonik itu benar-benar merupakan saksi-mata atas peristiwa-peristiwa penyaliban, meskipun kitab mereka masing-masing tampaknya memasukkan catatan-catatan tangan pertama ini, yang pada kenyataannya hanya kisah-kisah tentang kejadian baru yang dituturkan kepada mereka, baik secara langsung maupun melalui para perantara. 1
Sejarah, keterangan dll mengenai Ke-empat Injil, bisa Anda baca di http://www.sarapanpagi.org/viewtopic.php?p=248#248
Penulis Injil :
- 2 orang dari murid Yesus (kelompok 12), yaitu Matius dan Yohanes
- 2 orang dari kalangan luar, sejarahwan, yaitu Markus dan Lukas
Tema dari keempat Injil adalah Kristus - penjelmaan, pelayanan untuk umum, kematian, kebangkitan, dan kenaikan-Nya ke surga; akan tetapi masing-masing hal itu melukiskan gambaran yang unik dari pelayanan dan hidup Anak Allah.
Matius, adalah salah satu murid utama Yesus Kristus (kelompok 12/ dôdeka) menulis untuk orang-orang Kristen Yahudi. Dia mencatat kehidupan pelayanan Yesus Kristus dan memberikan bukti kepada kalangan Yahudi bahwa Yesus adalah Anak Abraham dan Daud, Raja Israel, Mesias yang besar. Bukunya mengutarakan Kristus sebagai Guru Besar dan menunjukkan bagaimana Dia cocok sebagai gambaran yang lebih besar dari sejarah orang Yahudi. Untuk mencapai hal ini, Matius menunjuk kepada kegenapan nubuatan-nubuatan Perjanjian Lama orang Yahudi yang tidak menarik bagi orang bukan Yahudi pada saat itu.
Markus, diperkirakan adalah juga pengikut Yesus (walaupun tidak termasuk dalam murid inti (kelompok 12/ dôdeka), ia mungkin bukan seorang saksi mata pada setiap peristiwa-peristiwa yang digambarkannya, walaupun dia sangat mengenal Yesus Kristus, karena ia mendengarnya dari penjelasan Petrus. Ia menulis kitab kepada orang-orang yang bukan Yahudi, untuk itu ia banyak menjelaskan kebiasaan-kebiasaan orang Yahudi (misalnya Paskah) untuk para pembaca yang tidak mengenal peristiwa-peristiwa tersebut. Oleh karena tanpa ajaib memberi kesan kepada orang-orang Roma, maka Markus menekankan tanda-tanda ajaib.
Lukas, seorang sejarawan dan tabib bekerja sahabat dari Paulus. Dia menelusuri garis keturunan Kristus sampai ke Adam, bapa dari manusia, sedangkan Matius, yang menulis untuk orang Yahudi, menelusuri nenek moyang Kristus sampai ke Abraham. Lukas juga menuliskan tentang percakapan Kristus dengan orang-orang yang bukan Yahudi dan warga negara Roma. Oleh karena dia memberi catatan yang paling lengkap, maka dari tulisannyalah kita mempelajari banyak tentang kelahiran dan pelayanan Kristus di Perea.
Yohanes seorang ahli teologi. Sebagai yang paling muda dari murid utama Yesus Kristus (kelompok 12/ dôdeka), dia membuka hatinya kepada Yesus dan berbicara tentang apa yang dilihatnya sendiri (1 Yohanes 1:1-3). Sebagai seorang saksi mata, Yohaneslah satu-satunya yang mencatat pelayanan Kristus yang mula- mula di Yudea dan pelayanan-Nya yang mula-mula bersama dengan pemimpin-pemimpin Yahudi. Dengan menarik, Yohanes mencatat pertentangan di bait suci bukannya tanda-tanda ajaib. Ia menyatakan Allah dalam rencana keselamatan dan berulang-ulang mengutip ucapan Yesus pada saat Yesus berkata, "Dia yang mengutus Aku." Berbicara kepada umat Kristen, Yohanes menyajikan Yesus sebagai Pencipta yang hidup serta Juruselamat yang tersalib bagi seluruh dunia.
"Pencipta semua ide itu dapat menekankan pikiran yang berbeda-beda dengan ide yang lama, namun masing-masing dapat mengutarakannya dengan cara yang berbeda, akan tetapi tanpa pertentangan. Sesungguhnya perbedaan yang ada janganlah mengejutkan serta membingungkan kita. Jarang ada dua orang yang akan memandang serta menyatakan suatu kebenaran di dalam cara yang benar-benar sama. Masing-masing memikirkan serta mengutarakan hal tertentu sesuai dengan pengetahuan serta pendidikan dengan mana ia dapat dihargai. Sinar matahari yang menyinari benda-benda yang beraneka ragam memberikan kepada benda itu warna yang beraneka ragam pula "
sumber: David Metzler, "Jesus" p. 9
Dalam uraian berikut, beragam kisah penyaliban dalam injil-injil kanonik akan diuji. Dalam masing-masing kasus, pembacaan yang hati-hati akan dengan jelas mengisyaratkan bahwa orang yang disalib sama sekali bukanlah Yesus.
Seperti yang sudah dijelaskan pada Tanggapan 75 : BANTAHAN SIMON SIRENUS TERHADAP PENYALIBAN YESUS !, di http://www.sarapanpagi.org/post2030.html#p2030
Ke-empat Injil menulis yang disalib adalah Yesus Kristus :
* Matius 27:50
Yesus berseru pula dengan suara nyaring lalu menyerahkan nyawa-Nya.
* Markus 15:37
Lalu berserulah Yesus dengan suara nyaring dan menyerahkan nyawa-Nya.
* Lukas 23:46
Lalu Yesus berseru dengan suara nyaring: "Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku." Dan sesudah berkata demikian Ia menyerahkan nyawa-Nya.
* Yohanes 19:30
Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: "Sudah selesai." Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya.
BANTAHAN PETRUS TENTANG PENYALIBAN YESUS !!!
Bukti : Penyangkalan Petrus
Petrus yang Heroik
Keempat Injil kanonik tersebut sepakat tentang banyak persoalan menyangkut penangkapan Yesus. Keempatnya sepakat bahwa Yesus dan murid-muridnya tengah makan bersama di Yerusalem pada malam terjadinya penangkapan (meskipun Matius, Markus, dan Lukas menggambarkan makanan ini sebagai hidangan Paskah, sementara Yohanes menggambarkannya sebagai hari sebelum Paskah). 2
Penangkapan Yesus Kristus terjadi "sebelum" Hidangan Paskah :
* Markus 14:12-17
14:12 Pada hari pertama dari hari raya Roti Tidak Beragi, pada waktu orang menyembelih domba Paskah, murid-murid Yesus berkata kepada-Nya: "Ke tempat mana Engkau kehendaki kami pergi untuk mempersiapkan perjamuan Paskah bagi-Mu?"
14:13 Lalu Ia menyuruh dua orang murid-Nya dengan pesan: "Pergilah ke kota; di sana kamu akan bertemu dengan seorang yang membawa kendi berisi air. Ikutilah dia
14:14 dan katakanlah kepada pemilik rumah yang dimasukinya: Pesan Guru: di manakah ruangan yang disediakan bagi-Ku untuk makan Paskah bersama-sama dengan murid-murid-Ku?
14:15 Lalu orang itu akan menunjukkan kamu sebuah ruangan atas yang besar, yang sudah lengkap dan tersedia. Di situlah kamu harus mempersiapkan perjamuan Paskah untuk kita!"
14:16 Maka berangkatlah kedua murid itu dan setibanya di kota, didapati mereka semua seperti yang dikatakan Yesus kepada mereka. Lalu mereka mempersiapkan Paskah.
14:17 Setelah hari malam, datanglah Yesus bersama-sama dengan kedua belas murid itu.
Versus :
* Yohanes 13:1,29-30
13:1 Sementara itu sebelum hari raya Paskah mulai, Yesus telah tahu, bahwa saat-Nya sudah tiba untuk beralih dari dunia ini kepada Bapa. Sama seperti Ia senantiasa mengasihi murid-murid-Nya demikianlah sekarang Ia mengasihi mereka sampai kepada kesudahannya.
13:29 Karena Yudas memegang kas ada yang menyangka, bahwa Yesus menyuruh dia membeli apa-apa yang perlu untuk perayaan itu, atau memberi apa-apa kepada orang miskin. 13:30 Yudas menerima roti itu lalu segera pergi. Pada waktu itu hari sudah malam.
* Yohanes 18:28
Maka mereka membawa Yesus dari Kayafas ke gedung pengadilan. Ketika itu hari masih pagi. Mereka sendiri tidak masuk ke gedung pengadilan itu, supaya jangan menajiskan diri, sebab mereka hendak makan Paskah.
Yesus disalibkan pada siang hari sebelum Paskah. Alasan Markus seolah-oleh mengatakan bahwa peristiwa penyaliban itu terjadi setelah jamuan Paskah, hanyalah merupakan masalah budaya dan kontekstualisasinya.
Bukti kencang dalah Kitab Injil adalah bahwa Yesus mati pada saat menjelang malam Paskah, ketika perjamuan Paskah akan disantap setelah matahari terbenam. Sebelum kita tuntaskan masalah ini, harap diperhatikan bahwa Markus 14 telah menjelaskan bahwa Yesus tidak makan perjamuan Paskah bersama murid-muridNya.
Lukas 22:1 menyebutkan sebagai "Hari Raya Roti Tidak Beragi" (Ibrani, "KHAG HAMATSOT") yang disebutnya juga sebagai "Paskah" (Ibrani, "PESAKH").
* Lukas 22:1
Hari raya Roti Tidak Beragi, yang disebut Paskah, sudah dekat.
KJV, Now the feast of unleavened bread drew nigh, which is called the Passover.
TR, ηγγιζεν δε η εορτη των αζυμων η λεγομενη πασχα
Interlinear, êggizen {mendekat} de {adapun} hê heortê {perayaan} tôn azumôn {roti tidak beragi} hê {yang} legomenê {disebut} pascha {paskah}
Seperti namanya, hari raya Roti tidak beragi ini diselenggarakan dengan memakan roti tidak beragi. Ini adalah perintah yang ditaati sampai saat ini untuk jamuan Paskah, Karena Allah memerintahkannya dengan amat jelas :
Peringatan Paskah dan larangan makan roti yang beragi :
* Keluaran 12:1-20
12:1 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa dan Harun di tanah Mesir:
12:2 "Bulan inilah akan menjadi permulaan segala bulan bagimu; itu akan menjadi bulan pertama bagimu tiap-tiap tahun.
12:3 Katakanlah kepada segenap jemaah Israel: Pada tanggal sepuluh bulan ini diambillah oleh masing-masing seekor anak domba, menurut kaum keluarga, seekor anak domba untuk tiap-tiap rumah tangga.
12:4 Tetapi jika rumah tangga itu terlalu kecil jumlahnya untuk mengambil seekor anak domba, maka ia bersama-sama dengan tetangganya yang terdekat ke rumahnya haruslah mengambil seekor, menurut jumlah jiwa; tentang anak domba itu, kamu buatlah perkiraan menurut keperluan tiap-tiap orang.
12:5 Anak dombamu itu harus jantan, tidak bercela, berumur setahun; kamu boleh ambil domba atau kambing.
12:6 Kamu harus mengurungnya sampai hari yang keempat belas bulan ini; lalu seluruh jemaah Israel yang berkumpul, harus menyembelihnya pada waktu senja.
12:7 Kemudian dari darahnya haruslah diambil sedikit dan dibubuhkan pada kedua tiang pintu dan pada ambang atas, pada rumah-rumah di mana orang memakannya.
12:8 Dagingnya harus dimakan mereka pada malam itu juga; yang dipanggang mereka harus makan dengan roti yang tidak beragi beserta sayur pahit.
12:9 Janganlah kamu memakannya mentah atau direbus dalam air; hanya dipanggang di api, lengkap dengan kepalanya dan betisnya dan isi perutnya.
12:10 Janganlah kamu tinggalkan apa-apa dari daging itu sampai pagi; apa yang tinggal sampai pagi kamu bakarlah habis dengan api.
12:11 Dan beginilah kamu memakannya: pinggangmu berikat, kasut pada kakimu dan tongkat di tanganmu; buru-burulah kamu memakannya; itulah Paskah bagi TUHAN.
12:12 Sebab pada malam ini Aku akan menjalani tanah Mesir, dan semua anak sulung, dari anak manusia sampai anak binatang, akan Kubunuh, dan kepada semua allah di Mesir akan Kujatuhkan hukuman, Akulah, TUHAN.
12:13 Dan darah itu menjadi tanda bagimu pada rumah-rumah di mana kamu tinggal: Apabila Aku melihat darah itu, maka Aku akan lewat dari pada kamu. Jadi tidak akan ada tulah kemusnahan di tengah-tengah kamu, apabila Aku menghukum tanah Mesir.
12:14 Hari ini akan menjadi hari peringatan bagimu. Kamu harus merayakannya sebagai hari raya bagi TUHAN turun-temurun. Kamu harus merayakannya sebagai ketetapan untuk selamanya.
12:15 Kamu makanlah roti yang tidak beragi tujuh hari lamanya; pada hari pertama pun kamu buanglah segala ragi dari rumahmu, sebab setiap orang yang makan sesuatu yang beragi, dari hari pertama sampai hari ketujuh, orang itu harus dilenyapkan dari antara Israel.
12:16 Kamu adakanlah pertemuan yang kudus, baik pada hari yang pertama maupun pada hari yang ketujuh; pada hari-hari itu tidak boleh dilakukan pekerjaan apa pun; hanya apa yang perlu dimakan setiap orang, itu sajalah yang boleh kamu sediakan.
12:17 Jadi kamu harus tetap merayakan hari raya makan roti yang tidak beragi, sebab tepat pada hari ini juga Aku membawa pasukan-pasukanmu keluar dari tanah Mesir. Maka haruslah kamu rayakan hari ini turun-temurun; itulah suatu ketetapan untuk selamanya.
12:18 Dalam bulan pertama, pada hari yang keempat belas bulan itu pada waktu petang, kamu makanlah roti yang tidak beragi, sampai kepada hari yang kedua puluh satu bulan itu, pada waktu petang.
12:19 Tujuh hari lamanya tidak boleh ada ragi dalam rumahmu, sebab setiap orang yang makan sesuatu yang beragi, orang itu harus dilenyapkan dari antara jemaah Israel, baik ia orang asing, baik ia orang asli.
12:20 Sesuatu apa pun yang beragi tidak boleh kamu makan; kamu makanlah roti yang tidak beragi di segala tempat kediamanmu."
Ditegaskan kembali pada :
* Imamat 23:5
Dalam bulan yang pertama, pada tanggal empat belas bulan itu, pada waktu senja, ada Paskah bagi TUHAN.
Hebrew Translit Interlinear, BAKHODESY {pada bulan} HARI'SYON {pertama itu} BE'ARBA'AH {pada empat} 'ASAR {sepuluh} LAKHODESY {kepada bulan} BEYN {antara} HA'ARBAYIM {petang} PESAKH {Paskah} LAYHOVAH {bagi TUHAN}
Tanggal 14 Nisan pada waktu senja Kalangan Yudaisme menamakan hari itu sebagai 'EREV PESAKH. Pada saat ini orang Israel sudah tidak makan roti beragi. Tanggal 15 Nisan mereka merayakan PESAKH. Perayaan ini ini dikenal juga dengan nama KHAG HAMATSOT (Hari Raya Roti Tidak Beragi, 15 Nisan).
* Imamat 23:6
Dan pada hari yang kelima belas bulan itu ada hari raya Roti Tidak Beragi bagi TUHAN; tujuh hari lamanya kamu harus makan roti yang tidak beragi.
Hebrew Translit Interlinear, UVAKHAMISYAH {dan pada lima} 'ASAR {sepuluh} YOM {hari} LAKHODESY {kepada bulan} HAZEH {itu} KHAG {hari raya} HAMATSOT {roti tidak beragi itu} LAYHOVAH {bagi TUHAN} SYIV'AT {tujuh} YAMIM {hari} MATSOT {roti tidak beragi} TO'KHELU {engkau harus makan}
* Markus 14:12
Pada hari pertama dari hari raya Roti Tidak Beragi, pada waktu orang menyembelih domba Paskah, murid-murid Yesus berkata kepada-Nya: "Ke tempat mana Engkau kehendaki kami pergi untuk mempersiapkan perjamuan Paskah bagi-Mu?"
TR Translit Interlinear, kai {adapun} tê prôtê {pertama} hêmera {pada hari} tôn {dari} azumôn {Roti tidak beragi} hote {ketika} to pascha {domba Paskah} ethuon {mereka merayakan/ mereka mentembelih} legousin {berkata} autô {kepada Dia} hoi mathêtai {murid-murid} autou {Nya} pou {kemana} theleis {Engkau menghendaki} apelthontes {pergi} etoimasômen {kami menyiapkan} hina {supaya} phagês {Engkau makan} to {itu} pascha {domba Paskah}
Kata Yunani untuk "Roti Tidak Beragi" adalah "azumos". Kata inilah yang digunakan oleh Markus dalam "Hari Raya Roti Tidak Beragi". Sedangkan kata Yunani untuk roti biasa (beragi) adalah "artos".
Seluruh penulis kitab Injil termasuk Markus, menulis yang sama, bahwa saat itu merupakan perjamuan terakhir Yesus dengan murid-muridNya memakan "artos" (roti biasa beragi) :
* Markus 14:22
Dan ketika Yesus dan murid-murid-Nya sedang makan, Yesus mengambil roti, mengucap berkat, memecah-mecahkannya lalu memberikannya kepada mereka dan berkata: "Ambillah, inilah tubuh-Ku."
TR Translit Interlinear, kai {lalu} esthiontôn {ketika sedang makan} autôn {mereka} labôn {setelah mengambil} ho iêsous {Yesus} arton {roti (roti biasa beragi)} eulogêsas {mengucap syukur/ pujian} eklasen {Ia membelah} kai {lalu} edôken {memberikan} autois {kepada mereka} kai {dan} eipen {berkata} labete {ambilah} phagete {makanlah} touto estin {inilah} to sôma {tubuh} mou {Ku}
Oleh karena itu, perjamuan makan malam itu walaupun sebuah "perjamuan Paskah", namun itu bukan perjamuan paskah dengan Roti Tidak Beragi, sebab itu hanya dapat dimulai pada waktu petang 14 Nisan saat Yesus Kristus ada di kayu Salib. Dengan demikian terjadinya "perjamuan terakhir" dalam yang diceritakan dalam Markus 14:22 adalah sebelum tanggal 14 Nisan.
Hal tersebut ditujukan dengan adanya penggunaan kata yang berbeda pada pasal yang sama. Karena untuk Paskah, tidak mungkin mereka akan memakan sesuatu yang telah dilarang oleh Allah melalui Hukum Musa (yaitu memakan "artos" – roti biasa beragi), dan tidak memakan sesuatu yang diperintahkan untuk dimakan (yaitu roti tidak beragi - "azumos").
Jikalau begitu, apa maksud Markus 14 dalam ayat 12-17?
Pertama, kita baca, "ada tradisi pada waktu itu untuk menyembelih domba Paskah". Perjamuan Paskah harus dilaksanakan pada hari ke-14 pada bulan Nisan. Tetapi, ternyata ada perbedaan pendapat dalam hal menentukan hari itu, karena mereka menggunakan sistem kalendar yang berbeda untuk menghitung hari-hari Raya. Tampaknya, perbedaan tradisi ini terus berlanjut sampai dengan masa kehidupan Yesus. Jadi, memang sebagian orang sudah bisa mulai menjalankan tradisi mereka dengan mengorbankan domba Paskah pada hari itu, sementara sebagian orang lainnya menganggap bahwa Paskah baru akan dirayakan esok malamnya. Perbedaan kebiasaan ini disebabkan karena hari Yahudi dimulai puluh 18:00 petang sedangkan hari Romawi mulai pada jam 24:00 tengah malam.
Kedua, murid-muridNya bertanya kepada Yesus, "Ke tempat mana Engkau menghendaki kami pergi untuk mempersiapkan perjamuan Paskah bagiMu?". Mereka tidak menyangka bahwa malam itu yesus akan segera menyerahkan nyawaNya untuk menebus dosa manusia di dunia seperti domba Paskah dalam Keluaran pasal 12, yang dikorbankan untuk menyelamatka orang Israel dari murka Allah terhadap orang mesir.
Yesus sesungguhnya telah menjelaskannya kepada murid-muridNya, namun mereka tidak dapat memahami pengorbanan ini karena berbagai alasan, termasuk ketika Yesus di-elu-elukan oleh orang-orang Israel sebagai Mesias (Raja Penyelamat, bukan korban), yang masih terus "bergema di telinga mereka". Yesus tidak menyatakan bahwa Ia akan amkan Perjamuan Paskah bersama-sama dengan murid-muridNya. Yesus sangat ingin, tetapi Ia tahu hariNya tidak sampai untuk melakukannya. Tidak ada peluang bagi satu dogma pun yang dapat menyatakan bahwa perjamuan Paskah tersebut dipinjam dan disiapkan. Tetapi yang pasti, orang-orang Yahudi, karena telah diatur dalam Kitab Keluaran 12, mempersiapkan rumah mereka untuk Hari Raya Roti Tidak Beragi (Ibrani, "KHAG HAMATSOT").
Ketiga, dalam beberapa cara, Kitab Injil menecritakan tentang Perjamuan Terakhir, dalam bentuk penggenapan karya Yesus, seperti misalnya dalam Lukas pasal 22 yang menuliskan kerinduan yesus untuk makan Perjamuan paskah "ini" bersama dengan murid-muridNya. Lalu apakah Lukas mengatakan bahwa saat itu adalah perjamuan paskah? Tidak! Mengapa? Antara lain karena penggunaan yang sama untuk kata "artos" (roti biasa beragi) dan bukan "azumos" (roti tidak beragi).
Yesus memang menjadikan makan malam terakhir ini sebagai sejenis santapan paskah (tidak dalam arti sebenarnya, melainkan simboliknya) karena Ia hendak bersekutu secara khusus dengan murid-muridNya, menyadari akhirnya Ia harus masuk kedalam penderitaan beberapa jam setelah itu.
Yesus juga ingin menunjukkan kepada murid-muridNya bahwa Paskah itu berbicara tentang diriNya, yaitu bahwa Ia adalah korban yang memberikan Perjanjian Baru yang telah Allah janjikan (reff. Yeremia 31:31-33, Ibrani 7:27) seperti domba yang disembelih 1500 tahun sebelumnya untuk menyelamatkan orang-orang Israel dari Muka Allah di tanah Mesir.
Dalam perjamuan tersebut, Yesus menggambarkan diriNya sebagai "Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia" seperti yang dikatakan Yohanes Pembabtis (reff Yohanes 1:29). Yesus ingin menyantap jamuan Paskah bersama murid-muridNya, karenanya Ia mengatakan :
* Lukas 22:16
22:15 Kata-Nya kepada mereka: "Aku sangat rindu makan Paskah ini bersama-sama dengan kamu, sebelum Aku menderita.
TR Translit, kai eipen pros autous epithumia epethumêsa touto to pascha phagein meth humôn pro tou me pathein
22:16 Sebab Aku berkata kepadamu: Aku tidak akan memakannya lagi sampai ia beroleh kegenapannya dalam Kerajaan Allah."
TR Translit, legô gar umin hoti ouketi ou mê phagô ex autou eôs otou plêrôthê en tê basileia tou theou
22:17 Kemudian Ia mengambil sebuah cawan, mengucap syukur, lalu berkata: "Ambillah ini dan bagikanlah di antara kamu.
TR Translit, kai dexamenos potêrion eucharistêsas eipen labete touto kai diamerisate eautois
22:18 Sebab Aku berkata kepada kamu: mulai dari sekarang ini Aku tidak akan minum lagi hasil pokok anggur sampai Kerajaan Allah telah datang."
TR Translit, legô gar uminoti ou mê piô apo tou gennêmatos tês ampelou eôs otou hê basileia tou theou elthê
22:19 Lalu Ia mengambil roti, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka, kata-Nya: "Inilah tubuh-Ku yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku."
TR Translit, kai labôn arton eucharistêsas eklasen kai edôken autois legôn touto estin to sôma mou to uper humôn didomenon touto poieite eis tên emên anamnêsin
22:20 Demikian juga dibuat-Nya dengan cawan sesudah makan; Ia berkata: "Cawan ini adalah perjanjian baru oleh darah-Ku, yang ditumpahkan bagi kamu.
TR Translit, ôsautôs kai to potêrion meta to deipnêsai legôn touto to potêrion hê kainê diathêkê en tô aimati mou to uper humôn ekchunomenon
Perhatikan ayat 16, Yesus mengatakan "Aku tidak akan memakannya lagi sampai ia beroleh kegenapannya dalam Kerajaan Allah". Dan kegenapan itu adalah kematianNya, "Sebab anak domba Paskah kita juga telah disembelih, yaitu Kristus" (1 Korintus 5:7)
Kemudian, perhatikan ayat 19, sama seperti Markus, Lukas juga menulis roti yang dimakan adalah roti biasa (yang beragi) yaitu "artos" dan bukan "azumos" yang sedianya dimakan pada jamuan Paskah dalam EREV PESAKH tanggal 14 Nisan, maupun pada jamuan "KHAG HAMATSOT" pada 15 Nisan maupun 7 hari setelahnya.
Maka, dengan ini jelas tidak ada pertentangan seperti apa yang dituduhkan. Yesus mati sebelum orang-orang Yahudi merayakan PASKAH dan memakan jamuan PASKAH.
Sumber :
- Yohannes/ Biblika
- Jay Smith, Alex Chowdhry, Toby Jepson, James Schaeffer, 101 Contradictions in the Bible Cleared Up
Lebih jauh, semuanya melihat dengan mata kepala sendiri fakta bahwa Yesus ditangkap pada malam sebelum penyaliban, dan bahwa penangkapannya terjadi di luar tembok kota Yerusalem (yang secara konsisten, tetapi bervariasi, diidentifiaksi sebagai Taman Gethsemane, sebuah tempat di Bukit Zaitun, dan sebuah taman di sisi Lembah Kidron yang jauh dari Yerusalem). Mereka juga memiliki pandangan yang sama bahwa dalam peristiwa penangkapan itu, salah seorang murid Yesus melemparkan pedangnya dan menyerang, dengan maksud untuk membela Yesus. Sementara Yohanes mengidentifikasi murid ini sebagai Petrus (Simon bar Jonah), 3 Matius, Markus, dan Lukas tidak menyebutkan namanya.
Setelah mengucapkan kata-kata ini, ia pergi bersama murid-muridnya melintasi lembah Kidron menuju suatu tempat di mana terdapat sebuah taman, yang pernah dimasukinya bersama murid-muridnya. Kini Yudas, yang mengkhianatinya, juga mengetahui tempat itu, karena Yesus sering bertemu dengan murid-muridnya di sana. Demikianlah Yudas membawa satu detasemen pasukan bersama dengan pengawal para pendeta ketua dan kaum Pharisi, mereka datang ke sana dengan membawa lampu dan obor serta senjata. Kemudian Yesus, karena mengetahui segala yang akan terjadi padanya, melangkah ke depan dan bertanya kepada mereka, "Siapakah yang kalian cari?" Mereka menjawab, "Yesus dari Nazareth". Yesus menjawab, "Akulah orangnya." Yudas, mengkhianatinya, berdiri bersama mereka. Ketika Yesus berkata kepada mereka, "Akulah orangnya", mereka melangkah muncul dan jatuh ke tanah. Lagi-lagi ia bertanya kepada mereka, "Siapakah yang kalian cari?" Dan mereka menjawab, "Yesus dari Nazareth". Yesus pun menjawab, "Sudah kukatakan bahwa akulah orangnya. Jadi jika kalian mencari aku, biarkanlah orang-orang ini pergi". Ini untuk melengkapi kata yang telah ia ucapkan, "Aku tidak boleh kehilangan seorang pun dari orang-orang yang telah kalian berikan kepadaku". Kemudian Simon Petrus, yang memiliki pedang, menariknya, menyerang salah seorang pengawal pendeta tinggi, dan memotong telinga kanannya. Nama budak itu adalah Malchus. Yesus berkata kepada Petrus, "Masukkan kembali pedangmu ke dalam sarungnya. Apakah aku tidak boleh minum dari piala yang telah diberikan Bapa kepadaku?" Demikianlah para tentara, pejabat mereka, dan pengawal Yahudi menangkap Yesus dan mengikatnya. 4
Dalam laporan Yohanes di atas Yudas Iskariot, murid yang konon mengkhianati Yesus, memimpin sekelompok orang bersenjata untuk menangkap Yesus. Yohanes mengidentifikasi orang-orang bersenjata untuk menangkap Yesus. Yohanes mengidentifikasi orang-orang bersenjata ini sebagai "satu detasemen pasukan" dan "pengawal para pendeta ketua dan kaum Farisi".5 Identifikasi sebelumnya mengisyaratkan bahwa para anggota legium Roma berada di bawah arahan para pejabat Yahudi, dengan maksud untuk membantu penangkapan Yesus. Identifikasi kemudian dengan jelas menunjuk pada pasukan pengawal Kuil.
Dalam menghadapi otoritas yang lebih banyak jumlah dan bersenjata ini, salah seorang murid memperjuangkan haknya. Petrus dengan berani menarik pedangnya, dan seorang menyerang banyak pasukan bersenjata yang terdiri dari para tentara dan pengawal profesional yang bersiap-siap melawannya. Ia sudah tahu bahwa tidankan heroisme ini akan mengantarkannya pada kematian, tapi dia lebih berkeinginan untuk mengorbankan hidupnya demi menyelamatkan Yesus. Namun, Petrus baru mampu mengayunkan padangnya sekali, yang memotong telinga Malchus, seorang pengawal pendeta tinggi, sebelum Yesus menghentikannya. Setelah menghentikan pertempuran itu sebelum benar-benar dimulai, Yesus menyerahkan dirinya pada pasukan penangkap, dan murid-muridnya kemudian lari menembus gelapnya malam. 6 (Lukas menambahkan bahwa Yesus menyembuhkan telinga Malchus). 7
Petrus yang Pengecut
Setelah penangkapannya, Yesus diserahkan kepada Annas, ayah-mertua Kayafas, pendeta tinggi Yahudi, kemudian kepda Kayafas; 8 atau langsung kepada Kayafas. 9 Tidak seperti murid-murid yang lain, Petrus yang selalu setia dan heroik mengikuti dari jarak jauh, kemudian memasuki halaman luar. 10 Di sana, Petrus menunggu keputusan atas takdir Yesus.
Namun, sementara Petrus berdiri di halaman itu, pada pengarang empat injil kanoik akan membuat pembaca percaya bahwa Petrus telah berputar haluan spenuhnya. Mereka akan meyakinkan pembaca bahwa Petrus yang heroik, yang telah menyerang para anggota legiun Roma dan penjaga Kuil seorang diri, dan yang mempertaruhkan nyawanya untuk mengikuti Yesus ke halaman luar, tiba-tiba menjadi seorang pengecut, karena ia tiga kali menyangkal penisbahan apapun dengan Yesus sebelum ayam jantan berkokok pagi itu. Karena ungkapan pasti penyangkalan-penyangkalan Petrus demikian penting, maka keempat cara injil tersebut disuguhkan secara langsung di bawah ini :
Laporan Matius mengenai penyangkalan-penyangkalan Petrus :
Kini Petrus duduk di luar di halaman gedung. Seorang gadis pelayan menghampirinya dan berkata, "Engkau juga bersama Yesus, orang Galilea". Namun, ia menyangkalnya di haapan mereka semua, dengan mengatakan, "Aku tidak mengerti apa yang kamu bicarakan". Ketika ia keluar menuju serambi, seorang gadis-pelayan lain melihatnya, dan gadis itu berkata kepada orang-orang di sana yang menyaksikan kejadian itu, "Orang ini bersama Yesus dari Nazaret". Setelah sesaat menunggu orang-orang itu menghampiri dan berkata kepada Petrus", "Tentunya kamu juga salah seorang dari mereka, karena aksenmu mengungkapkan siapa kamu sebenarnya". "Aku tidak mengenal orang itu!" Pada saat itu ayam jantan berkokok. Kemudian Petrus ingat apa yang pernah dikatakan Yesus, "Sebelum ayam jantan berkok, engkau akan menyangkalku tiga kali". Lalu ia pun keluar dan menangis sejadi-jadinya. 11
Laporan Lukas :
Ketika mereka menyalakan api unggun di tengah-tengah halaman itu dan duduk bersama, Petrus pun duduk di antara mereka. Kemudian menatapnya dan berkata, "Orang ini juga bersamanya". Tetapi ia menyangkalnya, dengan mengatakan, "Nona, aku tidak mengenalnya". Sejenak kemudian orang lain, ketika melihatnya, berkata, "Kamu juga salah satu dari mereka!" Tetapi Petrus berkata, "Tuan, aku bukan salah satu dari mereka!" kemudian sekitar satu jam kemudian, ada orang lain yang tetap bersikukuh, "Tentu saja orang ini juga bersamanya; karena ia adalah orang Gallilea." Tetapi Petrus berkata, "Tuan, aku tidak mengerti apa yang kami bicarakan!" Pada saat itu, sementara ia masih berbicara, ayam jantan berkokok. Tuhan berpaling dan memandang Petrus. Kemudian Petrus ingat akan sabda Tuhan, bagaimana dia telah berkata kepada Petrus, "Sebelum ayam jantan berkokok hari ini, engkau akan menyangkalku tiga kali". Lalu ia pun keluar dan menangis sejadi-jadinya. 12
Penuturan Markus :
Sementara Pertus berada di halaman, salah seorang gadis-pelayan pendeta tinggi melintas. Ketiga gadis itu melihat Petrus yang tengah menghangatkan diri, ia menatapnya dan berkata, "Kamu juga bersama Yesus, orang dari Nazareth". Tetapi ia menyangkalnya, dengan mengatakan, "Aku tidak tahu atau mengerti apa yang kamu bicarakan". Dan iapun keluar menuju halaman depan. Kemudian ayam jantan berkokok. Dan gadis-pelayan itu, sambil memandanginya, mulai lagi berkata kepada orang-orang yang menyaksikannya, "Orang ini adalah salah satu dari mereka". Tetapi lagi-lagi ia menyangkal. Kemudian setelah sesaat orang-orang yang menyaksikan itu berkata kembali kepda Petrus, "Tentu saja kamu adalah salah satu dari mereka; karena kamu adalah orang Galilea". Tetapi ia mulai mengutuk, dan mengucapkan sumpah, "Aku tidak mengenal orang yang kalian bicarakan". Pada saat itu ayam jantan berkokok untuk kedua kalinya. Kemudian Petrus ingat bahwa Yesus pernah berkata kepadanya, "Sebelum ayam jantan berkokok dua kali, engkau akan menyangkalku tiga kali". Lalu ia pun jatuh dan menangis. 13
Terakhir, laporan Yohanes :
Perempuan itu berkata kepada Petrus, "Bukanlah engkau salah seorang dari murid orang ini?" Petrus berkata, "Bukan". Kini para budak dan pengawal telah menyalakan kayu bakar karena cuaca sangat dingin, dan mereka berdiri mengelilinginya untuk menghangatkan diri. Petrus juga berdiri bersama mereka untuk menghangatkan diri ? Kini Simon Petrus berdiri dan menghangatkan diri. Mereka bertanya kepadanya, "Bukanlah engkau adalah salah seorang muridnya,?" Petrus menyangkalnya dan berkata, "Bukan". Salah seorang budak pendeta tinggi, seorang kerabat dari orang yang telinganya dipotong Petrus, bertanya, "Bukankah aku pernah melihatmu di taman besamanya?" Lagi-lagi Petrus menyangkalnya, dan pada saat itu ayam jantan berkokok. 14
Yang Disangkal Petrus
Dalam mempertimbangkan empat versi kejadian yang konon sama ini, kita harus secara saksama mempertimbangkan apa saja yang diangkal Petrus. Untuk itu, Tabel 1 disuguhkan di bawah ini.
Tabel 1 : Dakwaan-dakwaan (A) yang disangkal Petrus (D)
Mt1 A : Engkau besama Yesus, orang Galilea.
D : Aku tidang mengerti apa yang kamu bicarakan.
Mt2 A : Orang ini bersama Ysus dari Nazaret.
D : Aku tidak mengenal orang itu.
Mt3 A : Engkau adalah salah satu dari mereka, karena aksenmu mengungkapkannya siapa kamu sebenarnya.
D : Aku tidak mengenal orang itu.
L1 A : Orang ini juga bersamanya.
D : Aku tidak mengenalnya.
L2 A : Engkau adalah salah satu dari mereka
D : Tuan, aku bukan salah satu dari mereka.
L3 A : Orang ini juga bersamanya.
D : Aku tidak mengerti apa yang kamu bicarakan.
M1 A : Engkau bersama Yesus dari Nazaret.
D : Aku tidak mengerti apa yang kamu bicarakan.
M2 A : Orang ini adalah salah satu dari mereka.
D : Tetapi lagi-lagi ia menyangkalnya.
M3 A : Engkau adalah salah seorang dari mereka; karena engkau orang Galilea.
D : Aku tidak mengenal orang ini.
J1 A : Engkau adalah salah seorang murid orang ini.
D : Bukan
J2 A : Engkau adalah seorang muridnya.
D : Bukan
J3 A : Bukanlah aku pernah melihatmu di taman itu bersamanya.
D : Petrus menyangkalnya.
Keterangan:
Mt1, Mt2, & Mt3 = dakwaan ke-1, ke-2, dan ke-3 dan penyangkalan-penyangkalan yang dilaporkan oleh Matius.
L1, L2, & L3 = dakwaan ke-1, ke-2, dan ke-3 dan penyangkalan-penyangkalan yang dilaporkan oleh Lukas.
M1, M2, & M3 = dakwaan ke-1, ke-2, dan ke-3 dan penyangkalan-penyangkalan yang dilaporkan oleh Markus.
J1, J2, & J3 = dakwaan ke-1, ke-2, dan ke-3 dan penyangkalan-penyangkalan yang dilaporkan oleh Yohanes.
Sebagai lanturan singkat, harus diingat bahwa keempat injil kanonik sepakat bahwa Petrus melakukan tiga penyangkalan, dan mereka juga sekapat dalam melaporkan tiga dakwaan. Namun demikian, injil-injil kanonik tidak sepakat soal dakwaan-dakwaan tersebut. Mungkin sekali data yang disuguhkan pada Tabel 2 bisa diikhtisarkan menjadi dakwaan-dakwaan berikut : (1) Petrus bersama Yesus, orang Galilea (Mt1); (2) Petrus bersama Yesus dari Nazaret (Mt2, M1); (3) Petrus bersama "mereka", dimana konteksnya menunjukkan bahwa mereka "merujuk" pada orang-orang Galilea dan/atau kepada murid-murid Yesus dari Nazaret (Mt3, M2, M3); (4) Petrus bersama murid-murid dari orang yang tengah diadili (L2, J1, J2); (5) Petrus bersama orang yang tengah diadili (L1, L3); dan (6) Petrus pernah berada di taman bersama orang yang tengah diadili (J3). Dalam membuat ikhtisar dari enam dakwaan ini, kita harus berhati-hati agar tidak menimbulkan prasangka, yaitu, kita tidak bisa mengasumsikan bahwa Yesus dari Nazaret adalah orang yang tengah diadili, tetapi kita harus melihat langsung pada pernyataan-pernyataan yang dilibatkan.
Sebagaimana bisa dilihat, Lukas dan Yohanes mewakili satu kubu, dimana penyangkalan-penyangkalan Petrus secara spesifik diarahkan pada orang yang tengah diadili atau diinterogasi. Sederhananya, Petrus menyangkal penisbahan apa pun dengan orang yang tengah diadili atau diinterogasi. Bagaimana jika orang itu bukan Yesus Kristus? Bagaimana jika Yudas ditangkah alih-alih Yesus Kristus (Injil Barnabas), bagaimana jika pengganti lain atau simulacrum Yesus Kristus ditangkap sebagai pengganti Yesus Kristus (Wahyu Petrus, Risalah Kedua Set Agung, dan Perbuatan perbuatan Yohanes)?
Dalam kasus ini, penyangkalan-penyangkalan Petrus sepenuhnya benar. Dalam kasus ini juga tidak ada kontradiksi yang membingungkan, yang konon hanya berselang beberapa jam, antara : kesediaan Petrus untuk bertarung seorang diri melawan para tentara Roma dan penajga Kuil, yang mengisyaratkan keberaniannya yang heroik dan imannya yang teguh; dan penyangkalan-penyangkalan Petrus, yang mengisyaratkan kepengecutan dan kurangnya iman. Singkatnya, ada hipotesis bahwa pembacaan superfisial atas injil-injil kanonik salah-merepresentasikan penyangkalan-penyangkalan Petrus menjadi penyangkalan terhadap Yesus Kristus, padahal kenyataannya, Petrus hanya menyatakan "Aku tidak mengenal orang ini", dimana "orang ini" mungkin saja bukan Yesus Kristus. Jika dibaca dalam arti mempertahankan konsistensi penggambaran Petrus dalam injil-injil kanonik, maka penyangkalan-penyangkalan Petrus merefleksikan sebuah penyangkalan bahwa orang yang tengah diadili dan/atau diintegogasi adalah Yesus Kristus.
Namun demikian, bagaimana dengan laporan Matius dan Markus? Di sini kita menemukan penyangkalan-penyangkalan danlam konteks frasa-frasa semacam "Yesus orang Galilea", "Yesus dan Nazaret", dan "Yesus, orang dari Nazaret". Satu pilihan adalah menghilangkan frasa-frasa ini sebagai elaborasi yang kemudian dan keliru atas catatan awal, sebagaimana dipertahankan dalam Lukas dan dalam Yohanes. Tentu saja, pilihan berkaitan dengan banyak hal yang dipertimbangkan dan tidak bisa dihilangkan begitu saja. Namund emiukian, ada juga pilihan kedua, yang didasarkan pada pengujian kata-kata kunci "orang Galilea" dan "Nazaret", dalam hal ini diungkapkan bahwa sebagian besar pembaca superfisial atas Alkitab menyamakan "orang Galilea" engan "orang dari wilayah geografis Galiles", yang ditunjukkan sebagai yesus Kristus. Sama halnya. Sebagian besar pembaca semacam ini menyamakan "Nazaret" dengan sebuah kota di Galilee, yang oleh Alkitab ditunjukkan bahwa di kota itulah Yesus Kristus dibesarkan. Namun, kedia istilah ini memilki makna-makna alternatif yang sangat berbeda selama paruh pertama abad pertama Masehi.
* Markus 14:30,72
14:30 Lalu kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pada hari ini, malam ini juga, sebelum ayam berkokok dua kali, engkau telah menyangkal Aku tiga kali."
14:72 Dan pada saat itu berkokoklah ayam untuk kedua kalinya. Maka teringatlah Petrus, bahwa Yesus telah berkata kepadanya: "Sebelum ayam berkokok dua kali, engkau telah menyangkal Aku tiga kali." Lalu menangislah ia tersedu-sedu.
Petrus memang menyangkali Yesus, dalam "ketakutannya" ia mengatakan bahwa ia tidak mengenal Yesus. Namun penyangkalan ini bukan berarti ia menyangkal bukan Yesus yang disalib. Petrus hanya menyangkali bahwa ia mengenal Yesus atau ia menyangkal sebagai salahsatu dari murid Yesus.
Ada satu waktu Petrus menyangkal "tidak mengenal Yesus", namun segera setelah itu ia menyadari kesalahannya.
Kemudian, Petrus bersaksi atas adanya penyaliban terhadap Yesus Kristus, ini terlihat dalam surat yang ditulisnya sendiri :
* 1 Petrus 2:21-25
2:21 Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristus pun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya.
2:22 Ia tidak berbuat dosa, dan tipu tidak ada dalam mulut-Nya.
2:23 Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki; ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil.
2:24 Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.
2:25 Sebab dahulu kamu sesat seperti domba, tetapi sekarang kamu telah kembali kepada gembala dan pemelihara jiwamu.
Lukas mencatat khotbah Petrus yang bersaksi tentang penyaliban Yesus Kristus :
* Kisah Para Rasul 2:14-40 Khotbah Petrus
2:14 Maka bangkitlah Petrus berdiri dengan kesebelas rasul itu, dan dengan suara nyaring ia berkata kepada mereka: "Hai kamu orang Yahudi dan kamu semua yang tinggal di Yerusalem, ketahuilah dan camkanlah perkataanku ini.
2:15 Orang-orang ini tidak mabuk seperti yang kamu sangka, karena hari baru pukul sembilan,
2:16 tetapi itulah yang difirmankan Allah dengan perantaraan nabi Yoël:
2:17 Akan terjadi pada hari-hari terakhir -- demikianlah firman Allah -- bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia; maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat, dan teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan, dan orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi.
2:18 Juga ke atas hamba-hamba-Ku laki-laki dan perempuan akan Kucurahkan Roh-Ku pada hari-hari itu dan mereka akan bernubuat.
2:19 Dan Aku akan mengadakan mujizat-mujizat di atas, di langit dan tanda-tanda di bawah, di bumi: darah dan api dan gumpalan-gumpalan asap.
2:20 Matahari akan berubah menjadi gelap gulita dan bulan menjadi darah sebelum datangnya hari Tuhan, hari yang besar dan mulia itu.
2:21 Dan barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan akan diselamatkan.
2:22 Hai orang-orang Israel, dengarlah perkataan ini: Yang aku maksudkan, ialah Yesus dari Nazaret, seorang yang telah ditentukan Allah dan yang dinyatakan kepadamu dengan kekuatan-kekuatan dan mujizat-mujizat dan tanda-tanda yang dilakukan oleh Allah dengan perantaraan Dia di tengah-tengah kamu, seperti yang kamu tahu.
2:23 Dia yang diserahkan Allah menurut maksud dan rencana-Nya, telah kamu salibkan dan kamu bunuh oleh tangan bangsa-bangsa durhaka.
2:24 Tetapi Allah membangkitkan Dia dengan melepaskan Dia dari sengsara maut, karena tidak mungkin Ia tetap berada dalam kuasa maut itu.
2:25 Sebab Daud berkata tentang Dia: Aku senantiasa memandang kepada Tuhan, karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah.
2:26 Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorak, bahkan tubuhku akan diam dengan tenteram,
2:27 sebab Engkau tidak menyerahkan aku kepada dunia orang mati, dan tidak membiarkan Orang Kudus-Mu melihat kebinasaan.
2:28 Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; Engkau akan melimpahi aku dengan sukacita di hadapan-Mu.
2:29 Saudara-saudara, aku boleh berkata-kata dengan terus terang kepadamu tentang Daud, bapa bangsa kita. Ia telah mati dan dikubur, dan kuburannya masih ada pada kita sampai hari ini.
2:30 Tetapi ia adalah seorang nabi dan ia tahu, bahwa Allah telah berjanji kepadanya dengan mengangkat sumpah, bahwa Ia akan mendudukkan seorang dari keturunan Daud sendiri di atas takhtanya.
2:31 Karena itu ia telah melihat ke depan dan telah berbicara tentang kebangkitan Mesias, ketika ia mengatakan, bahwa Dia tidak ditinggalkan di dalam dunia orang mati, dan bahwa daging-Nya tidak mengalami kebinasaan.
2:32 Yesus inilah yang dibangkitkan Allah, dan tentang hal itu kami semua adalah saksi.
2:33 Dan sesudah Ia ditinggikan oleh tangan kanan Allah dan menerima Roh Kudus yang dijanjikan itu, maka dicurahkan-Nya apa yang kamu lihat dan dengar di sini.
2:34 Sebab bukan Daud yang naik ke sorga, malahan Daud sendiri berkata: Tuhan telah berfirman kepada Tuanku:
2:35 Duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai Kubuat musuh-musuh-Mu menjadi tumpuan kaki-Mu.
2:36 Jadi seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus."
2:37 Ketika mereka mendengar hal itu hati mereka sangat terharu, lalu mereka bertanya kepada Petrus dan rasul-rasul yang lain: "Apakah yang harus kami perbuat, saudara-saudara?"
2:38 Jawab Petrus kepada mereka: "Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus.
2:39 Sebab bagi kamulah janji itu dan bagi anak-anakmu dan bagi orang yang masih jauh, yaitu sebanyak yang akan dipanggil oleh Tuhan Allah kita."
2:40 Dan dengan banyak perkataan lain lagi ia memberi suatu kesaksian yang sungguh-sungguh dan ia mengecam dan menasihati mereka, katanya: "Berilah dirimu diselamatkan dari angkatan yang jahat ini."
Ada satu Injil Apokrif , "THE GOSPEL OF PETER / INJIL PETRUS". Kemungkinan ditulis di Syria sekitar tahun 100 – 130 M. Injil ini memiliki banyak kesamaan dengan 4 Injil Kanonik. Sebelum 1884 hanya dikenal dari informasi Origen dalam bukunya Commentary on Matthew (Tafsir Injil Matius). Keberadaan Injil Petrus ini juga disinggung oleh Eusebius. Fragmen Injil Petrus baru ditemukan tahun 1884 dalam sebuah makam di Akhmimin – Mesir, menulis bahwa Yesus disalib, demikian :
Sumber :
From-The Apocryphal New Testament
M.R. James-Translation and Notes
Oxford: Clarendon Press, 1924
Fragmen I
II. 3 Now there stood there Joseph the friend of Pilate and of the Lord, and he, knowing that they were about to crucify him, came unto Pilate and begged the body of Jesus for burial. And Pilate sending unto Herod, begged his body. 5 And Herod said: Brother Pilate, even if none had begged for him, we should have buried him, since also the Sabbath dawneth; for it is written in the law that the sun should not set upon one that hath been slain (murdered).
IV. 10 And they brought two malefactors, and crucified the 11 Lord between them ….
19 …….. And the Lord cried out aloud saying: My power, my power, thou hast forsaken me. And when he had so said, he was taken up.
terjemahan :
Fragmen I
II.3 Dan sekarang berdirilah Yosef teman Pilatus dan teman Yesus, dan dia mengetahui bahwa Yesus akan disalibkan, datang menemui Pilatus dan MEMOHON TUBUH YESUS UNTUK DIMAKAMKAN, dan Pilatus mengirimnya kepada Herodes, meminta tubuh Yesus. (5) Dan Herodes berkata, “Saudaraku Pilatus, sekalipun tidak ada yang yang meminta tubuhnya, kami tetap harus menguburkannya karena hari Sabath akan tiba, karena telah ditulis dalam hukum bahwa matahari tidak boleh terbenam diatas tubuh yang baru dibunuh.
IV.10. Dan mereka membawa 2 laki-laki, dan menyalibkan (11) Tuhan diantara mereka … (19) Dan Tuhan berseru : “Kekuatanku, kekuatanku, engkau telah meninggalkanku”. DAN SETELAH ITU DIA MENINGGAL.
Yahudi pada Abad Pertama Masehi
Selama paruh pertama abad pertama Masehi, Yahudi terpecah-belah menjadi banyak sekte keagamnaan dan poitik. Sebagian daftar sekte-sekte ini dan pembagian-pembagiannya yang beragam mencakup: Saduki (Zadokite); Hasidisme (kelompok yang menjadi akar Pharisi dan Essenes); Farisi (Perishaiya); Zealot; Hasmonea; Sikarii; Essene; Haridia; Nazorea (Nazarite atau Nazirite); dan kelompok Galilea. 15 Hanya dalam konteks inilah istilah semacam "Yesus orang Galilea", "Yesus, orang dari Nazaret", bisa dipahammi sepenuhnya dengan tepat.
ORANG-ORANG GALILEA
Jika kita harus memperingkatkan berbagai sekte dan sebsekte Yahudi ini menurut dimensi kultural-politis, maka poros kiri-kanan akan dilabuhkan sebagai berikut. Ujing kiri (the far left) akan menunjukkan penerimaan terhadap, dan akomodasi dengan, kebudayaan Helenistik dan dengan kekuasaan Roma, dan ujung kanan (the far right) merupakan penolakan total terhadap kebudayaan Helenistik dan kekuasaan Roma, yang dirangkaikan dengan cita-cita nasionalistik ekstrem. Mengingat poros dan definisi ini, maka kaun Saduki akan menduduki ujung kiri, kaum farisi akan menduduki posisi tengah yang bertumpu pada sisi kanan, sedangkan kaum Zelot dan Hasmonea akan menempati posisi ujung kanan. 16
Kelompok ujung kananlah yang secara konsisten melahirkan gerakan-gerakan revolusioner melawan kekuasaan Roma. Secara tipikal, kelompok-kelompok dari ujung kanan disebut kelompok Zelot, dimana Zelot menjadi sebuah kata yang mengandung banyak makna, yang mencakup pelbagai macam kelompok dan subkelompok, termasuk kelompok Sikarii (dari kata Yunani sikarioi yang berarti manusia-manusia belati, dan menunjukkn salah satu subkelompok Zelot, yang merupakan para pembunuh17) dan kelompok Galilea. Alkitab menunjukkan bahwa setidaknya ada dua murid Yesus yang berasal dari ujung kanan dalam spektrum kultural dan politiknya: Simon, sang Zelot, 18 dan Yudas Iskariot (Sikarii). 19
Sebagaimana dijelaskan di atas, gerakan Zelot mewakili poros kultural-politik ujung kanan dalam agama Yahudi pada abad pertama Masehi. Namun demikian, identifikasi seseorang sebagai seorang Zelot hanya bisa sedikit menjelaskan perosalan orientasi-keagamaan sebenarnya orang itu. Sebagai kaum Zelot adalah quasisekuler, dan yang lainnya melaksanakan tradisi keagamaan Yahudi secara mendalam. Di antara kelompok Zelot kemudian, terdapat subkelompok yang dikenal sebagai Orang Galilea (the Galileans). 20 Asal-muasal sejarah kelompok Galilea adalah sebagai berikut :
Pada tahun 6 M, Quirinius, seorang senator Roma berpangkat Konsuler, ditunjuk menjadi gubernur Suriah oleh Kaisr Agustus. 21Salah satu tugas awalnya adalah melaksanakan sensus di Palestina untuk mendata kepemilikan guna menciptakan aturan pajak yang tepat. 22 Sementara sebagian besar orang Yahudi di Palestina menyepakati sensus ini, faksi pembangkang Yahudi, yang dipimpin oleh Yudas Gamala (yang juga dikenal sebagai Yudas, orang Galilea) melakukan pemberontakan terbuka terhadap sensus itu berarti persetujuan oleh orang-orang Yahudi bahwa orang-orang pagan (penyembah berhala, pen) memiliki hak untuk memerintah Palestina; dan bahwa sudah waktunya bagi orang-orang Yahudi untuk menegakkan negara teokratik mereka sendiri. 23 Pemberontakan Yudas, orang galilea, hanya berlangsung sebentar. Yudas terbunuh, dan para pengikutnya berpencar untuk sementara. 24 Namun demikian, pemberontakan Yudas, orang Galilea, merupakan awal-lahirnya gerakan Zelot, dan utamanya bagian dari gerakan Zelot yang dikenal sebagai kelompok Galilea (the Gallileans). 25
Mengikuti pemberontakan Yudas - orang Galilea yang gagal - kelompok Galilea terus-menerus terlibat dalam aksi-aksi perang gerilya melawan Roma, yang semakin meningkat intensitasnya selama beberapa dasawarsa antara tahun 6 dan 70 M. pada tahun 44 M, aktivitas-aktivitas revolusioner dan para militer kelompok Galilea ini mengantarkan pada penyaliban Yakobus dan Simon, putra-putra Yudas, orang Galilea, atau perintah Tiberius Aleksander, pejabat Yudaea. Akhirnya, pada tahun 66 M, Manhem, putra Yudas yang lain, orang Galilea, memimpin kelompok Galilea dan Zelot dalam pemberontakan terbuka melawan Roma. Menahem dan para pengikutnya merampas gudang senjata di Masada, kemudian berjalan menuju Yerusalem. Setelah menguasai sebagian besar Yerusalem, Menahem, orang yang berpretensi menjadi raja, menerapkan kekuasaan despotik, dan membunuh Ananias, pendeta tinggi Yahudi. Namun, Menahem kemudian dibunuh oleh Eleazar, putra Ananias di kuil Yerusalem. Para pengikut Menahem kemudian melarikan diri kembali ke Masada, di bawah komando Eleazar yang lain, yang merupakan keturunan Yudas, oleh Galilea. Di Masada, pemberontakan Yahudi berlanjut hingga tahun 73 M, ketika para penduduk Masada yang terkepung melakukan bunuh-diri massal, dengan maksud agar tidak tertangkap oleh tentara Roma yang mengepung mereka. 26
Berdasarkan catatan di atas, kita sekarang bisa memahami bahwa didentifikasi "Yesus orang Galilea" tidak bisa secara otomatis disamakan dengan "Yesus dari wilayah geografis Galilee". Mengingat konteks waktunya, maka identifikasi yang lebih mungkin adalah "Yesus, seorang anggota kelompok Galilea yang terdiri atas para pemberontak paramiliter". Yesus ini jelas sekali bukanlah Yesus Kristus, dan penyangkalan Petrus atau Yesus ini tentu saja benar.
Saya tanggapi alinea terakhir, apabila yang disangkal Petrus itu bukan Yesus Kristus, tetapi Yesus lain (dari kelompok pemberontak Zelot) tentu saja ini tidak benar. Karena secara jelas Kitab Injil menulis bahwa Petrus akhirnya menyesali penyangkalannya itu :
* Matius 26:33-35; 74-75
26:33 Petrus menjawab-Nya: "Biarpun mereka semua tergoncang imannya karena Engkau, aku sekali-kali tidak."
26:34 Yesus berkata kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya malam ini, sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali."
26:35 Kata Petrus kepada-Nya: "Sekalipun aku harus mati bersama-sama Engkau, aku takkan menyangkal Engkau." Semua murid yang lain pun berkata demikian juga. 26:74 Maka mulailah Petrus mengutuk dan bersumpah: "Aku tidak kenal orang itu." Dan pada saat itu berkokoklah ayam.
26:75 Maka teringatlah Petrus akan apa yang dikatakan Yesus kepadanya: "Sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali." Lalu ia pergi ke luar dan menangis dengan sedihnya.
Perhatikan Matius 26:75, apabila yang disangkal adalah Yesus yang lain, tentu Petrus tidak perlu menyesali penyangkalannya dengan menangis sedih. Kitab lain juga mencatat hal yang sama, misalnya :
* Markus 14:72
Dan pada saat itu berkokoklah ayam untuk kedua kalinya. Maka teringatlah Petrus, bahwa Yesus telah berkata kepadanya: "Sebelum ayam berkokok dua kali, engkau telah menyangkal Aku tiga kali." Lalu menangislah ia tersedu-sedu.
* Lukas 22:61-62
22:61 Lalu berpalinglah Tuhan memandang Petrus. Maka teringatlah Petrus bahwa Tuhan telah berkata kepadanya: "Sebelum ayam berkokok pada hari ini, engkau telah tiga kali menyangkal Aku."
22:62 Lalu ia pergi ke luar dan menangis dengan sedihnya.
Orang Nazorea
Di antara dakwaan-dakwaan yang ditujukan terhadap Petrus, salah satunya menyebutkan "Yesus dari Nazaret",27 dan satu lagi menyebutkan "Yesus, orang dari Nazaret".28 Pernyataan pertama sebenarnya merupakan terjemahan yang salah-salah dari kata Yunani Nazorean, 29 sedangkan pernyataan kedua merupakan terjemahan yang salah-arah dari istilah Yunani Nazarene. 30 Istilah Yunani Nazorean dan Nazarene merupakan transliterasi (Nazarenoi atau Nazoraioi) dati kata bahasa Arama Nasren atau Nasraya, yang berarti para pemelihara. 31
Yesus Kristus bertumbuh dan dibesarkan, di Nazareth, di tengah bukit-bukit berbatu kapur, daerah Galilea. Untuk itulah Ia juga disebut dengan gelar "Yesus orang Nazareth" atau "Yesus dari Nazareth". Murid-murid Kristus yang pertama adalah dari masyarakat sekitar daerah Galilea ini.
* Matius 2:23
Setibanya di sana ia pun tinggal di sebuah kota yang bernama Nazaret. Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi-nabi, bahwa Ia akan disebut: Orang Nazaret.
KJV, And he came and dwelt in a city called Nazareth: that it might be fulfilled which was spoken by the prophets, He shall be called a Nazarene.
TR Translit, kai elthôn katôkêsen eis polin legomenên nazareth opôs plêrôthê to rêthen dia tôn prophêtôn hoti nazôraios klêthêsetai
1. YESUS DARI NAZARET :
* Matius 21:11
Dan orang banyak itu menyahut: "Inilah nabi Yesus dari Nazaret di Galilea."
KJV, And the multitude said, This is Jesus the prophet of Nazareth of Galilee.
WH Translit, hoi de ochloi elegon houtos estin ho prophêtês iêsous ho apo nazareth tês galilaias
* Markus 1:9
Pada waktu itu datanglah Yesus dari Nazaret di tanah Galilea, dan Ia dibaptis di sungai Yordan oleh Yohanes.
KJV, And it came to pass in those days, that Jesus came from Nazareth of Galilee, and was baptized of John in Jordan.
TR Translit, kai egeneto en ekeinais tais êmerais êlthen iêsous apo nazaret tês galilaias kai ebaptisthê upo iôannou eis ton iordanên
* Yohanes 1:45
Filipus bertemu dengan Natanael dan berkata kepadanya: "Kami telah menemukan Dia, yang disebut oleh Musa dalam kitab Taurat dan oleh para nabi, yaitu Yesus, anak Yusuf dari Nazaret."
KJV, Philip findeth Nathanael, and saith unto him, We have found him, of whom Moses in the law, and the prophets, did write, Jesus of Nazareth, the son of Joseph.
TR Translit, euriskei philippos ton nathanaêl kai legei autô on egrapsen môsês en tô nomô kai oi prophêtai eurêkamen iêsoun ton huion tou iôsêph ton apo nazareth
* Kisah10:38
yaitu tentang Yesus dari Nazaret: bagaimana Allah mengurapi Dia dengan Roh Kudus dan kuat kuasa, Dia, yang berjalan berkeliling sambil berbuat baik dan menyembuhkan semua orang yang dikuasai Iblis, sebab Allah menyertai Dia.
KJV, How God anointed Jesus of Nazareth with the Holy Ghost and with power: who went about doing good, and healing all that were oppressed of the devil; for God was with him.
TR Translit, iêsoun ton apo nazaret hôs echrisen auton ho theos pneumati agiô kai dunamei os diêlthen euergetôn kai iômenos pantas tous katadunasteuomenous upo tou diabolou hoti ho theos ên met autou
2. YESUS ORANG NAZARET :
Markus menulis gelar "Orang Nazareth", Yunani "Nazarenos" untuk Tuhan Yesus Kristus :
* Markus 1:24
"Apa urusan-Mu dengan kami, hai Yesus orang Nazaret? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah."
KJV, Saying, Let us alone; what have we to do with thee, thou Jesus of Nazareth? art thou come to destroy us? I know thee who thou art, the Holy One of God.
TR Translit, legôn ea ti êmin kai soi iêsou nazarêne êlthes apolesai hêmas oida se tis ei ho hagios tou theou
* Markus 10:47
Ketika didengarnya, bahwa itu adalah Yesus orang Nazaret, mulailah ia berseru: "Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!"
KJV, And when he heard that it was Jesus of Nazareth, he began to cry out, and say, Jesus, thou son of David, have mercy on me.
WH Translit, kai akousas oti iêsous ho nazarênos estin êrxato krazein kai legein uie dauid iêsou eleêson me
* Markus 14:67
dan ketika perempuan itu melihat Petrus sedang berdiang, ia menatap mukanya dan berkata: "Engkau juga selalu bersama-sama dengan Yesus,orang Nazaret itu.
KJV, And when she saw Peter warming himself, she looked upon him, and said, And thou also wast with Jesus of Nazareth.
TR Translit, kai idousa ton petron thermainomenon emblepsasa autô legei kai su meta tou nazarênou iêsou êstha
* Markus 16:6
tetapi orang muda itu berkata kepada mereka: "Jangan takut! Kamu mencari Yesus orang Nazaret, yang disalibkan itu. Ia telah bangkit. Ia tidak ada di sini. Lihat! Inilah tempat mereka membaringkan Dia.
KJV, And he saith unto them, Be not affrighted: Ye seek Jesus of Nazareth, which was crucified: he is risen; he is not here: behold the place where they laid him.
TR Translit, ho de legei autais mê ekthambeisthe iêsoun zêteite ton nazarênon ton estaurômenon êgerthê ouk estin hôde ide ho topos opou ethêkan auton
Sebutan itu juga dipakai dalam Lukas 3:34 (yang sama dengan Markus 1:24) dan Lukas 24:19 (murid-murid Emaus).
* Lukas 4:34
"Hai Engkau, Yesus orang Nazaret, apa urusan-Mu dengan kami? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah."
KJV, Saying, Let us alone; what have we to do with thee, thou Jesus of Nazareth? art thou come to destroy us? I know thee who thou art; the Holy One of God.
TR Translit, legôn ea ti êmin kai soi iêsou nazarêne êlthes apolesai êmas hoida se tis ei ho hagios tou theou
* Lukas 24:19
Kata-Nya kepada mereka: "Apakah itu?" Jawab mereka: "Apa yang terjadi dengan Yesus orang Nazaret. Dia adalah seorang nabi, yang berkuasa dalam pekerjaan dan perkataan di hadapan Allah dan di depan seluruh bangsa kami.
KJV, And he said unto them, What things? And they said unto him, Concerning Jesus of Nazareth, which was a prophet mighty in deed and word before God and all the people:
WH Translit, kai eipen autois poia oi de eipon autô ta peri iêsou tou nazarênou os egeneto anêr prophêtês dunatos en ergô kai logô enantion tou theou kai pantos tou laou
Matius, Lukas dan Yohanes biasanya memakai kata “Nazoraios” :
* Matius 26:71
Ketika ia pergi ke pintu gerbang, seorang hamba lain melihat dia dan berkata kepada orang-orang yang ada di situ: "Orang ini bersama-sama dengan Yesus, orang Nazaret itu."
KJV, And when he was gone out into the porch, another maid saw him, and said unto them that were there, This fellow was also with Jesus of Nazareth.
TR Translit, exelthonta de auton eis ton pulôna eiden auton allê kai legei autois ekei kai houtos ên meta iêsou tou nazôraiou
* Lukas 18:37
Kata orang kepadanya: "Yesus orang Nazaret lewat."
KJV, And they told him, that Jesus of Nazareth passeth by.
TR Translit, apêggeilan de autô oti iêsous ho nazôraios parerchetai
* Yohanes 18:5,7
18:5 Jawab mereka: "Yesus dari Nazaret." Kata-Nya kepada mereka: "Akulah Dia." Yudas yang mengkhianati Dia berdiri juga di situ bersama-sama mereka.
KJV, They answered him, Jesus of Nazareth. Jesus saith unto them, I am he. And Judas also, which betrayed him, stood with them.
TR Translit, apekrithêsan autô iêsoun ton nazôraion legei autois ho iêsous egô eimi eistêkei de kai ioudas ho paradidous auton met autôn
18:7 Maka Ia bertanya pula: "Siapakah yang kamu cari?" Kata mereka: "Yesus dari Nazaret."
KJV, Then asked he them again, Whom seek ye? And they said, Jesus of Nazareth.
TR, palin oun autous epêrôtêsen tina zêteite oi de eipon iêsoun ton nazôraion
* Yohanes 19:19
Dan Pilatus menyuruh memasang juga tulisan di atas kayu salib itu, bunyinya: "Yesus, orang Nazaret, Raja orang Yahudi."
KJV, And Pilate wrote a title, and put it on the cross. And the writing was JESUS OF NAZARETH THE KING OF THE JEWS.
TR Translit, egrapsen de kai titlon ho pilatos kai ethêken epi tou staurou ên de gegrammenon iêsous ho nazôraios o basileus tôn ioudaiôn
* Kisah 2:22
Hai orang-orang Israel, dengarlah perkataan ini: Yang aku maksudkan, ialah Yesus dari Nazaret, seorang yang telah ditentukan Allah dan yang dinyatakan kepadamu dengan kekuatan-kekuatan dan mujizat-mujizat dan tanda-tanda yang dilakukan oleh Allah dengan perantaraan Dia di tengah-tengah kamu, seperti yang kamu tahu.
KJV, Ye men of Israel, hear these words; Jesus of Nazareth, a man approved of God among you by miracles and wonders and signs, which God did by him in the midst of you, as ye yourselves also know:
TR Translit, andres israêlitai akousate tous logous toutous iêsoun ton nazôraion andra apo tou theou apodedeigmenon eis umas dunamesin kai terasin kai sêmeiois ois epoiêsen di autou o theos en mesô umôn kathôs kai autoi oidate
* Kisah 3:6
Tetapi Petrus berkata: "Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah!"
KJV, Then Peter said, Silver and gold have I none; but such as I have give I thee: In the name of Jesus Christ of Nazareth rise up and walk.
TR Translit, eipen de petros argurion kai chrusion ouch uparchei moi o de echô touto soi didômi en tô onomati iêsou christou tou nazôraiou kai peripatei
* Kisah 4:10
maka ketahuilah oleh kamu sekalian dan oleh seluruh umat Israel, bahwa dalam nama Yesus Kristus, orang Nazaret, yang telah kamu salibkan, tetapi yang telah dibangkitkan Allah dari antara orang mati -- bahwa oleh karena Yesus itulah orang ini berdiri dengan sehat sekarang di depan kamu.
KJV, Be it known unto you all, and to all the people of Israel, that by the name of Jesus Christ of Nazareth, whom ye crucified, whom God raised from the dead, even by him doth this man stand here before you whole.
TR Translit, gnôston estô pasin umin kai panti tô laô israêl oti en tô onomati iêsou christou tou nazôraiou hon humeis estaurôsate on ho theos êgeiren ek nekrôn en toutô houtos parestêken enôpion humôn ugiês
* Kisah 6:14
sebab kami telah mendengar dia mengatakan, bahwa Yesus, orang Nazaret itu, akan merubuhkan tempat ini dan mengubah adat istiadat yang diwariskan oleh Musa kepada kita."
KJV, For we have heard him say, that this Jesus of Nazareth shall destroy this place, and shall change the customs which Moses delivered us.
TR Translit, akêkoamen gar autou legontos oti iêsous ho nazôraios houtos katalusei ton topon touton kai allaxei ta ethê ha paredôken hêmin môsês
* Kisah 22:8
Jawabku: Siapakah Engkau, Tuhan? Kata-Nya: Akulah Yesus, orang Nazaret, yang kauaniaya itu.
KJV, And I answered, Who art thou, Lord? And he said unto me, I am Jesus of Nazareth, whom thou persecutest.
TR, egô de apekrithên tis ei kurie eipen te pros me egô eimi iêsous ho nazôraios hon su diôkeis
* Kisah 26:9
Bagaimanapun juga, aku sendiri pernah menyangka, bahwa aku harus keras bertindak menentang nama Yesus dari Nazaret.
KJV, I verily thought with myself, that I ought to do many things contrary to the name of Jesus of Nazareth.
TR Translit, egô men oun edoxa emautô pros to onoma iêsou tou nazôraiou dein polla enantia praxai
Kedua istilah “Nazarenos” dan “Nazoraios” diterjemahkan dengan “orang Nazareth” dalam Alkitab LAI TB.
Variasi gelar "Yesus dari Nazaret" ataupun "Yesus orang Nazaret", didalam Alkitab, semuanya merujuk kepada Tuhan Yesus Kristus.
Pada gilirannya, kata bahasa Arama itu bisa ditelusuri kembali pada istilah Nazir dalam bahasa Ibrani, yang berarti suci, kudus, atau pemantang.
Sebutan Yesus orang Nazareth ini bisa saja mengandung makna teologis mengingat kemiripannya dengan kata "Nazir". Namun, seperti penjelasan diatas, didalam Perjanjian Baru, kata "Orang Nazaret" merujuk pada "wilayah" Yesus dibesarkan, dan dalam Alkitab istilah ini hanya ditujukan kepada Yesus (Matius 2:23; Markus 1:24; Lukas 2:39). Matius, Markus, Lukas dan Yohanes menggunakan kata "Nazarenos" atau 'nazôraios' dengan maksud yang sama. Kata itu juga dipakai untuk menunjuk pada 'Yesus dari Nazaret/ Jesus of Nazareth' (ho apo Nazaret – Matius 21: 11; Markus 1:9; Yohanes 1:45; Kisah10:38 ).
32 Jika sekte-sekte dan subsekte-subsekte agama Yahudi pada abad pertama Masehi dijajarkan pada poros keagamaan, dimana kutub kiri mewakili liberalisme Yahudi, dan kutub kanan mewakili konservatisme religius, maka kaum Farisi akan berada di tengah-tengah, sedangkan kaum Essene dan Nazorea akan berada di ujung kanan.
Jadi, siapakah, dan apakah sebenarnya, orang-orang Nazorea itu? Sederhananya, mereka adalah kelompok yang sama yang dirujuk dalam perjanjian Lama sebagai orang-orang Nazarite atau Nazirite. Nazarite atau Nazorea adalah seseorang yang melaksanakan sumpah pemantangan dan kesetiaan penuh kepada Hukum Musa, dimana sumpah semacam ini bisa berlaku selama hidup atau untuk jangka waktu trertentu. 33 Aturan-aturan khusus yang mengatur periode menjadi seorang Nazarite atau Nazorea disebutkan satu per satu dalam Kitab Bilangan 6:1-21 dalam Alkitab, tetapi tidak diulangi dalam bab ini. Namun demikian, dijelaskan bahwa orang-orang Nazarite atau Nazorea dicirikahasi dengan penolakan mereka untuk memotong rambut, dengan pemantangan mutlak terhadap alkohol dan seluruh minuman yang berasal dari anggur, dengan penolakan mutlak untuk berada dekat jenazah, dan sebagainya. Tokoh-tokoh alkitabiah termasyur yang diidentifikasi sebagai orang-orang Nazarite atau Nazorea antara lain : Samson; 34 Samuel; 35 mungkin Yohanes (Yahya) Sang Pembaptis, 36 mungkin juga James, imam pertama gereja Kristen di Yerusalem; 37 dan untuk sementara Paulus. 38 Namun demikian, penggambaran alkitabiah mengenai Yesus Kristus sama sekali tidak ada sangkut-pautnya dengan penggambaran tentang seorang Nazorea, karena seorang Nazorea tidak akan pernah menerima apapun yang berasal dari buah anggur, dan tidak bisa mendekati Lazarus yang sudah meninggal, yang oleh Yesus, melalui kekuasaan Allah, konon dibangkitkan dari kematian. 39
Mengingat pembahasan di atas, penyangkalan Petrus untuk diasosiasikan dengan Yesus, orang Nazorea, tampaknya merupakan pernyataan yang benar, karena Yesus orang Nazorea bukanlah Yesus Kristus. Penting dicatat bahwa seorang Nasorea mungkin juga adalah seorang Galilea, tetapi itu tidak pernah terjadi. (Selain itu, dijelaskan bahwa dalam keterangan yang dikutip sebelumnya dari Yohanes 18:1-12, frasa "Yesus dari Nazaret" seharusnya dibaca "Yesus, orang Nazorea", karenanya menimbulkan kemungkinan bahwa Yesus Kristus mungkin tidak pernah ditangkap di tempat pertama).
Kalau penyangkalan Petrus diasosiasikan pada seorang yang bernama Yesus dari sekte Nazorea/ 'Natsorayya' (nama salah satu Sekte gnostik Mandaean). Maka tidak perlulah Petrus menyesali penyangkalannya.
Dan, kita harus memperhatikan perubahan sikapnya sbb :
* Matius 26:33-35; 74-75
26:33 Petrus menjawab-Nya: "Biarpun mereka semua tergoncang imannya karena Engkau, aku sekali-kali tidak."
26:34 Yesus berkata kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya malam ini, sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali."
26:35 Kata Petrus kepada-Nya: "Sekalipun aku harus mati bersama-sama Engkau, aku takkan menyangkal Engkau." Semua murid yang lain pun berkata demikian juga. 26:74 Maka mulailah Petrus mengutuk dan bersumpah: "Aku tidak kenal orang itu." Dan pada saat itu berkokoklah ayam.
26:75 Maka teringatlah Petrus akan apa yang dikatakan Yesus kepadanya: "Sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali." Lalu ia pergi ke luar dan menangis dengan sedihnya.
Perhatikan Matius 26:75, apabila yang disangkal adalah Yesus yang lain, tentu Petrus tidak perlu menyesali penyangkalannya dengan menangis sedih. Kitab lain juga mencatat hal yang sama, misalnya :
* Markus 14:72
Dan pada saat itu berkokoklah ayam untuk kedua kalinya. Maka teringatlah Petrus, bahwa Yesus telah berkata kepadanya: "Sebelum ayam berkokok dua kali, engkau telah menyangkal Aku tiga kali." Lalu menangislah ia tersedu-sedu.
* Lukas 22:61-62
22:61 Lalu berpalinglah Tuhan memandang Petrus. Maka teringatlah Petrus bahwa Tuhan telah berkata kepadanya: "Sebelum ayam berkokok pada hari ini, engkau telah tiga kali menyangkal Aku."
22:62 Lalu ia pergi ke luar dan menangis dengan sedihnya.
Dengan demikian, jelaslah yang disangkal Petrus adalah Yesus Kristus Seorang yang dia sebut sebagai Guru, Tuhan, Mesias dan Anak Allah :
* Yohanes 13:13-14
13:13 Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan
KJV, Ye call me Master and Lord: and ye say well; for so I am.
TR, υμεις φωνειτε με ο διδασκαλος και ο κυριος και καλως λεγετε ειμι γαρ
Interlinear, humeis {kalian} phôneite {kalian memanggil} me {-Ku} ho didaskalos {Guru} kai {dan} ho kurios {Tuhan} kai {dan} kalôs {benar} legete {kalian berkata} eimi {Aku} gar {karena}
* Markus 8:29
Ia bertanya kepada mereka: "Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?" Maka jawab Petrus: "Engkau adalah Mesias!"
KJV, And he saith unto them, But whom say ye that I am? And Peter answereth and saith unto him, Thou art the Christ.
TR, και αυτος λεγει αυτοις υμεις δε τινα με λεγετε ειναι αποκριθεις δε ο πετρος λεγει αυτω συ ει ο χριστος
Interlinear, kai {maka} autos{Ia} legei {menanyai} autois {mereka} umeis {kamu} de {tetapi} tina {sapakah} me {Aku} legete {mengatakan} einai apokritheis {menjawab} de o petros {Petrus} legei {berkata} autô {kepadaNya} su {Engkau} ei {Adalah} ho christos {Kristus/Mesias}
Nama "Yesus"
Selama abad pertama Masehi, Yesus (terjemahan bahasa Yunani dari Joshua) merupakan nama yang sangat populer di Palestina. Misalnya, dari 28 pendeta tinggi Yahudi dari zaman Herod Agung hingga penghancuran Kuil, empat di antaranya diberi nama Yesus (Yesus putra Phabet atau Phiabi, Yesus putra Sek atau Sie, Yesus putra Dameneus, Yesus putra Gameliel). 40 Dengan menggunakan daftar pada pendeta tinggi Yahudi ini sebagai contoh representatif dari nama lelaki di Palestina pada abad pertama Masehi, mungkin ada sekitar 14% penduduk laki-laki yang diberi nama Yesus. Jelasnya, tidaklah terlalu sulit untuk membayangkan bahwa Yesus kedua adalah orang yang diinterogasi pada malam sebelum penyaliban, bahwa orang inilah yang disangkal Petrus, dan bahwa orang inilah yang akan disalib pada hari berikutnya.
Memang, nama "Yesus" juga adalah nama orang lain yang disebutkan di dalam Alkitab :
1. Joshua, anak Nun (Versi King James mengatakan "Yesus" dalam Kisah 7:45 dan Ibrani 4:8; semua terjemahan baru mencegah kebingungan dengan menggunakan kata "Yosua") Nama Keluarga seorang Yahudi Kristian Justus (Kolose 4:11)
* Kisah 7:45
Kemah itu yang diterima nenek moyang kita dan yang dengan pimpinan Yosua dibawa masuk ke tanah ini, yaitu waktu tanah ini direbut dari bangsa-bangsa lain yang dihalau Allah dari depan nenek moyang kita; demikianlah sampai kepada zaman Daud.
KJV, Which also our fathers that came after brought in with Jesus into the possession of the Gentiles, whom God drave out before the face of our fathers, unto the days of David;
TR, ên kai eisêgagon diadexamenoi oi pateres êmôn meta iêsou en tê kataschesei tôn ethnôn hôn exôsen ho theos apo prosôpou tôn paterôn hêmôn eôs tôn êmerôn dabid
* Ibrani 4:8
Sebab, andaikata Yosua telah membawa mereka masuk ke tempat perhentian, pasti Allah tidak akan berkata-kata kemudian tentang suatu hari lain
KJV, For if Jesus had given them rest, then would he not afterward have spoken of another day.
TR, ei gar autous iêsous katepausen ouk an peri allês elalei meta tauta hêmeras
* Kolose 4:11
dan dari Yesus, yang dinamai Yustus. Hanya ketiga orang ini dari antara mereka yang bersunat yang menjadi temanku sekerja untuk Kerajaan Allah; mereka itu telah menjadi penghibur bagiku.
KJV, And Jesus, which is called Justus, who are of the circumcision. These only are my fellowworkers unto the kingdom of God, which have been a comfort unto me.
TR, kai iêsous ho legomenos ioustos hoi ontes ek peritomês houtoi monoi sunergoi eis tên basileian tou theou oitines egenêthêsan moi parêgoria
2. Jesus Barabbas (kadang hanya disebut Barabbas) - penjahat yang dibebaskan Pontius Pilatus (Matius 27:16-17)
* Matius 27:16-17
27:16 Dan pada waktu itu ada dalam penjara seorang yang terkenal kejahatannya yang bernama Yesus Barabas.
WH, eichon de tote desmion episêmon legomenon iêsoun barabban
27:17 Karena mereka sudah berkumpul di sana, Pilatus berkata kepada mereka: "Siapa yang kamu kehendaki kubebaskan bagimu, Yesus Barabas atau Yesus, yang disebut Kristus?"
WH, sunêgmenôn oun autôn eipen autois ho pilatos tina thelete apolusô umin iêsoun ton barabban ê iêsoun ton legomenon christon
3. Seorang nenek moyang Kristus (Lukas 3:29). Diterjemahkan sebagai Jose Versi King James dan NJKV, Joshua di NIV dan NASB.
* Lukas 3:29
anak Yesua, anak Eliezer, anak Yorim, anak Matat, anak Lewi
KJV, Which was the son of Jose, which was the son of Eliezer, which was the son of Jorim, which was the son of Matthat, which was the son of Levi,
NIV, the son of Joshua, the son of Eliezer, the son of Jorim, the son of Matthat,
WH, tou iêsou tou eliezer tou iôrim tou maththat tou leui
Namun, seperti ayat yang dikutip diatas, hanya ada satu Yesus yang disebut Kristus.
Pilatus dengan jelas sekali menyebut mana Yesus yang lain dan mana Yesus yang disebut Kristus :
* Matius 27:16-17
27:16 Dan pada waktu itu ada dalam penjara seorang yang terkenal kejahatannya yang bernama Yesus Barabas.
WH, eichon de tote desmion episêmon legomenon iêsoun barabban
27:17 Karena mereka sudah berkumpul di sana, Pilatus berkata kepada mereka: "Siapa yang kamu kehendaki kubebaskan bagimu, Yesus Barabas atau Yesus, yang disebut Kristus?"
WH, sunêgmenôn oun autôn eipen autois ho pilatos tina thelete apolusô umin iêsoun ton barabban ê iêsoun ton legomenon christon.
Dengan demikian jelas bahwa yang sedang diadili adalah Yesus Kristus, bukan Yesus dari sekte Nazorea/ 'Natsorayya' (nama salah satu Sekte gnostik Mandaean).
Ikhtisar
Penyangkalan Petrus menyuguhkan injil-injil kanonik dengan dua pilihan yang sama sekali tidak berkaitan. (1) Dalam selang hanya beberapa jam, Petrus berubah dari seorang tokoh heroik yang memiliki keberanian tiada tara menjadi seorang pengecut, yang secara verbal menyangkal afiliasinya dengan Yesus Kristus dalam tiga saat berbeda dengan jeda yang begitu cepat. Senyatanya, penggambaran Petrus ini cenderung mengganggu imajinasi. (2) Petrus berterus-terang dan jujur dalam menyangkal afiliasinya, baik dengan orang tak-dikenal, atau dengan pemberontak paramiliter dan penganut Yahudi sayap-kanan ekstrem, yang bernama Yesus. Dengan mengasumsikan bahwa orang itu memang tidak dikenal, maka penyangkalan Petrus Penyangkalan Petrus menjadi cukup sesuai dengan bukti dari kitab-kitab apokrif yang disuguhkan sebelumnya. Dengan mengasumsikan bahwa orang tersebut memang seorang pemberontak paramiliter yang beranama Yesus, maka penyangkalan Petrus sejalan dengan kisah tentang pelepasan Barabbas yang diuraikan di bawah.
Keterangan:
1. Perbuatan Yohanes 97-99, 101. Dalam Cameron R (1982), hal. 94-96).
2. A) Moffat J (1929) B) Robertson AT (1929) C) Burch EW (1929) D) Peritz IJ (1929) E) Scott E (1929) F) Davies JN (1929b) G) Davies JN (1929a) H) Findlay JA (1929) I) Garvie AE (1929) J) Kee HC (1971) K) Pherigo LP (1971) L) Baird W (1929) M) Shepherd MH (1971) N) Wilson RM (1971) O) Filson FV (1971) P) Sunberg AC (1971) Q) Duncan GB (1971) R) Marsh J (1972) S) Caird GB (1972) T) Nineham DE (1973) U) Fenton JC (1973) V) Hamilton W (1959) W) Mack BL (1996) X) Koester H (1982) Y) Robinson JM, Koester H (1971) Z) Cameron R (1982)
3. Shepherd MH (1971)
4. Yohanes 18:1-12
5. Lukas 22:47; Markus 14:43; Matius 26:47.
6. Matius 26:56; Markus 14:50-52
7. Lukas 22:50-51
8. Yohanes 18:13-16
9. Matius 26:57; Markus 14:53; Lukas 22:54
10. Matius 26:57-58; Markus 14:53-54; Lukas 22:54-55; Yohanes 18:15-16
11. Matius 26:69-75
12. Lukas 22:55-62
13. Markus 14:66-72
14. Yohanes 18:17-18, 25-27
15. A) Danielou J, Marrou H (1964) B) Asimov I (1969) C) Leon-Dufour X (1983) D) Schonfield HJ (1967) E) - (1998p) F) Bornkamm G (1998)
16. A) Josephus F (1988) B) Leon-Dufour X (1983)
17. A) Josephus F (1988p) B) Asimov I (1969)
18. Lukas 6:15; Perbuatan 1:13
19 Matius 10:4; 26:14; Markus 3:19; 14:10; Lukas 6:16; 22:3; Yohanes 6:71; 12:4; 13:2,26
20. A) Dupont-Sommer A (1967) B) Leon-Dufour X (1983)
21. Josephus F (1988)
22. A) Lukas 2:1-3 B) Josephus F (1988) C) Bornkamm G (1998)
23. A) Perbuatan 5:37 B) Josephus F (1998) C) Bornkamm G (1998) D) Leon-Dufour X (1983)
24. Perbuatan 5:37
25. A) Josephus F (1988) B) Leon-Dufour X (1983)
26. A) Josephus F (1988) B) Bornkamm G (1998)
27. Matius 26:71
28. Markus 14:67
29. A) Matius 26:71 B) Stegemann H (1998) C) Perjanjian Matius 2:23 D) Kee HC (1971)
30. Stegemann H (1998)
31. Stegemann H (1998)
32. A) Leon-Dufour X (1983) B) - (1998f)
33. A) Schonfield HJ (1967) B) - (1998f)
34. Hakim-hakim 13:1-24; 16:13-17
35. Samuel I 1:1-22
36. A) Strugnell J (1998) B) Schonfield HJ (1967)
37. Perbuatan 21:17-26
38. Perbuatan 21:17-26
39. Yohanes 11:38-44. Dijelaskan bahwa Yesus memiliki kemiripan fisik yang sangat dekat dengan jenazah seorang Nazorea.
40. A) Josephus F (1988) B) Schonfield HJ (1967) C) Wilson J (1985)
Wassalaam.
Jawaban diatas, sudah memberikan keterangan jelas perihal penyangkalan Petrus terhadap Gurunya, yang kemudian segera setelah itu disesalinya.
77. DUA ALASAN YAHUDI MENYALIB YESUS MENURUT INJIL YOHANES
Setiap orang Kristen telah diindoktrinasi semenjak ia masih kanak-kanak bahwa kematian Yesus di tiang salib sudah merupakan rencana Yesus sendiri yang konon telah disampaikannya di hadapan murid-muridnya, dan oleh karenanya, harus digenapi.
Apa sebenarnya yang melatarbelakangi kebencian orang-orang Yahudi kepada Yesus hingga mereka harus menyalibnya? Berikut ini dua alasan orang-orang Yahudi menyalib Yesus menurut Injil Yohanes.
1. Alasan Perzinahan.
Orang-orang Yahudi menuduh Yesus sebagai orang yang lahir dari hasil perzinahan Maria, ibunya, dengan laki-laki. Berikut kutipan ayat-ayatnya:
Tetapi yang kamu (orang-orang Yahudi) kerjakan ialah berusaha membunuh Aku (Yesus); Aku seorang yang mengatakan kebenaran kepadamu, yaitu kebenaran yang Kudengar dari Allah; pekerjaan yang demikian tidak dikerjakan oleh Abraham. Kamu mengerjakan pekerjaan bapamu sendiri." Jawab mereka: "Kami tidak dilahirkan dari zinah. Bapa kami satu, yaitu Allah." (Yohanes 8:40-41)
Dalam kutipan ayat-ayat di atas, orang-orang Yahudi menyindir Yesus bahwa mereka bukanlah orang-orang yang lahir dari hasil perzinahan kedua orang tuanya. Kalimat ini merupakan sindiran terhadap Yesus yang mereka anggap sebagai orang yang lahir dari hasil perzinahan kedua orang tuanya.
Konsekuensi dari tuduhan tersebut adalah orang-orang Yahudi menolak segala predikat baik yang melekat pada diri Yesus, baik sebagai guru, imam, pemimpin, raja, nabi, rasul, apalagi sebagai Tuhan.
2. Alasan Klaim sebagai Anak Allah.
Orang-orang Yahudi menuduh Yesus telah menghujat Allah karena dia konon telah menyatakan dirinya sebagai Anak Allah. Berikut kutipan ayat-ayatnya:
Jawab orang-orang Yahudi itu: "Bukan karena suatu pekerjaan baik maka kami mau melempari Engkau (Yesus), melainkan karena Engkau menghujat Allah dan karena Engkau, sekalipun hanya seorang manusia saja, menyamakan diri-Mu dengan Allah." ....masihkah kamu (orang-orang Yahudi) berkata kepada Dia yang dikuduskan oleh Bapa dan yang telah diutus-Nya ke dalam dunia: Engkau menghujat Allah! Karena Aku (Yesus) telah berkata: Aku Anak Allah? (Yohanes 10:33,36)
Dari tuduhan tersebut, orang-orang Yahudi bersepakat untuk membunuh Yesus, karena menurut mereka, hukuman bagi orang yang menghujat Allah adalah hukuman mati, sebagaimana perintah Tuhan dalam Kitab Imamat berikut ini:
Siapa yang menghujat nama TUHAN, pastilah ia dihukum mati dan dilontari dengan batu oleh seluruh jemaah itu. Baik orang asing maupun orang Israel asli, bila ia menghujat nama TUHAN, haruslah dihukum mati.[/i] (Imamat 24:16)
Berkenaan dengan hukuman mati Yesus di tiang salib, orang-orang Yahudi menganggap Yesus sebagai manusia terkutuk di muka bumi, sebagaimana catatan Kitab Ulangan berikut ini:
"Apabila seseorang berbuat dosa yang sepadan dengan hukuman mati, lalu ia dihukum mati, kemudian [u]kaugantung dia pada sebuah tiang, maka janganlah mayatnya dibiarkan semalam-malaman pada tiang itu, tetapi haruslah engkau menguburkan dia pada hari itu juga, sebab seorang yang digantung terkutuk oleh Allah; janganlah engkau menajiskan tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu menjadi milik pusakamu." (Ulangan 21:22-23)
KOMENTAR:
Itulah dua alasan orang-orang Yahudi menyalib Yesus. Semenjak Yesus dilahirkan hingga dewasa, orang-orang Yahudi tetap berpendapat bahwa Yesus adalah orang yang lahir dari hasil perzinahan ibunya, Maria, dengan laki-laki --meski mereka tidak dapat membuktikan siapa laki-laki itu--, sehingga mereka menolak Yesus sebagai utusan Allah. Segala mukjizat yang ditunjukkan Yesus, mereka anggap sebagai tindakan sihir. Lebih jauh, jika orang-orang Yahudi harus menerima Yesus sebagai utusan Allah, maka konsekuensinya mereka harus menerima ramalan Yesus tentang kedatangan Penghibur setelah kepergiannya, yang akan membawa bangsa Israel menuju syariat baru. Tentu saja, kedatangan Penghibur yang diramalkan Yesus ini membuat para imam dan ahli taurat resah, karena ajarannya akan menghancurkan kebiasaan dan adat-istiadat nenek moyang bansa Yahudi. Oleh karenanya, para imam dan ahli taurat mencari solusi untuk tetap mempertahankan kebiasaan dan adat-istiadatnya, yaitu dengan cara membunuh Yesus dan menghancurkan segala ajarannya (Yohanes 11:47-53). Sebelumnya, secara berurutan, orang-orang Yahudi telah membunuh dua orang utusan Allah, yaitu Zakharia dan Yohanes Pembaptis (Lukas 11:51/Matius 23:35; Markus 6:27).
Namun demikian, apakah yang disalib itu benar-benar Yesus, seorang utusan Allah bagi umat Israel? Ingatlah kembali dua nama orang yang disodorkan oleh Pontius Pilatus untuk dibebaskan, yaitu Yesus Kristus (Isa al-Masih) dan Yesus Barabas (Yesus bar Abbas atau Yesus Anak Allah), yang akhirnya konon Pilatus membebaskan Yesus Barabas (Yesus Anak Allah), seorang tokoh pemberontak paramiliter terkenal pada masa itu, dan menyerahkan Yesus Kristus kepada orang-orang yahudi untuk disalibkan. Mungkin sekali, Yesus Barabas inilah orang yang mengklaim dirinya sebagai Anak Allah, kemudian melemparkan klaimnya kepada Yesus Kristus. Dan ingatlah kembali mukjizat Yesus yang bisa merubah dan berubah wujud sebagaimana dijelaskan dalam Injil Risalah Kedua Set Agung.
Bagaimanapun juga, kedua alasan Yahudi di atas, telah didistorsi sedemikian rupa oleh para the founding father Kristen (Paulus cs) --lebih dari 30 tahun kemudian setelah peristiwa penyaliban itu-- sehingga seolah-olah kematian orang yang diduga Yesus di tiang salib itu merupakan rencana/nubuat Yesus yang harus digenapi, dan sekaligus untuk menebus dosa-dosa manusia. Nau'dzubillaahi min dzaalik!
Wassalaam.
1. Alasan Perzinahan.
Orang-orang Yahudi menuduh Yesus sebagai orang yang lahir dari hasil perzinahan Maria, ibunya, dengan laki-laki. Berikut kutipan ayat-ayatnya:
Tetapi yang kamu (orang-orang Yahudi) kerjakan ialah berusaha membunuh Aku (Yesus); Aku seorang yang mengatakan kebenaran kepadamu, yaitu kebenaran yang Kudengar dari Allah; pekerjaan yang demikian tidak dikerjakan oleh Abraham. Kamu mengerjakan pekerjaan bapamu sendiri." Jawab mereka: "Kami tidak dilahirkan dari zinah. Bapa kami satu, yaitu Allah." (Yohanes 8:40-41)
Dalam kutipan ayat-ayat di atas, orang-orang Yahudi menyindir Yesus bahwa mereka bukanlah orang-orang yang lahir dari hasil perzinahan kedua orang tuanya. Kalimat ini merupakan sindiran terhadap Yesus yang mereka anggap sebagai orang yang lahir dari hasil perzinahan kedua orang tuanya.
Konsekuensi dari tuduhan tersebut adalah orang-orang Yahudi menolak segala predikat baik yang melekat pada diri Yesus, baik sebagai guru, imam, pemimpin, raja, nabi, rasul, apalagi sebagai Tuhan.
Dalam hal ini "tuduhan Yesus adalah hasil zinah" tidak pernah terbukti, semua adalah dugaan. Penghukuman karena zinah harus selalu bisa menunjuk pihak-pihak yang melakukan zinah. Siapa si laki-laki dan siapa si perempuannya. Dan anak hasil zinah, dalam hukum apapun tidak ikut dihukum di pengadilan (Ulangan 17:5 ; Ulangan 17:6).
Orang-orang Yahudi yang menghendaki Yesus disalib memang tidak percaya bahwa Yesus adalah Tuhan dan Allah. Namun ketidak-percayaan mereka ini bukanlah fakta yang menunjukkan Yesus itu bukan Tuhan dan Allah.
2. Alasan Klaim sebagai Anak Allah.
Orang-orang Yahudi menuduh Yesus telah menghujat Allah karena dia konon telah menyatakan dirinya sebagai Anak Allah. Berikut kutipan ayat-ayatnya:
Jawab orang-orang Yahudi itu: "Bukan karena suatu pekerjaan baik maka kami mau melempari Engkau (Yesus), melainkan karena Engkau menghujat Allah dan karena Engkau, sekalipun hanya seorang manusia saja, menyamakan diri-Mu dengan Allah." ....masihkah kamu (orang-orang Yahudi) berkata kepada Dia yang dikuduskan oleh Bapa dan yang telah diutus-Nya ke dalam dunia: Engkau menghujat Allah! Karena Aku (Yesus) telah berkata: Aku Anak Allah? (Yohanes 10:33,36)
Dari tuduhan tersebut, orang-orang Yahudi bersepakat untuk membunuh Yesus, karena menurut mereka, hukuman bagi orang yang menghujat Allah adalah hukuman mati, sebagaimana perintah Tuhan dalam Kitab Imamat berikut ini:
Siapa yang menghujat nama TUHAN, pastilah ia dihukum mati dan dilontari dengan batu oleh seluruh jemaah itu. Baik orang asing maupun orang Israel asli, bila ia menghujat nama TUHAN, haruslah dihukum mati.[/i] (Imamat 24:16)
Berkenaan dengan hukuman mati Yesus di tiang salib, orang-orang Yahudi menganggap Yesus sebagai manusia terkutuk di muka bumi, sebagaimana catatan Kitab Ulangan berikut ini:
"Apabila seseorang berbuat dosa yang sepadan dengan hukuman mati, lalu ia dihukum mati, kemudian [u]kaugantung dia pada sebuah tiang, maka janganlah mayatnya dibiarkan semalam-malaman pada tiang itu, tetapi haruslah engkau menguburkan dia pada hari itu juga, sebab seorang yang digantung terkutuk oleh Allah; janganlah engkau menajiskan tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu menjadi milik pusakamu." (Ulangan 21:22-23)
Yesus dituduh orang-orang Yahudi/ ahli Taurat menghujat Allah karena Dia menyatakan diriNya adalah Anak Allah; Allah; dan Mesias. Dan Ia menyatakan kesetaraan diriNya dengan BapaNya di Surga. Namun tuduhan itu bukan suatu kebenaran bahwa Yesus bukan Allah.
Seseorang/sekelompok orang bisa saja menuduh orang lain, namun ia (si tersangka) selamanya akan "tak bersalah/ innocent" sebelum kesalahannya terbukti (asas presumption of innocent / asas praduga tak bersalah). Itu berarti bahwa seseorang dianggap tidak bersalah sampai dibuktikan bersalah oleh pengadilan. Presumption of innocent adalah hak-hak tersangka sebagai manusia diberikan dan merupakan prinsip hakiki dalam hukum. Prinsip ini berlaku dalam semua fase proses hukum: baik di taraf kepolisian maupun di taraf kejaksaan dan juga di taraf pengadilan itu sendiri. Dalam Taurat sendiri ada aturan untuk tidak menghukum seorang "yang diduga bersalah" sebelum ia "terbukti bersalah" di pengadilan (Mitsvot ke-260: Bilangan 35:12).
Dalam sidang yang menentukan Yesus Kristus akan dihukum mati atau tidak; justru tidak menyertakan delik tuduhan "menghujat Allah" karena pemimpin sidang tertinggi saat itu, yaitu Pilatus tidak menemukan kesalahan-Nya :
* Matius 27:17
27:17 Karena mereka sudah berkumpul di sana, Pilatus berkata kepada mereka: "Siapa yang kamu kehendaki kubebaskan bagimu, Yesus Barabas atau Yesus, yang disebut Kristus?"
27:18 Ia memang mengetahui, bahwa mereka telah menyerahkan Yesus karena dengki.
27:19 Ketika Pilatus sedang duduk di kursi pengadilan, isterinya mengirim pesan kepadanya: "Jangan engkau mencampuri perkara orang benar itu, sebab karena Dia aku sangat menderita dalam mimpi tadi malam."
27:20 Tetapi oleh hasutan imam-imam kepala dan tua-tua, orang banyak bertekad untuk meminta supaya Barabas dibebaskan dan Yesus dihukum mati.
27:21 Wali negeri menjawab dan berkata kepada mereka: "Siapa di antara kedua orang itu yang kamu kehendaki kubebaskan bagimu?" Kata mereka: "Barabas."
27:22 Kata Pilatus kepada mereka: "Jika begitu, apakah yang harus kuperbuat dengan Yesus, yang disebut Kristus?" Mereka semua berseru: "Ia harus disalibkan!"
27:23 Katanya: "Tetapi kejahatan apakah yang telah dilakukan-Nya?" Namun mereka makin keras berteriak: "Ia harus disalibkan!"
27:24 Ketika Pilatus melihat bahwa segala usaha akan sia-sia, malah sudah mulai timbul kekacauan, ia mengambil air dan membasuh tangannya di hadapan orang banyak dan berkata: "Aku tidak bersalah terhadap darah orang ini; itu urusan kamu sendiri!"
27:25 Dan seluruh rakyat itu menjawab: "Biarlah darah-Nya ditanggungkan atas kami dan atas anak-anak kami!"
27:26 Lalu ia membebaskan Barabas bagi mereka, tetapi Yesus disesahnya lalu diserahkannya untuk disalibkan.
27:27 Kemudian serdadu-serdadu wali negeri membawa Yesus ke gedung pengadilan, lalu memanggil seluruh pasukan berkumpul sekeliling Yesus.
Pilatus tidak menemukan kesalahan Yesus Kristus (ayat 24) untuk itu ia "melakukan aksi cuci tangan" bahwa hukuman yang akan dilaksanakannya kepada Yesus Kristus ini atas permintaan "orang-orang yang dengki kepada Yesus" (ayat 18 ).
Dengan demikian Pilatus dalam otoritasnya melaksanakan hukuman terhadap seseorang karena permintaan orang banyak "yang dengki", bukan atas dasar "kesalahan yang diperbuat Yesus Kristus". Pilatus melakukan ini untuk menghindari kekacauan di negeri dimana ia ditugaskan sebagai Wali-Negeri. Kemudian ia melaksanakan "hukuman terhadap Yesus" atas permintaan orang banyak, dan ia sendiri melakukan tindakan "mencuci-tangan" sebagai simbol bahwa hukuman itu bukan atas kehendaknya.
Jelas sekali bahwa Yesus Kristus mengalami hukuman "tanpa delik tuduhan". Sebagai Orang yang Benar, Ia bisa saja menolak hukuman itu. Namun hal tersebut tetap Ia jalani sebagai "cawan-pahit" yang secara rela ia minum.
Kematian Yesus di Kayu Salib adalah "kematian-kurban", karena Ia merelakan jiwanya sendiri untuk dikorbankan (masih bisa dihindari , tetapi Ia merelakan) demi kasih yang begitu besar untuk menyelamatkan jiwa-jiwa orang yang dikasihinya. Jenis kematian ini adalah total berlandaskan kasih, dan tidak diselewengkan dengan dalil-dalil manusia yang melekatkan kebencian dan dendam atas nama Tuhan atau 'perjuangan'
Meskipun Kristen dan Islam itu biasa disebut agama-agama Ibrahimi (abrahamic religions). Agama-agama di dunia lainnya misalnya Hindu dan Buddha juga tergolong dalam agama etika (ethical religion), yakni agama yang mengajarkan ethic, bahwa keselamatan manusia tergantung pada perbuatan baik dan amal salehnya. Ini berbeda dengan Kekristenan. Kristen adalah agama sakramental (sacramen religion) yaitu agama yang mengajarkan bahwa keselamatan itu diperoleh melalui Sang Penebus Dosa. Esensi kematian Yesus di kayu salib sering dipersoalkan oleh kalangan Muslim karena memang mereka tidak mengerti arti kematian kurban Yesus Kristus.
Yesus merupakan 'anak domba' yang disediakan Allah untuk dikorbankan sebagai pengganti orang berdosa. Melalui kematian-Nya, Yesus memungkinkan penghapusan kesalahan dan kuasa dosa dan membuka jalan kepada Allah bagi seluruh dunia (Yohanes 1:29). Dalam Perjanjian Lama telah dikenal bahwa menurut ajaran Yahudi, perlu darah untuk pengampunan dosa, ini ditegaskan di PB dalam Ibrani 9:22. Oleh karena itu Allah menyediakan tubuh dari daging dan darah dan datang ke dalam dunia sebagai manusia untuk menyelamatkan manusia (Ibrani 10:5). Allah sendiri telah datang ke dalam dunia karena selain dari Dia tidak ada juruselamat (Yesaya 43:11).
* Ibrani 9:22
Dan hampir segala sesuatu disucikan menurut hukum Taurat dengan darah, dan tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan.
* Ibrani 10:5
Karena itu ketika Ia masuk ke dunia, Ia berkata: 'Korban dan persembahan tidak Engkau kehendaki -- tetapi Engkau telah menyediakan tubuh bagiku.'
* Yesaya 43:11
"Aku, Akulah TUHAN dan tidak ada juruselamat selain dari pada-Ku."
Perbuatan baik tidak memaafkan seseorang dari dosanya. Lukas 18:18-27 menulis ada seorang kaya menganggap 'perbuatan baik dapat menyelamatkan' (beroleh hidup kekal), namun kebenaran yang dijelaskan Alkitab, perbuatan baik tersebut tidak menyelamatkan. Keselamatan hanya dengan darah. Darah itu telah disediakan oleh Yesus Kristus, sehingga kepada setiap orang yang percaya kepadaNya, dia akan diselamatkan.
Di sepanjang Perjanjian Lama, sejak mulanya Allah sudah memberikan gambaran kisah datangnya Tuhan Yesus Kristus sebagai "kurban penebus dosa" sejak kitab Kejadian. Mulai dari analogi 'cawat-kulit' dari tertumpahnya darah binatang, yang kulitnya dipakai untuk menutup aurat Adam. Kemudian analogi 'kurban anak Abraham' yang diganti dengan 'domba yang disediakan Allah'. Peristiwa 'darah paskah' yang membebaskan Israel dari tulah ke 10 pada zaman Musa. Dan nubuat-nubuat para nabi pada Perjanjian Lama akan datangnya Mesias yang memberikan darahNya untuk keselamatan manusia. Perjanjian Lama, walaupun spesifik ditujukan untuk orang-orang Yahudi (Yudaisme), namun Perjanjian Lama tetap merupakan Firman yang sangat berharga bagi umat Kristiani. Dan tidak dipungkiri bahwa Yudaisme ini adalah akar dari Kekristenan. Dan penekanan Kekristenan itu ada dalam Perjanjian Baru. Hal itu amat berharga bagi umat Kristiani. Konsep harga yang harus dibayar terhadap perbuatan dosa, penebusan dosa dengan darah, keselamatan dengan darah (inti pengertian paskah) adalah merupakan hal yang pokok.
Dalam hukum Taurat, hampir segala sesuatu disucikan, dan diampunkan dengan darah (yang dianggap nyawa), dan "tanpa penumpahan darah, tidak ada pengampunan" (Ibrani 9:22). Ini dilakukan lewat domba yang dikorbankan diatas mezbah, berulang-ulang untuk setiap kali pengampunan hingga digenapi oleh Sang Mesias. Datangnya Allah dalam manusia Yesus yang menyediakan 'darah' bagi pengampunan, adalah selaras dengan prinsip Taurat tadi, dan benar Dia sedirilah yang menggenapinya. Hadirnya Yesus ke dunia, mati disalibkan, bangkit dan naik ke Surga dan kedatanganNya yang kedua kali nanti adalah pokok dari iman Kristiani. Yesus dengan gelar Mesias/Kristus, dan sebutan Juruselamat kepadaNya, semuanya bukan hanya sekedar memberikan pengajaran, melainkan justru memerankan fungsi penyelamatan "Allah Juruselamat" (Yesaya 45:21).
Pembuktian kematian Yesus disalib serta kebangkitanNya, tidak terkira kokohNya, internal maupun external. Itu sudah banyak sekali ditulis oleh para ahli tanpa ada sanggahan yang layak. Kematian-kurban memang exist bagi Mesias, dan itu bukan bikinan atau diada-adakan oleh manusia. Ia sungguh telah dijanjikan Tuhan dari Firman yang keluar dari mulutNya dan/atau dari tanganNya sendiri dan diteruskan turun-temurun sejak manusia-pertama!.
Pengertian keselamatan dari Allah ini, memang tidak selaras dengan ketentuan yang berlaku di agama-agama lain, sehingga serangan-serangan yang ditujukan kepada iman Kristiani dengan mempersoalkan kematian Yesus jika dipandang dari kepercayaan mereka yang menganggap keselamatan dari amal-ibadah, tentu saja tidak akan dimengerti ataupun diselaraskan. Dan perbedaan ini sangat prinsip, tidak bisa diperdebatkan. It just different....
Berkenaan dengan hukuman mati Yesus di tiang salib, orang-orang Yahudi menganggap Yesus sebagai manusia terkutuk di muka bumi, sebagaimana catatan Kitab Ulangan berikut ini:
"Apabila seseorang berbuat dosa yang sepadan dengan hukuman mati, lalu ia dihukum mati, kemudian kaugantung dia pada sebuah tiang, maka janganlah mayatnya dibiarkan semalam-malaman pada tiang itu, tetapi haruslah engkau menguburkan dia pada hari itu juga, sebab seorang yang digantung terkutuk oleh Allah; janganlah engkau menajiskan tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu menjadi milik pusakamu." (Ulangan 21:22-23)
Yesus yang tidak berbuat dosa dan kesalahan itu yang menanggung kutuk-dosa umat manusia, untuk itulah Ia mempunyai gelar yang menandakan hal ini yaitu gelar Anak Domba Allah. Hal ini juga tidak dikenal dalam kepercayaan Muslim, sehingga penuduh dari kalangan Muslim ini seringkali mempersoalkannya.
Mengenai ayat yang dipersoalkan, yaitu Ulangan 21:22-23, Rasul Petrus menjelaskannya kepada kalangan Yahudi, esensi kematian Yesus yang "digantung" pada kayu itu sbb :
* Kisah 5:30
LAI TL : Adapun Allah Tuhan nenek moyang kita telah membangkitkan Yesus, yang sudah kamu ini bunuh dengan menggantungkan Dia pada kayu itu.
TR : ho theos tôn paterôn hêmôn êgeiren iêsoun on humeis diecheirisasthe kremasantes epi xulou
Kematian dengan cara digantung itu di sebuah tiang kayu, (Ibrani 'ETS), adalah lambang suatu kutuk. Penulis Kitab Kisah Para Rasul (Lukas) mencatat perkataan Petrus dalam Kisah 5:30, istilah khusus yang diucapkan Petrus ini yang sudah dikenal dalam pengajaran Yudaisme, bahwa orang yang mati dengan cara digantung adalah dikutuk oleh Allah (bandingkan dengan Kisah 10:39, Galatia 3:13).
Konteks Petrus mengucapkan kata-kata itu adalah dihadapan Sanhedrin (Mahkamah Agama Yahudi), baca selengkapnya Kisah 5:26-42.
Petrus menggunakan rujukan Tanakh-Ibrani dalam menjelaskan kematian Yesus dengan cara digantung "TALAH" di kayu yang merupakan lambang kematian terkutuk.
Dalam kesempatan ini pula Petrus mewartakan kematian Yesus, bahwa Yesus memikul kutuk dosa manusia dalam kematianNya dengan cara "digantung"/ "TALAH" itu. Dan kemudian menjelaskan dihadapan Sandherin itu misi kematian Yesus adalah sebagai anak-domba kurban dosa bagi seluruh umat manusia :
* Kisah 5: 31-33
5:31 Dialah yang telah ditinggikan oleh Allah sendiri dengan tangan kanan-Nya menjadi Pemimpin dan Juruselamat, supaya Israel dapat bertobat dan menerima pengampunan dosa.
5:32 Dan kami adalah saksi dari segala sesuatu itu, kami dan Roh Kudus, yang dikaruniakan Allah kepada semua orang yang mentaati Dia."
KOMENTAR:
Itulah dua alasan orang-orang Yahudi menyalib Yesus. Semenjak Yesus dilahirkan hingga dewasa, orang-orang Yahudi tetap berpendapat bahwa Yesus adalah orang yang lahir dari hasil perzinahan ibunya, Maria, dengan laki-laki --meski mereka tidak dapat membuktikan siapa laki-laki itu--, sehingga mereka menolak Yesus sebagai utusan Allah. Segala mukjizat yang ditunjukkan Yesus, mereka anggap sebagai tindakan sihir. Lebih jauh, jika orang-orang Yahudi harus menerima Yesus sebagai utusan Allah, maka konsekuensinya mereka harus menerima ramalan Yesus tentang kedatangan Penghibur setelah kepergiannya, yang akan membawa bangsa Israel menuju syariat baru. Tentu saja, kedatangan Penghibur yang diramalkan Yesus ini membuat para imam dan ahli taurat resah, karena ajarannya akan menghancurkan kebiasaan dan adat-istiadat nenek moyang bansa Yahudi. Oleh karenanya, para imam dan ahli taurat mencari solusi untuk tetap mempertahankan kebiasaan dan adat-istiadatnya, yaitu dengan cara membunuh Yesus dan menghancurkan segala ajarannya (Yohanes 11:47-53). Sebelumnya, secara berurutan, orang-orang Yahudi telah membunuh dua orang utusan Allah, yaitu Zakharia dan Yohanes Pembaptis (Lukas 11:51/Matius 23:35; Markus 6:27).
Penghibur yang dijanjikan Yesus bukan "orang lain yang dari kalangan Arab" namun penghibur yang dijanjikan-Nya ini adalah bagian dari diri-Nya sendiri. Bukti tekstual Alkitab telah menguncinya, sehingga tidak akan bisa diplesetkan kepada sosok Nabi mereka. Tentang Penghibur ini bisa Anda baca di http://www.sarapanpagi.org/post2045.html#p2045
Namun demikian, apakah yang disalib itu benar-benar Yesus, seorang utusan Allah bagi umat Israel? Ingatlah kembali dua nama orang yang disodorkan oleh Pontius Pilatus untuk dibebaskan, yaitu Yesus Kristus (Isa al-Masih) dan Yesus Barabas (Yesus bar Abbas atau Yesus Anak Allah), yang akhirnya konon Pilatus membebaskan Yesus Barabas (Yesus Anak Allah), seorang tokoh pemberontak paramiliter terkenal pada masa itu, dan menyerahkan Yesus Kristus kepada orang-orang yahudi untuk disalibkan. Mungkin sekali, Yesus Barabas inilah orang yang mengklaim dirinya sebagai Anak Allah, kemudian melemparkan klaimnya kepada Yesus Kristus. Dan ingatlah kembali mukjizat Yesus yang bisa merubah dan berubah wujud sebagaimana dijelaskan dalam Injil Risalah Kedua Set Agung.
Bagaimanapun juga, kedua alasan Yahudi di atas, telah didistorsi sedemikian rupa oleh para the founding father Kristen (Paulus cs) --lebih dari 30 tahun kemudian setelah peristiwa penyaliban itu-- sehingga seolah-olah kematian orang yang diduga Yesus di tiang salib itu merupakan rencana/nubuat Yesus yang harus digenapi, dan sekaligus untuk menebus dosa-dosa manusia. Nau'dzubillaahi min dzaalik!
Wassalaam.
Meskipun pelayanan Rasul Paulus memberikan dampak yang banyak dalam Kekristenan. Namun Kristianitas bukan terjadi karena Paulus. Dan tuduhan diatas tidak benar, karena jemaat Kristen mula-mula terbentuk di Yerusalem, jauh sebelum Paulus bertobat, bahkan Paulus inilah yang menganiaya, mengejar, dan membunuh sebagian besar anggota jemaat yang mula-mula.
* Kisah Para Rasul 8:3
Tetapi Saulus berusaha membinasakan jemaat itu dan ia memasuki rumah demi rumah dan menyeret laki-laki dan perempuan ke luar dan menyerahkan mereka untuk dimasukkan ke dalam penjara.
Tanggapan atas tuduhan terhadap Paulus, bisa Anda baca di http://www.sarapanpagi.org/42-kebohonga ... vt681.html
78. IDENTIFIKASI AL-QUR'AN TERHADAP KELAHIRAN YOHANES
Identifikasi kali ini menyangkut peristiwa kelahiran nabi Yahya as (Yohanes Pembaptis) dalam laporan Alkitab. Adapun keterangan Al-Qur'an mengenai peristiwa kelahiran Nabi Yahya as (Yohanes Pembaptis) diuraikan secara singkat berikut ini:
AL-QUR'AN:
3:38. Di sanalah Zakariya berdo'a kepada Tuhannya seraya berkata: "Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar do'a".
3:39. Kemudian Malaikat (Jibril) memanggil Zakariya, sedang ia tengah berdiri melakukan shalat di mihrab (katanya): "Sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kelahiran (seorang puteramu) Yahya, yang membenarkan kalimat (yang datang) dari Allah, menjadi ikutan, menahan diri (dari hawa nafsu) dan seorang Nabi termasuk keturunan orang-orang saleh".
3:40. Zakariya berkata: "Ya Tuhanku, bagaimana aku bisa mendapat anak sedang aku telah sangat tua dan isteriku pun seorang yang mandul?". Berfirman Allah: "Demikianlah, Allah berbuat apa yang dikehendaki-Nya".
3:41. Berkata Zakariya: "Berilah aku suatu tanda (bahwa isteriku telah mengandung)". Allah berfirman: "Tandanya bagimu, kamu tidak dapat berkata-kata dengan manusia selama tiga hari, kecuali dengan isyarat. Dan sebutlah (nama) Tuhanmu sebanyak-banyaknya serta bertasbihlah di waktu petang dan pagi hari".
Berbeda dengan injil-injil Markus, Matius, dan Yohanes, injil Lukas secara khusus meriwayatkan kelahiran Yohanes Pembaptis berikut ini:
LUKAS:
1:5. Pada zaman Herodes, raja Yudea, adalah seorang imam yang bernama Zakharia dari rombongan Abia. Isterinya juga berasal dari keturunan Harun, namanya Elisabet.
1:6 Keduanya adalah benar di hadapan Allah dan hidup menurut segala perintah dan ketetapan Tuhan dengan tidak bercacat.
1:7 Tetapi mereka tidak mempunyai anak, sebab Elisabet mandul dan keduanya telah lanjut umurnya.
1:8 Pada suatu kali, waktu tiba giliran rombongannya, Zakharia melakukan tugas keimaman di hadapan Tuhan.
1:9 Sebab ketika diundi, sebagaimana lazimnya, untuk menentukan imam yang bertugas, dialah yang ditunjuk untuk masuk ke dalam Bait Suci dan membakar ukupan di situ.
1:10 Sementara itu seluruh umat berkumpul di luar dan sembahyang. Waktu itu adalah waktu pembakaran ukupan.
1:11 Maka tampaklah kepada Zakharia seorang malaikat Tuhan berdiri di sebelah kanan mezbah pembakaran ukupan.
1:12 Melihat hal itu ia terkejut dan menjadi takut.
1:13 Tetapi malaikat itu berkata kepadanya: "Jangan takut, hai Zakharia, sebab doamu telah dikabulkan dan Elisabet, isterimu, akan melahirkan seorang anak laki-laki bagimu dan haruslah engkau menamai dia Yohanes.
1:14 Engkau akan bersukacita dan bergembira, bahkan banyak orang akan bersukacita atas kelahirannya itu.
1:15 Sebab ia akan besar di hadapan Tuhan dan ia tidak akan minum anggur atau minuman keras dan ia akan penuh dengan Roh Kudus mulai dari rahim ibunya;
1:16 ia akan membuat banyak orang Israel berbalik kepada Tuhan, Allah mereka,
1:17 dan ia akan berjalan mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa Elia untuk membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar dan dengan demikian menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagi-Nya."
1:18 Lalu kata Zakharia kepada malaikat itu: "Bagaimanakah aku tahu, bahwa hal ini akan terjadi? Sebab aku sudah tua dan isteriku sudah lanjut umurnya."
1:19 Jawab malaikat itu kepadanya: "Akulah Gabriel yang melayani Allah dan aku telah diutus untuk berbicara dengan engkau dan untuk menyampaikan kabar baik ini kepadamu.
1:20 Sesungguhnya engkau akan menjadi bisu dan tidak dapat berkata-kata sampai kepada hari, di mana semuanya ini terjadi, karena engkau tidak percaya akan perkataanku yang akan nyata kebenarannya pada waktunya."
1:21 Sementara itu orang banyak menanti-nantikan Zakharia. Mereka menjadi heran, bahwa ia begitu lama berada dalam Bait Suci.
1:22 Ketika ia keluar, ia tidak dapat berkata-kata kepada mereka dan mengertilah mereka, bahwa ia telah melihat suatu penglihatan di dalam Bait Suci. Lalu ia memberi isyarat kepada mereka, sebab ia tetap bisu.
Zakharia, digambarkan dalam injil Lukas, sebagaimana dikutipkan ayat-ayatnya di atas, adalah seorang imam yang sudah tua bangka, demikian juga dengan istrinya. Tidak ada kisah lain tentang Zakharia dalam seluruh Perjanjian Baru kecuali keterangan Lukas yang sebagian ayat-ayatnya dikutipkan di atas. Dan perlu dicatat, bahwa injil Lukas hanya berbicara tentang masa tua Zakharia untuk meriwayatkan kelahiran Yohanes Pembaptis. Ini menunjukkan bahwa Zakharia dalam keterangan Lukas adalah orang yang sama dengan nabi Zakharia yang namanya disandangkan pada sebuah kitab Perjanjian Lama, kitab Zakharia (baca Zakharia 1:1 dan Nehemia 12:12-22). Namun demikian, tampaknya terdapat kesalahan fatal dari pengarang Lukas yang menempatkan Zakharia sebagai anggota kaum keluarga Abia (Lukas 1:5). Seharusnya, Zakharia dari kaum keluarga Ido (Nehemia 12:16), karena yang berasal dari kaum keluarga Abia adalah Zikhri, nama yang hampir mirip dengan Zakharia (Nehemia 12:17). Zakharia adalah salah seorang nabi dan rasul Allah bagi umat Israel.
Kita tentu sangat heran pada kitab Zakharia, kitab ini seharusnya memberi informasi tentang seluk-beluk nabi Zakharia sebagaimana kebiasaan kitab-kitab Perjanjian Lama lainnya yang nama-nama tokohnya disandangkan pada nama-nama kitabnya, tetapi kitab ini justru diam seribu bahasa tentang peristiwa kelahiran Yohanes Pembaptis ini. Kita melihat kitab Zakharia hanyalah berisi kumpulan "firman Tuhan" dari berbagai sumber yang dipadukan dan disusun tanpa penyuntingan dan riwayat yang lengkap sehingga sangat tidak enak untuk dibaca. Hal ini dapat terlihat jelas dalam Zakharia 1:1-6 dimana penyusun kitab ini tiba-tiba berbicara tentang firman Tuhan kepada nabi Zakharia pada bulan kedelapan tahun kedua zaman raja Darius tanpa ada keterangan sama sekali tentang masa-masa sebelum dan ketika Zakharia menjadi seorang nabi. Selanjutnya, Zakharia 1:7-17 tiba-tiba berbicara tentang firman Tuhan kepada nabi Zakharia tiga bulan kemudian setelah firman Tuhan yang pertama. Setelah itu, firman-firman Tuhan yang datang kepada nabi Zakharia tidak lagi disebutkan kapan waktunya, kecuali Zakharia 7:1-7 yang berisi firman Tuhan kepada nabi Zakharia yang datang pada bulan kesembilan tahun keempat zaman raja Darius. Selain itu, banyak firman Tuhan yang tidak jelas siapa yang menerimanya, yaitu Zakharia 9;10;12;13;14, dan terdapat banyak perbedaan redaksi penyampaian firman, misalnya kata-kata: Datanglah firman TUHAN kepadaku, bunyinya: (Zakharia 6:9) dan kata-kata: Firman Tuhan datang kepada Zakharia, bunyinya: (Zakharia 7:8). Kata-kata yang pertama menunjukkan nabi Zakharialah yang sedang menuturkan bunyi firman Tuhan yang datang kepadanya, tetapi pada kata-kata yang kedua menunjukkan orang lainlah yang sedang menuturkan bunyi firman Tuhan yang datang kepada nabi Zakharia. Dan lain sebagainya. Perbedaan-perbedaan cara penuturan firman Tuhan ini menunjukkan riwayat-riwayat yang berbeda-beda yang digabung menjadi satu oleh sang penyusun kitab Zakharia.
Kini, setelah kita membaca keterangan kitab Lukas dan kitab Zakharia secara tuntas, timbul pertanyaan, pada zaman siapakah nabi Zakharia mengemban misi kenabiannya?
a. Zaman raja Herodes
b. Zaman raja Darius
c. Kedua-duanya
Kasus-kasus multiple choice seperti di atas jumlahnya ratusan bahkan ribuan dalam Alkitab. Kita tinggalkan saja kasus tersebut dan kita kembali pada persoalan identifikasi.
Baik Al-Qur'an maupun Lukas sepakat bahwa kelahiran nabi Yahya as (Yohanes Pembaptis) bermula dari doa nabi Zakharia yang kemudian didengar Tuhan dan dikabulkan doanya. Nama Yahya (Yohanes Pembaptis) dijelaskan oleh keduanya sebagai nama pemberian dari Tuhan. Keduanya juga sepakat bahwa nabi Zakharia meminta tanda kepada Tuhan untuk kehamilan istrinya, dan tanda yang diberikan Tuhan tersebut adalah bahwa nabi Zakharia tidak dapat berkata-kata atau menjadi bisu. Namun demikian, tanda yang diterangkan dalam Al-Qur'an dan Lukas sedikit berbeda, yaitu mengenai lamanya nabi Zakharia menjadi bisu. Jika Al-Qur'an menyatakan tandanya adalah "tidak dapat berkata-kata dengan manusia selama tiga hari", maka Lukas menyatakan tandanya adalah "tidak dapat berkata-kata sejak keluar dari Bait Suci sampai Yohanes Pembaptis berusia delapan hari untuk disunatkan" (Lukas 1:59-64).
KESIMPULAN:
Mengingat tidak ada bukti-bukti literatur lain dalam tradisi Yahudi dan Kristen kecuali yang diterangkan dalam kitab Lukas di atas tentang peristiwa kelahiran Yohanes Pembaptis ini, dan mempertimbangkan adanya kontradiksi yang serius antara kitab Zakharia dan kitab Lukas tentang zaman raja ketika nabi Zakharia mengemban misi kenabiannya, maka dapat dipastikan bahwa penyusun kitab Lukas mendapat riwayat kelahiran Yohanes Pembaptis ini dari serpihan-serpihan Injil (Injil yang diterima dan diajarkan Yesus kepada umat Israel) yang kemudian dimodifikasi sedemikian rupa sehingga menjadi sebuah kisah yang enak dibaca menurut penggubahnya.
Dengan cara yang sama, kita juga dapat mengidentifikasi keterangan dalam Matius 5:17-20 sebagai bagian dari kitab suci Injil yang asli sesuai pernyataan Al-Qur'an dalam QS. 5:46-47.
Penuduh terpaku kepada nama "ZAKHARIA" dan mengharuskan semua nama "ZAKHARIA" ini adalah seorang "NABI", perlu diketahui tidak semua tokoh yang dicatat dalam Alkitab adalah "NABI", mereka bisa saja orang biasa, seorang imam, seorang raja, seorang pelayan, tidak semuanya dipandang sebagai nabi. Kami juga heran bagaimana "Lot (Islam, Lut)" keponakan dari Abraham bisa dipandang sebagai "Nabi" dalam kepercayaan Muslim.
Zakharia yang menulis Kitab Zakharia (dalam Perjanjian Lama) memang adalah seorang Nabi :
* Ezra 6:14
Para tua-tua orang Yahudi melanjutkan pembangunan itu dengan lancar digerakkan oleh nubuat nabi Hagai dan nabi Zakharia bin Ido. Mereka menyelesaikan pembangunan menurut perintah Allah Israel dan menurut perintah Koresh, Darius dan Artahsasta, raja-raja negeri Persia.
* Zakharia 1:1,7
1:1 Dalam bulan yang kedelapan pada tahun kedua zaman Darius datanglah firman TUHAN kepada nabi Zakharia bin Berekhya bin Ido, bunyinya:
1:7 Pada hari yang kedua puluh empat dari bulan yang kesebelas -- itulah bulan Syebat -- pada tahun yang kedua zaman Darius datanglah firman TUHAN kepada nabi Zakharia bin Berekhya bin Ido, bunyinya:
Nabi Zakharia adalah keturunan Nabi Ido :
* 2 Tawarikh 13:22
Selebihnya dari riwayat Abia, langkah-langkahnya dan titah-titahnya, tertulis dalam kitab sejarah nabi Ido.
Nabi Zakharia ini hidup 500tahun lebih sM, sedangkan Imam Zakharia (ayahnya Yohanes Pembabtis) yang dicatat dalam Kitab Lukas hidup di zaman Masehi. Keduanya adalah orang yang berbeda, dan hidup di masa yang berbeda!.
Dengan demikian tuduhan diatas jadi lucu, karena penuduh tidak memahami sejarah. Disamping itu Al~Qur'an tidak bisa diselaraskan dengan Alkitab. Kita mempunyai Kitab-Suci yang berbeda, maka keduanya tidak bisa diselaraskan apalagi dengan menuruti kepercayaan Muslim.
----
Nabi Zakharia dan Iman Zakharia adalah sama-sama dari suku Lewi/Harun.
Btw, supaya tidak rancu antara yang mana Nabi Zakharia dan yang mana Imam Zakharia, berikut ini saya berikan catatan-catatan dari Alkitab yang menulis tentang latar belakang keduanya :
NABI ZAKHARIA :
* Nehemia 12:1-4
12:1 Inilah para imam dan orang-orang Lewi yang berangkat pulang bersama-sama Zerubabel bin Sealtiel dan Yesua: Seraya, Yeremia, Ezra,
12:2 Amarya, Malukh, Hatus,
12:3 Sekhanya, Rehum, Meremot,
12:4 Ido, Ginetoi, Abia,
Perhatikan Nama Ido, Nabi Zakharia adalah keturunan Ido :
* Zakharia 1:1
Dalam bulan yang kedelapan pada tahun kedua zaman Darius datanglah firman TUHAN kepada nabi Zakharia bin Berekhya bin Ido, bunyinya:
bandingkan dengan :
* Nehemia 12:16
Zakharia dari kaum keluarga Ido, Mesulam dari kaum keluarga Gineton,
IMAM ZAKHARIA :
* Nehemia 12:1-4
12:1 Inilah para imam dan orang-orang Lewi yang berangkat pulang bersama-sama Zerubabel bin Sealtiel dan Yesua: Seraya, Yeremia, Ezra,
12:2 Amarya, Malukh, Hatus,
12:3 Sekhanya, Rehum, Meremot,
12:4 Ido, Ginetoi, Abia,
bandingkan dengan :
Lukas 1:5
"Pada zaman Herodes, raja Yudea, adalah seorang imam yang bernama Zakharia dari rombongan Abia. Isterinya juga berasal dari keturunan Harun, namanya Elisabet."
Maka jelas bahwa Imam Zakharia ini adalah keturunan Abia, bukan Ido.
Dengan demikian Nabi Zakharia dan Imam Zakharia adalah orang yang berbeda, selain hidup di era yang berbeda, juga mereka masing-masing dari keturunan yang berbeda
Sebagai catatan, jika penyusun kitab Lukas meriwayatkan kelahiran Yohanes Pembaptis pada zaman raja Herodes, maka pada zaman yang sama, penyusun kitab Matius meriwayatkan kelahiran Yesus (Matius 2:1). Sedangkan menurut Lukas, kelahiran Yesus terjadi pada zaman kaisar Agustus (Lukas 2:1-7). Mana yang benar?
Wassalaam.
Keduanya benar dan tidak ada yang kontradiksi, Pada masa Yesus lahir (semasa juga dengan kelahiran Yohanes Pembabtis) seluruh wilayah Palestina dalam kekuasaan Romawi yang kala itu kaisarnya adalah Kaisar Agustus. Sedangkan Herodes adalah raja wilayah Palestina (wilayah Yudea), tetapi dibawah pengawasan Romawi.
79. ELIA BUKAN YOHANES PEMBAPTIS
Kitab Maleakhi meramalkan:
4:1. Bahwa sesungguhnya hari itu datang, menyala seperti perapian, maka semua orang gegabah dan setiap orang yang berbuat fasik menjadi seperti jerami dan akan terbakar oleh hari yang datang itu, firman TUHAN semesta alam, sampai tidak ditinggalkannya akar dan cabang mereka.
4:2 Tetapi kamu yang takut akan nama-Ku, bagimu akan terbit surya kebenaran dengan kesembuhan pada sayapnya. Kamu akan keluar dan berjingkrak-jingkrak seperti anak lembu lepas kandang.
4:3 Kamu akan menginjak-injak orang-orang fasik, sebab mereka akan menjadi abu di bawah telapak kakimu, pada hari yang Kusiapkan itu, firman TUHAN semesta alam.
4:4. Ingatlah kepada Taurat yang telah Kuperintahkan kepada Musa, hamba-Ku, di gunung Horeb untuk disampaikan kepada seluruh Israel, yakni ketetapan-ketetapan dan hukum-hukum.
4:5 Sesungguhnya Aku akan mengutus nabi Elia kepadamu menjelang datangnya hari TUHAN yang besar dan dahsyat itu.
4:6 Maka ia akan membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya supaya jangan Aku datang memukul bumi sehingga musnah.
Konon katanya, Maleakhi meramalkan bahwa menjelang datangnya hari kiamat (hari pembalasan) nanti akan datang seorang nabi yang bernama Elia yang akan membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya.
Tentu saja, ia adalah sebuah nubuat yang secara harfiah belum terwujud!
Namun demikian, jika nama Elia yang dimaksud Maleakhi di atas adalah seorang tokoh tertentu, maka siapakah tokoh yang paling sesuai atau mendekati untuk menggantikan posisi nabi Elia?
Markus, Matius, dan Lukas , yang ketiganya dikenal sebagai injil-injil sinoptik , mengklaim bahwa Elia sebagaimana diramalkan dalam Maleakhi di atas adalah Yohanes Pembaptis. Berikut ini klaim mereka:
Lalu mereka bertanya kepada-Nya: "Mengapa ahli-ahli Taurat berkata, bahwa Elia harus datang dahulu?" Jawab Yesus: "Memang Elia akan datang dahulu dan memulihkan segala sesuatu. Hanya, bagaimanakah dengan yang ada tertulis mengenai Anak Manusia, bahwa Ia akan banyak menderita dan akan dihinakan? Tetapi Aku berkata kepadamu: Memang Elia sudah datang dan orang memperlakukan dia menurut kehendak mereka, sesuai dengan yang ada tertulis tentang dia." (Markus 9:11-13)
Sejak tampilnya Yohanes Pembaptis hingga sekarang, Kerajaan Sorga diserong dan orang yang menyerongnya mencoba menguasainya. Sebab semua nabi dan kitab Taurat bernubuat hingga tampilnya Yohanes dan--jika kamu mau menerimanya--ialah Elia yang akan datang itu. (Matius 11:12-14)
Lalu murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya: "Kalau demikian mengapa ahli-ahli Taurat berkata bahwa Elia harus datang dahulu?" Jawab Yesus: "Memang Elia akan datang dan memulihkan segala sesuatu dan Aku berkata kepadamu: Elia sudah datang, tetapi orang tidak mengenal dia, dan memperlakukannya menurut kehendak mereka. Demikian juga Anak Manusia akan menderita oleh mereka." Pada waktu itu mengertilah murid-murid Yesus bahwa Ia berbicara tentang Yohanes Pembaptis. (Matius 17:10-13)
ia (Yohanes Pembaptis) akan membuat banyak orang Israel berbalik kepada Tuhan, Allah mereka, dan ia akan berjalan mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa Elia untuk membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar dan dengan demikian menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagi-Nya." (Lukas 1:16-17)
Tentu saja, kita akan terkejut, karena kenyataannya, Yohanes Pembaptis tidak mampu berbuat sebagaimana diramalkan Maleakhi tentang nabi Elia, yakni "membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya", bahkan ia harus mati dipenggal kepalanya oleh umatnya sendiri, sebagaimana catatan Alkitab berikut:
Maka cepat-cepat ia pergi kepada raja dan meminta: "Aku mau, supaya sekarang juga engkau berikan kepadaku kepala Yohanes Pembaptis di sebuah talam!" Lalu sangat sedihlah hati raja, tetapi karena sumpahnya dan karena tamu-tamunya ia tidak mau menolaknya. Raja segera menyuruh seorang pengawal dengan perintah supaya mengambil kepala Yohanes. Orang itu pergi dan memenggal kepala Yohanes di penjara. Ia membawa kepala itu di sebuah talam dan memberikannya kepada gadis itu dan gadis itu memberikannya pula kepada ibunya. Ketika murid-murid Yohanes mendengar hal itu mereka datang dan mengambil mayatnya, lalu membaringkannya dalam kuburan. (Markus 6:25-29)
Maka setelah dihasut oleh ibunya, anak perempuan itu berkata: "Berikanlah aku di sini kepala Yohanes Pembaptis di sebuah talam." Lalu sedihlah hati raja, tetapi karena sumpahnya dan karena tamu-tamunya diperintahkannya juga untuk memberikannya. Disuruhnya memenggal kepala Yohanes di penjara dan kepala Yohanes itupun dibawa orang di sebuah talam, lalu diberikan kepada gadis itu dan ia membawanya kepada ibunya. Kemudian datanglah murid-murid Yohanes Pembaptis mengambil mayatnya dan menguburkannya. Lalu pergilah mereka memberitahukannya kepada Yesus. (Matius 14:8-12)
Herodes, raja wilayah, mendengar segala yang terjadi itu dan iapun merasa cemas, sebab ada orang yang mengatakan, bahwa Yohanes telah bangkit dari antara orang mati. Ada lagi yang mengatakan, bahwa Elia telah muncul kembali, dan ada pula yang mengatakan, bahwa seorang dari nabi-nabi dahulu telah bangkit. Tetapi Herodes berkata: "Yohanes telah kupenggal kepalanya. Siapa gerangan Dia ini, yang kabarnya melakukan hal-hal demikian?" Lalu ia berusaha supaya dapat bertemu dengan Yesus. (Lukas 9:7-9)
Para pengarang injil-injil sinoptik sengaja menggenapi nubuat Maleakhi tersebut dengan sosok Yohanes Pembaptis agar cita-cita umat Yahudi akan datangnya kembali seorang mesias terpenuhi oleh sosok Yesus, karena konon katanya Elia akan mempersiapkan jalan terlebih dahulu sebelum datangnya mesias tersebut. Kenyataannya, dapat kita lihat sendiri bahwa Yohanes Pembaptis sama sekali tidak cocok dengan ciri-ciri nabi Elia sebagaimana disebutkan dalam kitab Maleakhi di atas.
Berbeda dengan injil-injil sinoptik, Injil Yohanes secara tegas menolak bahwa Elia yang dinubuatkan Maleakhi tersebut adalah Yohanes Pembaptis. Berikut kesaksian Yohanes:
Dan inilah kesaksian Yohanes ketika orang Yahudi dari Yerusalem mengutus beberapa imam dan orang-orang Lewi kepadanya untuk menanyakan dia: "Siapakah engkau?" Ia mengaku dan tidak berdusta, katanya: "Aku bukan Mesias." Lalu mereka bertanya kepadanya: "Kalau begitu, siapakah engkau? Elia?" Dan ia menjawab: "Bukan!" "Engkaukah nabi yang akan datang?" Dan ia menjawab: "Bukan!" (Yohanes 1:19-21)
Ringkasnya, nubuat Maleakhi di atas sebenarnya merupakan ramalan yang tidak pernah terwujud!
Namun demikian, jika kita harus mencocok-cocokkan pesan Maleakhi di atas, tentulah Nabi Muhammad SAW jauh lebih cocok menggantikan sosok Elia dibandingkan dengan Nabi Yahya AS (Yohanes Pembaptis), karena beliau adalah nabi terakhir yang mampu "membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya" sebelum datangnya hari Tuhan yang besar itu (hari pembalasan).
Wassalaam.
Memang Yohanes menolak anggapan bahwa ia adalah "Elia" ketika orang menanyakan kepadanya
* Yohanes 1:19-21
1:19 Dan inilah kesaksian Yohanes ketika orang Yahudi dari Yerusalem mengutus beberapa imam dan orang-orang Lewi kepadanya untuk menanyakan dia: "Siapakah engkau?"
1:20 Ia mengaku dan tidak berdusta, katanya: "Aku bukan Mesias."
1:21 Lalu mereka bertanya kepadanya: "Kalau begitu, siapakah engkau? Elia?" Dan ia menjawab: "Bukan!" "Engkaukah nabi yang akan datang?" Dan ia menjawab: "Bukan!"
Para imam dan orang Lewi datang kepada Yohanes Pembabtis dan bertanya kepadanya apakah ia adalah Elia?. Tuhan berfirman melalui nabi Maleakhi bahwa Ia akan mengirimkan Elia kepada orang-orang Israel pada suatu saat tertentu.
Orang Yahudi sedang menanti-nantikan kedatangan seorang "Mesias yang dijanjikan", dan "nabi yang akan datang". Oleh karena itu sebagai orang-orang yang menantikan kedatangan Elia, maka wajar saja mereka bertanya kepada Yohanes seperti itu.
Yohanes berusia sekitar 30tahun ketika hal itu ditanyakan, dan kedua orangtuanya sudah meningal, dan dialah anak satu-satunya Iman Zakharia. Jadi ketika ia ditanya apakah ia Elia yang naik ke Surga 878 tahun sebelumnya, jawabannya tentu saja "Bukan, aku bukan Elia".
Agaknya ini akan bertentangan dengan pernyataan Yesus Kristus yang merujuk bahwa Yohanes Pembabtis adalah Elia :
* Matius 17:11-13
17:11 Jawab Yesus: "Memang Elia akan datang dan memulihkan segala sesuatu
17:12 dan Aku berkata kepadamu: Elia sudah datang, tetapi orang tidak mengenal dia, dan memperlakukannya menurut kehendak mereka. Demikian juga Anak Manusia akan menderita oleh mereka."
17:13 Pada waktu itu mengertilah murid-murid Yesus bahwa Ia berbicara tentang Yohanes Pembaptis.
17:14 Ketika Yesus dan murid-murid-Nya kembali kepada orang banyak itu, datanglah seorang mendapatkan Yesus dan menyembah,
Betulkah kedua ayat diatas bertentangan?
Matius mencatat perkataan Yesus yang menyatakan bahwa Yohanes Pembabtis adalah Elia yang akan datang, sedangkan Yohanes sendiri menyangkalnya. Namun, hal ini tidak bertentangan.
Yohanes menyangkal bahwa ia adalah Elia karena kalangan Yahudi mengharapkan kedatangan Elia secara fisik. Yesus Kristus pun tidak mengatakan bahwa Yohanes Pembaptis adalah Elia secara fisik. Hal ini tampak ketika Yesus mengatakan bahwa Yohanes lebih besar dari semua orang yang pernah lahir, termasuk Musa dan tentu saja Elia. Bila Yohanes Pembabtis lebih besar dari Elia, tentu saja ia bukan Elia.
* Matius 11:11
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis, namun yang terkecil dalam Kerajaan Sorga lebih besar dari padanya.
Jadi, apa maksud Yesus dengan menyebut Yohanes sebagai "Elia yang akan datang"?. Malaikat Gabriel (Jibril) berbicara kepada Iman Zakharia mengenai anaknya, Yohanes belum lahir. Katanya, "dan ia akan berjalan mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa Elia untuk membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar dan dengan demikian menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagi-Nya" (Lukas 1:17).
Perhatikan ungkapan "berjalan, dalam roh dan kuasa Elia". Jika ada seseorang berjalan dalam "roh" dan "kuasa" Yesus Kristus, apakah ia dapat disebut sebagai Yesus Kristus secara fisik?. Maka demikianlah yang berlaku juga kepada Yohanes Pembabtis, bahwa memang dia bukan Elia secara fisik.
Apa yang dicatat Lukas dalam Lukas 1:17, disini Malaikat menunjuk kepada dua buah Nubuat, yaitu Yesaya 40:3-5 :
* Yesaya 40:3-5
40:3 Ada suara yang berseru-seru: "Persiapkanlah di padang gurun jalan untuk TUHAN, luruskanlah di padang belantara jalan raya bagi Allah kita!
40:4 Setiap lembah harus ditutup, dan setiap gunung dan bukit diratakan; tanah yang berbukit-bukit harus menjadi tanah yang rata, dan tanah yang berlekuk-lekuk menjadi dataran;
40:5 maka kemuliaan TUHAN akan dinyatakan dan seluruh umat manusia akan melihatnya bersama-sama; sungguh, TUHAN sendiri telah mengatakannya."
Kemudian, perhatikan Lukas 3:4-6 untuk melihat bagaimana hal ini berlaku bagi Yohanes Pembabtis :
* Lukas 3:2-6
3:2 pada waktu Hanas dan Kayafas menjadi Imam Besar, datanglah firman Allah kepada Yohanes, anak Zakharia, di padang gurun.
3:3 Maka datanglah Yohanes ke seluruh daerah Yordan dan menyerukan: "Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu,
3:4 seperti ada tertulis dalam kitab nubuat-nubuat Yesaya: Ada suara yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya.
3:5 Setiap lembah akan ditimbun dan setiap gunung dan bukit akan menjadi rata, yang berliku-liku akan diluruskan, yang berlekuk-lekuk akan diratakan,
3:6 dan semua orang akan melihat keselamatan yang dari Tuhan."
Kemudian bandingkan Kitab Maleakhi 4:5-6 yang menyebutkan :
* Maleakhi 4:5-6
4:5 Sesungguhnya Aku akan mengutus nabi Elia kepadamu menjelang datangnya hari TUHAN yang besar dan dahsyat itu.
4:6 Maka ia akan membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya supaya jangan Aku datang memukul bumi sehingga musnah.
Gabriel tidak salah dengan menyebutkan bahwa Yohanes Pembabtis adalah "Elia yang akan datang" seperti yang difirmankan Allah melalui Nabi Maleakhi
Jadi, apakah Yohanes adalah Elia? Tentu saja "Bukan".
Tetapi jika saja tadinya para imam dan orang Lewi bertanya, "Apakah engkau yang dikatakan Nabi Maleakhi sebagai Elia?" Yohanes Pembabtis tentu akan mengiyakannya.
Yesus Kristus dalam Matius 17:11-13 mengatakan bahwa nubuat Nabi Maleakhi itu benar, tetapi Elia telah datang sebelumnya. Yesus menyamakan Elia dengan Yohanes Pembabtis dalam arti rohani. Ia mengatakan bahwa "Elia" menderita, sama seperti diriNya, akan menderita, "Pada waktu itu mengertilah murid-murid Yesus bahwa Ia berbicara tentang Yohanes Pembaptis" (Matius 17:13). Oleh karena itu, jika kita mengerti konteks ayat ini, maka jelas bahwa Yohanes Pembabtis bukanlah Elia secara jasmani, tetapi ia adalah Elia dalam arti rohani yang dinubuatkan oleh nabi Maleakhi, yaitu salah seorang utusan yang mempersiapkan jalan bagi Mesias, yaitu Yesus, "Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia" (Yohanes 1:29)
Dan, maaf rujukan ayat dalam Kitab maleakhi tersebut sama-sekali tidak ada hubungannya dengan Muhammad.
80. AJARAN PLIN-PLAN KRISTEN
Sebagaimana hampir semua orang Yahudi tahu, bahwa agama Kristen mengklaim Perjanjian Lama sebagai bagian dari kitab-kitab mereka berdasarkan pernyataan Yesus dalam kitab Matius berikut ini:
5:17. "Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.
Namun demikian, perlu diingat, Yesus tidak berhenti dengan perkataan itu saja, tetapi masih ada terusannya:
5:18 Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.
5:19 Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga.
5:20 Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.
Dengan jelas dikatakan oleh Yesus dalam ayat-ayat 18,19, dan 20 di atas, bahwa hukum Taurat wajib dilaksanakan oleh umat Yesus hingga hari kiamat tiba, dan Yesus mengancam mereka yang hidup keagamaannya tidak lebih baik dari ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, mereka tidak akan masuk ke dalam kerajaan sorga.
Tetapi apa yang terjadi dengan umat Kristen? Mereka dengan tegas menolak perintah Yesus dalam ayat-ayat 18,19, dan 20 di atas dengan dalih pernyataan Yesus dalam kitab Lukas berikut ini:
16:16 Hukum Taurat dan kitab para nabi berlaku sampai kepada zaman Yohanes; dan sejak waktu itu Kerajaan Allah diberitakan dan setiap orang menggagahinya berebut memasukinya.
16:17 Lebih mudah langit dan bumi lenyap dari pada satu titik dari hukum Taurat batal.
Tampaknya umat Kristen tidak mau tahu dengan teks-teks yang ditulis oleh pengarang Lukas tersebut, mereka menjadikan ayat-ayat Lukas tersebut untuk dijadikan pembenaran atas penolakannya terhadap perintah Yesus dalam ayat-ayat Matius 5:18-20 di atas. Padahal, teks-teks Lukas tersebut sebenarnya merupakan kutipan yang salah arah dari sumber tertentu penyusun kitabnya (mungkin Q) 1. Hal ini bisa dikonfirmasi melalui pernyataan Yesus dalam kitab Matius berikut ini:
11:12 Sejak tampilnya Yohanes Pembaptis hingga sekarang, Kerajaan Sorga diserong dan orang yang menyerongnya mencoba menguasainya.
11:13 Sebab semua nabi dan kitab Taurat bernubuat hingga tampilnya Yohanes
Jadi, menurut Matius, bukanlah hukum Taurat yang berlaku hingga zaman Yohanes (Pembaptis), tetapi nubuat Tauratlah yang berlaku hingga tampilnya Yohanes.
Lebih jauh, pengarang Lukas sendiri dalam Lukas 23:55-56 (dikutip di bawah) berkisah tentang para pengikut Yesus yang mengkuduskan hari Sabat setelah menyaksikan mayat "Yesus" dibaringkan. Sebagaimana diketahui, pengkudusan hari Sabat merupakan bagian pokok dari hukum Taurat. Bagaimana mungkin hukum Taurat berlaku sampai kepada zaman Yohanes sementara para pengikut Yesus sendiri mengkuduskan hari Sabat justru setelah "Yesus" mati?
23:55. Dan perempuan-perempuan yang datang bersama-sama dengan Yesus dari Galilea, ikut serta dan mereka melihat kubur itu dan bagaimana mayat-Nya (Yesus) dibaringkan.
23:56. Dan setelah pulang, mereka menyediakan rempah-rempah dan minyak mur. Dan pada hari Sabat mereka beristirahat menurut hukum Taurat.
Penting untuk dicatat, bahwa antara pengarang Matius dan pengarang Lukas, keduanya tidak saling kenal, tidak jelas identitas para penulisnya, dan masa penyusunan keduanya juga berbeda, 2 sehingga penolakan umat Kristen terhadap perintah Yesus dalam Matius 5:18-20 dengan dalih pernyataan Yesus dalam Lukas 16:16-17 adalah akal-akalan. Sebagaimana bisa dibaca, seringkali kita menemukan kontradiksi yang serius antara kedua kitab ini (misal: kontradiksi serius masa kelahiran Yesus, silsilah Yesus, dsb.), meski keduanya diduga kuat sama-sama mengambil sebagian narasumbernya dari Markus (atau mungkin proto-Markus), disamping Q, dan sumber-sumber lisan ataupun tulisan yang khas bagi masing-masing dari keduanya. 3 Ini menunjukkan bahwa masing-masing dari kedua pengarang kitab ini benar-benar independen.
Demikianlah ajaran Kristen, di satu sisi ia mengklaim Perjanjian Lama sebagai bagian dari kitab-kitabnya berdasarkan pernyataan Yesus dalam Matius 5:17, tetapi mereka menolak perintah Yesus dalam Matius 5:18-20 dengan dalih pernyataan Yesus dalam Lukas 16:16-17 yang salah arah ini. Akhirnya, jika kita tidak dianugerahi akal sehat dan etika sopan-santun yang memadai, sudah barang tentu kita akan menertawakan keyakinan plin-plan seperti ini.
Keterangan:
1. Q adalah istilah Jerman Quelle yang berarti sumber. Ada tiga lapisan Q yang berbeda, yaitu Q1 (tahun 50 M), Q2 (tahun 65 M), dan Q3 (tahun 75 M). [A) Robinson JM (1971a) B) Robinson JM (1971b) C) Koester H (1971a) D) Mack BL (1996)]. Selengkapnya baca di sini.
2. Kitab Matius dikompilasi sekitar tahun 85 M, sedangkan kitab Lukas dikompilasi sekitar tahun 95 M. [A) Duncan GB (1971) B) Sunberg AC (1971) C) Kee HC (1971) D) Leon Dufour X (1983) E) Mack BL (1996) F) Fenton JC (1973) G) Asimov I (1969) H) Baird W (1971)]. Namun demikian, Caird GB, pada tahun 1972 dalam bukunya yang berjudul Saint Luke, terbitan Penguin Books, Baltimore, menyatakan bahwa ada versi Lukas yang lebih awal, yang bisa disebut proto-Lukas, yang disusun sekitar tahun 60 M, dan yang dimulai dengan pembaptisan Yesus, sebagaimana dimiliki Markus.
3. A) Mack BL (1996) B) Kee HC (1971) C) Filson FV (1971) D) Burch EW (1929) E) Baird W (1971).
Wassalaam.
Sebagaimana hampir semua orang Yahudi tahu, bahwa agama Kristen mengklaim Perjanjian Lama sebagai bagian dari kitab-kitab mereka berdasarkan pernyataan Yesus dalam kitab Matius berikut ini:
5:17. "Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.
Namun demikian, perlu diingat, Yesus tidak berhenti dengan perkataan itu saja, tetapi masih ada terusannya:
5:18 Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.
5:19 Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga.
5:20 Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.
Dengan jelas dikatakan oleh Yesus dalam ayat-ayat 18,19, dan 20 di atas, bahwa hukum Taurat wajib dilaksanakan oleh umat Yesus hingga hari kiamat tiba, dan Yesus mengancam mereka yang hidup keagamaannya tidak lebih baik dari ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, mereka tidak akan masuk ke dalam kerajaan sorga.
JAWAB :
Penuduh "merasa tahu apa itu Taurat" dengam memaksakan Matius 5:18 sesuai kehendaknya. Daripada menuruti seseorang yang "sok tahu" mari kita kaji ayat-ayat yang dipersoalkan diatas sbb :
* Matius 5:18
LAI TB, Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi
KJV, For verily I say unto you, Till heaven and earth pass, one jot or one tittle shall in no wise pass from the law, till all be fulfilled.
TR, αμην γαρ λεγω υμιν εως αν παρελθη ο ουρανος και η γη ιωτα εν η μια κεραια ου μη παρελθη απο του νομου εως αν παντα γενηται
Translit interlinear, amên {sesungguhnya} gar {karena} legô {Aku berkata} humin {kepadamu} heôs an {sampai} parelthê {berlalu} ho ouranos {langit} kai {dan} hê gê {bumi} iôta {iota (titik)} hen {satu} hê {atau} mia {satu} keraia {garis kecil (dari sebuah huruf)} ou mê {pasti tidak} parelthê {berlalu} apo {dari} tou nomou {Taurat} heôs an {sampai} panta {semua} genêtai[/b] {terjadi}.
Penuduh dengan menggunakan ayat dalam Matius 5:18 mengatakan bahwa Taurat itu berlaku selamanya, satu iota (satu titik) pun tidak ditiadakan. Namun pendapat ini mengabaikan frasa yang juga terdapat pada ayat itu juga, yaitu frasa "sebelum semuanya terjadi". Padahal frasa inilah kunci dalam memahami ayat tsb.
Untuk mengerti makna dalam Matius 5:18, sebaiknya juga dibaca ayat-ayat sesudahnya, tentang "iota" yang dipermasalahkan, adalah berhubungan dengan hal-hal yang akan segera digenapi Yesus Kristus dalam pelayananNya di dunia ini, untuk itulah Ia berkata "satu iota-pun tidak akan dibatalkan sebelum semuanya terjadi", Maksud dari "semuanya terjadi" ini adalah berkaitan dengan hal-hal yang akan segera digenapi oleh Tuhan Yesus Kristus, yaitu kematianNya dan kebangkitanNya yang dengan sendirinya akan menggenapi Hukum Taurat.
Iota adalah huruf Ibrani "YOD" atau "WAW", yang artinya "titik" dan garis kecil. huruf ini dalam tulisan Ibrani sering boleh saja dilihangkan.
"selama belum lenyap langit dan bumi ini" artinya pada masa ini --> ini menunjukkan keabadian Taurat itu.
dikontraskan dengan :
"satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi"
Kata "ditiadakan": Yunani "parelthê' dari kata "parerkhomai adalah kata yang sama dengan lenyap.
"semuanya terjadi" : Yunani "genêtai" dari kata "ginomai. Kata ini sering dipakai oleh Matius untuk sesuatu yang terjadi sebagai penggenapan nubuat (bandingkan dengan Matius 1:22, 21:4, 24:6, 26:54, 56) sbb:
Matius 1:22 : Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi
Matius 21:4 : Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi
Matius 24:6 : Kamu akan mendengar deru perang atau kabar-kabar tentang perang. Namun berawas-awaslah jangan kamu gelisah; sebab semuanya itu harus terjadi, tetapi itu belum kesudahannya.
Matius 26:54 : Jika begitu, bagaimanakah akan digenapi yang tertulis dalam Kitab Suci, yang mengatakan, bahwa harus terjadi demikian?
Mat 26:56 : Akan tetapi semua ini terjadi supaya genap yang ada tertulis dalam kitab nabi-nabi." Lalu semua murid itu meninggalkan Dia dan melarikan diri.
Pada Matius 24:34-35 sejajar dengan Matius 5:18 :
* Matius 24:34-35
24:34 LAI TB, Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya angkatan ini tidak akan berlalu, sebelum semuanya ini terjadi
TR Translit, amên legô umin hoti ou mê parelthê hê genea autê heôs an panta tauta genêtai
24:35 LAI TB, Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu
TR Translit, ho ouranos kai ê gê pareleusetai pareleusontai oi de logoi mou ou mê parelthôsin
Kata "ginomai" dan "parerkhomai sama-sama dipakai dalam ayat diatas. Maka bisa kita tarik kesimpulan bahwa pada masa ini tidak akan ada yang dilenyapkan dari Firman yang tertulis dalam Perjanjian Lama. Sampai semua yang dinubuatkan dalam Perjanjian Lama tentang Mesias sudah terjadi, dengan begitu artinya yang sepenuhnya sudah nyata.
Selanjutnya kita teruskan ke ayat 19, supaya lebih :
* Matius 5:19
LAI TB, Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga.
KJV, Whosoever therefore shall break one of these least commandments, and shall teach men so, he shall be called the least in the kingdom of heaven: but whosoever shall do and teach them, the same shall be called great in the kingdom of heaven.
TR, ος εαν ουν λυση μιαν των εντολων τουτων των ελαχιστων και διδαξη ουτως τους ανθρωπους ελαχιστος κληθησεται εν τη βασιλεια των ουρανων ος δ αν ποιηση και διδαξη ουτος μεγας κληθησεται εν τη βασιλεια των ουρανων
Translit, hos ean {siapa saja yang} oun {karena itu} lusê {meniadakan/memperlunak} mian {satu} tôn entolôn {dari perintah-perintah} toutôn {ini} tôn elakhistôn {yang paling kecil} kai {dan} didaxê {mengajarkan} houtôs {demikian} tous anthrôpous {orang-orang} elakhistos {yang paling kecil} klêthêsetai {ia akan dipanggil} en {didalam} tê basileia {Kerajaan} tôn ouranôn {Surga} hos d an {tetapi siapa saja} poiêsê {melakukan} kai {dan} didaxê {mengajarkan} houtos {(orang) ini} megas {yang besar} klêthêsetai {akan dipanggil} en {didalam} tê basileia {kerajaan} tôn ouranôn {Surga}
Ayat diatas memperluas prinsip dari apa yang "digenapi" dengan datangnya Kristus, ke sikap para murid terhadap hukum Taurat.
Kata "λυση – lusê", verb – ditulis dalam bentuk aorist active subjunctive - third person singular
Dari kata "luo", leksikon Yunani, to loosen -- break (up), destroy, dissolve, (un-)loose, melt, put off
Kata "λυση – lusê" (meniadakan/ memperlunak), yang dilakukan oleh orang-orang Farisi. Dengan cara penafsiran mereka yang kasuistik, mereka membuat Hukum Taurat itu dapat gampang dilaksanakan karena memperlemah (memperlunak) kuasa moral Hukum Taurat itu. Mereka akan "menduduki tempat yang paling rendah….., menduduki tempat yang paling tinggi…" artinya secara harfiah akan disebut "tak berarti"
Sebaliknya, Yesus mengatakan "yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga".
segala perintah menunjuk kepada Hukum Taurat PL dan hal-hal yang segera menyusul, yakni rumusan Kristus yang lebih dalam tentang Hukum Taurat yang menunjukkan kepada penggenapan sesungguhnya (Matius 5:38, Matius 22:34-40 dst). Yesus Kristus merujuk kepada diriNya yang akan segera mengajarkan kegenapan Taurat, revitalisasi dari Taurat yang Ia rumuskan dalam Hukum yang baru, yaitu HUKUM KASIH :
Kita lanjut ayat 20 :
* Matius 5:20
LAI TB, Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.
LAI TL, Karena Aku berkata kepadamu: Jikalau tiada kebenaranmu terlebih daripada kebenaran segala ahli Taurat dan orang Parisi, sekali-kali tiada dapat kamu masuk ke dalam kerajaan surga
KJV, For I say unto you, That except your righteousness shall exceed the righteousness of the scribes and Pharisees, ye shall in no case enter into the kingdom of heaven.
TR, λεγω γαρ υμιν οτι εαν μη περισσευση η δικαιοσυνη υμων πλειον των γραμματεων και φαρισαιων ου μη εισελθητε εις την βασιλειαν των ουρανων
Translit, legô gar humin oti ean mê perisseusê humôn hê dikaiosunê humôn pleion tôn grammateôn kai pharisaiôn ou mê eiselthête eis tên basileian tôn ouranôn.
Disini padanan kata Yunani "dikaiosunê", kebenaran, dalam terjemahan lama (TL) lebih tepat daripada "hidup keagamaan" (TB). Keagamaan berbau kepada inisyatif manusia, justru kurang tepat menggambarkan syarat masuk surga.
lebih benar : lebih benar, bukan lebih besar! Ahli-ahli Taurat yang adalah orang-orang yang menganggap dirinya sebagai pengajar Hukum Taurat, dan Farisi adalah orang-orang yang mengaku mengerjakan hukum Taurat. Masuk ke dalam Kerajaan Surga itu tergantung pada hubungan dengan Allah dan ini harus diperlihatkan dalam kehidupan dan ajaran yang bersifat mendalam. Kita dituntut untuk melakukan kebenaran itu sebagai syarat untuk masuk ke dalam Kerajaan Surga.
Sebagai kelanjutan dari Matius 5:19; Tuhan Yesus merangkumkan rumusan baru mengenai Hukum Taurat, lex talionis (Ulangan 19:21), sbb :
* Ulangan 19:21
LAI TB, Janganlah engkau merasa sayang kepadanya, sebab berlaku: nyawa ganti nyawa, mata ganti mata, gigi ganti gigi, tangan ganti tangan, kaki ganti kaki."
KJV, And thine eye shall not pity; but life shall go for life, eye for eye, tooth for tooth, hand for hand, foot for foot.
Hebrew, וְלֹא תָחֹוס עֵינֶךָ נֶפֶשׁ בְּנֶפֶשׁ עַיִן בְּעַיִן שֵׁן בְּשֵׁן יָד בְּיָד רֶגֶל בְּרָֽגֶל׃ ס
Translit, VELO TAKHOS 'EYNEKHA NEFESY BENEFESY 'AYIN BE'AYIN SYEN BESYEN YAD BEYAD REGEL BERAGEL
Yesus menggenapi ajaran diatas dengan memberikan rumusan baru tentang lex talionis itu , sbb :
* Matius 5:38,
5:38 Kamu telah mendengar firman: Mata ganti mata dan gigi ganti gigi.
5:39 Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapa pun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu.
5:40 Dan kepada orang yang hendak mengadukan engkau karena mengingini bajumu, serahkanlah juga jubahmu.
5:41 Dan siapa pun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil.
5:42 Berilah kepada orang yang meminta kepadamu dan janganlah menolak orang yang mau meminjam dari padamu.
5:43 Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu.
5:44 Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.
5:45 Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.
5:46 Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian?
5:47 Dan apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya dari pada perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tidak mengenal Allah pun berbuat demikian?
5:48 Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna."
Tentang ajaran Yesus dalam Matius 5:39: "Jika pipi kananmu ditampar beri juga pipi kirimu!" Tidak bisa kita artikan secara harafiah begitu saja. Bukan berarti Yesus mengajar jika ada kejahatan kita diamkan saja. Tetapi yang hendak ditekankan di sini adalah lebih baik kita balas kejahatan itu dengan kebaikan, daripada membalas dendam. Jika kita terpaksa membela diri, maka itu jangan dilandasi dengan perasaan benci. Dalam ajaran ini Yesus hendak mengingatkan bahwa prinsip balas dendam (lex talionis), keras melawan keras, seperti "mata dibalas mata, gigi dibalas gigi", pada hakikatnya tidak akan menyelesaikan masalah.
Selanjutnya, bisa Anda baca pengertiannya dalam artikel yang berjudul : DITAMPAR PIPI KANAN, BERIKAN PIPI KIRI, di viewtopic.php?p=788#p788
Tidak selesai sampai disitu, Tuhan Yesus kristus kembali memberikan rumusan baru yang dikenal sebagai HUKUM KASIH :
* Matius 22:36-40
22:36 "Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?"
22:37 Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.
22:38 Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.
22:39 Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.
22:40 Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi."
Artinya, prinsip hukum Taurat tetap dilaksanakan dalam iman kristiani. Tetapi pelaksanaannya telah disempurnakan, dirumuskan ulang, direformulasikan sekaligus direvitalisasikan oleh Tuhan Yesus Kristus.
Tuhan Yesus memberi pengajaran yang sederhana dan jelas; meskipun kelihatannya sederhana, tetapi hukum diatas mencakup seluruh hukum Taurat!
Bahwa jika kita mengasihi Allah, maka kita akan melakukan prinsip-prinsip bahwa TUHAN adalah satu-satunya sesembahan kita, dan pelaksanaan ini akan selaras dengan Firman ke1-5 dalam Dasa Titah. Jika kita mengasihi sesama, tentu kita tidak boleh membunuh (Firman ke 6); berzinah (Firman ke 7) dan seterusnya. Dan semuanya akan selaras dengan (Firman 6-10).
10 Firman (Dasa Titah, Ibrani : 'ASERET HADEVÂRÏM), menulis "Jangan ini, jangan itu" harus kita akui, memang cenderung negatif. Juga bermacam-macam perintah yang tersebar dalam ke-5 kitab Musa itu berbeda gaya dengan apa yang dirumuskan Yesus tentang Hukum Kasih yang lebih positif "Hendaklah begini atau begitu". Dasa Titah memberi peringatan bahwa orang telah salah jalan, sedangkan Hukum Kasih memberi petunjuk, ke mana orang mesti putar haluan.
Tuhan Yesus merangkum Taurat itu menjadi 2 point yang sederhana. Pelaksanaan HUKUM KASIH sudah mencerminkan seluruh hukum Taurat (ayat 40).
Firman dalam PL tetap merupakan Firman Allah bagi orang percaya, sebab semuanya adalah dasar dari Perjanjian Baru.
Kita tidak akan bisa mengerti arti "kurban Yesus" tanpa melihat dan memahami dosa asal yang diperbuat Adam-Hawa.
Kita tidak akan mengerti terminologi "Anak Domba Allah" tanpa mempelajari prinsip-prinsip pengampunan dosa yang ada di Perjanjian Lama, kurban bakaran, kurban pengampunan dosa dll.
Dengan demikian, Yesus telah menggenapi Taurat dan menyempurnakannya. Pada beberapa keterangan Alkitab "Menggenapi" berarti "Memenuhi, sesuai dengan, melaksanakan dengan baik" :
* Roma 13:10
Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia, karena itu kasih adalah kegenapan hukum Taurat.
Yesus dan ajaranNya HUKUM KASIH menggenapi HUKUM TAURAT!
Penjelasannya sebegai berikut :
TUHAN YESUS KRISTUS MENGGENAPI HUKUM TAURAT
ada 4 pengertian "menggenapi" yang berkaitan dengan hal ini.
I. Menggenapi semua nubuatan mengenai diriNya dalam kitap Taurat, Nabi-nabi dan Mazmur.
* Lukas 24:44
Ia berkata kepada mereka: "Inilah perkataan-Ku, yang telah Kukatakan kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu, yakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur."
* Matius 1: 22-23
Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: "Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel" --yang berarti: Allah menyertai kita. --> Yesaya 7 : 14
* Matius 2:14-15
Maka Yusufpun bangunlah, diambilnya Anak itu serta ibu-Nya malam itu juga, lalu menyingkir ke Mesir, dan tinggal di sana hingga Herodes mati. Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: "Dari Mesir Kupanggil Anak-Ku." --> Hosea 11:1
* Matius 2:17:18
Dengan demikian genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yeremia: "Terdengarlah suara di Rama, tangis dan ratap yang amat sedih; Rahel menangisi anak-anaknya dan ia tidak mau dihibur, sebab mereka tidak ada lagi." --> Yeremia 31: 15
* Matius 4: 13-16
Ia meninggalkan Nazaret dan diam di Kapernaum, di tepi danau, di daerah Zebulon dan Naftali, supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya: "Tanah Zebulon dan tanah Naftali, jalan ke laut, daerah seberang sungai Yordan, Galilea, wilayah bangsa-bangsa lain, -- bangsa yang diam dalam kegelapan, telah melihat Terang yang besar dan bagi mereka yang diam di negeri yang dinaungi maut, telah terbit Terang."
Yesaya 8: 23 - 9:1
* Matius 8:17
Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya: "Dialah yang memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita." Yesaya 53:4
* Matius 12: 16-21
Ia dengan keras melarang mereka memberitahukan siapa Dia, supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya:
"Lihatlah, itu Hamba-Ku yang Kupilih, yang Kukasihi, yang kepada-Nya jiwa-Ku berkenan; Aku akan menaruh roh-Ku ke atas-Nya, dan Ia akan memaklumkan hukum kepada bangsa-bangsa. Ia tidak akan berbantah dan tidak akan berteriak dan orang tidak akan mendengar suara-Nya di jalan-jalan. Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya, sampai Ia menjadikan hukum itu menang. Dan pada-Nyalah bangsa-bangsa akan berharap." Yesaya 42 : 1-4
* Matius 21: 4-5
Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi: "Katakanlah kepada puteri Sion: Lihat, Rajamu datang kepadamu, Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai, seekor keledai beban yang muda." Zakharia 9:9
* Kisah Para Rasul 13:35
telah digenapi Allah kepada kita, keturunan mereka, dengan membangkitkan Yesus, seperti yang ada tertulis dalam mazmur kedua: Anak-Ku Engkau! Aku telah memperanakkan Engkau pada hari ini. Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati dan Ia tidak akan diserahkan kembali kepada kebinasaan. Hal itu dinyatakan oleh Tuhan dalam firman ini: Aku akan menggenapi kepadamu janji-janji yang kudus yang dapat dipercayai, yang telah Kuberikan kepada Daud.
Sebab itu Ia mengatakan dalam mazmur yang lain: Engkau tidak akan membiarkan Orang Kudus-Mu melihat kebinasaan.
* Yohanes 13:18.
Bukan tentang kamu semua Aku berkata. Aku tahu, siapa yang telah Kupilih. Tetapi haruslah genap nas ini: Orang yang makan roti-Ku, telah mengangkat tumitnya terhadap Aku. --> Mazmur 41: 10
* Yohanes 18:32
Demikian hendaknya supaya genaplah firman Yesus, yang dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana caranya Ia akan mati.
* Yohanes 19:24
Karena itu mereka berkata seorang kepada yang lain: "Janganlah kita membaginya menjadi beberapa potong, tetapi baiklah kita membuang undi untuk menentukan siapa yang mendapatnya." Demikianlah hendaknya supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci: "Mereka membagi-bagi pakaian-Ku di antara mereka dan mereka membuang undi atas jubah-Ku." Hal itu telah dilakukan prajurit-prajurit itu. --> Mazmur 22:19
* Yohanes 19:28
Sesudah itu, karena Yesus tahu, bahwa segala sesuatu telah selesai, berkatalah Ia--supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci--:"Aku haus!" --> Mazmur 22: 16, 69: 22
* Yohanes: 19:36
Sebab hal itu terjadi, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci: "Tidak ada tulang-Nya yang akan dipatahkan." Keluaran 12:46; Bilangan 9 : 12; Mazmur 34:21
* Yohanes 19:37
Dan ada pula nas yang mengatakan: "Mereka akan memandang kepada Dia yang telah mereka tikam." Zakharia 12: 10
II. Menggenapi hukum Taurat yang melambangkan pekerjaan penebusan yang dilakukan oleh Kristus (hukum upacara)
(al. penyembelihan binatang korban yang dibawa si pendosa untuk menjadi penggantinya; pekerjaan Imam di bilik kudus dan pekerjaan pendamaian di bilik maha kudus oleh Imam Besar; hari-hari raya lambang).
III. Menggenapi hukum Taurat yaitu melakukannya dengan sempurna.
Menggenapi = to fulfill = memenuhi (melaksanakan dengan penuh, dengan sempurna, tanpa cacat ).
Kita tidak bisa melaksanakan hukum Taurat dengan sempurna, namun Kristus telah melakukannya untuk kita. Kristus mendapatkan kebenaranNya bukan karena anugrah tetapi karena Dia memang telah melaksanakan seluruh perintah Allah dengan sempurna. Maka jika kita menerima Kritus menjadi pengganti kita, maka kebenaran Kristus menjadi milik kita.
* Roma 8 : 1-4
Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus. Roh, yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut.
Sebab apa yang tidak mungkin dilakukan hukum Taurat karena tak berdaya oleh daging, telah dilakukan oleh Allah. Dengan jalan mengutus Anak-Nya sendiri dalam daging, yang serupa dengan daging yang dikuasai dosa karena dosa, Ia telah menjatuhkan hukuman atas dosa di dalam daging, supaya tuntutan hukum Taurat digenapi di dalam kita, yang tidak hidup menurut daging, tetapi menurut Roh.
Gagal melaksanakan hukum Taurat mendatangkan hukuman (maut), daging kita tak berdaya melaksanakannya. Tapi hukuman maut itu sudah ditanggung Kristus. Kita kini hidup menurut Roh, yang menyanggupkan kita memenuhi kehendak Tuhan dalam hukumNya, yang mana tadinya tidak berdaya oleh daging.
* Roma 8 : 12-13
Jadi, saudara-saudara, kita adalah orang berhutang, tetapi bukan kepada daging, supaya hidup menurut daging. Sebab jika kamu hidup menurut danging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup.
Catatan :
Pada beberapa keterangan Alkitab "Menggenapi" berarti "Memenuhi, sesuai dengan, melaksanakan dengan baik".
* Matius 3: 15
Lalu Yesus menjawab, kata-Nya kepadanya: "Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah." Dan Yohanespun menuruti-Nya.
* Roma 13:10
Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia, karena itu kasih adalah kegenapan hukum Taurat.
IV. Menggenapi/ mengakhiri hukum Taurat sebagai alat mendapatkan Kebenaran
* Roma 10:4
Sebab Kristus adalah kegenapan hukum Taurat, sehingga kebenaran diperoleh tiap-tiap orang yang percaya.
RSV, For Christ is the end of the law, that every one who has faith may be justified.
Interpretasi ayat ini harus lah selaras dengan bagian lebih awal dari tulisan Paulus dalam surat yang sama kepada jemaat Roma (Roma 3 : 31), yaitu :
"Adakah kami membatalkan hukum Taurat karena iman? Sekali-kali tidak! Sebaliknya, kami meneguhkannya."
Paulus selaras dengan Kristus, yang menyatakan bahwa Dia datang bukan untuk meniadakan Taurat. (Matius 5:17. "Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya). Yesus Kristus sendirilah yang melaksanakan Hukum Taurat dengan sempurna, sekaligus menggenapiNya. Untuk itu umat yang percaya kepada Yesus Kristus tidak dituntut untuk melaksanakan Taurat, tetapi melaksanakan ajaran yang telah disempurnakanNya yang terangkum dalam HUKUM KASIH.
Tetapi apa yang terjadi dengan umat Kristen? Mereka dengan tegas menolak perintah Yesus dalam ayat-ayat 18,19, dan 20 di atas dengan dalih pernyataan Yesus dalam kitab Lukas berikut ini:
16:16 Hukum Taurat dan kitab para nabi berlaku sampai kepada zaman Yohanes; dan sejak waktu itu Kerajaan Allah diberitakan dan setiap orang menggagahinya berebut memasukinya.
16:17 Lebih mudah langit dan bumi lenyap dari pada satu titik dari hukum Taurat batal.
Tampaknya umat Kristen tidak mau tahu dengan teks-teks yang ditulis oleh pengarang Lukas tersebut, mereka menjadikan ayat-ayat Lukas tersebut untuk dijadikan pembenaran atas penolakannya terhadap perintah Yesus dalam ayat-ayat Matius 5:18-20 di atas. Padahal, teks-teks Lukas tersebut sebenarnya merupakan kutipan yang salah arah dari sumber tertentu penyusun kitabnya (mungkin Q) 1. Hal ini bisa dikonfirmasi melalui pernyataan Yesus dalam kitab Matius berikut ini:
11:12 Sejak tampilnya Yohanes Pembaptis hingga sekarang, Kerajaan Sorga diserong dan orang yang menyerongnya mencoba menguasainya.
11:13 Sebab semua nabi dan kitab Taurat bernubuat hingga tampilnya Yohanes
Jadi, menurut Matius, bukanlah hukum Taurat yang berlaku hingga zaman Yohanes (Pembaptis), tetapi nubuat Tauratlah yang berlaku hingga tampilnya Yohanes.
Telah dijelaskan diatas bahwa Yesus Kristus menjadi PENGGENAP TAURAT, dengan demikian Pernyataan Yesus yang mengatakan "Hukum Taurat dan kitab para nabi berlaku sampai kepada zaman Yohanes" tidak bertentangan dengan apa yang sedang dilakukan oleh Yesus, yaitu menggenapi TAURAT secara sempurna.
Yesus menyatakan bahwa Yohanes Pembabtis menandai akhir sebuah zaman. Sistem keagamaan/ tradisi ibadah yang lama dengan Hukum Taurat-nya berlaku sampai Yohanes Pembabtis mulai memberitakan kedatangan Sang Mesias dan memperkenalkan Kerajaan Allah.
Disini Yesus Kristus menekankan : zaman Taurat yang tercantum dalam kitab-kitab Musa dan para nabi, sudah lewat!. Dan Yohanes Pembabtis adalah nabi penghabisan yang masih terhitung kepada zaman itu, yaitu zaman pemberitaan Kerajaan Allah. Dan dengan hadirnya Sang Mesias ini, Kerajaan Allah sudah datang!
Seperti penjelasan diatas pula, Yesus Kristus menjadi penggenap TAURAT, Ia telah menyempurnakan HUKUM TAURAT menjadi HUKUM KASIH. Ia berkuasa atas HUKUM, karena Dia-lah HUKUM itu.
Dalam Kitab Suci umat Muslim sendiri mengakui bahwa Isa Al-Masih satu-satunya dinyatakan sebagai pembuat hukum (legislatif), bukan pelaksana hukum-hukum. Dia sanggup mengubah hukum-hukum Taurat dengan cara menghafalkan (sebagian) dari apa-apa yang diharamkan untuk manusia :[/color][/size]
* Qs 3:50
Dan (aku datang kepadamu) membenarkan Taurat yang datang sebelumku, dan untuk menghalalkan bagimu sebagian yang telah diharamkan untukmu, dan aku datang kepadamu dengan membawa suatu tanda (mukjizat) dari Tuhanmu. Karena itu bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.
http://quran.al-islam.com/Targama/DispT ... a=50&t=ind
Ini dikatakan Qur'an secara lurus, bukan suatu tafsiran. Para pakar berpendapat bahwa hakekat dari "Kalimat Allah" dan "Roh dari-padaNya" yang melekat pada Isa yang memungkinkan Ia menjadi penetap hukum.
Dalam Injil, Yesus Kristus tidak mengubah Hukum, tetapi Dialah Hukum.
Dalam Khotbah diatas Bukit (Matius pasal 5-7), Yesus menunjukkan betapa diriNya ber-otoritas penuh dalam legislasi hukum. Berkali-kali Ia menjejalkan pemurnian Hukum dengan mengkontraskan apa yang diterima manusia secara tidak murni/ tidak dalam kepenuhan Makna. Akibatnya seperti "merombak hukum" :
* Matius 5:27-30
5:27 Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah.
5:28 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya.
5:29 Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka.
5:30 Dan jika tanganmu yang kanan menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa dari pada tubuhmu dengan utuh masuk neraka
* Matius 5:38-42
5:38 Kamu telah mendengar firman: Mata ganti mata dan gigi ganti gigi.
5:39 Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapa pun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu.
5:40 Dan kepada orang yang hendak mengadukan engkau karena mengingini bajumu, serahkanlah juga jubahmu.
5:41 Dan siapa pun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil.
5:42 Berilah kepada orang yang meminta kepadamu dan janganlah menolak orang yang mau meminjam dari padamu.
* Matius 5:43-45
5:43 Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu.
5:44 Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.
5:45 Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.
Lebih jauh, pengarang Lukas sendiri dalam Lukas 23:55-56 (dikutip di bawah) berkisah tentang para pengikut Yesus yang mengkuduskan hari Sabat setelah menyaksikan mayat "Yesus" dibaringkan. Sebagaimana diketahui, pengkudusan hari Sabat merupakan bagian pokok dari hukum Taurat. Bagaimana mungkin hukum Taurat berlaku sampai kepada zaman Yohanes sementara para pengikut Yesus sendiri mengkuduskan hari Sabat justru setelah "Yesus" mati?
23:55. Dan perempuan-perempuan yang datang bersama-sama dengan Yesus dari Galilea, ikut serta dan mereka melihat kubur itu dan bagaimana mayat-Nya (Yesus) dibaringkan.
23:56. Dan setelah pulang, mereka menyediakan rempah-rempah dan minyak mur. Dan pada hari Sabat mereka beristirahat menurut hukum Taurat.
Yesus memang telah melaksanakan penggenapan Taurat secara sempurna dengan kematianNya, dan Ia sendiri menyatakan zaman akhir dari Taurat dengan tanda "Pelayanan Yohanes Pembabtis". Namun tradisi yang melekat pada murid-muridyang berlatar belakang Yahudi tidak serta-merta terlepas ("langsung") pada kebiasaan "libur" pada hari tertentu, dalam hal ini hari Sabat (Sabat besar). Semuanya melalui proses.
Perlu dipahami bahwa HUKUM KASIH tidak berarti melarang seseorang itu beristirahat pada hari Sabat, namun HUKUM KASIH membawa nilai yang kemoralan esensi yang lebih dari sekedar peraturan. Pengaplikasian HUKUM KASIH dan pelepasan terhadap hukum yang lama pada diri masing-masing orang tentu saja melalui proses, dan proses pelepasan kuk TAURAT ini berlangsung bertahab sampai para murid benar-benar memahami apa esensi dari HUKUM KASIH itu.
Maka apa yang disampaikan penuduh bahwa Hukum Taurat masih berlaku karena murid-murid masih taat peraturan Sabat, bukanlah bararti apa yang disampaikan Yesus Kristus dalam Lukas 16:16 itu bohong/ plin-plan/ atau apapun istilah yang digunakan penuduh. Tetapi apa yang dilakukan Kristus dengan mati di kayu salib, memandakan bahwa segala ketentuan kurban dalam TAURAT telah digenapi.
Atas apa yang dilakukan Kristus ini memungkinkan orang-orang yang non-Yahudi diselamatkan. TAURAT adalah hukum spesifik untuk orang-orang Israel :
* Ulangan 4:44
"Inilah hukum Taurat yang dipaparkan Musa kepada orang Israel."
* 1 Tawarikh 16:40
"supaya pagi dan petang tetap dipersembahkan korban bakaran kepada TUHAN di atas mezbah korban bakaran, dan supaya dikerjakan segala yang tertulis dalam Taurat TUHAN yang diperintahkan-Nya kepada orang Israel."
* Nehemia 8:1
"maka serentak berkumpullah seluruh rakyat di halaman di depan pintu gerbang Air. Mereka meminta kepada Ezra, ahli kitab itu, supaya ia membawa kitab Taurat Musa, yakni kitab hukum yang diberikan TUHAN kepada Israel."
* Maleakhi 4:4
"Ingatlah kepada Taurat yang telah Kuperintahkan kepada Musa, hamba-Ku, di gunung Horeb untuk disampaikan kepada seluruh Israel, yakni ketetapan-ketetapan dan hukum-hukum."
* Roma 9:4
"Sebab mereka adalah orang Israel, mereka telah diangkat menjadi anak, dan mereka telah menerima kemuliaan, dan perjanjian-perjanjian, dan hukum Taurat, dan ibadah, dan janji-janji."
Sedangkan HUKUM KASIH bersifat universal. Dan tidak seharusnya orang-orang non-Yahudi melaksanakan Hukum Taurat sebagaimana orang Israel melaksanakannya.
Hukum yang disempurnakan telah dicanangkan, pelaksanaannya akan berangsur-angsur mengikutinya. Seperti contoh saja, ketika Deng Xiaoping pada tahun 1976 menyatakan babak baru dalam pemerintahannya di RRC, mengubah dari sistem Komunis Murni ala Mao kepada sistem yang lebih terbuka, tidak langsung semata-mata berubah 100% sistem pemerintah disana, semuanya melalui proses, baru sekitar tahun 1990an sampai dengan hari ini pembaharuan itu terwujut secara luas, saat ini kita melihat hasil dari pembaharuannya ini benar-benar terlaksana, China menjadi negara kuat baik secara ekonomi, politik dan militer.
Demikian pula halnya dengan TAURAT yang sudah mendarah daging dalam kehidupan orang Yahudi. Murid-murid yang berlatar belakang Yahudi ini secara "berangsur-angsur" melaksanakan dan memahami monumen Hukum yang telah Sempurna dan melaksanakannya. Sehingga pada akhirnyapun para Rasul melaksanakan kaidah-kaidah hukum yang dicanangkan Yesus Kristus ini secara nyata. Dan mereka benar-benar tidak lagi berada dalam kuk Hukum Taurat.
Yesus Kristus berbicara tentang KUK Baru yang dicanangkannya yaitu HUKUM KASIH
* Matius 11:28-30
11:28 Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.
11:29 Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.
11:30 Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan."
Selaras apa yang dikatakan Kristus tentang Kuk yang baru dariNya ini, Rasul Paulus kembali menjelaskannya demikian :
* Galatia 2:15-21
2:15 Menurut kelahiran kami adalah orang Yahudi dan bukan orang berdosa dari bangsa-bangsa lain.
2:16 Kamu tahu, bahwa tidak seorang pun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat, tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristus Yesus. Sebab itu kami pun telah percaya kepada Kristus Yesus, supaya kami dibenarkan oleh karena iman dalam Kristus dan bukan oleh karena melakukan hukum Taurat. Sebab: "tidak ada seorang pun yang dibenarkan" oleh karena melakukan hukum Taurat.
2:17 Tetapi jika kami sendiri, sementara kami berusaha untuk dibenarkan dalam Kristus ternyata adalah orang-orang berdosa, apakah hal itu berarti, bahwa Kristus adalah pelayan dosa? Sekali-kali tidak.
2:18 Karena, jikalau aku membangun kembali apa yang telah kurombak, aku menyatakan diriku sebagai pelanggar hukum Taurat.
2:19 Sebab aku telah mati oleh hukum Taurat untuk hukum Taurat, supaya aku hidup untuk Allah. Aku telah disalibkan dengan Kristus;
2:20 namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.
2:21 Aku tidak menolak kasih karunia Allah. Sebab sekiranya ada kebenaran oleh hukum Taurat, maka sia-sialah kematian Kristus.
Untuk memahami lebih lanjut bisa Anda baca di http://www.sarapanpagi.org/viewtopic.php?p=471#471 (Artikel : TAURAT atau KRISTUS).
Penting untuk dicatat, bahwa antara pengarang Matius dan pengarang Lukas, keduanya tidak saling kenal, tidak jelas identitas para penulisnya, dan masa penyusunan keduanya juga berbeda, 2 sehingga penolakan umat Kristen terhadap perintah Yesus dalam Matius 5:18-20 dengan dalih pernyataan Yesus dalam Lukas 16:16-17 adalah akal-akalan. Sebagaimana bisa dibaca, seringkali kita menemukan kontradiksi yang serius antara kedua kitab ini (misal: kontradiksi serius masa kelahiran Yesus, silsilah Yesus, dsb.), meski keduanya diduga kuat sama-sama mengambil sebagian narasumbernya dari Markus (atau mungkin proto-Markus), disamping Q, dan sumber-sumber lisan ataupun tulisan yang khas bagi masing-masing dari keduanya. 3 Ini menunjukkan bahwa masing-masing dari kedua pengarang kitab ini benar-benar independen.
Demikianlah ajaran Kristen, di satu sisi ia mengklaim Perjanjian Lama sebagai bagian dari kitab-kitabnya berdasarkan pernyataan Yesus dalam Matius 5:17, tetapi mereka menolak perintah Yesus dalam Matius 5:18-20 dengan dalih pernyataan Yesus dalam Lukas 16:16-17 yang salah arah ini. Akhirnya, jika kita tidak dianugerahi akal sehat dan etika sopan-santun yang memadai, sudah barang tentu kita akan menertawakan keyakinan plin-plan seperti ini.
Keterangan:
1. Q adalah istilah Jerman Quelle yang berarti sumber. Ada tiga lapisan Q yang berbeda, yaitu Q1 (tahun 50 M), Q2 (tahun 65 M), dan Q3 (tahun 75 M). [A) Robinson JM (1971a) B) Robinson JM (1971b) C) Koester H (1971a) D) Mack BL (1996)]. Selengkapnya baca di sini.
2. Kitab Matius dikompilasi sekitar tahun 85 M, sedangkan kitab Lukas dikompilasi sekitar tahun 95 M. [A) Duncan GB (1971) B) Sunberg AC (1971) C) Kee HC (1971) D) Leon Dufour X (1983) E) Mack BL (1996) F) Fenton JC (1973) G) Asimov I (1969) H) Baird W (1971)]. Namun demikian, Caird GB, pada tahun 1972 dalam bukunya yang berjudul Saint Luke, terbitan Penguin Books, Baltimore, menyatakan bahwa ada versi Lukas yang lebih awal, yang bisa disebut proto-Lukas, yang disusun sekitar tahun 60 M, dan yang dimulai dengan pembaptisan Yesus, sebagaimana dimiliki Markus.
3. A) Mack BL (1996) B) Kee HC (1971) C) Filson FV (1971) D) Burch EW (1929) E) Baird W (1971).
Wassalaam.
Tidak ada yang bertentangan antara Matius dan Lukas, penjelasan diatas sudah menerangkan apa itu TAURAT dan kegenapannya dalam Yesus Kristus. Penuduh memang sengaja mencari-cari "kesalahan" terhadap hal-hal yang sebenarnya tidak ia mengerti.
Penuduh juga menyinggung "Q Document", untuk hal ini Anda bisa membacanya di http://www.sarapanpagi.org/post2340.html#p2340 . Hal-hal macam ini memang menjadi kegemaran penuduh dari kalangan muslim, namun teori sumber "Q" adalah hypothesis saja diantara sebagian peneliti-peneliti Alkitab. Dengan pandangan mereka yang mendasarkan karena Injil Markus isinya mirip dengan Matius dan Lukas. Mereka memperkirakan Kitab-kitab Injil sinoptik ini mengambil dari sumber yang sama. Namun Sumber "Q" sendiri tak pernah ada/ ditemukan.(be ending)
fm:
http://www.sarapanpagi.org/kebohongan-kristen-vf35-50.html
dan
http://www.sarapanpagi.org/kebohongan-kristen-vf35.html
...| 全文 |...